
...'Mungkin cinta membutakan dan menulikan dirimu secara tidak langsung, tapi jangan sampai menghancurkanmu di kemudian hari.'...
...-Logan Gallion.Smith-...
...BSJ 32 : Bom Waktu...
...****...
Semilir angin malam, menyambut kedua pasang kaki yang tengah berpelukan mesra di balkon tempat mereka menginap. Angin malam yang menghampiri, terasa tak ada artinya jika bukan karena pelukan erat yang menimbulkan kehangatan diantara keduanya. Sambil sesekali mengcup pucuk kepala sang kekasih ia mengeratkan pelukanya. Menghirup aromanya rakus, seakan akan takut kehilangan jika berhenti menghirupnya.
Ia bahkan lupa, apa hukumnya jika menyentuh wanita yang bukan muhrimnya. Bukan hanya sekedar pelukan, bahkan ciuman pun sudah menjadi hal lumrah yang mereka lakukan. Ia lupa akan dosa berat yang akan ditanggunya jika menyentuh wanita bukan halahnya, seperti bunyi hadist berikut :
"Seandainya kepala seorang lelaki ditusuk dengan jahitan dari besi, maka ia adalah lebih baik daripada ia menyentuh perempuan yang tidak halal baginya."
Walaupun tidak pernah sampai melakukan tahap itu, tetap saja ia sudah berdosa besar. Belum lagi, kebohongan demi kebohongan yang akan menjadi bom waktu baginya dikemudian hari.
"Dear?" Lirih wanita cantik dalam dekapanya, memecahkan keheningan.
"Hm."
"Aku harus pergi keluar sekarang."
Ujarnya to the point sambil membalikkan tubuhnya, menatap pria di hadapanya yang kini terlihat menaikkan alisnya tak paham.
"Manager ku ada disini, dan dia memintaku menemuinya untuk membahas tentang pemotretan besok." Ujarnya berkilah.
Pria tampan itu tersenyum tipis, sebelum mengecup singkat dahi sang kekasih.
"Biar kuantar." Tawarnya.
"Tidak perlu, dia menjemputku dear."
Dalihnya meyakinkan, dan bodohnya Anzar percaya begitu saja dengan mudah.
Ini yang namanya budak cinta tingkat dewa yang tanpa sadar sudah menguasai seluruh hati nuraninya. Tanpa adanya kecurigaan secuil pun, ia mempercayai setiap kata yang diucapkan kekasihnya. Tanpa ada dusta yang pernah mangkin di hadapanya. Dan hingga sejauh ini, wanita cantik itu telah berhasil. Mengelabuhi pria pandai sekalipun dengan cintanya yang tanpa cela. Beginilah cinta yang di dominasi rasa obsesi. Padahal tanpa ia ketahui, bom waktu yang amat spektakuler siap menunggu pemantik yang siap meledakkanya.
Siang hari yang cerah ini, secerah hari harinya selama ini. Menyambut sepasang kekasih yang tengah menikmati waktunya berjalan jalan di sekitaran dermaga tersebut. Ia tersenyum kecil saat melihat wanitanya yang terlihat cantik dengan T-shirt putih bertuliskan D&G di padukan dengan rok skini Jeans 15 centi diatas lutut. Juga sneeker putih dan topi kupluk hitam yang menambah kecantikan kekasihnya. Bahkan saking cantiknya banyak pasang mata yang meliriknya penuh minat kearah sang kekasih.
"Kenapa sih dear, kamu kok diam mulu?"
Tanyanya bingung, karena sedari tadi pria itu memeluknya begitu posssesive.
"..."
"Dear, kamu kenapa?"
Ulang Nata--saat melihat kekasihnya itu banyak diam hari ini.
"Rasanya ingin aku keluarkan bola mata pria pria lancang yang tengah menatapmu penuh minat." Ujarnya datar dalam saku kali hentakan.
"Kamu bisa saja."
Tawa renyah wanita cantik itu pecah, sungguh lucu melihat ekspresi kekasihnya yang tengah cemburu tersebut.
