
..."Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR Bukhari Muslim)...
...BSJ 43 : Harapan dan Bunga Mimpi...
...****...
Sinar mentari yang cerah dipagi hari, menyambut pasangan muda yang baru saja keluar dari rumah masa kecil sang wanita. Rumah tempat benih benih cinta itu dahulu tumbuh. Rumah dimana seorang gadis kecil berhijab syar'i menarik perhatian seorang bocah tampan. Awalnya dari ketertarikan hingga tumbuh menjadi benih cinta yang berkembang pesat dan menguat.
Cinta datang tanpa rencana, apalagi prediksi. Mereka bukan musiman yang dapat ditebak, juga bukan sebuah tujuan yang dapat direncanakan. Jika sebuah planning dibuat untuk jatuh cinta, itu namanya cinta atas dasar paksaan akan ada. Di sini, cinta hadir dan tumbuh sendiri. Walaupun terkadang paham yang salah membuatnya potek sebelum berjuang.
Seiring dengan berjalanya waktu, saat ikatan suci itu sudah mengikat. Ia hanya bisa berharap, jika sang khalik mau berbaik hati memberinya umur yang panjang juga kesehatan agar dapat menjaga cintanya. Di liriknya cincin berwarna silver yang melingkar dijari tengahnya. Cincin yang menjadi tanda mengikatnya sebuah hubungan antara dirinya dengan kekasih halahnya. Tatapanya beralih, kian melembut saat melihat sosok bergamis baby purple longgar dengan khimar dan kain penutup wajah itu, tengah bercengkrama dengan seorang ibu ibu juga bocah kecil disana.
Di hari ketiga di Bandung, kini keduanya tinggal dirumah lama milik keluarga Haidan. Tidak terlalu besar memang, rumah satu lantai dengan tiga kamar yang terlihat tetap terawat hingga kini. Seorang wanita paruh baya yang dulu bekerja kepada keluarga Haidan kini yang menjaga rumah masa kecil Aurra.
"Semoga cepat diberi momongan ya dek, sama Allah." Sayup sayup ia dapat mendengan doa si ibu yang anaknya tadi ditolong sang istri saat terjatuh.
"Amiiin, semoga saja Allah mengkehendaki."
Itu jawaban kekasih halalhnya yang membuat hatinya menghangat.
Ia kembali berjalan mendekat, menyentuh pelan bahu sang istri saat sudah berada disampingnya.
"Dek." Panggilnya.
"Eh mas, lama ya?" Tanya sang istri sambil berdiri dari posisinya.
Pria tampan itu menggeleng kecil. Tatapanya beralih kepada bocah lelaki yang usia kisaran 6 tahun dengan luka dilutut tersebut. Ibu si bocah yang tengah menggendong bayi, tersenyum kecil kearahnya.
"Kalau begitu kami permisi ya dek, mas." Ujar si ibu sambil mengandeng tangan putranya.
"Terimakasih ya dek."
"Iya. Sama sama bu." Jawab wanita bercadar itu ramah.
Cup
"Terlalu manis." Lirih pria tampan itu lembut sambil mengecup pucuk kepala sang istri. Menghiraukan keramaian dimana mereka berada kini.
"Mas ih, malu." Cicit sang istri sambil mencubit gemas pinggang sang suami.
"Bikin suami bahagia itu ibadah loh dek."
Sangkal sang pria sambil tersenyum tipis.
"Iya. Tapi enggak disini juga mas, kan malu."
Dalih sang istri.
"Ya sudah, mas cancel dulu. Nanti diambil dirumah." Ujar pria bermata tajam itu sambil mengeratkan genggamanya, membawa langkah kecil untuk menyusuri taman indah ini.
Gadis cantik itu tersenyum dibalik penutup wajahnya. Suami tampanya ini memang ada ada saja. Keduanya pun kembali menyusuri tampat yang dihiasi berbagai tanaman cantik tersebut.
Kini keduanya tengah berada ditaman yang instagramabble untuk ber swa fhoto. Berhubung Gemintang-fhotografer ganteng itu harus kembali ke Jakarta karena urusan urgen. Jadilah kini tinggal sepasang kekasih halal ini yang berjalan jalan menyusuri indahnya bumi Bandung Juara.
Taman Begonia berhasil menjadi sebuah destinasi hits setelah banyak netizen mengunggah foto-foto taman bunga ini. Tempat wisata yang berlokasi di Jalan Maribaya, Cibogo, Lembang ini menawarkan sensasi tersendiri saat menikmati keindahan beragam bunga lokal maupun dari mancanegara. Di tempat wisata di Bandung ini pula, kita bisa menyaksikan keindahan bunga Bali, yaitu bunga Balinea yang sangat cantik penuh warna. Bunga lain pun tidak kalah indah, di antaranya ada bunga Geranium, Celosia, Melampodium, Bunga Salvia, serta masih banyak yang lainnya.
