Bukan Salah Jodoh (R2)

Bukan Salah Jodoh (R2)
BSJ 87 : Bintang Lain


__ADS_3

..."Mungkin sebagian dari kalian iri dengan apa yang kami miliki, tapi semua rasa iri itu didapatkan karena tidak melihat seberapa beratnya perjuangan kami."...


...-Black Brother Bersaudara-...


...BSJ 87 : Bintang Lain...


...****...


Pagi yang cerah dengan sejuknya angin di pekarangan yang nampak asri. Meja dan kursi kursi yang sedari tadi kosong, kini mulai dipadati oleh para tamu undangan. Rekan sejawat, sahabat, relasi bisnis, collegan, juga kerabat dekat para mempelai mulai datang untuk sekedar memenuhi panggilan.


Hari kedua ini, semua orang mengenakan pakaian formal. Untuk prngantin sendiri, hari ini mengenakan pakaian ala internasional. Gaun putih panjang dan tuxedo, tetapi tetap sesuai tatanan apa yang di bolehkan oleh agama. Sang mempelai wanita nampak cantik dengan balutan gaun putih bersih yang menjuntai hingga lantai, plus dengan hijabnya. Berdiri dengan cantik, menyambut para undangan dengan ramah. Mempelai pria pun nampak gagah dengan setelan tuxedo hitamnya. Jas hitam mahal dengan dasi kupu-kupu, dipadukan bawahan celana hitam dan sepatu pentopel hitam yang mengkilap.


Hari ini hampir 70 persen tamu undangan berasal dari luar kota bahkan luar negara.


Mereka merupakan collegan bisnis Anzar, maupun temanya semasa mengenyam pendidikan di Harvard University.


"Kenapa mas, capek?" Tanya wanita cantik itu lagi.


"Hm." Jawab pria tampan itu malas.


Kini mereka berdua dapat duduk sejenak, pasalnya para tamu undangan sedang menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh pihak tuan rumah. Hari sudah menjelang siang, matahari tengah berada tepat diubun-ubun. Membuat sekitaran bumi terik teriknya, namun karena disini udara masih asri. Jadilah terasa sejuk karena banyaknya pepohonan yang rindang.


"Mas marah?" Tanya wanita cantik itu to the point.


"Pasti marah." Ujarnya lagi sambil tersenyum kecil.


Ia tahu kenapa suaminya ini marah dan merajuk. Pertama, karena pas lagi asik-asiknya disuruh berhenti. Semalam, gara-gara ada tanggal merah dadakan, Anzar jadi gagal belah duren. Jadilah pria tampan itu merajuk karenanya. Kedua, pagi tadi pria tampan itu harus menahan hasratnya sendiri saar horny. Karena ya, Airra meminta bantuan untuk menarik resleting gaun yang dikenakanya. Ujung ujungnya, Anzar jadi badmood sendiri.


"Uluulu, sayangnya Irra marah ya?" Goda Airra sambil memeluk lengan sang suami possesive.


Sedangkan yang ditanya hanya dia tampan merespon, sambil menyibukkan dirinya dengan smartphone miliknya.


"Ihs, Irra gak suka dicuekin mas." Ketus wanita cantik yang kini sudah berhijrah total tersebut.


Walaupun ya, dia belum mampu menutup auratnya full seperti adik iparnya-Aurra.


Tapi setidaknya, dengan hati yang mantap Airra sudah memutuskan untuk memanjangkan hijabnya untuk menutup auratnya. Semua itu dilakukan, demi menghargai perasaan suaminya kelak. Lagi pula, dia sudah ingin berhijrah sejak dahulu. Namun niat itu hanya terpendam dihati, dan kini terealisasikan pula.


"Jangan marah ih, nanti Irra tidur sama bundo loh." Ujarnya kesal.


Anzar tidak merespon.


"Berarti fix, Irra nanti malam tidur sama-"


"Tidur sama mas, ngapain tidur sama bundo."


Ujar Anzar pada akhirnya.


Sebenarnya yang membuatnya kesal adalah karena ia sedang nanggung-nanggungnya berakhir main solo dikamar mandi. Padahal ya,awalnya Anzar ingin menyicil program membuat baby triple. Eh, ujung ujungnya harus zonk. Jadilah mood-nya hancur pagi ini.


