Bukan Salah Jodoh (R2)

Bukan Salah Jodoh (R2)
BSJ 29 : falling In Love With Capten


__ADS_3

...'Bunga Edelweiss, merupakan simbol dari “keabadian” dan aku harap, rasa ini abadi karena datang dari mu ya-Rabb.'...


...-Aurra Putri Haidan-...


...BSJ 29 : falling In Love With Capten...


...****...


Semilir angin pagi menyambut langkah seorang gadis muda. Sambil menuntun sepedahnya masuk kedalam parkiran, bibir mungilnya yang tertutup oleh penutup hijab tak henti hentinya melantunkan salawat nabi. Hari ini dia terlihat anggun dengan gamis hijau toska yang dipadukan dengan hijab yang berwarna senada. Dengan iringan shalawat ia memasuki tempatnya bekerja. Ia sudah aktif bekerja kembali dua minggu ini. Belum lagi jobdesk-nya sebagai dokter bedah umum sangat menumpuk selama ia cuti.


Ringanya langkahnya, jum'at pagi ini terasa sangat luar biasa. Allah telah mendatangkan rasa lega di hatinya,s aat ia mencoba memahami rasa yang hadir. Dengan semamgat 45, setelah membaca basmalah ia membuka Amplop berwarna putih bersih dengan cap khusus tersebut. Di dalamnya tersimpan secarcik kertas dam juga satu kuntum bunga edelweis yang sudah mulai mengering alami.


To.Little Dokter


Bunyi prakata pertama yang mampir di kertas putih bersih tersebut. Goresan tangan dengan tinta hitam yang terlihat sangat rapih bagi seorang pria. Di tulis dengan jelas dalam aksen tulisan tegak bersambung.


Assalamualaikum Warohmatullahi wabarakatuh.


Ra, ini balasan suratku untukmu.


Ujarnya prakata pembukaan. Sungguh Aurra tidak bisa menahan senyumanya kali ini. Ia sungguh ingin tahu bagaimana ekspresi pria itu ketika menulisnya. Ini memang bukan jaman pujangga Bandung tahun 1990. Ini Zaman milenial, abad 21 dimana teknologi telah berkembang dan menjamur disana sini. Namun estensi menulis surat lewat pos adalah jalan yang Aurra pilih. Pasalnya, mengirim surat secara nyata menurutnya lebih menunjukkan keseriusan saat menyampaikan sesuatu. Dan esensi saat menunggu balasan surat itu, akan membuncah di dada saat membuka strip perekat di amplopnya.


Wangi kertasnya saat pertama kali dibuka, ataupun esensi saat membacanya. Membawa kesenangan sendiri untuknya.


'Astagfirullah haladzim. Maafkan hambamu ini ya-Rabb.' Batinya kecil, pasalnya ia takut sifat berlebihanya nanti mengurangi kecintaanya terhadap sang khalik.


Aku baik baik saja disini, berkat doa bunda, ayah dan semua.Termasuk kamu.


Terimakasih, kamu mau memberiku kesempatan Ra. Aku janji, karena aku mencintaimu karena Allah maka aku juga akan senantiasa meminta keabadian hubungan ini kepada-Nya.


Aku harap saat kepulanganku nanti, kamu sudah siap Ra. Menerima pinanganku yañg sesunggguhnya.


Aurra kembali tersenyum kecil dibalik cadarnya. Jadi begini rasanya menyayangi sesuatu, selain Allah dan keluarganya.


Ku bawakan sekuntum bunga edelweis untukmu buk dokter. Kamu tahu, edelweis itu aku dapatkan saat menjalankan misi di salah satu gunung di derah Sukabumi akhir akhir ini. Jika kamu bertanya, kenapa hanya satu kuntum bukañ satu ikat?


Satu kuntum kecil pun sudah mewakili keabadian rasa ku Ra, walaupun aku percaya semua keabadian itu hanya milik Allah. Jika aku pulang nanti, insaallah kubawakan satu buket untukmu.


