Bukan Salah Jodoh (R2)

Bukan Salah Jodoh (R2)
BSJ 94 : Selamat datang Arsyad & Arra


__ADS_3

..."Selamat datang putra putri Ayah..."...


...-Keevan'ar Radityan Az-zzioi-...


...BSJ 94 : Selamat datang Arsyad & Arra...


...****...


"Ya-Rabb talong berilah hambamu ini kekuatan untuk melàhirkan buah hati hambamu ini." Do'anya didalam hati, kala rasa sakit itu kembali memuncak.


"D-dek...?"


"Dek, kamu kenapa?"


"Dek?!" Cemas Van'ar saat manik hazel istrinya tertutup rapat.


"Dek, sayangnya mas?" Panggilnya lagi, sambil mengecup pucuk kepala istrinya sayang.


"Tekanan darahnya menurun dokter." Intruksi salah seorang perawat.


"Dek, mas mohon bertahanlah." Lirih Van'ar sambil berbisik pelan disamping telinga sang istri.


"Bertahanlah demi mas dan mereka Aurra, mas yakin kamu bisa melewati semua ini." Ujarnya sambil mengecup pelipis istrinya sayang.


"Eughhh." Lirih siempunya nama.


"Alhamdulilah, syukurlah kamu sudah bangun dek." Ujar Van'ar gembira, saking cemasnya sampai membuat ekor matanya berair tanpa sadar.


Aurra tersenyum tipis melihatnya, lantas ia mengeratkan kembali genggaman tangan mereka. "Ayo mas, tuntun Aurra untuk melewati semua ini."


Van'ar mengangguk, sambil kembali melantunkan bacaanya yang tertunda.


Dua jam lebih berjibaku antara hidup dan mati, suara tangisan bayi dengan kencangnya mengudara di seluruh ruangan. Membuat beban berat yang menghimpit di dada itu terasa terangkat setengahnya.


Oeeekk


Oeeekk


Oeeekk


"Ayo Ra, tinggal adiknya." Support Adnia di balik APD hijau hijaunya.


Si abang yang sudah lahir terlebih dahulu langsung diberikan kepada suster yang sigap menanganinya. Dua puluh delapan menit kemudian, si adik kembali terlahir kedunia dengan selamat sentausa.


Oeeekk


Oeeekk


Tangisanya membuat semua kecemasan yang bernaung di dada lenyap begitu saja.


Dengan senyuman bahagia, pria muda yang baru saja resmi menjadi ayah itu mengecupi seluruh permukaan istrinya sayang. Mengucapkan banyak banyak syukur juga hamdalah atas segala karunianya.


"A-aku sudah jadi Ayah Ra." Lirihnya sambil menatap sang istri penuh cinta.


"Terimakasih dek sudah memberikan kebahagiaan sebesar ini untuk mas." Aurra tersenyum tipis merespon perkataan suaminya.


Detik berikutnya, suasana haru nampak terlihat saat untuk pertama kalinya Van'ar melantunkan kumandang adzan untuk kedua buah hatinya. Setitik air mata nampak lolos, saat dua mahluk mungil dalam gendonganya terdiam tenang mendengarkan lantunan Adzannya.


"Selamat datang putra putri ayah, jadilah anak anak yang soleh dan solehah kelàk nak."


Ujarnya sambil menatap kedua buah hati mungilnya yang berda dalam gendonganya.


Pria yang terduduk di kursi yang di sediakan oleh tim medis tersebut tersenyum tipis, sambil membiarkan air mata bahagianya mengalir.


"Selamat datang nak..." Lirihnya penuh kasih.


Berikutnya, ibu dan bayi bayinya dipersilahkan untuk dipindahkan keruangan rawat inap setelah dibersihkan. Van'ar juga sudah di perbolehkan untuk menginggalkan ruangan.

__ADS_1


"A-abang, sudah jadi A-ayah bun." Lirihnya terharu biru sambil memeluk bundanya erat.


Wanita paruh baya itu mengangguk sambil tersenyum tipis di tengah tangisnya.


