
(SEMUA FHOTO BUKAN MILIK SAYA,TETAPI MILIK BEBERAPA SUMBER)
HAPPY READING ALL READERS🖑🖑
..."Menikah bukanlah perkara mudah, bukan juga termasuk perkara yang sukar dilaksanakan. Akan tetapi, nilai kesungguhan amat berarti didalamnya."...
...-Lunarsyah Azzahra Az-zzioi-...
...BSJ 96 : Ribetnya Pernikahan Aisyah ini...
...****...
"Pokoknya, Lunar mau kayak princes princes gitu mas." Rajut wanita cantik bergamis toska tersebut.
"Iya iya, apapun itu buat kamu sayang. Tapi, resepsinya kan sudah sesuai sama planning awal." Ujar pria tampan berjas maroon tersebut.
"Iya tapi-"
"Ekhem, manten sudah siap belum?" Sela suara lainya.
"Apaan bang?"
"Itu fitting bajunya udah kan? Abang mau pulang, mau ngantar pacar jalan." Ujar pria berjas dongker itu gamblang.
"Mbak By memangnya mau kemana?"
"Parangtritis katanya, mau ke Malioboro juga."
Ujar pria tampan tersebut sambil menatap arlojinya.
"Masa adik mau nikah, abang malah travelling?"
Ketus Arkan tak suka.
"Santai aja, abang juga dua hari disana." Ujar Arksara sambil tersenyum. "Abang OTW, pacar udah nunggu." Lanjutnya.
"Selamat buat besok yang mau dipingit." Ucapnya sebelum berlalu.
"Dasar abang luknut!" Kesal Arkan sambil menatap kepergian kakaknya.
"Mas ihh, Lunar didengerin enggak sih?"
"Eh iya, kenapa sayang?"
Acara pernikahan dua sejoli ini memang akan segera dilangsungkan. Mengingat awal tahun telah kembali menyambut. Setelah drama meminta izin untuk menikah terlebih dahulu, akhirnya Arkan bisa mempersunting kekasih senin depan. Ia memang harus meminta izin, mengingat sang kakak belum menikah dan didahului olehnya.
Kakaknya itu legowo saja, toh dirinya juga tengah menikmati masa masa indah pacaran bersama perempuan yang dicintainya. Rencananya, Aksara baru akan meresmikan hubunganya pertengahan tahun ini. Ia bahkan rela bolak balik Jakarta-Ohio demi menjemput restu orang tua dari sang kekasih tercinta. Malang memang, sepertinya kesialan dalam kisah cintanya ini seperti kutukan yang dulu dialamatkan kepadanya oleh seorang gadis yang tergila-gila kepadanya.
Dua bulan setelah pernikahan Arkan dan Lunar nantinya, Langga dan Ezkana akan ikut menyusul melangsungkan pernikahan. Sepertinya, tahun tahun ini memang akan banyak diisi oleh pernikahan.
"Kenapa?"
"Gugup bang." Lirih pria berbeskap putih tersebut.
"Relax man, ini ikrar sehidup semati. Usahakan jangan sampe salah." Ujar pria tampan disampingnya memberi support.
Ketika hari bahagia itu datang, semua orang nampak memiliki kesibukkanya masing masing. Pernikahan kali ini bukan main ribetnya. Sang mempelai banyak sekali permintaanya. Ingin resepsi seperti inilah, ingin seperti itulah, banyak lagi. Tapi saking cintanya, mempelai pria dengan sabar menerima usulan dari calon istrinya. Kini, hari bahagia itu telah tiba. Pria tampan itu tengah dilanda gugup tiada tara, kala sebentar lagi akan mengucap ikrar sehidup semati untuk mempersunting pujaanya hatinya.
Akad nikah hari ini diadakan di Jakarta, resepsi akan diadakan di dua tempat, yaitu Jakarta dan Bandung. Saat suara penghulu berkumandang, Arkan sebisa mungkin menenangkan irama liar jantung miliknya. Dengan satu tarikan nafas, bibir kissablenya berucap mantap.
"Saya terima nikah dan Kawinya Lunarsyah Azzahra Az-zzioi binti Keevano Radityan Khutbi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi, Sah?"
"SAH?!"
"Alhamdulillah hirobil'alamin."