Aurra tersentuh, ternyata di balik dirinya yang selalu bersikap datar dan ambisius.Tapi nyatanya tersimpan sifat selembut ini. Bunga Edelweis siapa yang tidak kenal bunga cantik tersebut. Pengamat alam dan pendaki gunung pasti sangat akrab dengan bunga yang memiliki arti sebagai lambang keabadian cinta tersebut. Bunga yang hidup di ketinggian dengan tanah tandus ini mampu bertahan hidup dengan curah hujan yang rendah. Ketika di petik pun,bunga ini akan tetap tahan dan awet dalam keadaan yang tetap terlihat sama.


Aku mencintaimu karena Allah, meminangmu pula karena kehendak Allah. Semoga kamu masih sabar, menunggu kepulanganku Ra.


ILY FROM 2.958 mdpl.


Aurra tersenyum senang, apalagi saat membaca kalimat yang tercantum diakhir surat. Apa dia menulisnya di puncak gunung? Batinya berpikir.


Jika perempuan di luaran sana yang membacanya, Aurra yakin akan akan berjingkrak-jingkrak histeris saking terkejutnya membaca surat balasan dari sang Capten tersebut.


"Assalamualaikum. Doktè Aurra."


Intruksi sebuah suara yang membuyarkan lamunan siempunya nama.


"Waalaikumsalam Suster Santi."


Jawabnya sopan kepada wanita tersebut.


"Boleh saya masuk dokter?"


"Silahkan dokter Santi."


Wanita berseragam perawat itu datang membawa papan tulis mini miliknya lengkap dengan catatan jadwal pekerjaan Aurra hari ini.

__ADS_1


"Hari ini dokter Aurra ada jadwal operasi pasien patah tulang/fraktur terbuka dilengan sebelah kiri pukul delapan pagi. Setelah itu dokter Aurra ada jadwal shif siang di UGD hingga makan siang dan setelahnya, kemudian jadwal rutin di poli bedah umum. Kemudian malamnya ada operasi yang kemarin tertunda dengan pasien rujukan dari RS.Fatmawati."


Tutur dokter Santi sambil membuka ĺembaran tugas Aurra.


Gadis yang sudah siap dengan snelli dokternya itu tersenyum. Sebelum mengangguk mengiyakan.


"Astagfirullah, satu lagi lupa dokter."


Ujar Suster Santi meralat.


"Pukul delapan malam lewat lima belas menit anda ada Jadwal bertemu dengan Kaisar Zega Redargard Al-Haidan untuk perjalanan ke Bogor." Ujar Suster Santi menambahkan.


Aurra tersenyum kecil,ini pasti ulah adiknya.


"Iya, saya tahu suster Santi."


Aurra memang tidak lupa, ia ada jadwal untuk menghadiri seminar di Bogor. Selama dua hari sebagai perwakilan dokter muda berprestasi dari rumah sakit tempatnya mengabdi selama dua hari disana. Namun, berhubung kepergianya bersamaan dengan rencana Zega mendaki. Ia menjadi ikut menyanggupi keinginan adik satunya itu, untuk mendaki selepas acara seminarnya selesai.


Langit khatulistiwa yang telah menggelap, ditambah gemerlap bintang menyambut kedatangan rombongan yang datang dari jakarta tersebut. Mereka singgah di puncak malam ini, setelah menempun beberapa jam perjalanan.


"Mbak, kamar mbak di depan kamarku ya!"


Ujar pria muda tampan yang kini sudah resmi menyandang gelar lawyer muda tersebut.


"Iya."


"Kunci kamarmu ada padaku tetèh."


Ujar pria muda yang mengenakan hoodie abu abu tersebut.


Aurra tersenyum kecil, ada ada saja memang adiknya itu. Panggilan untuknya selalu berubah rubah, terkadang Rara, Mbak, teteh atau sebagainya. Memang ada ada saja adiknya ini.


"Ok man, kita ketemu lagi besok ya. Sekarang kita istirahat dulu."


