Bukan Salah Jodoh (R2)

Bukan Salah Jodoh (R2)
BSJ 26 : Budak Cinta


__ADS_3

...'Cinta itu bukan kata benda, tapi kata hati. Cinta itu bukan memperbudak, namun memiliki. Cinta itu bukan pembodohan, namun penyemangat hati.'...


...-Keevanzar Radityan Al-faruq-...


...BSJ 26 : Budak Cinta...


...****...


Summer--musim panas yang selalu di nanti setiap kehadiranya di tiap penjuru negri. Jika saat ini di tanah air tengah di landa musim penghujan, di Ankara dan negara belahan eropa lainya musim dingin. Disini terlihat masih terik dengan sinar hangat mentari dipagi hari. Suara deburan ombak yang menyapa sepasang kaki, kembali menambah suasana romantis. Bak honeymoon ala ala artis hollywood. Sepasang kekasih beda keyakinan ini terlihat sangat menikmati liburannya.


Di sebuah pulai tropis yang harusnya kini memasuki musim penghujan, mengingat awal Januari sangat ramah kepada bumi. Namun pagi ini terlihat cerah, secerah senyum manis miliknya. Tiada hari tanpa melihat dirinya, senyumnya, celotehnya atau seluk beluk tentangnya. Bangun tidur disapa dirinya, sarapan denganya, menghabiskan waktu berdua dengan dia pula. Bumi beserta isinya terasa milik berdua, yang lain di mutasi ke planet mars. Gonjangan badai mereka lalui bersama, benar atau salah jalanya. Bagi mereka halal halal saja karena atas dasar sama sama cinta.


Cinta itu perasaan yang suci, murni, dan bersih. Namun kadang hati manusia yang di penuhi egoisme selalu ingin menghalakan segala cara. Menodai arti kata cinta itu sendiri dengan sifat egoisnya. Cinta itu penuh akan keikhlasan, kerelaan dan kesabaran. Tak apa terluka dan berkorban berulang kali demi kebahagiaan dirinya. Itu yang namanya dasar mencintai. Bukanya karena cinta kamu di perbudak oleh rasa, buta akan cinta itu sendiri.


Hey, hidup ini tidak selamanya tentang cinta. Memang ia cinta melingkupi semua unsur kehidupan, tetapi itu pun kembali kepada bagaimana kita merealisalisasikan cinta itu sendiri. Ada kalanya cinta itu prioritas utama dan yang paling utama. Namun tak jarang juga cinta harus di kesampingkan karena hidup tak selamanya tentang cinta. Jangan sampai karena cinta dirimu di perbudak oleh rasa.


Ingatlah, cinta kepada mahluk-Nya tidak pernah di anjurkan melebihi cinta kepada sang khalik. Semua adalah milik-Nya, ciptaa-Nya, titipa-Nya, dan tentunya akan kembali berpulang kepada-Nya. Mencintai manusia itu seadanya saja, jangan terlalu berlebihan. Karena agama pun tak pernah menganjurkan namanya mencintai melebihi mencintai khalik-Nya. Cinta itu lahir beriringan dengan benci. Jangan sampai karena Cinta kamu membenci sekeliling, ataupun karena cinta mati kamu akan merasakan tikaman telak di hati ketika suatu saat nanti di khianati.


"Dear?" Panggil suara lembut yang mengalun seindah mentari tersebut.


"C'mon, follow me." Ujarnya lirih sambil berbalik menatap sang kekasih yang terlihat tampan dengan setelan casual. Celana pendek selutut yang di padukan dengan T-shirt berwarna biru laut yang cerah, secerah hari harinya.


"Tunggu Darl, kamu mau kemana?"


Tanya suara bariton itu mengalun.


Wanita cantik berdres biru toska dengan motif ceria itu berbalik.Tersenyum lembut sambil mengedipkan sebelah mata cantiknya.



"Secret dong!" Lanjutnya.


Pria tampan itu tersenyum tipis sambil berjalan ke arah wanitanya.


Grep


"Mau kemana sih?"