"Maafin Irra ya mas, Irra juga gak tahu datang tamu bulananya sekarang." Ujar Airra sungguh sungguh.


"Hm."


"Dimaafin kan?" Tanya Airra lagi.


"Iya, asal setelah kamu selesai langsung program buat baby triple."


"Ish, kesel deh sama mas." Ketus Airra.


"Pokoknya wajib ya sayang." Ujar Anzar sambil mengecup pucuk kepala sang istri sayang.


"Tau ah, kesel." Ketus Airra.


"Tapi sayang."Timpal Anzar yang langsung terkekeh kecil.


Jauh dari pelaminan, dua Pria muda tampan baru saja keluar dari mobil mewahnya. Dengan setelan formal bernuansa dark, keduanya nampak cool dan mampu membius banyak pasang mata yang mentap mereka takjub.


Wajah tampan, postur tubuh yang ideal merupakan kesempurnaan secara fisikli. Belum lagi skil dan kepintaran juga kecermatan kedua pria muda tersebut. Darah Inggris yang mengalir dari pihak ayah, menambah kadar rupawan pada diri keduanya. Padatnya pekerjaan keduanya, membuat mereka lagi-lagi harus terlambat menghadiri acara besar seperti ini. Ya, harus bagaimana lagi, ada tuntunan yang harus mereka selesaikan terlebih dahulu.


Si bungsu-Gemintang nampak hadir ďengan setelan formal berwarna dark blur motif salur dipadukan dengan kemeja putih tanpa dasi yang tetap memunculkan kesan santai. Karena si bungsu ini memang lebih suka berpakaian casual, jarang sekali ia mau mengenakan pakaian formal. Mungkin sesekali, jika menghadiri acara resmi yang penting seperti kali ini



Lain halnya dengan sang adik-Gemintang, Galaksi juga nampak gagah dengan setelan tuxedo hitam plus dengan dasi kupu-kupu hitamnya. Galaksi ini memang pècinta kerapihan. Ia selalu terlihat cool dan style dalam balutan setelan formal kerja sekalipun.


__ADS_1


Walaupun ya, kadang kadang ia juga kerepotan atau gundah sendiri dengan dasi kupu kupu yang seakan akan mencekik lehernya.



Untuk style rambut sendiri, kedua Pradipta bersaudara ini lebih suka style sederhana. Rambut macam pria pria korean style yang tidak perlu banyak pañgkas. Stayle yang sederhana saja, sudah membingkai tubuh proporsional keduanya dengan wow. Banyak dari kaum hawa yang sampai sampai lupa berkedip saat melihat kedua bintang lainya ini.


"Bunda." Seru keduanya antusias, saat melihat wanita paruh baya yang amat mereka rindukan tersebut.


"MasyaAllah, putra putra bunda sudah datang."


Ujar wanita pemilik manik teduh tersebut bahagia.


Dengan segera dua pria muda tampan itu mendekat kearahnya. Menciumi punggung tanganya bergantian, lalu memeluk sosok ibu kedua bagi mereka tersebut.


"MasyaAllah, tampan sekali kedua putra bunda ini." Puji Kia.


Ia sungguh bahagia dapat melihat bintang lain dalam hidupnya hadir dihari bahagia ini. Jika bukan karena adanya hari perayaan besar seperti saat ini, kedua putranya ini pasti tidak akan pulang saking sibuknya.


"Jangan menangis bunda, nanti kita sedih."


Ujar Gemintang sambil mengusap air mata Kia yang turun tanpa intruksi.


"Bunda bahagia nak, bunda amat bahagia." Ujar Kia meyakinkan.


Tak dapat dipungkiri lagi, jika kedua bintang paling berharga milik almarhum Bara dan Baby ini juga merupakan harta terindah untuknya. Dua putra yang sangat ia sayangi, seperti ketiga buah hatinya.


"Sudah ya bunda, jangan menangis lagi. Galaksi dan Gemintang ada disini, untuk bunda." Ujar Galaksi menenangkan.


Bohong rasanya jika Kia tidak khawatir, kedua putranya ini mengumbara dinegri orang. Puluhan bahkan ratusan orang jahat diluaran sana mengancam nyawa keduanya. Tapi apa boleh buat, Galaksi dan Gemintang ini seperti Van'ar. Baik watak maupun tekad, sama sama kuat dan selalu pantang menyerah sekalipun nyawa jadi taruhanya.