Sebuah kelonggaran mendera jiwa Arkan. Satu langkah terbesar dalam hidupnya telah ia raih. Tak lama kemudian, datanglah pujaan hati yang telah dipersuntingnya .Gadis cantik berkebaya putih bersih, yang nampak cantik dengan hijab di kepalanya.
"Silahkan, pakaikan cincin pernikahanya." Arkan mengangguk sambil menatap gadis yang sudah menjadi istrinya itu.
Cantik, dengan balutan pakaian penganting. Sebuah cincin couple berwarna silver dengan permata indah nan berkilauan, ketika tertimpa cahaya tersemat dijari manis istrinya. Sama halnya dengan jari tengah kirinya yang kini telah diisi oleh cincin yang sama namun polos.
"Silahkan, suaminya bisa mencium istrinya."
Ujar permbawa acara selama akad itu mengintruksi.
Cup
Satu gerakan singkat namun nampak intim itu dilakukan Arkan. Sentuhan pertama, selagi mereka sudah meresmikan hubungan mereka dimata tuhan maupun agama.
"Bismillah, selamat datang istriku." Bisiknya kecil yang langsung dihadiahi senyum malu, dan rona merah dipipi istrinya yang bermake up tipis hari ini.
Selesai Akad, semua tamu undangan yang dihadiri oleh sahabat, keluarga dan kerabat digiring untuk memenuhi area area yang sudah ditentukan. Lebih dari tiga minggu lamanya, kediaman megah milik Radityan didekorasi sedemikian rupa hingga menjadi secantik saat ini. Aula saja contohnya, tempat akad nikah dilangsungkan. Didominasi warna putih dan peach dari bunga bunga segar disepanjang jalan. Menambah kesan estetik di ruangan tersebut. Bangku bangku dan meja nampak tertata rapih. Dihiasi dengan lampu lampu cantik disekelilingnya. Membuat orang-orang takjub dan kagum dibuatnya.
__ADS_1
Di dekat pelaminan juga ada cake yang nampak menjadi pusat perhatian.
Cake cantik yang dibuat dengan amat detail, dengan hiasan bunga bunga indah yang menjuntai hingga lantai.
Area lain juga tak kalah indahnya. Disulap dengan berbagai bunga bunga dan tanaman hidup asli. Tempat ini memang private, taman bunga kesayangan almarhumah Silvia. Untuk pernikahan si bungsu ini, taman bunga tersebut diubah menjadi tempat santai dan makan yang cantik dan instagenik.
Bangku bangku berwarna putih nampak menyatu dengan alam disekelilignya. Bunga putih bersih nampak mendominasi untuk membuat dekorasi cantik disana.
Beralih ketempat lain, tempat makan indoor juga dibuat seindah mungkin. Bagaikan di negri dongeng atau negri para peri.Arkan benar benar mewujudkan keinginan sang kekasih hati untuk menikah ala ala negri dongeng. Tak tanggung tanggung, pemilik perusahaan properti terbesar di Indonesia ini bahkan membeli puluhan hektar kebun bunga demi menyulap rumah kekasih hatinya agar nampak seperti istana dinegri dongeng.
Selain putih yang mendominasi, warna gold juga mendominasi beberapa bagian. Seperti interior area makan yang berbaur dengan warna gold dan putih. Begitupun dengan tempat resepsi yang dibuat cantik, ditempat lain seperti di area istimewa milik Mansion Radityan.
Tempat tempat tersebut disulap dengan cantiknya, demi hari istimewa si bungsu.
Salah satunya adalah dekorasi disayap barat mansion, yang dibuat seperti altar pernikahan. Didominasi bunga bunga cantik berwarna putih dan merah di setiap jalanya. Membuat area tersebut seperti di negri dongeng.
Area santai di indoor lainya juga nampak cantik dengan hiasan lampu kristal disana. Meja dan bangku ditata dibawah rimbunya pepohonan, yang memberikan kesan asri nan sejuk.
Tempat paling indah lainya, berada di jantung mansion. Didekorasi dengan nuasa pink dan peach, tempat tersebut didekorasi dengan campur tangan mempelai wanita secara langsung. Bunga bunga cantik dengan pohon pohon sintesis, nampak mampu menyulap tempat tersebut menjadi negri dongeng sungguhan.
Sudah dapat dibayangkan,berapa kocek yang dirogoh pengantin pria. Tapi bagi Arkan sendiri itu tidak ada apa apanya, yang penting calon istrinya itu bahagia. Toh, uang dapat dicari lagi nanti.
