Bukan Salah Jodoh (R2)

Bukan Salah Jodoh (R2)
BSJ 80 : Kupu Kupu malam


__ADS_3

..."Tuhan bisa saja membuat senja yang nampak sempurna diakhir hari, tapi mengapa tuhan membuat hidupnya seburuk ini?!"...


...-Arini Anindita Budiman-...


...BSJ 80 : Kupu Kupu malam...


...□□□□...


Tidak selama yang diam tidak bergerak. Tidak selamanya yang bergerak dapat diprediksi. Yang menurut kalian pasif, belum tentu tidak berbahaya. Karena nyatanya, di dunia ini banyak yang tak dapat diprediksi. Hati manusia siapa yang tahu, tak ada yang dapat menebaknya.


Cinta tanpa kepandaian itu salah. Cinta butuh pengendali sebuah kelogisan, jika tidak. Maka akan muncul ketidak seimbangan. Teknologi membuat segalanya mudah untuk digapai. Kecanggihan teknologi, membuat kejahatan atas dasar cintapun berkembang dengan mudah. Pada dasarnya, bukan cinta yang salah. Hanya saja kehendak lain yang ambil bagian dalamnya yang salah. Adanya egois, menambah kesan rumit pada kisruhnya.


Di ruangan yang tidak terlalu luas tersebut, kamar tidur yang berdiameter cukup kecil. Ditinggali oleh seorang gadis, yang siapa tahu memiliki sebuah obsesi besar terhadap milik seseorang. Dia terlahir dari seorang supir dan asisten rumah tangga, di keluarga besar Radityan. Sedari kecil, ia tinggal di kampung hingga beranjak SMP.


Dirinya juga diajak tinggal di tempat orang tuanya bekerja. Dari sanalah, cinta gila dan fantasinya berkembang. Saat baru pertama kali, dirinya melihat cinta yang benar-benar nyata hadir. Dia menemukan sebuah keajaiban, bukti dari ketelitian tuhan dalam memciptakanya.


Memang, bukan seharusnya ia membiarkan rasa itu berkembang. Tapi apa salahnya, bagi dirinya tuhan itu adil. Dia cinta apapun, dia suka apapun, dapat diraihnya selama ia bisa. Ia bisa menggapainya selama bisa berusaha, selama ada kesempatan yang dapat diambilnya.


Dia ingin barang barang dari brand ternama seperti Nike, channel, adidas, tiffany & co, iphone, ataupun benda benda berharga lain dapat dengan mudah didapatkanya. Iphone keluaran terbaru saja misalnya, benda berharga puluhan juta itu dapat didapatkanya dengan mudah. Hanya dengan satu kali transaksi, rekeningya akan segera terisi puluhan ribu dollar. Keesokanya pun, barang yang dia inginkan pasti akan didapatkanya.


Dia-Arini Anindita Budiman, seorang gadis berusia 19 tahun. Gadis cantik bertubuh mungil yang pas dalam takaran tubuh profosional seorang remaja. Rambutnya hitam dan tebal sepunggung, manik madunya bening memikat dengan keluguanya. Ia tidak banyak bicara, tetapi punya sejuta misteri disetiap senyumanya.


Dia itu seperti siang dan malam yang berbeda. Di siang hari, gadis lugu yang biasa disapa Ari-ini adalah gadis yang baik hati dan pemalu. Sikapnya dan pembawaanya yang anggun, membuat banyak para adam banyak yang menggilainya. Lain dengan bergantinya malam, dia adalah kupu-kupu malam. Cantik, mempesona, dalam balutan kamisol tipis yang membuatnya kian nampak dewasa. Tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya, setiap malam anak gadisnya ini selalu bekerja hingga subuh. Mempergunakan keindahan yang ada pada dirinya, hingga kepasihan bahasa yang digunakanya.


Arini ini cantik, pintar tapi sedikit naif. Sebarapa bayak pun nominal yang masuk kerekeningnya, tak dapat membeli hatinya. Karena, si pemilik hati telah membuatnya terpaku. Setiap kali melihatnya, Arini selalu saja dibuat jatuh cinta berulang kali. Walaupun ia tahu, pria itu sudah ada yang punya.


Tapi, nasi sudah menjadi bubur ibaratnya.