"Itu ada apa ya, kok pada ribut gitu?" Bingung Lunar.


"Artis kayaknya, lihat. Banyak yang rebutan fhoto gitu." Ujar Ezkana-putri Ezka dan Ana tersebut.


"Itu ada apa sih mas?" Tanya Lunar kepada sang tunangan.


"Itu, ada dua cowok yang kayaknya tamu undangan yang baru datang. Mereka kayaknya artis, banyak fans gitu." Ujar Arkan menuturkan.


Lunar, Akan, Ezkana, Eirlangga Aga Lhambiru-atau Langga tunangan Ezkana, putri Erick dan Renata. Mereka berempat sedang duduk disatu bangku, dengan menikmati menu makan siang mereka. Tiba tiba, banyaknya keributan diujung ruangan lain, membuat Lunar penasaran.


"Memangnya siapa mereka, artis hollywood begitu?" Tanya Langga angkat bicara.


"MASYAALLAH, BANG GG?!" Ujar Lunar antusias.


Kedua pria tampan itu tersenyum tipis sambil berlalu mendekat.


"Ya Allah, lama gak ketemu makin ganteng aja ya, bang." Ujar Lunar antusias.


Kedua pria tampan itu tersenyum tipis. Terkadang beginilah suasananya jika Lunar bertemu dengan mereka saja. "Biasa saja Aisyahnya abang." Ujar Galaksi sambil menyentuh pucuk khimar Lunar.


"Ets, bukan muhrim." Ujar Akan sambil menjauhkan sang kekasih hati.


"Kamu juga bukan muhrim, bukan suaminya kan?" Sela Gemintang santai.


"Kalian-" Kesal Arkan.


"Ssttt, udah deh mas. Mereka itu saudara aku."


Sela Lunar menuturkan.


"Ini namanya bang Galaksi Reynand Pradipta, kalo yang ini Gemintang Reynando Pradipta."


Ujat Lunar memperkenalkan.


"Saudara dari mana? mas kok baru lihat?" Ucap Arkan mulai possesive.


"Ya Allah mas, bang GG ini putranya almarhum om Bara sama tante Baby. Om Bara itu sahabat bunda, sedangkan tante Baby adiknya paman Adi-suaminya bibi Vanya. Udah, ngerti?" Kesal Lunar yang tak habis pikir dengan tingkah sang kekasih hati.


Galaksi dan Gemintang yang melihatnya ganya tersenyum tipis. Mereka sudah tahu jika Lunar telah bertunangan. Bahkan, latar belakang Arkan juga Aksara sudah mereka selidiki demi meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dikemudian hari.


"Kekasihmu terlalu possesive Ai." Ujar Gemintang.


"Kita pamit kepelaminan dulu." Ujar Galaksi sambil berlalu menuju pelaminan bersama Gemintang.


"Kamu sih mas, cemburuan terus bisanya." Ketus Lunar, sepeninggalan GG bersaudara tersebut.


"Maaf Ai, habisnya mas-"

__ADS_1


"Tau ah, kesel jadinya." Ucap Lunar final sambil berlalu.


"Tuh kan, dasar o'on kamu Arkan." Gerutu Arkan kepada dirinya sendiri, senelum berlalu mengejar sang kekasih hati. Meninggalkan Ezkana dan Langga yang ketawa ketiwi sendiri karena melihat tingkahnya.


****


"Dek, maķan dulu ya." Ujar pria berpakaian formal tersebut.


Dengan telaten,ia memilih dan memilah makanan sehat yang baik bagi ketiganya.Ia tahu, seharian ini istrinya sudah banyak beraktifitas kesana kemari. Maka tak salah jika kini tulang rusuknya itu pasti kelaparan.


"Baca do'a dulu sayangnya mas." Ujar Van'ar mengingatkan, diangguki kecil oleh istrinya.


"Aa, makan yang banyak dek. Baby twins juga pasti lapar." Ujarnya sambil menyuapi sang istri tercinta.


Kini keduanya tengah berada disisi lain mansion, dimana tempat itu private dan jarang dilewati orang. Maklumlah, tempat ini spot paling private dimansion Radityan. Tempat memancing Van'ar dan Dimas-mertuanya, kini menjadi kolam ikan dan taman mini yang cantik.


