
..."Aku bisa beŕtahan hingga kini pasti ada alasan di baliknya bukan?"...
...-Keevanzar Radityan Al~faruq-...
...BSJ 52 : Tidak Ada Habisnya...
...♤♤♤♤...
Aroma alkohol yang cukup menyengat, membuat indra penciumanya terganggu di awal. Mata tajamnya uang kini meneduh, membuka perlahan. Mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam kornea matanya. Tubuh yang kaku, membuat dirinya sulit untuk bergerak. Belum lagi berbagai alat penunjang kesehatan yang menempel di tubuhnya.
Manik tajamnya yang sayu nampak beredar kesekeliling ruangan. Mencari cari sesuatu yang dapat di tanya oleh dirinya. Barapa hari dirinya tak sadarkan diri? Pening seketika menyerang kepalanya dengan gencar.
"Anda sudah bangun tuan?" Mendengar sapaan itu dia menoleh, menatap kearah samping. Di mana seorang perawat berdiri di ambang pintu dengan senyum merekah.
"Apa ada yang sakit?" Tanyanya sambil berjalan mendekat.
"Apa perlu saya panggilkan dokter?" Anzar-pria tampan itu menggeleng lemah.
Dirinya terlalu lemah untuk banyak berbicara. Diliriknya sejenak perawat di sampingnya, ia seperti menemukan kejanggalan di wajah cantiknya.
"Kenapa?"
Perawat cantik itu terpaku dengan pertanyaan pasienya. Perlahan ia menyentuh pipinya yang menjadi pembicaraan. "Ah ini, saya tidak sengaja menabrak sesuatu." Dalihnya sambil tersenyum kecil.
Ia tidak bohong, Anzar tahu saat dirinya hendak pingsan kala itu, ada bunyi tamparan keras mengenai pipi seseorang. Tetapi entah siapa? Pasalnya setelah itu Anzar langsung tidak sadarkan diri.
"Berapa lama, aku tidak sadarkan diri?"
"Tiga hari."
Terdengar helaan nafas gusar dari wajah tampannya. Tiga hari, huh selemah itukah dirinya? Bahkan karena air hujan saja ia bisa tak sadarkan diri selama itu.
"Maaf." Cicit perawat tersebut takut takut, Anzar malah dibuat bingung untuk apa pernyataan maaf itu.
"Untuk?"
"Keteledoran saya meninggalkan anda."
Anzar menatap langit langit ruanganya nyalàng. Ia tahu kini hidupnya merepotkan, juga membutuhkan bantuan orang lain untuk bertahan. Bahkan tanpa sengaja ia juga menyakiti orang orang di sekitarnya.
"Bukan salahmu. Tapi salahku, aku yang meminta ditinggalkan saat itu."
Hidupnya terlalu lemah dan banyak keterpurukan menimpanya. Keputusasaan menambah deretan rasa di dalam hati kecilnya. Ia ingin bangkit namun kurangnya dukungan sekitar. Ditampar oleh fakta tentu sedikit banyaknya menyakiti relung hatinya. Bahkan ia putus asa bagaimana melanjutkan hidupnya, jika berdampingan dengan mantan calon istrinya yang kini merangkap menjadi adik iparnya.
"Bangun tuan, perbaiki semuanya sebelum terlambat." Anzar menoleh, ke arah sumber suara penuh semangat itu berkumandang.
"Tuhan selalu memaafkan mahluknya yang berbuat dosa sekali pun. Jadi mustahil jika mahluknya tidak memaafkan kesalahan mahluk lain. Jangan terpuruk oleh keadaan, bangun dan perbaiki semuanya. Tunjukan jika memang maaf anda pantas untuk diperhitungkan." Ujar perawat cantik tersebut memberi support.
Anzar tahu keluarganya akan menerimanya kembali, tetapi tetap saja ia butuh sedikit banyaknya usaha untuk sampai ke tahap tersebut.
"Mau membantuku?" Tanya Anzar yang diangguki oleh perawat yang memiliki mata indah tersebut.
Bola mata hitam cerah yang nampak selalu indah, namun juga menampakkan kekelaman dalam bersamaan. Senyuman manisnya selalu tersungging tanpa paksan, tapi Anzar rasa ada sedikit keterpaksaan.
"Jadi, siapa namamu?" Tanya Anzar sambil menatap wajah cantik di sampingnya.