Seminar yang diadakan di dua universitas kedokteran tersebut diadakan secara bergantian selama dua hari berturut turut. Adapun pelaksanaanya dari pagi hingga siang hari, karena ingin menghemat waktu, Aurra mengusulkan untuk menyatukan kedua seminarnya dalam sehari. Karena dari pihak mereka sudah siap dari segi materi atau mental. Karena jika menunggu besok, menurutnya setengah hari ini akan sia sia. Setelah berbicara dengan pihak universitas, mereka menyutujui usulan tersebut. Pasalnya para mahasiswa pun sudah sangat antusias menanti kedatangan mereka .4 orang dokter muda lulusan King's college London (Universitas tinggi kedokteran, yang memiliki riset/penilitian yang teruji dan diakui sebagai universitas kedokteran tebaik di dunia).


Dua orang pria dan dua perempuan termasuk Aurra. Deon Alandra-sang profesor muda diusia yang baru menginjak usia kepala tiga, dokter muda yang ahli dibidang ahli bedah seperti Aurra. Kedua Lucas Alathas Radien-dokter muda yang merupakan dokter spesialis organ dalam. Pria muda keturunan Belanda-Solo. Ketiga Adnia Ryailinka Jasmine-Dokter kandungan yang juga sahabat baik Aurra. Terkhir Aurra Putri Haidan-dokter penyandang gelar Magister of republick healt (M.P.H).Dokter muda berbakat dibidang ahlinya-bedah umum.


Pukul delapan malam lebih lima belas, keempatnya kembali ketempat mereka menginap. Wajah letih tergambar jelas dimanik ketiganya.


"Okay, goodjob untuk hari ini kawan kawan."


Ujar pria berdarah Belanda-Solo tersebut.


"Iya, lelah kita semoga terbayarkan dengan hasil nantinya." Sahut pria berkacamata yang tak kalah tampan lainya.


"Okay, kita harus mengabadikan momen ini. Yuk ambil selfie." Ujar wanita yang mengenakan rok span peach dan atasan kemeja putih motif bunga sakura mini yang di padu padankan dengan snelli dokternya.


"Bisa saja kamu beb." Kekeh pria blasteran tersebut.


"Gak usah gombal deh mas, gak cocok."


Celetuk Adnia sambil mencibir kearah sang kekasih.


"Ah sakit hatiku beb."


"Bule kok jijik ya kalau bucin."


Kekeh Deo sambil bersidakep dada.


Siapa yang tidak mengenal pasangan kocak satu ini. Dari profèsor, dokter, perawat, koas, hingga petugas kebersihan tahu tentang hubungan asmara keduanya. Berawal dari kata Benci dan Cinta, keduanya mulai merajut asa. Awalnya setiap detik tidak mereka lewatkan dengan saling melemparkan ocehan sengit hingga berujung adu mulut. Namun, cinta datang tanpa terduga. Keduanya menjalin kasih setelah kembali dari misi menjadi relawan di Gaza-disepanjang daerah yang tengah mengalami genjatan senjata.

__ADS_1


"Ya udah yuk, buat kenangan nih."


Ujar wanita itu lagi, pada akhirnya mereka mengambil selfie berempat. Berlatar belakangkan pemandangan indah malam dari puncak.


"Aku posting di IG sama Healtpedia ya, biar jadi kenangan." Ujar wanita cantik tersebut.


"Di hatiku aja beb, biar jadi kenangan."


"Mass ihh."


Inilah yang Aurra sukai dari job nya sebagai seorang dokter. Bukan saja mengemban beban yang besar di pundak saja, namun juga menjalin silaturahmi dengan banyak orang dari penjuru negri. Saling berbagi ilmu hingga sharing tentang pengalaman.


Kemuning jingga dihari berikutnya, dia sudah disini. Setelah pagi pagi buta tadi melepas rindu dengan tiga kawan sejawatnya. Mereka bertiga telah kembali ke ibu kota, sedangkan Aurra memanfaatkan sisa waktu yang termasuk bagian cutinya untuk mendaki gunung Gede


Pangrango. Gunung yang terletak di tiga kabupaten yaitu Cianjur, sukabumi dan Bogor.