"Dek, si kembar tidur ya?" Tanya suara bass berat tersebut.
Wanita bergamis seragam itu mengangguk sambil tersenyum tipis dibalik penutup hijabnya. Bohong jika tidak ada yang letih disini, termasuk mereka.
"Iya mas, mungkin capek juga. Hari inikan banyak orang."
"Tapi Arsyad sama Arra gak rewelkan?"
Tanya Van'ar sambil menyeka peluh yang nampak melewati pelipis milik istrinya.
"Enggak kok mas, mereka anteng sama onti ontinya. Banyak yang jagain juga." Ujar Aurra sambil menatap kedua malikatnya yang masih terlelap.
Sedangkan disisi lain, Anzar juga tetang memberikan perhatian kepada istrinya. Kurang lebihnya sama, istrinya itu tengah hamil besar dan wanita itu kelelahan karena banyaknya aktivitas har ini.
"Istirahat aja yuk yang, kasihan kamu sama dedek bayinya." Ajaknya, sambil memijit kaki sang istri sayang.
"Enggak mas, lagi pula acaranya kan masih berlangsung." Tolak sang istri.
Tangan Anzar terulur untuk mencubit pipi gembil sang istri. "Ish, apan sih. Sakit tau!"
"Gemes sayang, bawaanya pengen cubit terus."
Ujar Anzar sambil terkekeh geli.
"Dasar, bisanya bikit badmood aja." Ketus sang istri sambil beranjak pergi.
"Eh eh, kok mas ditinggal?"
"Suruh siapa pikasebeulen." Jutek Airra sambil melenggang pergi.
"Eh, sayang tunggu."
Hampir seluruh anggota keluarga, kerabat, sahabat, teman hingga kenalan datang. Apalagi dihari kedua, yaitu acara resepsi yang masih diadakan dikediaman Radityan. Semua collegan bisnis juga nampak hadir keacara pernikahan yang hangat diperbicarakan hingga seantero negri ini.
Acara nampak berjalan lancar dan ramai.
Hingga puncak acara dihari kedua pun nampak lancar. Para tamu undangan terlihat menikmati hidangan juga hiburan yang disuguhkan oleh tuan rumah. Ketika malam menjelang, semua area memang nampak indah dengan lampu kristal, lampu bersinar kuning hingga lilin disana sini.
Baik Indoor maupun Authoor,nampak cantik dengan suguhan keindahan yang nampak bersahabat. Membuat para tamu senyaman mungkin, saat menikmati jamuan dan hiburan yang disiapkan oleh tuan rumah.
Namun ada yang kurang pada si pengantin wanita. Senyumanya nampak terpaksa,kala dua sosok yang ditunggunya tak nampak hadir. Sudah ditunggu tunggu, namun kedua pemilik marga Pradipta itu tak kunjung datang.
"Sudah ya Ai, bunda bilang mereka sibuk."
Lirih sang suami.
Wanita cantik bergaun pengantin syar'i itu tetap merajuk. Walaupun ia juga tahu, hampir sebelas bulan ini keluarganya lost contak dengan mereka. Semenjak berpamitan kala itu, mereka tak pernah bisa dihubungi lagi.
__ADS_1
"Bang GG gak sayang sama Lunar, buktinya mereka gak dateng." Ujarnya sedih.
Padahal besar harapanya untuk melihat kedua manusia tampan itu hadir. Setidaknya sebagai keluarga mereka harus hadir.
"Tapi bunda kan sudah bilang, kalau abangmu itu sedang sibuk Ai." Lirih sang suami memberi pengertian.
"Sesibuk apapun, masa gak ada waktu buat pulang sebentar?" Rajuk Lunar tak mau kalah.
"Iya, iya, nanti kita telpon mereka buat datang."
"Tapi acara puncaknya itu sekarang. Besok udah selesai mas!" Timpal sang istri.
Arkan menggaruk belakang tengkuknya frustasi. Harus bagaimana lagi ia menjelaskanya, padahal orang tuanya sendiri sudah bilang bahwa mereka tidak akan datang. Tetapi, istrinya ini sepertinya terlanjur begitu berharap mereka akan datang.
"Aisyahnya mas, mungkin lain kali-" Suara Arkan terpotong oleh suara riuh dari arah belakang.