"Airra, panggil saja Airra."
Deg
'Namanya mirip sekali?' Batin Anzar meremang.
"Hm, baik."
__ADS_1
Anzar sudah berikrar dari detik itu pula. Jika dirinya akan berubah, dirinya akan kembali bangkit demi memperbaiki semuanya. Mungkin suatu saat nanti kisah asmaranya juga akan terkelarkan oleh waktu.
"Abang kenapa sih ngelamun mulu?" Tanya gadis cantik berhijam dark blue tersebut.
Semenjak datang ia merasa kakaknya itu sibuk dengan pemikiranya sendiri. "Perawat Irra kemana ya? Apa jadi di pecat sama pihak rumah sakit?"
Anzar spontan menoleh, siapa yang dipecat?
Bukanya perawat yang di maksud baru saja izin untuk makan siang. Jadi, siapa yang akan di pecat?
"Siapa yang di pecat?" Tanya Anzar datar.
"Perawat Airra. Tiga hari yang lalu, dia kena tampar sama bunda."
Deg
Anzar terbelalak saking kagetnya. Jadi bekas kebiruan itu bekas tamparan bundanya.
"Kenapa?"
"Karena dia teledor ninggalin abang. Sejak itu kondisi abang jadi drop lagi. Bunda yang gak pernah marah sampe segitunya. Dirut rumah sakit ini saja berjanji untuk memecat perawat Airra. Padahal diakan baik, cantik, cekatan lagi."
Dalam hati Anzar mengiyakan, perawat muda itu memang baik juga cekatan. Terbukti ia dengan sabar merawat Anzar yang keadaanya seperti ini. Untuk parasnya, walaupun tidak secantik Nara-matan kekasihnya, tetapi Airra memiliki iner beauty tersendiri. Kesederhanaan adalah point terpenting dalam pesonanya. Apalagi manik indahnya, tenang dan misterius secara bersamaan. Membuat orang lain ingin menyelami kedalamnya, tetapi ia membentengi diri.
"Abang tahu tidak, perawat Airra itu lulusan Harvard university juga loh?"
"Harvard?" Lunar mengangguk antusias,ia memang suka sekali mengobrol dengan Airra. Selain memiliki tabiat yang baik, menurut Lunar tutur kata perempuan itu saat berbicara mencerminkan seorang bangsawan.
"Katanya sih jurusan hukum, tapi kok nyasar sampe kesini ya?" Bingung gadis itu sendiri.
Pasalnya ia pernah bertanya kepada orangnya secara langsung, dan dia menjawabnya dengan gamblang.
Anzar juga kini mulai bertanya tanya tentang asal usul perawat cantiknya itu. Jika benar dia lulusan Harvard university, kenapa dirinya tidak pernah melihatnya. Jika dia seorang lulusan universitas ternama dengan jurusan hukum, kenapa bisa sampai kepada tahap menjadi perawat rendah untuknnya. Banyak pertanyaan mulai berseliweran di otaknya ,dan Anzar harus memecahkan teka teki ini sendiri.
"Bisa telponkan seseorang untuk abang?"
"Bisa, sebentar dulu."
Anzar harus menyelidikinya. Lemah bukan berarti mengurangi kejeniusan otaknya untuk berpikir. Bertindak secara nyata memang ia tak bisa,tetapi untuk saat ini setidaknya otaknya masih bisa difungsikan dengan semestinya.
"Siapa kamu, Airra?"
□□■■
Seorang pria tampan yang tengah duduk di atas mobil jeep itu mengerutu kecil. Dirinya yang tengah bertugas kini, tengah dalam tahap kamuflase diri. Seminggu yang lalu ia dan kakaknya di tarik ke negara mereka. Pimpinan mereka menarik mereka kembali, karena ada beberapa hal yang perlu di rundingkan.
Masalah kasus Mafia yang bersarang di negaranya belumlah usai dan tuntas. Beberapa tokoh terkenal yang terjaring karena terbukti sebagai salah satu bandar atau pengedar sudah di jebloskan kejeruji besi. Lain halnya dengan mantan ketua Mafia yang belum bisa mereka jebloskan kepenjara. Minimya bukti membuat mereka harus menyelidika kembali. Target mereka ini cerdik juga picik, dia bermain bersih tanpa meninggalkan secuil jejak nyata. Menyulitkan penyelidikan untuk pencarian barang bukti.