Destinasi wisata alam yang memiliki banyak jalur pendakian ini, kini menjadi destinasi pendakian Zega and the geng. Kelompok pendaki yang terdiri dari 15 orang itu berkoordinasi dengan penjaga wisata setempat juga perkumpulan pendaki setempat. Di penghujung hari, mereka memutuskan untuk membangun tenda.



Dengan pemandangan gunung memiliki


ketinggian 2.958 mdpl, merupakan gunung berapi tipe A. Gunung yang masuk kedalam list lima gunung berapi yang memiliki taman bunga Edelweis alami yang indah. Bunga yang abadi ini biasanya mekar antara Bulan April hingga Agustus. Ketika mekar, edelweis akan memancarkan warna bunga yang putih-kuning cerah sehingga sangat menyegarkan mata.


Di tempat mereka mendirikan tenda, ternyata juga banyak tenda milik para pendaki dari berbagai penjuru negri. Hamparan padang safana yang hijau, dengan backround gunung Gede yang nampak cantik di hiasi cahaya jingga sang surya. Menjadi pengobat penat setelah agenda hiking mereka seharian ini.


Inilah salah satu obat mujarab penghilang penat bagi para pendaki, termasuk Aurra.


Menikmati hamparan ciptaan maha kuasa yang luar biasa memanjakan mata. Membuat kita sadar, akan nikmat luar biasa yang di berikanya juga di limpah curahkan oleh-Nya. Tempat yang idah ini juga, menjadi saksi dan bukti jika ia tengah merindukan seorang mahluk Ciptaan-Nya yang kini tengah berada dibelahan bumi yang lain,namun menatap langit yang sama.


"Van'ar?"


Lirihnya kepada semilir angin disenja sore hari ini. Menyampaikan kepada semesta jika ia memang tengah merindukan kehadiran capten tampan tersebut.


Sedangkan dibelahan bumi lain, seorang pria berseragam TNI AD yang tengah menatap semburat jingga di hadapanya.Diatas ketinggian, ia merasa ada suara lembut yang membisikkan namanya lewat lembutnya angin.


"Ra, aku rindu kamu."


Cicitnya kecil tanpa sadar, sambil menatap hamparan daratan luas nan hijau di hadapanya.


Iya, dia berada di puncak gunung Gede bersama kawan kawan sejawatnya dalam rangka latihan bersama. Bahkan, surat yang ia kirimkan tempo hari dituliskan dari atas sini, kemudian di titipkan kepada salah satu temanya yang sudah kembali ke markas karena panggilan atasan mereka. Pria muda itu yakin, kini surat itu sudah sampai kepada si pemilik hati. Tempat ia menjatuhkan hati untuk pertama kalinya.


Dari ketinggian 2.958 mdpl, dari puncak gunung Gede Pangrango ia titip salam kepada angin sejuk disore hari, sambil menatap indahnya sunset diufuk barat. Ia titip salam rindu dari tempatnya berpijak, dengan penuh harap agar separuh hati di belahan negri sana juga mendengar rasa rindunya. Berharap jika mereka akan segera di pertemukan. Tanpa mereka tahu, yang maha kuasa telah melukis takdir begitu estetik. Indan dan rumit pada saat bersamaan.


Di bawah langit yang sama, menatap semburat jingga yang sama pula. Menjadi bukti jarak beberapa kilo meter kedepan dua insan yang saling merindu itu terpisah. Mengadu kepada nestapa milik yang maha kuasa, agar rasa rindu itu segera di bunuh dengan pertemuan yang akan terjadi.


****


To Be Continue


Hollaaa, selamat pagi guyss🖑🖑


Hayooo,nungguin ya😅😅


Okay, udah update nih?? jadi gimana pendapatnya.


Jangan lupa like, komentar yang buanyaaak dan vote ya😄😄


maaf kalau typo masih bertebaran🙏🙏


Sukabumi 12 Mei 2020

__ADS_1


04.29


__ADS_2