Bukan Salah Jodoh (R2)

Bukan Salah Jodoh (R2)
BSJ 86 : Wedding Day


__ADS_3

...“Mencintai bukan dengan menemukan seseorang yang sempurna, tapi dengan melihat seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna,” – Bacharuddin Jusuf Habibie....


...BSJ 86 : Wedding Day...


...****...


Pagi yang cerah dihari senin pagi, tak kala rombongan mempelai tiba memenuhi jalan.


Iring iringan mempelai pria, mulai memenuhi jalan di depan rumah mini yang hari ini akan menjadi saksi bisu terlaksananya ikrar janji suci tersebut. Dengan lantunan salawat, para iringan mempelai pria disambut oleh beberapa orang. Dipersilahkan memasuki pekarangan sempit, milik si mempelai wanita. Semua orang juga tahu, jika si mempelai wanita hidup sebatang kara di dunia ini. Pernikahan pun akan diwalikan, sebagai penganti armarhumah orang tua mempelai wanita.


Tenda sederhana, sudah terpasang di depan rumah. Kursi kursi pelastik menjadi tempat duduk seadanya. Tanaman sayur-mayur organik yang tumbuh subur, tak ditutupi sama sekali. Malahan dibiarkañ begitu saja sebagai pemanis hiasan.


Sang mempelai pria sudah tiba, duduk di depan penguhulu dan saksi.Dengan Ayahnya disisi lainya. Sementara kursi lainya masih kosong belum terisi. Hembusañ nafasnya mulai memburu, ada gugup yang mendera dadanya. Pria tampan dengan pakaian yang berwarnakan putih bersih itu tersenyum meyakinkan. Di dalam hati ia berpegang teguh kepada kekuatan sanubàrinya. Tinggal selangkah lagi, sebelum dirinya benar benar membuat sang kekasih menjadi miliknya.


Ijab qabul pagi ini diusun dengan tema adat Sunda. Kenapa, karena ini permintaan khusus mempelai wanita untuk memperingati asal usul orang tuanya. Bundo Nalu-orang tua angkat Airra semasa kuliah dahulu, juga datang jauh jauh dari New york ke Indonesia. Wanita yang dulunya berdomisili di Padang tersebut, memang menjadi orang tua angkat Airra saat Airra tinggal di New york.


"Putri bundo sangat cantik." Puji wanita paruh baya yang mengenakan batik putih tersebut.


"Terimakasih bundo, ini semua juga atas bantuan Ayah dan Bundo."


Bundo Nalu dan suaminya adalah teman orang tuanya semasa SMA dahulu. Saat lulus kuliah, Airra pernah tinggal di New york demi bisa bekerja di perusahaan Radityan cabang yang dikelola Anzar.Dari sanalah pula, Airra bertemu dengan Bundo Nalu dan suaminya, pasangan baik hati yang belum juga dikarunia buah hati hingga usia menjelang senja mereka.


"Bundo kau disana pasti senang melihat putri cantiķnya. Ayah kau juga, pasti senang Irra." Ujar Bundo Nalu penuh kasih.


"Bundo tingal ke depan dulu ya sebentar, mau lihat calon suamimu datang apa belum."


Airra-wanita cantik berhijab putih itu mengangguk. Sepeninggalanya Bundo Nalu, dirinya beralih menatap pantulan dirinya di cermin.



Hijab putih bersih menutup Aurratnya. Make up tipis menghiasi wajah ayunya.Hiasan henna tangan berwarna putih, menghiasi tanganya. Dengan hiasan kepala berwarna silver, memahkotai kepalanya. Ia benar benar nampak cantik dihari bahagianya ini. Airra memang sudah berhijrah semenjak dua minggu yang lalu. Ia menutup auratnya, memanjangkan khimarnya. Menjadikan suaminya satu satunya pria yang boleh melihat auratnya. Airra bahkan tidak percaya, hari pernikahanya sudah tiba. Hari ini ia akan segera melepaskan


masa lajangnya. Menganti statusnya dengan


status baru untuk mengarungi hidup baru pula tentunya.


"Bismillah, Assalamualaikum warohmatullohi wabarakatuh." Ujar suara MC dari luar sana.


"Acaranya sudah mau dimulai." Ujar Bundo yang tiba tiba datang.


Dengan degup jantung yang mulai tak beraturan, ia duduk di temani Bundo Nalu dipinggir ranjang. Di depan sana, mempelai prianya sedang memulai acara ijab qabul.


"Bismillah." Lirihnya kecil, berdo'a demi kelancaran segala niat baik yang akan terlaksanakan hari ini.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari Airra Refatya Sassya binti Thomas Barak Nahlan, dengan mas kawin berupa perhiasan seberat 20 gram dan seperangkat alat salat dibayar tunai."


