Bukan Duri Dalam Pernikahan

Bukan Duri Dalam Pernikahan
Pandangan Shopia Pada Rista


__ADS_3

Di sini di ruangan rawat tampak Rista menatap takut pada pria di depannya yang baru saja masuk tanpa permisi. Wajah pria tua yang tak lain adalah sang ayah nampak tersenyum licik.


"Ayah, tolong jangan berbuat macam-macam di sini. Aku mohon." ujar Rista ketakutan.


Dirinya telah di percaya menjaga Calvina di rumah sakit. Bagaimana mungkin jika sampai terjadi sesuatu pada Calvina ia bisa menyangkal. Semua orang pasti akan menyalahkan dirinya. Zayn pasti akan sangat marah dan tidak akan mau membantunya lagi.


"Tolong, Ayah. Kali ini berbaik hatilah padaku. Aku mohon menjauhlah dari sini." Rista sampai terlihat duduk berlutut di depan Candra. Namun, kedua tangannya bukan menangkup melainkan merentang demi melindungi Calvina dari Candra.


"Mengapa kau begitu melindungi wanita ini? Rista, dia adalah penghambat hubunganmu dengan Tuan Zayn. Apa kau tahu itu?" sahut Candra terlihat tampak santai.


Pikirannya tengah di kuasai oleh keegoisan saat ini. Sang anak yang bisa masuk ke dalam keluarga Yonathan tentu kesempatan yang begitu baik. Ia tidak ingin hanya karena Calvina justru Rista hilang kesempatan baik itu.


"Tidak, Ayah. Aku mohon jangan lakukan apa pun padanya. Dia tidak bersalah. Aku mohon pergilah, Ayah." Rista sampai menangis ketakutan. Bayangan dimana Irene begitu ketus padanya kala meninggalkan ia dan Calvina, Rista ingin namanya kembali baik di depan semua orang.


Tanpa keduanya duga pintu ruangan itu terbuka lebar dengan tubuh beberapa orang pria berdiri tegap.


"Jangan membuat keributan di sini. Tolong keluarlah!" Perintah tegas dari anak buah Zayn yang berjaga di sekitar. Mereka mendapat perintah dari Shopia untuk membawa pergi Candra.


Shopia tahu jika saat ini Zayn tengah bingung dengan keadaan sang ayah dan istrinya. Maka dari itu ialah yang bisa menjaga sang kakak dari kejauhan.


"Wanita itu berusaha melindungi Kak Calvina. Apa itu hanya triknya saja? Atau karena takut di tuduh sama kami semua?" gumam Shopia bermonolog. Jujur hatinya tersentuh kala melihat perilaku Rista yang memohon untuk melindungi sang kakak.

__ADS_1


Kesan kedua yang ia lihat dari Rista adalah wanita yang masih memiliki hati. Namun, secepat mungkin Shopia menggelengkan kepala menghilangkan pikiran baiknya pada Rista. Ia masih belum percaya jika kehadiran Rista murni hanya kebetulan.


Di sini Rista terduduk lemas melihat sang ayah sudah keluar. Ia mendekati Calvina yang masih juga belum sadar. Tentu pergerakan itu masih terpantau jelas oleh Shopia.


"Aku harus memanggilmu nama atau Nyonya? Rasanya kita sepantaran tapi derajatmu lebih tinggi dan lebih terhormat. Aku minta maaf telah masuk dalam kehidupan kalian. Ini bukanlah hal yang aku inginkan. Tapi, aku tidak tahu harus berlindung dengan siapa lagi saat ini. Hanya kalian yang mampu menjauhkan aku dari Ayahku. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak ada niat jahat sama sekali. Calvina, kelak ketika kau sadar tolong jangan benci aku. Aku tidak tahu harus kemana lagi. Aku benar-benar tidak punya tujuan hidup. Pada siapa aku berlindung dari ledekan orang tentang kehamilanku ini? Aku janji akan menjagamu dan merawatmu dengan baik. Aku janji itu." tutur Rista memegang tangan Calvina.


