
...“Aku tak pernah berjanji untuk sebuah perasaan, tapi aku berusaha berjanji untuk sebuah kesetiaan,” – Bacharuddin Jusuf Habibie....
...BSJ 75 : Paham yang Salah...
...****...
"Aurra?!"
"SIAPA KAU, BERANI BARANINYA MEMELUK ISTRI ORANG."
BUGH
"Mas?!"
Pria tampan yang mengenakan seragam loreng itu tersungkur tanda dapat mengelak. Satu bogeman mentah tepat mengenai rahang kokohnya. Membuat rasa ngilu muncul dari arah yang terkena pukulan kuat tersebut.
"Astagfirullah haladzim, mas." Shok Aurra yang langsung turun dan mendekati sang suami yang mulai berdiri.
"Mas gak papa kan? Ada yang luka?" Tanya Aurra sambil menatap wajah tampan suaminya lekat lekat, takut ada yang lecet atau luka.
"Gak apa apa dek, mas tidak terluka." Ujar Van'ar santai sambil tersenyum kecil, melihat kecemasan sang istri.
"Tapi ini memar, pasti sakit ya? Aurra kompres pake es batu dulu ya?" Van'ar tersenyum kecil lalu menatap ke arah pelaku bogeman mentah yang mengenai rahangnya.
Seorang pria gagah berjas berdiri di radius beberapa meter darinya. Di belakangnya, ada Andre-yang juga nampak shok melihat situasi ini.
"Dek, jangan berbalik ya. Kamu belum pakai penutup wajah." Ujar Van'ar pelan sambil memeluk sang istri possesive.
Aurra yang tahu maksud suaminya, mengangguk saja sebagai jawaban. Ia ikut membalas pelukan suaminya, sambil berpikir di dalam hati. Ada apakah gerangan, dengan keadaan yang akward ini?
Van'ar kembali menatap pria dihadapanya. Seolah-olah bertanya apa gerang maksud dan tujuan pria itu memukulnya. Van'ar saja tidak kenal dengan pria yang ia tebak usianya sekitaran abangnya-Anzar.
"Apa tujuan anda memukul saya tiba tiba?"
Tanya Van'ar to the point.
Tidak ada nada kesal atau marah di sana. Hanya saja penuh tanya dan rasa penasaran yang perlu dijawab. Pria yang ditatap Van'ar itu tersenyum namun terkesan meremehkan.
"Apa hak anda memeluk wanita beristri seperti itu?" Tanyanya lantang.
Van'ar tersenyum tipis, nampaknya lawan bicaranya ini memendam ŕasa lebih untuk istrinya. Mudah sekali untuk Van'ar menebaknya. Hey bung, saya suaminya! Ingin sekali Van'ar berteriak demikian, namun urung karena tahu batasan akan menghormati yang lebih tua.
"Siapa anda, kenapa berani berkata demikian?"
Aurra ingin angkat bicara sebenarnya, hanya saja suaminya itu membuatnya dalam posisi sulit tuk angkat bicara. Van'ar memeluknya erat, sambil membuat kepala Aurra bersandar dan tertahan di dadanya. Membuat Aurra sulit untuk angkat bicara.
"Saya-" Ujar pria itu terkekeh sinis.
Aurra hafal siapa pemilik suara itu. Itu suara milik calon kakak ipar Lunar. Suara milik Aksara-kakak Arkan. Lantas, kenapa pria itu kini ada disini dan sedang apa dirinya di sini?
Datang tiba-tiba dan langsung memukul suaminya.
"......teman Aurra. Sekaligus calon kakak ipar dari suami Aurra."
Van'ar nampak berpikir sejenak. Calon kakak ipar dari suami Aurra, apa maksud dari perkataan pria asing dihadapanya ini.
Andre yang hanya bisa melihat tanpa berkata, geleng geleng sendiri dibuatnya. Ada yang salah di sini, bukan salah paham semata. Tapi pahamnya yang salah. Ia juga kurang hafal dengan keadaan ini, yang ia tahu lelaki bernama Askara ini adalah kakak dari calon suami Lunar. Teman sepermainan dan tetangga Aurra dahulu.
__ADS_1
Tapi pertanyaanya, apakah Aksara ini tidak tahu wajah Van'ar suami Aurra?
"Maksud anda?" Selidik Van'ar.
"Saya-"
"ASTAGFIRULLAH HALADZIM, BANG VAN'AR MASIH HIDUP?!" Teriak suara berat khas milik Kaisar Zega Redargard Al-haidan.