Banyak pengunjung berfoto di tempat wisata Bandung ala luar negeri ini, karena sangat cocok sebagai spot foto cantik. Selain bisa menikmati kawasan konservasi bunga, pengunjung akan sekaligus menikmati kesejukan udara di Lembang sambil duduk santai di kafe. Dengan pemandangan hamparan taman bunga Balinea yang berwarna merah menyala, kegiatan wisata Anda tentunya akan menjadi lebih berkesan.
Lembang memang tempat yang sukses membuat pasangan muda ini sukses bernostalgia akan kenangan di masa lalu. Dimana dulu, ketiganya-Aurra, Van'ar juga Zega pernah mogok pulang saat dibawa main ke Lembang. Saat itu Anzar yang sering menghabiskan waktu libur akhir pekanya dengan berbagai macam les, jarang menyisihkan waktu bermain bersama ketiganya.
Kemarin, selepas chak out dari hotel. Keduanya juga sempat mengunjungi kawah putih, Kawah Putih tepatnya terletak di puncak gunung Patuha, Ciwidey, kawasan Bandung Selatan dan memiliki suhu antara 8 – 22 derajat Celsius. Untuk mencapai tempat wisata di Bandung yang satu ini, harus melewati perkebunan teh tua yang disebut Gambung. Sebagai salah satu perkebunan teh tertua di Indonesia, suasananya sungguh berbeda dengan perkebunan teh lain seperti yang ada di Puncak atau Lembang. Keindahannya menyuguhkan pemandangan yang spektakuler dan lain dari yang lain. Warna air danau kawah ini pun bisa berubah-ubah. Bila cuaca sedang terik, terkadang berwarna biru kehijauan. Kadang warnanya berubah menjadi berwarna coklat susu dan lebih sering berwarna putih saat udara dipenuhi kabut tebal. Pasir dan bebatuan di kawasan danau ini juga berwarna putih, itulah sebabnya danau kawah ini disebut Kawah Putih.
Awalnya Aurra juga Van'ar harusnya menginap dihotel selama tiga malam. Tapi kedua sepakat menolak dan memilih bermalam dirumah lama milik Keluarga Haidan. Keasrian sekitaran rumah yang sederhana itu selalu membuat penghuninya betah, belum lagi kolam ikan di belakang rumah itu. Tempat favorit Van'ar bermalas malasan riang sambil memancing dengan pria yang kini menjadi ayah mertuanya.
"Dulu, mas suka mancing disana kan?"
Tanya gadis cantik itu memecahkan keheningan.
Hari sudah berganti, gelap sudah mengantung dilangit. Taburan bintang bergemerlapan menambahi. Selepasa salat isya tadi, selepas makan malam bersama mbok Jah-pengurus rumah ini. Kedua sejoli muda ini duduk dibelakang rumah, menikmati pemandangan rembulan yang memantul diatas air kolam. Kolam itu masih terjaga, ikan ikannya pula masih ditanami dàn diberi pakan secara teratur oleh mbok Jah. Wanita paruh baya itu tadi juga pamit untuk pulang sejenak kerumahnya-katanya ingin menjenguk cucunya yang sedang sakit. Wanita paruh baya itu takut pergi tanpa izin, oleh karena itu beliau baru pergi setelah izin kesiempunya rumah.
"Iya." Jawab pria tampan yang tengah merengkuh tubuh mungil istrinya itu dari belakang.
"Sama Didi kan?"
"Iya. Waktu itu mas sampai namain ikan koi yang dikasih sama ayah Dimas dengan nama RaRa." Ujarnya menuturkan.
"RaRa?"
"Iya. Soalnya panggilan kamu Ra, Ra. Jadi supaya mas nañti pas kangen, bisa lihat ikan itu. Besoknya mas sekeluarga pindah ke Jakarta."
__ADS_1
Aurra tersenyum kecil, ada ada saja memang suaminya ini. "Sekarang RaRa si ikan Koi itu masih ada?" Tanyanya penasaran.
"Mati. Pas aku ikut latihan paskibra rutin, bunda lupa kasih makan. Aku sampe merajuk waktu itu."
Gadis cantik itu terkekeh kecil, ternyata suaminya itu sayang sekali terhadap ikan miliknya. "Sampe segitunya."