Tanyanya setelah berhasil memeluk tubuh mungil milik wanitanya. Semerbak mawar france yang menjadi aroma khas wanitanya langsung menguar di indra penciumanya.

__ADS_1


"Kehatimu." Gombal wanita cantik dengan senyum semanis gula tersebut.


"Belajar gombal darimana hm?" Tanya kekasinya sambil sesekali mengecup pucuk kepala sang wanita.


"I don't know." Jawab Nata--wanita cantik itu lembut.


"Dasar."


Tukas prianya sambil mengecup kening Nata mesra.


Ini adalah dunia mereka, milik mereka. Dimana hanya ada dia-Anzar dan kekasihnya-Nata. Mereka amat menikmati liburan panjang keduanya. Tak peduli akan keadaan dunia di belahan bumi sana. Yang penting mereka bahagia bersama.


Anzar--bahkan rela menutup semua akun media sosialnya, mengganti nomer ponselnya. Memblokir email lamanya. Ia rela semua kartu debitnya di blokir oleh sang ayah, bahkan jika di kemudian hari ia di coret dari Kartu Keluarga Radityan ia akan rela. Selama ia masih bisa bersama kekasihnya. Tertawa dan hidup bahagia berdua. Urusan pekerjaan itu gampang, tabungan dan beberapa rumah yang terseber di seluh penjuru dunia serta aset yang dimilikinya lebih dari cukup untuk menghidupi wanitanya dan calon anak anaknya kelak. Di kesempatan terburuk sekalipun Anzar sudah bersiap, mengingat jalan yang di tempuhnya ini detentang banyak orang. Menuai kontroversi hingga sakit hati tiada tara. Namun ini jalan hidup pilihanya, just relax.


Semua jalan tingal memiliki perencanaan yang matang. Pasti semuanya akan berjalan dengan sesuai keinginan. Inilah hidupnya, pilihanya juga jalan hidupnya. Tak peduli dunia menghakimi, yang penting menurutnya benar. Cinta telah memperbudaknya, menginplasi setiap pergerakan dalam hidupnya. Menutup mata dan telinganya. Bahkan menguasai dan merajai hatinya. Kita lihat saja, sampai mana ia mampu di perbudak oleh rasa. Sampai kapan cinta yang diagung-agungkanya itu akan bertahan lama.


Jika memang cinta yang paling benar untuknya. Cintanya yang membuatnya kuat untuk memberontak. Lalu dimanakah tempat kembali saat cinta itu sendiri yang menghianati. See, apa yang akan ia lakukan nanti.


----


Jakarta pukul sembilan belas lewat seperempat, waktu Indonesia bagia barat. Lantunan surat Ya~siin menggema disetiap penjuru mansion keluarga Radityan. Lebih dari seratus orang berkumpul, memanjatkan doa bersama untuk mengiringi kepergian salah satu anggota keluarga tercinta mereka. Terlihat ada banyak anggota keluarga Radityan dan keluarga sang besan turut serta hadir diacara pengajian tersebut.


Di tempat duduk wanita, disana ada Kia bersama dengan Gemintang di sebelahnya. Salma ibunya yang kini memeluk Vanya--adik Vano yang masih terlihat terpukul. Walaupun ia sudah berusaha ikhlas. Ada pula Sayla, Renata dan Ana yang datang bersama putra putri mereka. Ada juga Q yang sedari tadi memeluk sepupu kecilnya-Lunar dan adik bungsunya Queenby. Mereka berkumpul disini, di satu atap yang masih setia di lingkupi kemelut mendung.


Q'ueensya Aisyah Luthears atau Q-putri pertama Vanya dan Aditama bahkan sedari tadi terlihat melamun. Ia bahkan kecewa berat saat mengetahui jika sepupunya-Anzar kabur dengan kekasihnya. Dan karena ulah Anzar pula oma mereka menjadi drop hingga akhirnya bepulang ke rahmatullah. Queenby Azizah Luthears atau By-adik Q bahkan tak henti hentinya mengutuk Anzar saking kecewanya. Ezkana Nur'aeni Tasnya Mubaraq atau Ezkana-putri semata wayang Ezka dan Ana bahkan sedari tadi tak henti hentinya menenangkan By. Eirlangga Aga Lhambiru atau Langga putra sulung Erick dan Ana yang kebetulan tunangan Ezkana menjadi iba sendiri. Pasalnya sedari tadi perempuan yang di peluk kekasinya itu terlihat terus menerus menangis.