"Selamat bang, mulai detik ini abang punya dua tanggungan lainya. Jadilah Ayah yang dapat bertanggung jawab, untuk membawa keluarga abang ke jannah kelak."


Van'ar mengangguk mantap. Sungguh luar biasa karunia-Nya yang satu ini. Ia telah di beri kesempatan seindah ini untuk menjaga Anugrah terindah titipan-Nya.


"Selamat menjadi Ayah, anak Ayah." Ujat Vano sambil merangkul bahu putranya. "Bimbinglah keluarga kecilmu dengan baik nak." Nasihatnya sambil melepaskan rengkuhanya.


Van'ar mengangguk mantap. "Pasti yah,Van'ar akan lakukan itu." Jawabnya lantan.


Tanpa dimintapun, Van'ar tentu akan selalu merealisasikan tugasnya sebagai seorang abdi negara, suami dan ayah yang baik.


Setengah jam kemudian, Aurra juga si kembar sudah dipindahkan keruang rawat inap. Dengan senyum sumringah terpatri di bibir, pria tampan yang baru saja memasuki ruangan itu disuguhi pemandangan mengharukan di matanya. Aurra selaku ibu baru, baru saja memberikan sentuhan pertama atau skin to skin kepada si kembar berupa ASI.


Dengan suara kecilnya, bayi tampan berusia beberapa jam itu menguap dengan kecil. Saat di letakkan di box bayi transfaran disamping tempat tidur Aurra, di bantu oleh Arkia.



"Ya Allah, tampan sekali cucuku." Puji Kia sambil menatap mahluk kecil tersebut takjub.


"Ayahnya sekali, ibunya tidak diberi sedikit pun." Komentar Vano santai.


Aurra hanya tersenyum tipis menanggapinya. Untuk ukuran ibu yang baru melahirkan bayi kembar secara normal, Aurra bisa dibilang tangguh. Tidak ada raut kesakitan yang amat berarti. Wajahnya malah nampak cantik dan berseri.


Aurra memang sudah mewanti-wanti ingin melahirkan secara normal. Ia bahkan amat menjaga kesehatanya agar selalu fit dan bisa melahirkan secara normal. Dan akhirnya, impian itu bisa dicapainya karena restu yang maha kuasa.


Cup


"Terimakasih." Ujar Van'ar lirih, sambil mengecup pucuk kepala istri cantiknya tanpa canggung. Tak peduli, ada dua pasang mata yang menatap mereka dengan geli.


"Mas sudah bilang itu ratusan kali dari tadi."


Intruksi wanitanya yang kali ini melepas penutup wajahnya.


Hal itu di lakukan, di karenakan takutnya Aurra mengalami Aritmia pasca melahirkan. Walaupun sudah dinyatakan sembuh, pengidap kelainan jantung bawan kerap kali mengalami Aritmia tanpa bisa di prediksi dibeberapa kesempatan hingga mengakibatkan sulitnya bernapas pada pasien. Adnia juga rutin mengechak keadaan Aurra dan si kembar, takut-takut ada yang masih perlu ditinjau.


Alangkan senangnya Van'ar dan Aurra. Tuhan berbaik hati memberikan sepasang putra dan putri yang sempurna dan sehat. Walaupun lahir lebih cepat dari perkiraan, tetapi si kembar dinyatakan sehat saat dilahirkan secara normal.


Putranya lahir pertama, dengan berat 3,2 kg. Sedangkan sang adik lahir tak berselang lama,dengan berat 3,0 kg. Keduanya juga lahir dengan sehat dan keadaan sempurnya. Menangis dengan kencang, ketika baru dilahirkan ke dunia.



Si bungsu juga nampak tertidur lelap setelah di pindahkan ke box bayinya. Sungguh melihat dua mahluk mungil yang menduplikasi wajahnya, membuat rasa bahagia itu mengembang di rongga dadanya. Baik Van'ar maupun Aurra nampak jelas memancarkan kebahagiaan tersebut.


"Ya-Allah ya-Rabb, ganteng banget mbak."


Puji gadis berjilbab pamina baby gray tersebut.