Deg


Deg


Airra degdegan sendiri disini. Dengan sayang, Bundo Nalu mengenggam tanganya. Hari ini, suami bundo Nalu yang menjadi walinya-mengantikan almarhum sang ayah. Berhubung orang tua Airra juga tidak punya kerabat disini, jaďilah ayah angkatnya yang menjadi wali nikahnya kini.


"Saya terima nikah dan kawinya Airra Refatya Sassya binti Thomas Barak Nahlan, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Bagaimana para saksi, sah?"


"SAH!!"


"Alhamdulilah hirobbil a'lamin."


Rasa lenga kembali mendera, tanpa sadar membuat setitik air mata jatuh dari kelopak mata cantiknya.


"Alhamdulillah, putri bundo sudah menjadi seorang istri sekarang." Ujar Bundo Nala sambil memeluk Airra sayang.


Selesai sudah dengan status sendirinya, kini Airra memiliki keluarga baru. Ia sudah menjadi sèorang istri, yang otomatis keluarga suaminya juga merupakan keluarganya.


"Bundo bisa lega sekarang, putri bundo ada yang menjaga." Ujar wanita paruh baya itu sambil melepaskan pelukanya.


"Sudah sudah, jangan menangis. Kita harus temui sùami kau Irra." Airra mengangguk, sambil tersenyum tipis.


Ia bahagia, sungguh amat bahagia kali ini. Hanya saja, di hari bahagianya kini orang tuanya tidak dapat hadir disampingnya. Namun, dalam hati ia selalu berdo'a akan kebahagiaan orang tuanya di sisi tuhan sana.


🕊🕊


Acara pernikahan putri sulung putra Radityan ini, di ĺangsungkan selama dua hari dua malam. Airra sendiri yang menolak jika pernikahanya diadakan tiga hari tiga malam seperti pernikahan Van'ar dan Aurra. Akhirnya Anzar juga setuju, yang awalnya tidak menyetujuinya.


Di hari pertama, diadakan ijab qabul di kediam mempelai wanita yang dilanjutkan acara adat dikediaman simempelai pria. Di hari kedua, akan diadakan resepsi yang mengundang para collegan-collegan dan relasi bisnis Anzar dari berbagai negara. Tak tanggung-tanggung, Anzar sendiri yang menggelontorkan dana pantastis dari uangnya sendiri.


Pria itu tak main main saat mengutarakan niatnya. Ia benar benar menyulap kediaman Radityan, menjadi istana dalam dua hari. Menjadikan istrinya Ratu dalam dua hari. Sesuai keinginan sang kekasih, mereka mengusum tema pernikahan ala garden party añd memories. Bangku-bangku dari kayu dan dekorasi kain kain putih, ditata secantik mungkin. Rangkaian bunga bunga putih bersih, menjadi penghiasan utama yang menimbulkan unsur estetik di hampir seluruh penjuru ruangan. Di tata dengan sedemikian rupa, dengan hiasan bunga bunga segar juga lilin aroma teraphi. Kian menambah cantik walaupun dikemas secara sederhana.


Dekorasi yang didominasi oleh warna putih dan coklat keemasan, nampak cantik dengan berbagai hiasan bunga disekitaranya. Tirai tirai putih tertata rapi, menjadi hiasan atas di tempat makan outhor maupun indoor dan tempat santai para tamu.

__ADS_1



Bunga bunga segar nampak dirangkai begitu indah diletakkan di setiap penjuru. Nampak menimbulkan semerbak harum, bagi siapapun yang menghirupnya. Untuk urusan dekorasi sendir Vanya-adik Vano yang turuntangan sendiri.



Pelaminan sendiri dibuat sesederhana mungkin. Dibuat dekat dengan area kolam renang disamping mansion, pelaminan itu nampak manis walaupun sederhana. Kursi-kursi dari kayu dan rotan, nampak mengiringi area pelaminan. Hiasan bunga dan pepohonan asri, nampak memunculkan aura segar dan indah secara bersamaan.


Di area lainya, tempat di mana dahulu juga dijadikan tempat untuk jamuan para tamu saat pernikaan VanRa. Kini, spot tersebut juga didekorasi untuk fungsi yang sama. Menghadap kaca transfaran yang langsung mengarah ke pekarangan rumah. Membuat para tamu undangan, akan berasa nyaman dan tenang dengan pemandangan hijau yang tersaji saat menikmati makanan didalam ruangan.



