Bukan Salah Jodoh (R2)

Bukan Salah Jodoh (R2)
BSJ 88 : Manten Cembukur


__ADS_3

...“Aku tak pernah berjanji untuk sebuah perasaan, tapi aku berusaha berjanji untuk sebuah kesetiaan,” – Bacharuddin Jusuf Habibie....


...BSJ 88 : Manten Cembukur...


...****...


"Kenapa mas diam saja dari tadi?" Tanya wanita berpiama dress maroon tersebut.


"Mas marah, atau kenapa?" Tanya wanita cantik itu lagi.


Acara resepsi telah berlalu beberapa jam yang lalu. Para tamu undangan telah berpulang, juga para pihak lainya telah rehat di malam yang penuh kepenatan ini. Termasuk sepasang suami istri yang baru saja hendak beristirahat tersebut. Sang istri dibuat bingung sendiri, saat sang suami lebih banyak diam setelah kembali ke kamar. Pria tampan berķaos putih polos itu nampak mengunci rapat bibir kiss-ablenya.


Cup


"Kenapa sih, ini dikunci mulu?" Tanya Irra, sambil mencuri satu kecupan dibibir-kissable milik suaminya.


"Jangan cari gara-gara Irra!" Ketus siempunya yang langsung membuat Airra tertawa geli.


"Kenapa, takut horny?" Pria tampan itu tak menjawab, ia malah lebih memilih tuk membenahi posisi tidurnya.


"Mas kenapa sih? Kok marah marah begini.


Cerita dong sama Irra, kalau gak cerita Irra kan gak tahu masalahnya."


Pria tampan itu menatap istri cantiknya intens.


"Kenapa, kok lihatinta gitu banget?" Bingung Airra.


Tak menjawab, Anzar memilih untuk beranjak tuk kembali duduk. Meraih dagu sang istri cepat, sambil memberikan bungkaman rakus sebelum bibir ramun itu protes.


"Milik mas." Ujarnya sensual, sambil mengusap benda yang akhir akhir ini menjadi candunya.


Cup


"Ini juga."


Cup


"Yang ini juga."


Cup


"Ini juga."


Cup


"Irra milik mas pokoknya." Ujarnya setelah menhujani kecupan singkat di wajah sang istri dari mulai hidung, kedua pipi, hingga keningnya.


"Pokoknya si Raja hutan itu gak boleh deket deket sama kamu lagi Irra." Ujarnya sambil memeluk sang istri erat.


Airra tersenyum tipis ditengah tengah pelukanya. Ternyata ada yang sedang cemburu di sini. Raja hutan yang dimaksud Anzar itu-Leonardo Thom River-mantan kekasih Airra pada zaman putih abu dahulu, sebelum bertemu dengan Anzar. Leon tadi datang keresepsi pernikahan mereka, karena memang diundang oleh Airra. Mengingat mereka tetap menjalin persahabatan yang baik setelah kandasnya hubungan mereka puluhan tahun yang lalu.


"Mas cemburu sama Leon?" Tanyanya, sambil mengusap lebut surai suami tampanya tersebut.


"Ish." Ringisnya kecil saat di rasa kecupan kuat itu mampir dikulit lehernya.

__ADS_1


"Gak, mas cuma gak suka." Ujarnya to the point.


"Irra cuma punya Keevanzar Radityan Al-faruq, titik." Titahnya mutlak, sambil membenampak wajahnya di perpotongan lehar sang istri lebih dalam.


"Dasar manten, cemburu nie ye?" Goda Airra sambil tersenyum geli jika mengingat ekspresi lucu sang suami.


"Getawain suami itu dosa loh yang, Allah gak suka." Ujar Anzar ditengah tengah kegiatanya.


"Khilaf mas." Ujar Airra kecil.


"Jadi sekarang kamu harus nyenengin suami, biar dapet pahala." Ujar Anzar sambil menjauhkan kepalanya sejenak.


Manik cantik milik Airra memincing bingung.


"Caranya?"


"Gini, mas kasih tau." Ujar Anzar sambil tersenyum misterius.


"Mas jangan aneh-aneh loh, Irra kan lagi halangan." Protes sang istri saat tubuhnya dibaringkan diatas ranjang.


"Trust me sayang, relax aja." Ujar Anzar sambil membenahi posisinya tuk mengungkung sang istri.


"Nikmati aja, pasti menyenangkan." Ujar Anzar sambil memulai apa yang dimaksudnya.


Walaupun belum waktunya buka puasa, setidaknya ia tidak akan menyianyiakan keberadaan istri cantiknya.


Sementara itu, dikamar sebelahnya. Di ruangan yang terbatasi oleh dinding, seorang pria tampan baru saja selesai melaksanakan salat malamnya, setelah menyelesaikan ibadah bersama sang istri beberapa jam yang lalu. Ia lebih memilih mandi wajib setelah selesai lalu melaksanakan salat malam. Dengan langkah pelan, ia menyimpan alat salatnya. Membuka baju koko putihnya, lalu beranjak membuka kain sarungnya.


Semenjak istrinya hamil, entah mengapa ia lebih suka tidur sambil bertelanjang dada. Rasanya menyenangkan saja, tidur dalam keadaan itu sambil memeluk istri tercintanya.


Cup


"Terimakasih bumu." Ujarnya sambil mengecup kening sang istri sayang.


Rasa bahagia itu kini membuncah dihatinya, sungguh. Tidak pernah ada kebahagiaan seindah ini yang dapat diraihnya. Entah mengapa, sisi possesive dan protectifnya selalu dalam mode on jika sang istri dekat dengan pria lain.