Aksara menyerngitkan alisnya bingung, memdengar ucapan Zega. Apa maksud dari pertanyaanya tersebut. Apakah itu suami Aurra? Tapi, bukanya suami Aurra sudah berpulang. Pikir Aksara bingung.
"YA-ALLAH YA-RABB, ini beneran abang Evan kan?" Tanya Zega menaik turunkan oktaf di nada bicaranya.
Van'ar yang melihat kebingungan Zega itu hanya mengangguk kecil. Ini memang dirinya, lalu ada apa dengan ekspresi adik iparnya tersebut. Seperti ekspresi saat melihat seseorang yang baru bangkit dari kubur.
"Subhanallah bang, Zega gak nyangka. Zega gak salah lihat kan?" Ujar Zega sambil berlalu sambil memeluk Van'ar dari samping.
"Ya Allah ini benerang bang Evan. Bang Evan suaminya mbak Aurra." Lirihnya sambil memeluk Van'ar dan terisak kecil disana.
Pria yang satu tahun di bawah Van'ar itu terisak kecil. Ia pikir, semua kekacauan itu benar benar terjadi. Kabar jika suami dari kakaknya ini telah berpulang, kiranya benar sebuah fakta. Tapi nyatanya, kini dengan mata kepala sendiri Zega bisa melihat jika Van'ar masih hidup dan baik baik saja.
"Abang-semua orang ngira abang udah meninggal." Tutur Zega sambil melonggarkan pelukanya.
"Maksudmu?" Bingung Van'ar.
"Begini, tapi ini mbak Aurra kenapa nempel terus sih? Rindu menahun mbak?" Sindir Zega sambil mengusap air mata diujung matanya.
"Bukan, mbakmu belum pakai penutup wajah."
Jawab Van'ar mewakili, sambil mengusap punggung sang istri.
"Owh kirain kenapa-" Jeda Zega yang baru tahu situasinya.
Ia tahu jika kakaknya itu menjaga sangat auratnya. Terutama pada kaum Adam yang bukan muhrimnya.
"Pakai dulu dek." Ujar Anzar sambil memberikan kain penutup milik sang istri.
Cup
"Maaf, jadi pengap ya di peluk mas terus?" Ujar Van'ar tulus, sambil mengecup ujung hidung bangir sang istri. Si empunya yang ditanya sudah merona saking speechleshnya. Dengan secepat kilat, Aurra mengenakan kain penutupnya.
"Cantiknya, istri mas." Lirih Van'ar sambil memeluk sang istri dari samping.
"Zega gak ngintip mbak, lihat dikit doang." Ujar Zega sambil terkekeh geli melihat ekspresi sang kakak.
Andre dan Aksara yang tadi memalingkan wajahnya, kini sudah kembali menatap keduanya. Untuk Askara-pria itu masih bertanya tanya soal pria yang tengah memeluk Aurra saat ini. Apakah benar,ini adalah suami Aurra. Lantas, siapa gerangan yang tengah di tangisi jenazahnya di ibu kota sana.
"Bang Evan, kok bisa ada di sini. Gimana ceritanya? Orang rumah sudah gegèr sama kabar jatuhnya pesawat TNI yang di tumpangi abang." Tutur Zega.
"Pesawat TNI jatuh?" Bingung Van'ar.
"Iya bang, pesawat itu jatuh di perairan selat sunda. Ayah, bunda, sama yang lainnya mengira abang udah gak ada."
Deg
Van'ar terperangah mendengarkan kabar tersebut. Apakah rekan rekan sejawatnya yang gugur itu adalah pesawat yang seharusnya pulang ke Jakarta malam itu.
"Maksud kamu, abang dikira sudah meninggal?"
__ADS_1
Tanya Van'ar bingung.
"Iya, soalnya kita nemuin surat wasiat abang."
"Surat wasiat?" Kini giliran Aurra yang angkat bicara.
"Iya, jadi begini." Zega mulai menuturkan segala sesuatu yang menyangkut kekacauan di ibukota. Tentang kabar gugurnya para TNI dari satu pesawat yang jatuh di perairan selat sunda. Hingga ditemukanya surat dan fhoto USG disalah satu korban, yang diidentifikasi sementara sebagai Keevan'ar Radityan Az-zzioi.