Ia sudah terobsesi berat kepada pria pemilik nama Keevan'ar Radityan Az-zzioi tersebut.


Pria yang usianya berbeda lima tahun denganya.


Ari optimis, suatu saat nanti bisa membuat pria itu jatuh cinta. Walaupun dia jarang berada dirumah, ribuan fhoto pria itu sudah cukup membuatnya tenang. Saat Pria itu menikah, Ari sedang tidak ada di rumah besar ini. Dia memang dulunya dimasukkan ke SMA khusus berasrama. Tetapi, saat kenaikan kelas XII ia pindah ke sekolahnya yang sekarang.


"Ganteng banget sih, gak nyangka ada manusia seganteng ini." Gumanya kecil sambil memeluk bingkai fhoto berisi fhoto pria yang dicintainya.


Setiap malam ia tampil cantik, sexy, bahkan menggoda. Niatnya ingin menggoda doi, tetapi iman doi tersebut terlalu kuat. Selain itu, pekerjanya memang menuntut dirinya untuk tampil beda. Walaupun hanya berada bekerja lewat layar handpnhone dari kamarnya.


Di sekolah ia disegani oleh banyak siswa maupun siswi, sebagai ketua organisasi pencinta sastra dan sekretaris umum OSIS. Banyak guru yang menyayanginya, karena kepadaianya, atau sekedar menggunakan jasanya. Begitupun dengan para putra pemilik yayasan yang tajir melintir.


Terlepas dari semua itu, ia hanya mencintai satu orang. Menginginkan satu nama untuk mengubahnya menjadi wanita. Hanya satu pria, yang diinginkanya menjadi miliknya seutuhnya. Walaupun pria itu-memiliki belahan jiwa yang amat dicintainya. Jika perlu, dia rela dijadikan simpanan demi mendapatkan tempat dihatinya.


"Bukanya ini rumah pengusaha kaya itu ya?"


Tanya gadis lainya. "Bokap ama nyokap juga dulu pernah kesini, pas anak sulung mereka nikahan." Lanjutnya.


Dirinya memang membuat sebuah pengakuan besar yang didasari sebuah kebohongan. Tapi sayangnya, tak sedikit dari mereka yàng mempercayai kebohongan tersebut.


"Ari kan pacarnya si capten itu." Ujar gadis berambut bob tersebut-Selly.


Mereka percaya begitu saja, seakan akan semua itu benar. Mereka terlalu menyayangi Ari yang lugu dan terpercaya ini


Walaupun ya, dirinya harus cukup puas dengan julukan simpanan, selingkuhan atau sebagainya. Setidaknya, semua orang percaya jika ia dan pria yang dicintainya memiliki hubungan.


"Siapa yang saling cinta?" Tanya sebuah suara berat yang membuat ketiganya tertegun.


"Siapa?" Ulanya lagi, yang langsung membuat Ari mati kutu.


Deg


"Ada urusan apa, kalian berhenti disini?" Tanya pria itu lagi datar.


"Kami nganterin Ari." Ujar Ratu angkat bicara.


"Hm." Ujarnya singkat, sambil menatap penampilan ketiganya intens.

__ADS_1


Dari Ratu-gadis berambut merah itu membawa benda hisap elektrik ditanganya. Baju kekecilan dari standar, ia yakini itu. Rok pendek lima belas centi diatas lutut.Sepatu biru elektrik yang pasti melanggar aturan.


Berpindah kepada gadis berambut bob disampingnya-Selly. Rambutnya dicat pirang, agak gradasi kehitaman. Kancing atas seragamnya terbuka, rok pendek lima belas centi diatas lutut. Ukiran tinta permanen nampak mengintip dilehernya. Sepatu sneekers putih yang tinggi nampak menarik perhatianya pula. Sebungkus kotak yang ia yakini apa isinya, nampak terlihat pula di saku gadis bername tag-Selly tersebut.


Kini ia beralih kepada Ari-gadis pemilik manik madu tersebut. Seragamnya memang yang paling standar. Sepatunya warrior hitam,tidak ada pakaian atau aksesoris yang berlebihan padanya. Hanya saja, satu ruam merah dibawah rahangnya nampak membuat otak encernya mudah menebak.


