Bukan Duri Dalam Pernikahan

Bukan Duri Dalam Pernikahan
Pasangan Romantis


__ADS_3

Terlalu asik belanja membuat wanita tua itu tak ingat lagi tujuannya keluar dari rumah saat ini. Wajahnya berbinar bahagia dengan sang suami yang membawa barang belanjaan beberapa macam. Tak banyak sebab satu barang dari belanjaannya sudah mencapai ratusan juta rupiah. Keduanya pulang menaiki mobil yang sudah Zayn sediakan.


"Sudah waktunya makan dan minum obat, Bu. Ayo keluar." ajak Firdaus ketika mereka tiba di rumah.


Gauri dan Matthew ternyata berkeliling bersama anaknya juga. Kini Fara tersisa bersama sang suami di dalam rumah.


"Ayah saja yang makan. Ibu lelah dan ingin tidur. Ngantuk sekali." Segera ia menaiki tempat tidur dan menutup mata. Pria tua yang menatapnya hanya bisa menghela napas kasar. Istrinya ternyata bisa lupa juga dengan kekejamannya.


"Katanya rela mempertaruhkan nyawa demi cucu. Sekali lihat barang mewah lupa daratan." gumam Firdaus menggelengkan kepala melihat sang istri yang terlelap dengan cepatnya.


Ia pun beranjak untuk makan seorang diri. Setidaknya hari ini Zayn bisa menikmati waktu bersama dengan Calvina di luar sana tanpa ada pengganggu lagi. Benar saja di sini Zayn makan berdua dengan sang istri. Calvina merasa senang melihat perhatian Zayn padanya.


"Itu artinya aku di sini tersisa enam hari lagi. Apa kau baik-baik saja, Sayang?" tanya Zayn.


Dengan lembutnya Calvina menganggukkan kepala. Senyumannya begitu menghipnotis kedua mata Zayn. "Itu bukan masalah, Zayn. Aku percaya denganmu. Tapi, bagaimana dengannya? Tidakkah kasihan dia hidup tanpamu?" tanya Calvina.

__ADS_1


Siapa lagi jika bukan Rista yang ia maksud barusan. Zayn menghela napasnya kasar. Bertemu Restu adalah sebuah kebetulan yang patut ia syukuri. Namun, membawa Rista di dalam kehidupannya rasanya seperti kesalahan yang tak bisa ia hapuskan bagaimana pun caranya.


"Kami sudah bercerai. Dan aku menikahinya hanya atas permintaan Ibu kita. Itu untuk menolongnya. Saat ini dia sudah menjadi seorang ibu, sudah sepatutnya dia menjaga keluarganya sendiri. Lagi pula aku tetap meminta orangku menjaganya. Yang jelas aku tidak ingin hubungan kita menjadi korbannya lagi, Cal. Aku mohon mengertilah denganku. Hubungan kita jauh lebih penting di atas segalanya." Tangan Calvina ia raih dan genggam dengan eratnya.


"Berhentilah memikirkan orang lain. Dirimu jauh lebih harus di pikirkan. Jangan terlalu baik hingga kau lupa memperjuangkan hubungan kita yang jauh lebih penting, Sayang." Calvina hanya diam mendengar ucapan Zayn.


Bayangan akan Rista yang kesulitan membuatnya terus merasa bersalah. Namun, mendengar ucapan Zayn ia hanya bisa mengangguk dan tersenyum saja.


"Anak kita jauh lebih penting dari mereka. Aku tetap tidak akan melupakan Restu. Dia tetap anakku." lanjut Zayn lagi.


Merasa bersyukur memiliki suami yang begitu baik. Rista pun memeluk Zayn dengan sangat erat. Ia bersyukur dengan takdir Tuhan yang begitu baik masih mempertemukan mereka berdua lagi.


"Jangan sedih, Cal. Anak kita akan ikut sedih. Sudah waktunya kita hidup bahagia bersama lagi. Jangan menyesali apa pun yang bukan kuasamu." Keduanya pun melanjutkan makan dan berjalan-jalan lagi.


Sebelum itu, Calvina heran. Keningnya mengerut dalam saat mereka baru saja menghabiskan makanan di piring. Seorang pelayan tiba-tiba datang beberapa orang dengan wajah tersenyum pada Calvina.

__ADS_1


Tanpa mengatakan apa pun, satu dari mereka memberikan buket bunga. Lalu orang kedua maju dan memberikan boneka dari bunga, orang ketiga kembali maju dan memberikan sepiring kue bertuliskan 'You are beautiful'.


"Thanks." ujar Calvina menerima semuanya.


"This is for you." Zayn memberikan satu kotak yang di bawakan oleh pelayan keempat. Kotak berwarna navy. Ragu Calvina menatap Zayn sembari mengulurkan tangana mengambil kotak pemberian sang suami.


"Apa ini, Zayn?" tanyanya lembut.


"Hadiah sebagai peringatan kamu memberikan aku status seorang Ayah lagi. Hadiah atas kembalinya hubungan kita dan restu dari Nenek." sahut Zayn dengan santai. Calvina terkekeh geli mengingat nama nenek di sebut suaminya.


"Memangnya Nenek sudah pasti merestui kita lagi?" godanya pada sang suami.


"Pasti. Itu pasti, Sayang." jawab Zayn penuh percaya diri.


Sampai kotak itu di buka oleh Calvina sendiri. Bibirnya terbuka lebar lantaran sangat kaget. Matanya berpantulan dengan cahaya berlian di depannya kini.

__ADS_1


"Za-Zayn? Ini untukku? Ini cantik sekali." serunya begitu bahagia. Sebuah gelang berlian Zayn ambil dari kotak yang di genggam sang istri. Ia melingkarkan gelang indah itu di tangan Calvina. Pelayan yang ikut serta dengan rencana Zayn seketika bertepuk tangan ikut bahagia. Beberapa dari mereka tampak mengambil video keduanya.


Dengan hastag pasangan romantis, berita kembalinya Zayn bersama sang istri seketika melebar di seluruh jagat raya. Media sosial mendadak ramai melihat pasangan yang sudah lama tak tampil di media itu. Wajah Zayn yang semakin tampan, wajah Calvina yang juga semakin cantik. Benar-benar pasangan yang serasi.


__ADS_2