Di area outdoor lainya, pekarangan mansion Radityan yang luas di sulap untuk menjadi area fhoto prewedding yang ciamik. Ada area fhoto mempelai, area memoris pengantin dari awal bertemu. Banyak fhoto-fhoto kebersamaan Anzar maupun Airra yang ditempel disebuah lingkaŕan besi mirip saringan. Di hiasi hunga bunga asli, area tersebut nampak cantik untuk dijadikan spot fhoto yang istagram-able.



Bangku bangku dan meja ditata pula di sana. Diarea indoor yang bernaung dibawah rimbunya pepohonan besar yang terawat. Tanaman bunga mawar kuning juga nampak terawat, menjadi penambah unsur Estetik disana.


Di dekat pelaminan sendiri, diletakkan kue pernikahan yang nampak menarik mata karena keindahan dan kesderhanaan yang menyelimutinya. Unsur estetik dan seni yang tinggi, membuat kue pernikahan yang sederhana itu nampak indah dilihat.



Cake tiga tingkat dengan lapisan cream putih gading, dengan hiasan bunga juga buah buahan yang siapa sangka terbuat dari spongecake pula. Sederhana namun tetap cantik dan istimewa, seperti keinginan Airra sendiri. Airra memang ikut ambil bagian dalam pembuatan cake cantik ini. Ia yang memang memiliki basic membuat kue, karena almarhum ibunya dulu memiliki barkery sendiri. Airra membuat cake tersebut bersama Vanya-adik Vano-Ayah mertuanya.


Airra memang ingin mengusung tema sederhana nan simple untuk hari bahagianya. Ia bahkan menolak acara yang awalnya ingin super wah dan super menggelegar. Ia hanya tidak ingin melupakan jati dirinya, ia dibesarkan dalam kesederhanaan walaupun lahir dari keluarga berada. Ia hanya ingin tidak membebeni calon suaminya dengan acara yang terlalu wah. Acaranya tak apa sederhana, yang penting niat baiknya terlaksana dengan baik.


Menjelang malam hari, suasana di mansion Radityan nampak lebih cantik. Kerlap kerlip lampu tumbler, lilin dan percahayaan lainya, kian mempercantik suasana di area indoor maupun authoor.



Lilin lilin cantik beraroma teraphi, menambah nuasna tenang dan nyaman. Malam yang indah ditaburi ribuan bintang, menjadi pelengkap penghujung malam ini. Semakin malam, para tamu undangan masih nampak datang bergerombol. Menyalami juga mengucapkan selamat atas pernikahan kedua mempelai.


"Kenapa, sakit ya kakinya sayang?" Tanya pria tampan itu cemas.


Wanita berpakaian kebaya khas adat Sunda lengkap dengan hijabnya itu menggeleng sambil tersenyum tipis. Ini belum seberapa, dari undangan yang disebar oleh keluarga suaminya ini, segini mah masih seperempatnya.


"Ini belum setengahnya loh mas, besok masih banyak lagi kan?" Tanya Airra kecil.


Airra benar, besok adalah hari dimana puncak dari segalanya. Semua tamu undangan akan tumpah ruah besok.


"Maaf ya, kaki kamu pasti pegel." Ujar Anzar pelan sambil memijit pelan betis sang istri.


Wanita yang telah resmi menjaďi istrinya semenjak beberapa jam yang lalu.


"Ok." Ujar Anzar sambil beranjak, menyusul sang istri. "Tapi pijit plus plus, sekakian sama program bikin baby triple." Bisik Anzar berikutnya, sambil mengedipkan matanya genit.


"Ish, mesum." Ketus Airra sambil menahan rona dipipinya.


Rupanya, Anzar tidak pernah main main soal ingin memiliki bayi kembar tiga. Sepertinya, Airra harus waspada malam ini.


"Dek, kamu sedang apa disini?" Tanya pria tampan beratasan batik tersebut.


Van'ar terlihat tampan dan gagah dengan balutan baju bercorak batik yang khusus dibuat untuk keluarga mempelai. Rambutnya yang ditata rapih, nampak menambah kadar ketampananya.


"Dek?" Ulangnya lagi, namun masih tidak ada sahutan dari si empunya nama.


"Sayang?" Panggilnya, sambil mendekat ke arah sang istri.


"Astagfirullah, ternyata kamu lagi tidur sayang." Ujarnya sambil berjongkok di hadapan sang istri.


Wanita berhijab syar'i dengan gamis longgar dengan corat batik yang sama seperti kekasihnya itu, tengah duduk sambil memegang buku catatan untuk evaluasi acara hari ini. Aurra-bumil satu itu selalu gotot ingin membantu. Akhirnya, Airra mengambil bagian untuk mengawasi beberapa kebutuhan. Tanpa sadar, karena kelelahan wanita yang tengah mengandung delapan bulan itu tertidur.


