Bukan Duri Dalam Pernikahan

Bukan Duri Dalam Pernikahan
Surat Dari Ayah


__ADS_3

Meski kecewa pada sikap sang ayah, Rista masih kekeuh untuk menyayangi satu-satunya orang yang memiliki ikatan darah dengannya. Bagaimana pun jahat sang ayah padanya, ia tetap menginginkan perhatiannya di balas. Hari ini kembali wanita anak satu itu datang usai mengantar anak ke sekolah.


"Mohon maaf, Bu. Tahanan tidak mau bertemu dengan anda. Tadi pagi beliau sudah berpesan." Rista terdiam berdiri mendengar ucapan polisi yang berjaga.


Jangankan berbicara, bertemu saja Candra sudah tak mau. Berikutnya polisi itu bergerak seperti ingin mengambil sesuatu, dan benar saja. Tak lama kemudian kening Rista mengerut dalam melihat sebuah lipatan kertas di berikan polisi itu padanya.


"Ini titipan beliau, Bu." ujar polisi itu. Dengan bingung Rista mengambilnya. Ia membaca di dalam mobil saat ini.


Ada rasa haru pertama kalinya ia melihat tulisan yang panjang. Ini adalah pertama bagi Rista bisa mendengar ungkapan hati sang ayah padanya. Selama ini Candra selalu bersikap dingin seolah tidak menganggap keberadaan dirinya. Wajahnya tersenyum sebelum ia benar-benar membaca tulisan itu.

__ADS_1


"Berhentilah datang menemuiku lagi. Aku tidak ingin melihatmu ada di sini. Bagaimana pun kau memperhatikan aku, tetap kau bukanlah siapa-siapa bagiku. Aku sudah senang dengan kehidupanku saat ini. Aku tidak akan mengusikmu lagi. Sudah cukup pria itu menghajarku hanya karena kebodohanmu."


"Aku hanya ingin mengatakan jika kau bukanlah anak kandungku. Ibumu hamil dengan pria lain sebelum pernikahan kami terjadi. Itu sebabnya aku sangat membenci kalian berdua. Ibumu sudah mengkhianati aku, Rista. Sekarang kau pergilah mencari ayahmu. Sebab aku bukanlah ayahmu. Jangan mengharapkan apa pun dariku. Karena perasaanku sebagai ayah tidaklah untukmu."


Bagai tersambar petir, dada Rista bergemuruh hebat. Matanya berlinangan air mata membaca tulisan dari Candra. Sesekali kepalanya pun turut menggeleng seolah menolak setiap tulisan yang ia baca.


Rista terisak menundukkan kepalanya. Bagaimana mungkin Candra, pria yang selama ini ia sayang ternyata bukanlah ayahnya. Kemana ia harus mencari ayah kandungnya. Meski rasanya sulit ia percaya dengan ucapan Candra. Tapi, semua perilaku jahat pria itu yang selalu membuatnya bertanya akhirnya terjawab sudah.


"Kau tetap Ayahku. Kau tetaplah pria yang akan aku panggil Ayah." gumam Rista sembari menangis.

__ADS_1


Sejahat apa pun Candra padanya, baginya pria yang pertama kali ia tahu adalah Candra. Rista pun mengusap kasar wajahnya meski air mata tak kunjung berhenti keluar. Ia melanjutkan tangis itu tepat ketika mobil sudah tiba di depan sekolah milik Restu. Mungkin lebih baik ia menghabiskan waktu di sini sembari menunggu sang anak pulang sekolah.


Rista bagai terombang ambing di lautan. Kemana ia harus pergi bersama sang anak. Belum saja sembuh luka hatinya akibat perceraian, kini satu orang pria lagi meninggalkan hidupnya. Apakah ia harus mencari Ayah kandungnya? Tidak. Rista menggeleng menolak pikirannya saat ini. Ia tak mau lagi mengenal sosok pria yang bisa saja kembali menorehkan luka baru di hatinya. Sudah cukup baginya memiliki dua pria yang sama-sama tidak berperasaan.


Sedangkan di sini, semua anggota keluarga tengah duduk di ruang keluarga yang cukup luas. Mereka semua saling menatap menunggu reaksi Fara kala melihat Zayn dan Calvina duduk berdampingan. Keduanya ternyata sepakat untuk membicarakan baik-baik dengan wanita tua itu.


"Heh, akhirnya rayuan mautmu kembali membodohi cucuku. Kau pria tidak berperasaan Zayn. Calvina tidak pantas mendapatkan sakit dari perlakuanmu. Apa kau lupa bagaimana aku selalu menasehati mu waktu itu? Kau bahkan berkali-kali mengabaikan cucuku demi wanita itu dan anaknya. Kau bagaimana bisa melupakan itu semua dengan mudah? Huh!" Geram Fara melihat sang cucu yang begitu lemah.


Sikap wanita tua itu membuat sang suami di sampingnya bergidik ngeri. Tak terbayangkan jika dirinya yang berbuat salah pada wanita tua itu. Mungkin selain kata cerai yang ia dapatkan, tubuhnya pun sudah tercincang beberapa bagian.

__ADS_1


__ADS_2