"Bang Van'ar banget, mata, hidung, Senyum, gantengnya juga." Pujinya sambil menoel-noel pipi mungil tersebut gemas.


"Lunar, nanti Arsyad bangun." Lerai sang kakak mengintruksi.


Si empunya nama itu tersenyum tipis. Setelah tiba di Jakarta setengah jam yang lalu, ia dan sang kekasih langsung on the way menuju rumah sakit untuk menengok keponakanya yang baru saja lahir. Tidak tanggung-tanggung, sedari subuh ia sudah mengajak sang kekasih untuk kembali ke Jakarta.


"Habisnya lucu banget, ini juga cantik banget."


Ujarnya sambil menatap dua mahluk mungil tersebut terpukau dibuatnya.


"Namanya siapa sih mbak, penasaran deh."


Aurra tersenyum tipis sebagai responya.


Sejak kedatangan Lunar dan Arkan, keadaan ruanganya menjadi lebih riang dan penuh suara. Bibir yang sudah tertutup penutup hijab itu kembali tersenyum tipis.


"Tanya abangmu, dia yang ngasih nama."

__ADS_1


Ungkapnya.


"Nama si kembar siapa bang?" Tanya Lunar penasaran.


Pria tampan yang tengah mengupas buah untuk sang istri itu tersenyum tipis. "Nama abangnya, Arsyad An-nass Senopati Az-zzioi-yang berarti Arasyad Manusia bersih berperan tinggi/berposisi tinggi putra bermarga Az-zzioi." Ungkapnya sambil menatap putra tampanya.


Arrasyad untuk nama anak Laki-laki yang berarti bersih, di harapkan seseorang yang diberi nama ini akan memiliki sifat yang bersih, baik dari dosa lahir atau batiniah. Sedangkan An-nass berarti manusia, Senopati dapat diartikan perwira pada jaman majapahit-berarti sebagai seseorang yang berperan tinggi/berposisi tinggi. Sedangkan Az-zzioi adalah marga kedua dari putra Radityan.


Dengan ini, kelak Van'ar dan Aurra harap putranya dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang bersih baik jasmaniah maupun rohaniah. Dapat berguna bagi keluarga, nusa, bangsa, negara. Menjadi kebanggan keluarga Radityan dan memiliki pegangan kuat akan tekadnya.


"Wihh, nama si adek cakep banget. Cocok deh sama si adek Arsyad yang cakep banget." Pujinya sambil mengecup pipi mungil tersebut.


"Kalau si cantik ini, namanya siapa?" Tannya Lunar beralih.


"Arabella Lumiera Humaira Rajapatni Az-zzioi."


Jawab Van'ar. "Artinya si cantik, berpandangan luas, cahaya kemerahan yang tersayang putri bermarga Az-zzioi." Lanjutnya.


"Masya Allah, cantiknya nama si adek."


Làgi lagi, Van'ar mencoba se-selectif mungkin mencari nama yang cocok untuk buah hatinya. Arabella dalam bahasa Jerman, artinya Elang, atau bumi. Arabella dalam bahasa Latin, artinya cantik (bentuk lain dari arabel). Lumiera-berarti cahaya, sedangkan Humaira-berarti kemerahan juga dipercaya sebagai panggilan Rasulullah Saw kepada istrinya Aisyah RA. Sedangkan nama Rajapatni diambil dari nama istri kesayangan raja pertama kerajaan maja pahit-Dyah Jaya Inderadewi yang disebut juga Retno Sutawan atau Rajapatni yang berarti terkasih.


Diharapkan putri cantiknya ini kelak akan menjadi perempuan yang bukan saja cantik,tapi pintar dan berpandangan luas. Menjadi putri yang disayangi,dan memiliki inner beuaty juga outher beuty yang membawanya ke jannah kelak.


Nama cantik yang akhirnya Van'ar sematkan untuk putri kecilnya. Bukan tanpa alasan ia menyematkan nama nama tersebut untuk putra putrinya. Sudah sejak jauh-jauh hari ia mencari nama yang cocok untuk putra putrinya kelak. Van'ar bahkan rajin melaksanakan salat malam kala mendekali proses kelahiran buah hatinya.