Van'ar menghela nafasnya sejenak. Ternyata, banyak faham yang salah selama beberapa hari ini. Van'ar pun mulai angkat bicara, meluruskan apa yang menimbulkan kesalahpahaman di titik ini. Dari awal misi tiba-tibanya, yang membuatnya harus mengudara dengan pesawat berbeda. Hingga masalah surat menyurat dan fhoto USG yang ditemukan di salah satu korban. Kemungkinan besarnya, dia adalah rekan sejawat Van'ar yang dititipi surat untuk istri tercintanya di Jakarta-yaitu Aurra.
"Jadi, kamu Van'ar?" Tanya Aksara kikuk.
"Menurut anda?" Tanya balik Van'ar.
Kini kelimanya sudah duduk di depan posko yang tadi ditempati Aurra. Dengan posisi Aurra yang duduk di samping sang suami-Van'ar, dengan sisi lainya di isi oleh adiknya-Zega. Sedangkan di sebrang mereka, ada Andre dan Aksara.
"Hm, kamu baik baik saja kan Ra?" Tanya Andre angkat bicara, meminimalisir kecanggungan diantara mereka.
"Alhamdulillah, Aurra dan si kembar baik-baik saja dokter Andre." Jawab Aurra sopan, sambil menatap tangan kekar yang tengah mengelus perut buncitnya. Menenangkan para buah hatinya yang sedang menendang nendang secara aktif di dalam sana.
"Kamu pulang hari ini ya Ra, di sini sudah tida baik untuk kalian. Keadaan di sini semakin tidak kondusif." Usul Andre meminta.
Aurra menunduk dalam, sebenarnya ia kurang suka dengan usulan Dr.Andre tersebut. Namun, apa boleh buat jika dirinya hanya membuat banyak orang cemas jika disini.
"Kita pulang ya bunda, di sini tidak baik buat bunda dan si kembar." Bujuk Van'ar sambil mengecup pucuk kepala sang istri.
"Tapi mas juga pulang kan?" Tanya Aurra sambil mendongrak dan menatap penuh harap kearah sang kèkasih hati.
Pria tampan nan rupawan itu tersenyum kecil.
"Iya. Kita pulang bersama sama ya." Aurra mengangguk dengan antusias.
****
"Salah paham itu gak enak ya bang, apalagi pahamnya yang salah." Celetuk Zega yang duduk didekat Aksara.
Pria tampan berjas formal yang sedari tadi nampak mencolok, di tengah tengah para relawan itu hanya memilih diam. Awalnya, ia menyusul Zega kesini saat tidak sengaja mendengar percakapan antara Zega dan Anzar. Mengenai masalah Aurra yang tengah berada di titik paling berbahaya ditimur negri. Aksara langsung memilih terbang-meninjau lokasi. Rencananya, dengan mata kepalanya sendiri ia akan membawa Aurra pulang dengan selamat hingga kediaman Radityan. Tetapi ternyata, ia malah menemukan sebuah kenyataan yang mengejutkan disini.
"Move on itu susah ya bang, apalagi dari mbak Aurra yang punya banyak fans." Goda Zega sambil terkekeh kecil.
Sudah bukan rahasia umum lagi, jika Aksara masih memendam rasa untuk kakaknya yang notabenenya sudah berstatus istri orang. Bukan saja Aksara yang galon-gagal move on darì Aurra. Ada pula Andre-tetapi pria itu selalu bijak menyikapi setiap perbuatanya. Untuk Aksara sendiri, nampaknya masih memikirkan banyak kesempatan di balik kemungkinan yang ada.
"Jangan jadi pembinor bang, sayang wajah abang cakep. Kalau Zega cewek, Zega juga mau kok sama bang Aksara." Kekeh Zega sambil memutus kontak diantara mereka.
Pria muda itu tak mau lagi menggoda pria gagah move on di sampingnya. Zega lebih memilih memasang earphone untuk mendengarkan musik, selama menunggu take off.
Aksara yang berulang kali disinggung itu hanya menghembuskan nafasnya gusar. Sepertinya, setibanya di Jakarta nanti ia harus segera meminta maaf kepada Van'ar. Karena bagaimanapun juga, Aksara sudah keterlaluan tadi.
~•°♡°•~
Selamat siang guys😊😊
Nungguin yaa?? Maaf yo, untuk saat ini updatenya gak nentu nentu. Soalnya aku banyak tugas didunia nyata. Apalagi tgl 13 Nanti mulai skulah keknya. Jadi, yang sabar saja ya nunggunya. Hayoo, jangan lupa komentarnya yo. Vote dan like juga😙😙
Ok, jumpa lagi nanti yoo❤
Sukabumi 02 Juli 2020
__ADS_1
12.18