Seperti tadi misalnya, saat Arksara-calon kakak ipar kembaranya itu terus saja mengintili sang istri. Membuatn risih dan cemburu bersarang dihatinya. Jadilah, malam ini ia kembali menguatkan cinta diantara mereka dengan cara yang manis menùrutnya. Menengok buah hatinya, setelah berbulan bulan lamanya vakum. Aktivitas yang selalu membuat rasa cinta itu membuncah didadanya.


Cup


"Tidur yang nyenyak ya bumu." Ujarnya sayang, setelah mengenakan pakaian seadanya ke tubuh sang istri.


Jika tidak begitu, sang istri akan kedinginan dan masuk angin jika pagi menjelang. Ia bahagia untuk saat ini, namun nanti ia juga tak tahu pasti. Mengingat mulai esok, ia akan mulai aktif kembali di kesatuan.


"Selamat tidur istriku." Ujarnya lembut sambil memeluk perut buncit teramat itu pelan.


Mengusapnya pelan, seolah-olah mengisyaratkan agar si kembar di dalam sana juga tertidur setelah ditengok Ayahnya. Mereka masih aktif menendang didalam sana, mungkin mereka bisa merasakan kebahagiaan sang Ayah lewat ikatan batin yang terjalin.


"Ayamu juga sayang kalian." Ujarnya lembut sambil ikut memejamkan matanya. Ikut serta bergabung bersama sang istri, membangun mimpi indah bersama di pulau kapuk.


****


"Jangan gerak gerak terus, tidurku terganggu."


Ketus pria tampan itu datar.

__ADS_1


"Gak bisa tidur bang, suara suara cinta itu menganggu." Igau pria tampan lainya yang tengah tidur tengkurap tersebut.



Surai hitamnya sudah acak acakan, saking terganggunya acara tidurnya. Seharusnya, ia memiliki jadwal tidur yang berkualitas hingga beberapa jam kedepan. Namun, karena suara suara nyaring yang samar samar terdengar, membuat tidurnya terganggu.


"Disini kamu yang menganggu." Kesal pria muda yang berbaring disampingnya.


"Bang Galaksi budeg, yang ganggu itu kamar sebelah." Ujarnya meracau dengan mata tertutup.


"Merekan pasangan baru, jadi wajah-wajar saja memadu kasih. Lagi pula, suara mereka tidak terdengar sama sekali. Ini kamu, tidur saja banyak gerak." Kesal siempunya nama saking terganggunya, karena tingkah usil si adik tampanya.


Selama mereka tinggal berdua, baik Galaksi maupun Gemintang memang memiliki kamar pribadi. Mengingat cara tidur Gemintang yang acak sekali menganggu tidur Galaksi yang super rapih. Galaksi itu tipe pria idaman yang bibit, bebet, bobotnya ferpect luar dalam. Tidur saja, dia itu cool dan tenang tiada tara. Bukan seperti Gemintang yang tidurnya kemana mana dan kadang kala suka meracau. Tetapi, bagaimanapun cara tidurnya. Mereka akan lebih memilih tidur bersama jika dua hal terjadi.


Pertama, jika terjadi hujan lebat diiringi badai angin dan petir. Kedua, jika terjadi pemadaman listri. Karena memang pada dua kesempatan itu, mereka selalu diungatkan dengan kematian tragis yang merenggut nyawa kedua orang tua mereka.


"Sudah tidur Gemi, kamu menganggu." Ujar Galaksi, memanggil nama kecil pemberian mendiang bundanya-Baby.


"Selamat tidur bang Galak, Gemi sayang abang." Racau Gemintang di tengan tengah alam bawah sadarnya.


Gemintang tersenyum tipis mendengarnya.


Gemilak-Gemintang (Gemi) dan Galaksi (Galak) nama singkatan yang sering mereka dapat dari almarhumah kedua orang tuanya. Orang tua mereka sendiri memang memiliki julukan atau panggilan sayang tersendiri yang lain dari pasangan pada umumnya. Walaupun mereka sudah tidak ada di dunia ini, Galaksi yakin mereka selalu mengawasinya dan sang adik. Bagaimanapun juga, Gelaksi dan Gemintang adalah harta paling berharga bagi keduanya.


"Ayah, bunda, bang Galak dan Gemi sehat sehat saja disini. Jangan khawatir di atas sana, berbahagialah Ayah dan Bunda disisi tuhan." Ujar Galaksi kecil sambil tersenyum tipis, sebelum memejamkan matanya.


Mungkin, suatu saat nanti mereka juga akan berkesempatan untuk membina keluarga kecil sendiri, seperti saudara saudaranya yang lain.


🌒🌒🌒


To Be Continue


Happy reading guys⚠⚠


Update lagi guys😉😉


Gimana scen akhirnya? gemes enggak?


Sengaja, aku buat scen GG bersaudara diakhir mulu. Soalnya setelah beberapa part kedepan, mereka bakal ngilanggg😲😲


Yups, karena mereka akan punya lapak cerita sendiri nanti.


Fokoknya ikutin aja terus,soalnya itu sequel BSJ pas khatam nanti.Cerita tentang GG dan seluk beluk tentang mereka berdua.



Aciee,tim mana nih kalian?


Gemi atau Galak😙😙



Makanya,jangan sampai ketinggalan yo💛


Sukabumi 24 Juli 2020

__ADS_1


05.56


__ADS_2