"Kita makan siang disana bagaimana, menurutmu dear?" Inisiatip Nata sambil menggandeng sang kekasih possesive.
"Tentu, apapun untukmu."
Ujarnya sambil mengikuti keinginan sang kekasih.
Siang ini mereka duduk bersama didalam sebuah caffe yang menyediakan olahan asia. Entah mengapa, tiba tiba sang kekasih ingin memakan makanan Asia yang pedas dan manis. Kini wanita cantik itu tengah duduk sendiri,karena sang kekasih tengah pergi ke toilet. Sambil menikmati bimbimbap (nasi campur khas korea) ia sesekali mengusap perut datarnya.
__ADS_1
"Apa baby kita berulah lagi?" Tanya suara bass berat yang memecahkan keheningan disekitarnya.
Dengan sudah payah wanita cantik itu menelan makanan yang di kunyahnya. Sambil mendongrak menatap si pemilik suara yang membuatnya merinding.
"Ada apa hm?"
Tanya pemilik suara itu, sambil tersenyum evil dan mendudukan dirinya dikursi yang tadi di duduki Anzar--kekasihnya.
"Kenapa melihatku seperti itu?"
Bingungnya, sambil menatap wanita cantik dihadapanya santai.
Padahal silawan bicara terlihat tengah menahan segala emosinya.
"Aku kan sedang mencoba menjadi calon daddy yang--"
"Please stop it Logan." Ujar Nata menahan kekesalanya.
Pria tampan itu tersenyum penuh kemenangan, lalu tanganya bergerak membuka sungless hitamnya.
"Ah, senang kamu mau menyebut namaku lagi, honey." Ujarnya sambil menyeringai.
Sedangkan dari kejauhan, Anzar menyerngitkan alisnya menatap kekasihnya yang tengah mengobrol dengan seorang pria asing disana.
"Darl." Sapanya, saat ia sudah berdiri di samping mereka.
"Mr.Andderson?" Tanyanya terkejut.
"Ah, hai Mr.Al-Faruq." Ujar pria tampan itu santai sambil berdiri dari tempat duduknya, menjabat tangan Anzar dengan santai.
"Maaf menganggu waktu makan siang kalian, saya hanya ingin menyapa salah satu top model yang LG Crop's miliki." Ujarnya sambil melirik Nata yang terlihat gugup ditempatnya.
"Tidak apa, senang bisa bertemu dengan anda di sini mr.Andderson." Ujar Anzar santai menjawab ucapan collegan bisnisnya ini.
Anzar kembali mendudukkan dirinya, tepat di samping sang kekasih. Mereka sesekali tertawa kecil saat bercengkrama. Siapa yang tidak kenal Logan Gallion Smith Andderson--pemilik sekaligus pendiri perusahaan LG CROP'S yang tengah berkembang pesat saat ini. Bahkan perusahaan ini merambah dunia permodelan sebagai sektor utamanya, sandang, pangan, perhotelan, peternakan, perkebunan, pertambangan, hingga properti. Anzar sendiri sudah bekerjasama dengan perusahaan milik pembisnis asal Jerman ini sejak tiga tahun lalu. Sekarang ini, bahkan inverstor tersebesar perusahaan properti miliknya adalah LG CROP'S. Perusahaan terbesar dunia kedua setelah RADITYAN CROP'S tentunya.
"Ah ya, dia tunanganku mr.Andderson."
Ujar Anzar memperkenalkan.
"Wow. Senang mendengarnya, salah satu clientku ternyata kekasih salah satu model milik agensiku." Ujarnya bangga.
Keduanya kembali larut dalam pembicaraan bisnis, tanpa ada sangkut pautnya dengan nata. Wanita itu lebih memilih fokus kepada smartphone yang ada digenggamanya. Kedua pria tampan tersebut memang yang paling mendominasi percakapan sedari tadi.
"Dear, aku sudah kenyang."
Ujarnya akhirnya karena sudah bosan berada diantara mereka, terutama pria bermarga Andderson dihadapanya.
"Hm, sepertinya wanitamu sudah mulai terganggu dengan percakapan kita mr.Al-faruq." Pria dengan seringai misteriusnya itu menoleh, memperlihatkan kekehan di wajah rupawanya.