Grep
Gadis cantik itu hampir saja meloloskan sebuah protesan refleks karena terkejut. Tubuhnya melayang di udara, sambil kesal ia mencubit kecil lengan si pelaku yang tengah menggendong tubuh mungilnya ala bridal style.
"Malam dek, waktunya tidur." Ujarnya tanpa dosa, sambil membawa tubuh sang istri yang amat ringan itu.
Gadis cantik berhijab coksu tanpa kain penghalan itu tersenyum hangat, sambil memperhatikan wajah tampan suaminya dari bawah.
"Banyakin senyum pas gak pakai penutup, mas suka." Komen sang suami.
"Kamu manis, kayak gula."
Gadis cantik itu tersenyum geli, aneh saja pria yang biasanya datar itu menggombal sereceh ini.
"Kenapa?"
"Mas gak cocok ngegombal gitu, gak sesuai sama image." Ujarnya jujur.
"Memang iya sih." Jawab sang suami berpikir.
"Ihh, dasar." Sesekali tawa terdengar dari arah keduanya, hingga sampai di kamar kecil milik Aurra.
Ruangan bernuansa pastel yang masih tertata rapih. Pria tampan itu terpana, sambil menurunkan sang istri diatas ranjang Queen size milik istrinya. Semerbak harum lembut khas sang istri menguar kuat, menggoda indra penciumanya. Manik tajamnya terpaku, menatap manik hazel dihadapanya yang juga tengah menatapnya sendu. Ah, perasaan ini.
Perasaan ikhwan yang membuncah didada, harus segera ditekannya. Pesona istrinya itu lembut namun kuat bersamaan. Menjerat hingga menenggelamkan dalam tatapan indahnya.
Cup
Ia mengecup kening sang istri sayang, sambil menahan gelenyar didadanya. Pesona istrinya terasa sangat kental, hingga ia tak kuat menolak.
"Tidur duluan ya dek, mas mau mandi." Ujarnya sambil beranjak.
Gadis cantik itu terkesiap, ia gadis berusia 28 tahun yang tentu faham akan situasi seperti ini. Mandi? pria itu sudah mandi beberapa jam yang lalu. Ia tak sebodoh itu mengartikan maksud suaminya. Ia juga tidak boleh egois, membuat suaminya menderita menahan kebutuhan biologisnya sebagai seorang ikhwan.
"Mas." Lirihnya, sambil menahan ujung kaos yang digunakan sang suami.
Pria itu tidak menoleh, ia kukuh dalam posisinya. Ia tengah mati matian menjaga sesuatu, diantara keheningan yang amat mendukung suasana malam ini.
"Dek, mas-"
"Aurra gak mau mas nahan sendiri, mas kan punya istri." Sela gadis yang tengah menunduk tersebut.
"Hey, dengarkan mas." Van'ar bergerak menghampiri sang istri.
"Mas sudah janji, akan mengambilnya jika kamu sudah siap." Ujarnya sambil berlutut dihadapan sang istri.
"Mas gak mau maksa dek, mas masih bisa menunggu."
"Tapi Aurra udah siap."
Deg
'Sstt, sabar man.' Batin sitampan bermata tajam itu.
Mata tajam miliknya meneduh, menatap sang istri yang juga tengah menatapnya.
"Aurra mau jadi istri yang berbakti, dan tidak lepas tugas gitu aja. Mas boleh ambil hak mas, karena Aurra sudah siap dan ridho lillahita'ala."
Ujar sang istri lembut.
"Tapi, dek kamu-"
"Aku cinta mas, sayang mas juga karena Allah. Jadi aku yakin dengan ini." Pria tampan itu tersenyum melihat kilatan penuh kasih di iris cantik istrinya.
Wajah tampanya mendekat, mengecup sayang kening sang istri lama. Banyak orang berkata, kecupan di kening itu tanda cinta dan kasih sayang yang tulus. Karena kecupan yang mampir dibibir, lebih banyak didominasi oleh nafsu.
Cup
"Kita salah sunnah dua rakaat dulu ya."
Ajaknya yang langsung diangguki oleh sang istri.
--°°^°°--
بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.
__ADS_1
"Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."
Pria tampan dengan potongan rambut rapi khas tentara itu bergumam kecil, mengucapkan doa diubun ubun sang istri. Merapalkan doa agar keduanya senantiasa dijauhkan dari syetan yang membawa nafsu hingga menggelapkan mata. Dan agar kelak,dari ini ada anugrah yang akan dilimpahkan dalam rahim sang istri.
Ia tersenyum kecil, sambil membelai lembut gadis cantik pemilik rambut legam nan indah dihadapanya.