Sedangkan Aurra-gadis yang duduk diatas kursi roda itu menatap sendu sekelilingnya. Rasa kehilangan yang masih dominan di rasakanya, menjadikan serentetan luka yang menambah sakit di dadanya. Di saat kondisinya belum sembuh total, ia tetap bersikukuh untuk mengikuti acara pengantaran jenazah almarhumah hingga keperistirahatan terakhirnya hingga selesai. Hingga kini pun, ia masih belum bisa berjalan karena tubuhnya yang masih lemah.


Masalah pernikahan, semuanya sudah di handle oleh Zega dengan bantuan Galaksi. Para tamu undangan memang sebagian bertanya tanya, namun sebagian lagi memakluminya. Yang menjadi bahan pembicaraan mereka tentunya, di mana calon pengantin pria sekaligus cucu tertua ke-2 dikeluarga Radityan. Karena hingga acara selesaipun mereka tak mendapati kehadiranya.


"Ra, kamu belum makan?"


Tanya suara ngebass yang melunturkan lamunan gadis berhijab syar'i tersebut.


"Aku tidak lapar." Ujarnya lirih tanpa mengindahkan tatapanya dari jendela besar yang menyuguhkan pemandangan malam lengkap dengan hujah derasnya.


Acara pengajian telah tuntas dilaksanakan, setengah jam lalu. Satu persatu kerabat dan keluarga besarpun sudah berpamit undur diri. Kini tinggal beberapa keluarga besar lagi yang hadir disana.


"Kamu harus makan Ra, terus minum obat."

__ADS_1


Ujarnya kembali membujuk.


"Aku gak nafsu, rasanya pasti pahit."


Pria tampan yang masih mengenakan koko putih dan peci hitam senada dengan sarung hitam kotak kotak itu tersenyum kecil.


"Sejak kapan ibu Dokter tidak suka pahit hm?"


Bujuknya lagi, setahunya sepahit apapun obat itu Aurra Putri Haidan pasti dapat dengan mudah menelanya.


"Makan ya Ra, biar cepat sembuh." Ujarnya kembali membujuk.


Gadis cantik berhijab syar'i itu akhirnya mengalah. Mengangguk kecil yang langsung di jawab senyuman hangat pria dihadapanya.


"Good grils"


Puji pria tampan tersebut sambil mengambil alih kursi roda Aurra untuk di dorongnya.


Beberapa Anggota keluarga mereka bahkan sempat terkejut karena pria itu dapat dengan mudahnya membujuk Aurra. Membawakan gadis itu makanan dan obat kekamarnya, karena Aurra pasti tidak bisa makan di keramaian seperti ini. Ia hanya mengantarkanya, lalu membiarkanya makan sendiri. Itu pasti lebih membut Aurra nyaman. Semua itu juga tidak luput dari pengamatan pria paruh baya yang sesekali menyentak kacamata yang bertengger di hidung bangirnya. Hingga akhirnya senyuman tipisnya ia kulum, setidaknya sudah ada progres disini.


"Ternyata putri saya mudah luluh, karena kamu." Batinya.


****


To be Continue


Selamat pagi semuaaa🤗🤗


Maaf ya baru update, disini mat lampu jadi susah sinyal. UAS ku aja jadi terhambat😥


Wokeyyy... Gimana buat part ini readers??


Sokk, jangan lupa vote komentar yang buanyaakk dan like yaa😄😄


Maaf ya kalau masih banyak typo🙏🙏


Ok, see you again.


Sukabumi 07 Mei 2020

__ADS_1


10.00


__ADS_2