"Mas gak makan?" Tanya Aurra angkat bicara.


"Mas kenyang dek." Jawab Van'ar.


"Tapi mas juga harus makan, sini. Aurra suapin."


Ujar Aurra sambil mengambil alih sendok dan piring ditangan suaminya.


"Bismillah, baca do'a dulu ayamu." Titah sang istri yang langsung diangguki oleh Van'ar.


"Aaa, makan yang banyak Ayamu. Biar sehat kayak bumu." Ujar wanita cantik itu pelan.


Van'ar tersenyum disela-sela kunyahanya.


Momen momen sederhana seperti ini, akan nampak spesial jika dilakukan dengan orang yang spesial pula. Apalagi, pekerjaan yang sering kali menyita waktu, harus membuat Van'ar rela mengorbankan waktu kebersamaanya dengan sang istri.


"Mas simpan ini dulu ya dek, kamu tunggu sebentar." Aurra mengangguk, sambil tersenyum kecil menatap punggung sang suami yang makin menjauh.


Dengan perlahan, ia berdiri dan berjalan jalan kecil sambil bersalawat. Baby twins yang dikandungnya suka sekali jika dilantunkan ayat suci al-Qur'an atau salawat nabi. Oleh karena itu, baik dirinya maupun sang suami rajin sekali melantunkan kedua siraman rohani tersebut.


"Ya Allah, itu Aurra kan bang?" Tanya Gemintang yang tidak sengaja lewat area private tersebut.


"Hm."


"Lagi hamil besar dia bang?" Tanya Gemintang lagi.


"Hm"


"Jadi gemas bang, pengen nyentuh perut buncitnya Aurra." Celetuk Gemintang.


Galaksi menatap sang adik memincing. Berani beraninya dia berkata demikian, mau dikuliti oleh singa jantan apa?


"Jangan main-main, mau diterkam BigLear?"


Ujarnya.


"Hehe, lupa bang. Pawangnya lebih buas dari Liger peliharaan kita dirumah." Ujar Gemintang sambil terkekeh kecil.


Bagi banyak orang, bintang adalah apa yang dianggap berharga. Bagi Galaksi, perwujudan bintang itu adalah Kia dan keluarganya juga Gemintang adiknya. Satu satunya keluarga yang ia punya didunia ini secara biologis. Galaksi rela melakukan apapun, asal dua sumber kebahagianya pun bahagia. Bagi Gemintang pun sama sebaliknya.


Mungkin Galaksi dan Gemintang bisa merasa bahagia karena masih memiliki Ayah dan bunda penganti, juga memiliki Aditama-kakak almarhumah bundanya. Namun, kadang kala mereka merasa sepi diantara banyaknya keberhasilan yang mereka dulang. Kedua orang tua mereka telah tiada, meninggal karena konsfirasi. Tetapi baik Gemintang maupun Galaksi yakin, perginya kedua orang tuanya memiliki alasan kuat dibalik itu. Buktinya tuhan mengirim Arkia sebagai malaikat yang menyayangi juga mengasihi mereka seperti darah dagingnya sendiri.


"Galaksi dan Gemintang itu putra bunda, walaupun tidak lahir dari rahim bunda. Bunda sayang kalian berdua, seperti bunda sayang kepada darah daging bunda sendiri." Ujar Kia, ketika Galaksi dan Gemintang muda rindu akan orang tua mereka.


□□□□


To Be Continue


Selamat pagi readers😄😄


Hayoo, update lagi nih. Mana yang katanya mau kondangan?? Maaf ya baru bisa up,lagi sibuk sama sekolah online nih😥😥


Oh iya, insaallah aku juga bakal buat sequel MAS tapi entahlah, belum mantap ini.


Aku jg masih punya tanggungan di apk wttp-yang berkenan follow ya (@nengkarisma)😄😄


Ok,jangan lupa tinggalkan jejaknya. Insaallah, BSJ mau aku tamatin sampai 100-part. Berarti bentar lagi yoo😂😂 Hayoo, menurut kalian kedepanya gimana nih?? Jangan lupa komentarnya yo😃😃


Ok, jumpa lagi nanti🤗🤗


Sukabumi 22 Juli 2020

__ADS_1


06.23


__ADS_2