Cup
"Bilang jika mas menyakitimu." Lirihnya sambil membenamkan kecupan ringan di kening, merambat hingga kelopak mata, hidung, pipi dan berakhir hingga dibenda tak bertulang tersebut.
Ia melakukanya secara lembut nan penuh kasih sayang. Tak ada nafsu berlebih yang mendominasi, namun cinta dan kasih sayang yang saling menghargai. Malam itu terjadi, malam yang seharusnya dilakukan beberapa hari setelah keduanya sah menjadi pasangan halal. Malam panjang diterangi cahaya rembulan penuh yang memantulkan cahaya indah, lewat kolam ikan dimana dua insan anak cucu adam itu bersatu atas dasar ikatan karena adanya takdir dari yang maha kuasa.
****
Dinginya angin malam, menerpa tubuh terbalut piama rumah sakit tersebut. Tubuhnya yang seharusnya sakit tak terasa apa apa. Ia pikir setelah bangun dari kecelakaan naas itu ia akan berada didalam keadaan yang memprihatinkan. Tapi ini, dia bisa merasakan setiap anggota tubuh normal normal saja. Angin malam kembali menerpa rambut hitanya, membelai rahang kokohnya dikegelapan malam.
Manik tajam bak elangnya terpaku, menatap tajam kearah beberapa meter dihadapanya. Wanita bergamis semu orange, yang tengah duduk sambil mengenggam sesuatu. Sambil sesekali tanganya menyentuh permukaan gamis bagian perutnya dengan pelan. Ia dari sini bisa melihat, air mata wanita itu berlinangan dengan isakan menyayat hati. Dengan dorongan dari hati kecilnya ia mendekat, kearah wanita yang ia yakini tengah hamil tersebut. Perutnya buncit, walaupun tersamarkan oleh gamis longgarnya.
Wanita cantik itu mendongrak, menatapnya dengan tatapan sendu. Air matanya masih mengalir disana, membasahi khimar juga penutup hijabnya.
"Mas?" Lirihnya memanggil.
Dia-pria tampan itu tak bergeming. Ada dorongan kuat untuk segera merengkuh wanita itu kedalam dekapanya. Menenangkan tangisnya, mengecup keningnya. Berkata jika semuanya akan baik baik saja.
"Mas?"
Ia hendak betanjak mendekat, sebelum suara seringan bulu berbisik tepat ditelinga kananya.
'Tolong, jaga permata milikku untuk sementara.'
Bisikan ringan yang hilang seiring dengan datangnya angin kencang, yang membawa asap pekat memutuskan pandanganya. Membuatnya ditekan rasa keterkejutan, disaat gelap menyambut matanya yang terbuka.
"Hhh."
Lirihnya tertahankan,saat kelopak matanya terbuka, ruangan berdominasi putih itu menyambutnya.
Dia menghirup oksigen dari alat bantu pernapasanya rakus. Jadi barusan hanya mimpi? Bunga mimpi yang terasa amat nyata dibenaknya. Ia mencoba menggerakan tubuhnya, namun nihil. Semuanya terasa sakit teramat dan kaku. Hingga ia mencoba membuka suara, namun racauan tak jelas yang di keluarkan bibir pucatnya.
"Shss.... sbbun... ddaa"
Hinga decitan pintu bercat putih itu terbuka, memperlihatkan wanita paruh baya yang baru saja datang sambil menengteng beberapa paperbag.
Buk
Barang bawaan wanita paruh baya itu terjatuh, saat di lihatnya sang putra yang sudah seperti mayat hidup telah membuka mata. Menatapnya sendu dengan berkaca kaca.
"A-anzar?"
Tiin
Tin
Tin
Bunyi alat detiksi jantung yang tak beraturan itu membuat wanita paruh baya itu panik. Tiba-tiba tubuh sang putra mulai terserang kejang jejang hebat.
"A-abang kenapa nak?"
"Dokterr?"
"Dokter, suster?!"
"Tolong Dokter hiks... dokter, suster?!""
Sumber : @Detik.news
@ExploreBandung
---°°~°°~°°---
To Be Continue
Selamat siangg😊😊
Holla guys, nih update lagi yoo.
Gimana ada yang mau ditanyakan difanel terakhir? Hayoo, ada yang bisa nebak arti bunga mimpi Anzar??
Jangan lupa, like🖒Komen yang buanyak💬 dan vote💯 Hehe, ok. Jumpa lagi nanti yoo😊😊
Selamat membaca🤗🤗
Sukabumi 30 mei 2020
__ADS_1
11.49