Ia selalu melantunkan nama calon anaknya kelak sisetiap sujudnya. Hingga akhirnya, dalam sebuah mimpi ia nampak bertemu dengan sang Oma yang tersenyum menatapnya. Membawa sebuah cahaya kemerahan yang cantik ditangan kananya .Sedangkan ditangan lainya, almarhumah nampak membawa sebuah sebuah kertas dengan tulisan aksara jawa kuno.


Dari mimpi itulah, setidaknya Van'ar yakin nama yang diambilnya tak salah. Ia juga mengambilnya lewat beberapa tokoh ternama yang memiliki arti nama bagus agar diharapkan kelak kedua buah hatinya dapat menjadi pribadi yang mencerminan nama namanya sendiri.


Kelahiran Arsyad dan Arra ini tentu disambut gemberia oleh banyak pihak. Di hari berikutnya, Anzar dan Airra juga kembali lebih cepat sehari. Keluarga Radityan dan Keluarga Dimas pun di hari keempat puluh kelahiran, membuat syukuran besar besaran untuk menyambut kelahiran si kembar sambil mengumumkan nama untuk anggota baru di keluarga mereka.


Hadiah lainya, Kakek dari pihak almarhumah ibu Aurra datang ke Indonesia untuk menegok kelahiran cicit satu satunya dari cucu pertamanya. Aurrin memang anak tunggal, maka tak ayal jika Aurra juga selaku cucu tunggal amat di sayangi oleh orang tua Aurrin. Bahkan, kakek Aurra datang untuk menghibahkan semua hartanya yang beratas namakan Aurrin, kini di hibahkan menjadi milik putri satu satunya yaitu Aurra.


Aurra memang menolak, ia bahkan meminta bantuan Dimas Ayahnya untuk mengembalikan semua itu. Hanya saja, Dimas bilang itu semua memang sudah seharusnya menjadi milik Aurra selaku ahli waris tunggal dari ibunya-Aurrin.


Hidup memang seperti roda berputar ,kadang diatas terkadang dibawah. Begitupun hidup pasangan muda ini. Bagaimanapun nanti hasilnya, keduanya akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraup kebahagiaan agar senantiasa melingkupi keluarga kecilnya.


"Terimakasih mas, karena sudah membuatku merasakan anugrah seindah ini tuk menjadi ibu dari dua malaikat berharga ini." Ujar wanita berhijab syar'i itu penuh kebahagiaan.


Pria yang mendengarkan pengutaraan itu ikut tersenyum kecil ,sambil merengkuh tubuh kekasih halalnya. "Terimakasih juga dek, karena sudah melahirkan dua malaikat ini kekehidupan kita. Mas, sayang kalian bertiga." Ujarnya sambil diakhiri kecupan manis di kening wanitanya.


"Aurra juga, sayang pake baget sama mas."


Ujar wanita tersebur menjawab, yang langsung di hadiahi senyuman manis diwajah tampan milik suaminya.


Karena sejatinya, jodoh di tangan tuhan tidak pernah mengenal istilah tertukar apa lagi salah. Semuanya tepat dan akan indah pada waktunya.


****


To Be Continue


Selamat Pagi readers🖑🖑


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA bagi yang menjalankan. Mohon Maaf lahir dan batin🙏🙏


Ok, aku sengaja update pagi soalnya takut readers ngegantung sama part VanRa.


Gimana komentarnya buat part ini??


Untuk nama sikembar,itu pribadi buatanku ya. Sempat search juga artinya,karena namanya diambil dari beberapa sejarah tokoh nasional dan nama sebuah percetakan😄😄


Sengaja,pas tugas novel sejarah B.Indonesia aku ambil nama tokoh itu. Suka aja, plus ada maknanya yang buat istimewa.


Maaf kalau typo masih bertebaran🙏🙏


Maklum, manusia tak luput dari lupa🤗🤗

__ADS_1


Ok, kalau gitu jangan lupa jejaknya dikolom komentar ya. Ok jumpa lagi part besoknya.


Sukabumi 31 Juli 2020


__ADS_2