Bukan Duri Dalam Pernikahan

Bukan Duri Dalam Pernikahan
Kebimbangan


__ADS_3

"Dia sudah bahagia bersama istrinya. Nenek tidak akan rela kamu merasakan sakit sendiri. Calvina, Nenek hanya ingin yang terbaik untukmu dan juga Zayn. Kamu paham ucapan Nenek kan, Cal? Zayn sudah bukan suami kamu yang dulu lagi. Ada satu wanita yang juga berhak atasnya. Apa kamu rela berbagi suami dengan wanita itu?" Panjang lebar Fara berkata tanpa merasa kasihan pada wajah sang cucu.


Calvina yang diam mendengar penuturan sang nenek tampak berkaca-kaca matanya. Di sana Gauri dan sang suami pun menatap sedih sang anak di layar ponsel. Mereka tak berani membantah sedikit pun ucapan orang yang baru saja sadar. Sakit yang Calvina rasakan saat penyekapan nyatanya tak membuat keputusan wanita tua itu berubah.


Pendiriannya masih sama tetap menolak persatuan Calvina dan juga Zayn bersama. Di sini Shopia mengusap lengan sang kakak merasa prihatin. Belum saja Calvina bisa menyembuhkan luka di hatinya, kini sang Nenek justru ikut bertindak tegas padanya.


"Bu, sudahlah jangan dulu membahas hal itu. Calvina masih syok dengan semua ini. Biarkan dia berpikir tenang dulu saat ini. Kasihan dia. Calvina wanita yang sudah bisa berpikir baik kok. Semua keputusan tentu bisa ia pilih dengan tepat." ujar Gauri menahan sang ibu kembali bersuara.


Keras pada Fara tentu tak ada gunanya saat ini. Satu kali pun Fara tak pernah bisa di bantah oleh siapa pun. Mendengar ucapan sang anak, wanita tua itu hanya bisa menghela napas kasar.


"Yasudah." sahut Fara memilih memejamkan matanya.

__ADS_1


Panggilan pun tak lama berakhir dengan wajah Calvina yang kembali murung. "Yang sabar yah, Kak? Nenek masih dalam pemulihan. Nanti setelah membaik pasti akan mudah di ajak berbicara." tutur Shopia.


"Nenek benar, Shopia. Zayn sudah memiliki dua istri. Bagaimana mungkin Kakak mau hidup dengan pernikahan yang berbagi suami seperti itu? Kakak tidak mungkin bisa." Shopia menggelengkan kepala mendengar ucapan sang kakak.


"Kak, aku pergi dulu. Kakak tenangkan diri yah? Saat ini kita belum bisa bicara apa pun tentang Kak Zayn. Yang jelas Kakak berhak memiliki Kak Zayn sepenuhnya. Dia hanya wanita baik yang di nikahi Kak Zayn atas dasar belas kasihan. Bukan karena cinta..."


"Tapi, mereka saling mencintai saat ini, Shopia." potong Calvina.


Di tempat lain, Zayn tampak panik ketika mendengar kabar tentang sang anak yang di rawat di rumah sakit. Zayn bersama kedua orangtuanya memasuki ruangan yang di sebutkan oleh Rista.


"Restu, sayang." Zayn memeluk tubuh kecil yang terasa panas di pelukannya. Restu demam tinggi saat ini.

__ADS_1


Irene sedih melihat keadaan sang cucu angkat. Rista yang melihat pertemuan sang anak dan suaminya hanya diam menatap nanar. Sakit rasanya melihat sikap Zayn yang melupakan sang anak dalam keadaan sakit seperti ini.


"Rista," panggil Zayn pada sang istri yang saat itu juga membuang wajahnya ke arah lain.


Zayn tahu ia sudah melakukan kesalahan. Melihat respon Rista yang tak enak padanya, Zayn pun sadar. Ia memilih berbincang pada Restu. Wajah lemas tak berdaya Restu kini berubah ceria kala melihat kedatangan sang ayah.


"Ayah dari mana saja? Aku kangen." tanya Restu.


"Maafkan Ayah. Ayah sedang banyak masalah di perusahaan, Sayang. Maafkan Ayah." ujar Zayn mengusap kepala sang anak.


Perlakuan Zayn pada Restu menjadi pusat perhatian kedua orangtuanya. Irene menatap sendu sikap sang anak pada anak sambungnya.

__ADS_1


"Bagaimana jika seandainya kamu tahu istrimu masih ada, Zayn? Apa kamu akan meninggalkan Restu dan Rista setelah itu, Zayn? Kasihan Calvina. Apa yang harus Ibu dan Ayah lakukan saat ini? Ya Tuhan tolong kami." gumam Irene sedih.


Bibir yang ia bungkam sejak tadi terasa gelisah ingin berbicara tentang pertemuannya dengan Calvina. Namun, di sini ada Rista yang harus mereka jaga perasaannya. Serba salah untuk bicara pada Zayn. Dalam hati yang paling dalam ia sangat kasihan dengan nasib Rista. Namun, bagaimana pun Calvina adalah menantu kesayangannya. Mereka tak akan mau melepaskan Calvina begitu saja. Dan melepaskan Rista adalah hal yang tidak mungkin juga bagi mereka.


__ADS_2