Meski wanita yang ia ajak berbicara masih belum merespon apa pun juga. Shopia hanya bisa memperhatikan dari layar ponsel tanpa bisa mendengar ucapan Rista di sana. Tangan yang menggenggam tangan sang kakak membuat Shopia perlahan melunak pada Rista.


Detik berikutnya ia tak lagi mau memperhatikan cctv. Shopia memilih fokus pada Irene yang menangis memasuki ruangan sang suami. Di sana Zayn terus mendampingi sang ibu.


"Bagaimana ini, Zayn? Ayahmu belum juga sadar. Ibu tidak mau terjadi sesuatu dengan Ayahmu. Sudah cukup bertahun-tahun kita sabar menunggu Calvina sadar kembali. Kenapa Tuhan sekarang menambah masalah kita lagi. Ibu tidak kuat, Zayn. Cucu Ibu sudah di ambil Tuhan. Kenapa harus di tambah sakit Ayahmu lagi sekarang?" Irene menangi terus menerus.


"Bu, Ayah akan sembuh. Ayah pasti sembuh. Ibu jangan membuat Ayah semakin sedih. Dokter sudah mengatakan kita tidak boleh membuat darah ayah semakin naik. Ayah harus tenang, Bu. Ayolah..." bujuk Zayn mengusap punggung sang ibu.


Gauri dan juga Matthew pun masih setia bersama mereka kecuali Shopia yang sudah pergi beberapa menit lalu. Ia berniat mendatangi rumah sakit sang kakak untuk melihat keadaan kakak kandungnya itu.


"Shopia?" sahut Rista kaget dan canggung. Ia berdiri dari duduknya kala melihat pintu ruang rawat terbuka lebar. Rambut yang menutup wajahnya ia sematkan pada daun telinga. Hanya bisa menunduk melihat tatapan dalam dari Shopia.


Kesan terakhir mereka bertemu sudah tak baik. Rista sangat tahu jika Shopia sangat menyayangi kakaknya.


"Pulanglah istirahat. Biar aku yang menjaga Kak Calvina di sini. Kau hamil besar tak baik jika terlalu lelah." ujar Shopia membuka suara.

__ADS_1


Nada ucapannya pun terdengar datar tak ada kesan sinis lagi pada Rista. Mendengar itu Rista hanya diam mencerna apakah Shopia akan marah padanya kemudian.


"Kenapa diam? Pulanglah segera. Jangan sampai kau drop dan menambah masalah di keluarga Kak Zayn. Kasihan dia banyak masalah. Di depan supir sudah menunggumu." pintah Shopia lagi.


Rista pun hanya bisa patuh menganggukkan kepala tanpa berani bersuara lagi. Ia meninggalkan ruangan tanpa berkata apa pun. Setidaknya satu hari ini ia sudah menjaga Calvina dengan baik.


Tak lama kemudian Zayn pun datang.


"Shopia?" sahut Zayn.


"Kak, Kakak juga kesini?" tanya Shopia.


"Pulanglah. Biar aku menjaga Calvina. Besok kau ada kuliah pagi bukan?" Shopia mengangguk.


"Kak Zayn?" panggil Shopia lagi.


"Apa Kakak tidak akan meninggalkan Kak Calvina?" tanya Shopia takut-takut.


Entah mengapa ia sangat cemas memikirkan nasib sang kakak ke depannya. Dimana kesetiaan Zayn pasti akan goyah ketika bertahun-tahun lamanya harus menunggu ketidak pastian dari sang kakak yang masih juga koma sampai saat ini.


"Penantianku selama empat tahun apa masih bisa di ragukan, Shopia?" sahut Zayn yang membuat Shopia tak bisa berkata-kata. Ia memilih meninggalkan ruangan itu dan menuju rumah.

__ADS_1


Zayn kembali bersama sang istri sementara sang ibu di temani ibu mertuanya dan ayah mertuanya. Setelah keadaan sang ayah membaik, mereka berencana untuk memindahkan ke rumah sakit di mana Calvina di rawat.


__ADS_2