"Ah ya, sepertinya aku juga sudah harus pergi. Aku lupa jika hari ini aku ada pertemuan dengan tamu istimewa." Ujarnya sambil berdiri dari duduknya.
"Ah, sayang sekali mr.Andderson."
Ujar Anzar menimpali sambil ikut berdiri dari duduknya. Berjabat tangan dengan pria di hadapanya.
"Semoga kita dapat berjumpa kembali mr.Andderson."
"Ah ya, tentu saja." Jawab Anzar sambil mengeratkan jabat tanganya.
"Jangan lupa, undang aku kepernikahan kalian."
Ujarnya sambil menyeringai sebagai jeda.
__ADS_1
"Tentu mr.Andderson."
Anzar tersenyum kearah sang kekasih, yang di jawab senyum ragu-ragu disana.
"Jika tidak di dahului oleh saya." Ujar Logan gamblang.
"Maksud anda?" Bingung Anzar.
"Ah lupakan saja."
Ralat Logan sebelum benar benar undur diri dari sana.
"Hey Darl, ada apa?"
Tanya Anzar bingung, pasalnya sedari tadi kekasihnya itu terlihat banyak diam.
"Ah, aku sedikit letih Dear."
Dalih Nata.
"Apa sebaiknya kita kembali kepenginapan?"
Anzar menawarkan.
Wanita cantik itu mengangguk, sebelum melangkah mengapit lengan sang kekasih possesive. Entahlah, kini perasaanya tengah di landa kegundahan. Sepeninggalanya dua sejoli tersebut, senyman kemenangan tercetak dari bibir kissable pria tampan yang duduk tidak jauh dari tempat Anzar dan Nata duduk.
"Kena kau!" Kekehnya penuh kemenangan.
Setelah membayar tagihanya, pria berpakaian serba hitam itu keluar dari caffe. Masuk kedalam sebuah mobil jaguar hitam, dimana sang saudara tengah menunggu disana.
"Goodjob, brother!" Ujar siempunya kemudia sambil menyeringai penuh kemenangan.
"Dan sebentar lagi, boom. Bomnya akan meledak." Ujar pria muda yang tadi duduk di dalam caffe.
Kini kedua pria tampan itu pergi dari sana, menuju hotel yang sengaja mereka pesan. Hotel yang mereka sengaja pula ubah menjadi basecamp sementara yang dipenuhi peralatan canggih milik keduanya.
"Welcome to Mr.Galaksi Reynand Pradipta."
Bunyi operator laptop server yang tentu saja hasil rakitan Lawyer jenius satu ini.
"Welcom to Mr.Gemintang Reynando Pradipta. Please wait mr."
Ujar si operator, ketika giliran si bungsu yang tadi mengenakan pakaian serba hitam hitam.
"Waktunya kerja, Pradipta bersaudara."
Ujar si sulung yang langsung di angguki mantap oleh si bungsu.
Anzar pikir hidupnya sudah aman dari target pengejaran sang ayah. Padahal dia salah besar. Ketimbang mengirim puluhan bodyguard yang tidak ada apa apanya. Duo jenius ini turun tangan sendiri. Satu Lawyer dan Jubir sebuah intelegen yang berada di bawah naungan langsung FBI. Yang satu lagi-anggota terbaik intelegen keamanan yang bekerja dibawah naugan FBI untuk memata matai koruptor negara ataupun para buronan kelas internasional. Anzar salah besar jika ia sudah lepas dari pengejaran, nyatanya dua Pradipta bersaudara ini sudah lebih dari cukup untuk menjadi pemantik untuk membuat bom waktunya meledak, dan BOOM. Semuanya akan segera terbongkar.
**
To Be Continue
Hollla..... Hayo yang nungguin update???
Gimana Gimana buat part ini??
Jangan lupa dikomenter yang banyak ya,like dan vote juga.
Wokeee, sampai jumpa dipart berikutnya.
Maaf jika typo masih bertebaran🙏🙏
__ADS_1
Sukabumi 15 mei 2020
06.29