"Kelas berapa ķalian?" Tanyanya dingin.


"Dua belas." Jawab Selly yang nampak terpesona luar biasa oleh ketampanan pria dihadapanya tersebut.


"Belajar yang benar, jangan seenaknya bergaul. Harusnya kalian malu, bergaya sok sokan tapi masih menggunakan uang dari orang tua."


Ujarnya masih dengan nada dinginya.


"Tidak ada negara manapun yang akan maju, jika anak bangsanya berkelakuan seperti kalian." Desisnya tajam.


"Jaga ya bicaranya om, kita anak baik baik."


Bela Ratu.


Pria tampan itu tersenyum kecil sambil berdecih. "Tukang sampah saja, bisa membedakan mana anak yang baik-baik dan bukan." Ujarnya yang langsung membuat Ratu naik darah.


"Dan kamu, jangan suka membual seenaknya. Tidak ada hubungan apapun, diantara saya dan kamu." Ujarnya tajam dan penuh penekanan.


Ari-gadis yang tengah disudutkan itu memilih diam dan menunduk. Ia juga tidak menyangka, pria yang datang tiba-tiba itu bisa mendengar segalanya.


"Sekali lagi kamu membual, saya pastikan kamu berakhir di tempat yang seharusnya." Ujarnya tajam sambil berlalu, meninggalkan ketiganya.


Van'ar, pria tampan itu memang tidak sengaja mendengar percakapan ketiganya. Saat dirinya hendak menjemput sang istri, ketiganya membuat dirinya penasaran. Belum lagi, pembicaraan mereka yang membawa bawa tentang keluarganya. Semua itu tidak bisa dibiarkan, apalagi ia bisa membaca gelagat gadis belia yang memendam rasa untuknya tersebut.


Van'ar memang sudah curiga, ia bahkan sudah menganalisa semua gerak gerik gadis belia tersebut. Dari pada menimbukan banyak masalah nantinya, dia akan mengantisipasinya dari sekarang. Van'ar akan melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Semua ini dilakukanya, demi menjaga hubunganya dengan sang istri. Ia tidak mau, ada kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka nantinya.


---


"Permisi pak, ini kopinya."


"Apalagi yang kamu tunggu?" Tanyanya datar, tanpa mengalihkan pandanganya.


"Ah, i-itu pak." Jawabnya kikuk.


"Saya akan memanggilmu lagi nanti, sekarang pergi dari sini." Ujarnya datar.


Wanita dengan lipstik merah terang itu mengangguk, sambil undur diri.


'Cih, punya bos ganteng kok munafik ya. Jangan jangan dia gay, makanya gak kegoda.' Batin wanita berpakaian formal yang nampak lebih sexy tersebut.


Dia adalah Cira-sekretaris pengganti kedua yang bekerja untuk CEO perusahaan besar tersebut. Banyak yang selalu mengunjingkan Cira, soal ambisinya yang ingin memenangkan hati bos muda mereka yang tampan tersebut.


"Gila si Cira, makin hari roknya makin pendek aja." Komentar salah satu staf wanita yang bekerja dilantai yang sama dengan lantai CEO.


"Iya, udah kayak mau kekelab aja." Ujar wanita lainya.


"Tapi big boss gak kegoda ya?"


"Ya iyalah, orang tunanganya big boss aja cantik banget, mana lawyer lagi." Timpal wanita lainya.


"Oh ya? Kamu pernah lihat la?"


Wanita yang akrab disapa Lala tersebut mengangguk mantap.


"Waktu itu, tunangan big boss mampir kesini. Kita papasan di lobbi kantor. Pokoknya ramah banget, mana cantik dan berpendidikan juga. Si Cira mah gak selevel."


"Owalah beneran, aku jadi penasaran. Tapi kenapa ya, pernikahan big boss diundur?"


"Karena, tragedi pesawat TNI jatuh itu. Keluarga big boss ngira, adiknya big boss jadi korban. Jadi, pernikahan mereka ditunda dulu untuk sementara waktu." Ujar wanita lainya ikut menimbrung.

__ADS_1


"Owh gitu ya. Aku kira, big boss batal nikah karena orang ketika."


"Iya juga sih, lagi pula big boss itu ganteng juga tajir. Pasti banyak yang mau."