Pria tampan berseragam polisi itu kembali memutar otaknya. Ada tujuanya kali ini ia mengenakan seragam polisi sesuai pakaian dinas harian di tanah air. Setelah mendapatkan izin tentunya, ia mengenakan seragam itu demi kepentingan penyelidikan.
Saat kejadian penyerangan di rumah sakit kala itu, dia-Gemintang juga kakaknya Galaksi kecolongan. Mereka mengawasi Logan-target utama mereka yang tengah berlibur di Bali, tetapi lupa akan tindakan yang kemungkinan di tujukan untuk Anzar yang tengah tak sadarkan diri dirumah sakit.
"Tak ada habisnya memang, tapi tidak mungkin tidak ada celahnya." Gumam pria muda tampan tersebut.
Gemintang Reynando Pradipta-muda, tampan, pandai juga memiliki kemampuan yang mumpuni. Membuat dirinya dipertimbangkan dari aspek manapun. Jika mau, Gemintang bisa menggaet perempuan manapun dengan segala hal yang dimilikinya. Tetapi itu bukan dirinya, baginya mencari pendamping hidup ada waktunya. Bukan saja sulit mencarinya, Gemintang cuma mencari yang siap dan sanggup bertahan betsamanya yang hidup berdampingan dengan maut. Mengingat pekerjaanya bukanlah hal mudah. Nyawanya juga sang kakak di perhitungkan tiap menitnya sebagai agen rahasia. Jadi kelak, calon pendamping hidupnya harus siap dengan resiko apapun di kemudian hari yang akan terjadi.
Derrtt
Derrtt
Pria tampan itu beralih kepada saku celananya. Ada getaran panjang yang menganggunya. Tersimpan nama sang kakak di sana, terpanpang jelas sebelum ia menarik ikon berwarna hijau.
__ADS_1
"Ada apa bang?"
"...."
"Hm, kode 1141."
"...."
"No prob, aku tunggu di tempat yang sudah di janjikan. Bukti sudah didapatkan bang?"
"...."
"Ok, aku langsung berangkat."
Dengan segera ia beranjak dari duduknya setelah menerima telpon dari sang kakak. Ia dan kakak memiliki janji temu di salah satu gym tempat target mereka biasa workout. Gym itu berada di California, jadi detik itu pula Gemintang harus segera terbang kesana. Karena segala kebutuhanya sudah di persiapkan oleh sang kakak.
--California 08.15 pm--
Buk
Buk
Buk
"Good, try again." Ujar pelatih unboxing tersebut mengintruksi.
"Fokus, man." Intruksinya sambil menerima pukulan juga tendangan dari pria muda dihadapanya.
Pria tampan yang hanya mengenakan celana hitam selutut, dengan garis putih di sampingnya.
Peluh terlihat mulai membanjiri tubuh atletisnya. Sudah terhitung satu jam ia berlatih boxing. Membentuk tubuhnya agar lebih kuat juga berotot, sekalian menunggu janji temu dengan sang kakak disini.
"Ok, lima belas menit untuk istirahat."
Ujar pelatih tersebut.
Dia-Gemintang mengangguk samar sebelum melenggang pergi. Mengambil sebotol air mineral di tas kecil yang dibawanya, sambil mengedarkan pandanganya.
"Arah jam lima, target datang bersama dua pria berkepala plontos." Gemintang mengangguk saat menerima intrukai dari intercom ditelinganya.
Dari kemarin kakaknya menelpon, akan terjadi barang haram besar besaran.Dan tentu kali ini target mereka akan datang dan melahap umpan. Semua ini sudah mereka perhitungkan, dan pasti kali ini target mereka-Logan Gallion Smith Andderson akan terjebak.
"Damn, kau akan terjebak man." Batin Galaksi dalam hati.
□♤□♤
To Be continue
Met pagi cemua😄😄
Hayooo, ada yang speechless lihat bang Gemintang??
Demi readers yang selalu minta double up,ini aku kabulkan. Tapi, tolong dihargai yoo, aku tuh nulisnya capekk😅😅
So, gimana buat part ini?
Jangan lupa like🖒komennn💬 dan votee💯💯
Nulis dari subuh demi readers yang terus berkicau😅😅
Sukabumi 08 Juni 2020
__ADS_1
0544