Keributan kecil itu nampak membuat keduanya penasaran. Kini mereka memang berada di Aula, atau jantung acara ini dilaksanakan. Semua mata menoleh, ke arah keributan yang ditimbulkan oleh wanita wanita tersebut. Disana, di luar lebih tepatnya ketika sebuah super car berwarna hitam muncul dan berhenti tepat di depan mansion. Dua orang pria muda keluar dengan santainya.
Berjalan sambil membawa sebuah kotak persegi. Walaupun style mereka agak beda, ketampanan juga karisma yang terpancar begitu kuat. Membuat nanyak mata salah fokus, bahkan banyak bibir ribut saking tak tahan ingin melihatnya.
"Aisyahnya abang, abang disini." Ujarnya tipis sambil tersenyum.
"BANG GG!!" Riuh si pengantin wanita, saat melihat kedatangan kedua pria tampan tersebut.
Bagaimana tidak mencuri perhatian,kedua pria tampan ini datang dengan style casual juga santai. Mengenakan kacamata hitam dan transfaran, sambil melenggang menuju pelaminan.
Setelan jaket dan kaos oblong santai dengan paduan jeans, nampaknya mampu membuat pesona terpusat kepada mereka. Sungguh, anugrah ketampanan yang hakiki dan tak tertandingi. Keduanya pun masih berstatus single evailable.
"Kita datang, buat Aisyah." Ujar Gemintang melanjutkan, sambil tersenyum tipis.
"Lunar bahagia bisa lihat abang datang, hiks."
Lirih Lunar sambil memeluk keduanya.
Membuat hati para jomblo meronta, saking irinya dengan adegan satu ini. Mempelai pria saja sampai gegana dibuatnya-gelisah, galau, merana.
"Ssttt, sudah jangan menangis. Kita disini buat Aisyah. Jangan menangis dihari bahagia ini okay?" Ujar Galaksi saat mereka melepaskan pelukanya.
"Hiks, habisnya Lunar kangen hiks."
Baik Galaksi maupun Gemintang tersenyum tipis. Mereka senang, keluarga ini begitu mengharapkan keberadaan mereka.
"Kita disini, untuk kamu Ai. Abang janji, gak bakal buat Aisyah menangis lagi." Lanjut Galaksi.
Ia juga menatap anggota lain dari keluarga ini. Tersenyum tipis kearah mereka, terutama Kia dan Vano yang sudah seperti orang tua sendiri. Mereka senang, karena mereka selalu di tunggu kepulanganya.
"Kita pulang, Ayah, bunda." Ujarnya ketika berhadapan langsung dengan keduanya.
"Kita pulang untuk melihat semua yang disini bahagia, bukan menangis bunda." Ujar Gemintang menambahkan.
"Bunda senang, senang karena putra putra bunda pulang dengan selamat." Setitik air mata jatuh dari kelopaknya.
Dengan sigap Gemintang berlutut, menengadahkan tanganya untuk menampung air mata berharga tersebut. Air mata wanita yang delapan tahun ini mengurus mereka layaknya anak sendiri, walaupun jarak membentang antara Jakarta-New york.
"Air mata bunda terlalu berharga untuk disia-siakan." Ujarnya sambil tersenyum.
Wanita paruh baya itu beranjak, memeluk tubuh kedua putra lainya yang sangat ia sayangi. Mengucapkan syukur dan hamdalah berulang kali, karena tuhan telah melindungi keduanya. Lengkap sudah kebahagiaan hari ini. Semuanya berkumpul dihari bahagia ini, tanpa ada yang tertinggal atau tak terengkuh. Semua bertemu, bertatap muka, saling sapa, melepas rindu yang seketika menguap dinestapa. Karena pada dasarnya, bahagia itu sederhana. Hanya saja, dalam cara untuk meraihnya kadang kala manusia keliru.
Happy wedding Arkan & Lunar, longlast selalu💖
Sumber : @wedluxetoronto @babytwins
@eedecor @welovelinyi
💐💐💐
To Be Continue
Selamat pagi readers🖑🖑
Yok,gimana nih komentarnya??
Karena ini pernikahan terakhir + part part tetrakhir, sengaja aku buat full istimewa💜
Jadi, jangan lupa tinggalkan jejaknya👣
Aku tunggu juga, kesan2 readers semua selama membaca BSJ ini🤗🤗
Ok, jumpa lagi dilast episode nanti🖑🖑
Sukabumi 02 Agust 2020
06.19
__ADS_1
2018 Kata💖