"Iya tuh."


"Ekhem." Ketiga wanita yang tengah bergosip di kubikal yang paling dekat pintu pembatas itu menegang seketika.


Di lihatnya oleh mereka, objek yang telah mereka perbicarakan tengah berdiri tegap sambil bersidakep dada. Menatap mereka tajam, yang langsung membuat mereka menciut.


"Kembali kekubikel kalian masing masing."


Titahnya mutlak, yang langsung dilakukan oleh mereka.


Anzar, pria tampan itu berlalu sambil memijit pelipisnya yang mulai pening. Bukan saja deadline dari pekerjaan yang membuatnya pusing, terkadang tingkah laku ajaib para karyawanya juga membuat kepalanya sakit.


"Hm, kangen kamu Irra." Gumamnya lirih.


Gara gara tingkah agresif sekretarisnya, juga terkadang sikap barbar para stafnya, ia jadi rindu sang kekasih hati. Ingin sekali ia segera menghalalkan sang kekasih, agar para mulut wanita wanita yang suka mengibahkanya bungkam. Anzar sudah jengkel digoda secara pasif maupun aktif, bukanya tergoda. Ia malah muak melihatnya, saking jijiknya.


"Irra,kangen." Lirihnya lagi.


Anzar akui, lawyer cantik itu telah membuat dirinya menjadi pasien pengidap penyakit bucin akut. Anzar akui itu, pesona Irra-nya melebihi pesona wanita manapun. Hollang bucin mah beda, mau digoda apapun tidak akan mempan.


---


Derrt


Derrt


Wanita cantik yang baru saja menunaikan ibadah salat maghrib itu menoleh ke samping. Dari tempatnya kini berdiri, handphone sang suami nampak menyala. Menandakan sebuah notifikasi baru saja muncul di sana. Suaminya baru saja masuk ke kamar mandi, setelah melaksanakan salat berjamaan.


Aurra beralih, meraih benda pipih yang baru saja dihidupkan setelah sekian lama dibiarkan tersebut. Sebuah notifikasi pesan whatsapp, nampak masuk di sana. Sambil menekan beberapa sandi yang terdiri dari tanggal pernikahan mereka, Aurra membuka lockscreen-nya. Menemukan fhoto pernikahan dirinya dan yang suami yang menjadi wallpapernya.


Aurra tersenyum kecil, sambil membuka aplikasi pesan singkat tersebut. Sebuah kontak tak bertuan, nampak baru saja memunculkan dua notifikasi. Aurra membukanya, menunggu mendownload pesan berupa video berdurasi beberapa menit tersebut. Ada dua video di sana, dengan durasi yang cukup bervariasi.


"A-astagfirullah haladzim." Aurra menjatuhkan benda pipih tersebut begitu saja.


Tanganya bergetar hebat, ia terkejut bukan main saat melihat video dari pesan singkat tersebut. Video yang tak sepatutnya untuk ditonton, apalagi dikirimkan kesembarangan orang. Aurra masih nampak shok, siapa gerangan pelaku yang telah mengirim video tersebut. Tapi ia yakin, siluet wanita itu nampak familiar dimatanya.


"Dek, astagfirullah. Kamu kenapa sayang?" Tanya Van'ar khawatir, saat melihat kondisi sang kekasih hati.


Wanitanya itu nampak shok. Matanya nampak menatap sekitarnya dengan nyalang.


"Ada apa dek?" Tanya Van'ar, sambil menyentuh bahu sang istri yang bergetar hebat.


"A-ari?" Gumam Aurra kecil.


"Apa dek?" Ulang Van'ar.


"Ari?!"


□□□□


To Be Continue


Pagi readers😄😄


Up lagi nih, maaf nya baru update lagi.


Maaf kalau updatenya sekarang jadi dua hari sekali, pasalnya aku lagi sibuk sama kegiatan sekolah. Sampai tanggal 13 besok, jadwalku sudah penuh😥😥 ini juga aku update sambil mantau kerja OSIS di skoolah😌😌


Yok, jangan lupa komentarnya ya readers😊😊


Vote, dan like juga yoo😅😅

__ADS_1


Sukabumi 09 Juli 2020


__ADS_2