"Yaampun, bumu pasti kecapean ya." Lirih Van'ar sayang, sambil mengelus perut buncit milik sang istri.


Tengah hamil besar begini, tidak mengurangi etensi kelincahan sang istri.


Cup


"Istri ayamu hari ini bekerja keras ya." Ujarnya sambil mengecup kening sang istri sayang.


Tak peduli dengan orang orang disekitarnya, toh mereka sudah halal ini. Sudah sàh mah bebas, asal tidak bertentangan dengan agama.


Dengan pelan, ia menyelipkan tanganya diperempatan leher dan lutut sang kekasih halal. Menggendongnya ala bridal style, tanpa menghiraukan berat badan sang istri dan dua nyawa lainya. Bagi Van'ar, itu gampang-gampang saja.


"Tidur yang nyenyak sayangnya, Ayamu." Ucap Van'ar lirih sambil membawa sang istri kekamarnya.


"Aduh so sweeth banget bang Van'ar, meleleh hayati." Komentar gadis cantik tersebut.


"Iya, bang Van'ar sama mbak Aurra itu memang cocok banget." Ujar Lunar menimpali.


"Apalagi pas lamaran, bang Van'ar ngelamar Mbak Aurra di puncak gunung." Tambah Lunar.

__ADS_1


"Wow, it's amazing." Komentar By-lawan bicara


"Iya, pokoknya mereka itu couple goals deh intinya." Ujar Lunar sambil tersenyum kecil.


"Aku ke sana dulu ya kak, mau cari mas Arkan."


Ujar Lunar pamit.


"Ok." Ujar Queenby Azizah Luthears atau akrab disapa By tersebut.


Sepeninggalanya Lunar, By memilih duduk sambil menikmati seporsi surabi dengan topping asin, yaitu orek tempe plus suiran ayam yang tersedia stand makanan.


"Hm, delicious. Apa nama makanan ini ya?"


Celotehnya kecil, sambil duduk di salah satu meja di area outhoor. Area outhoor memang mulai sepi, mungkin karena sudah larut malam juga.


"Surabi, namanya surabi." Ujar seorang pria tampan berpakaian batik yang seragam denganya pula.


"You?" Tanya By sambil memandanginya.


"Yes, I'am." Ujar pria tampan itu santai, duduk di samping By sambil menikmati makañ yang di bawanya.


"What this?"


"Ini?" Tanya pria tampan itu sambil mengangkat makanan yang di bawanya tinggi tinggi.


"Getuk nona." Ujarnya.


"Getuk?"


"Hm, lama tinggal dinegeri orang membuatmu minus pengetahuan negeri sendiri." By menatap pria disampingnya tak suka.


Ia memang kurang hafal tentang kultur di tanah air. Karena ya, ia memang lahir dan besar di Ohio. Oleh karena itu, ia minus soal tradisi dan budaya tanah air, termasuk keragaman didalamnya. Tapi ya, minus yang dikatakan pria disampingnya itu memang berhasil menohok hatinya.


"Makanan yang biasanya manis ini, biasanya terbuat dari singkong. Di rebus, lalu di tumbuk hingga lembut, baru diberi campuran gula merah, àtau isian manis lainya. Namun seiring dengan berjalanya waktu, getuk mulai berevolusi dengan inovasi baru dengan isian yang lebih beragam." Tuturnya menjabarkan.


"Contohnya, getuk ini." Ujarnya sambil menunjukkan makanan yang ada dipiringnya.


"Isianya diganti dengan sesuai selera, contohnya ayam suir." Ujar pria tampan teŕsebut.


"Mau coba?" Tanyanya lagi.


Gadis cantik itu mengangguk samar. Bohong rasanya, jika ia tidak penasaran dengan rasa makanan unik tersebut.


"Bagaimana?"


"Um, nice." Ujarnya kecil, sambil tersenyum tipis.


"Lain kali, ku ajak kulineran jika ada waktu nona muda."


"Hum, good idea."


Jauh dari sebelah barat, nampak sepasang mata yang menatap keduanya sambil tersenyum ķecil.


"Auto nemu jodoh dinikahan orang si abang."


Kekehnya, sambil mengabadikan momen langka tersebut.


Happy Wedding Anzar dan Airra♡


Long last pokoknya❤


Sumber : semua fhoto bukan milik saya, tapi milik @weddingku @peacockdecor @eedecor @pengantinsyar'i


□□□□


To Be Continue


Selamat pagi readers🖑🖑


Sudah siap kondangan nih, kenikahan Anzar Airra?? Yuhuuu, gimana menurut kalian guys??


Ada typo yang timbul banget tidak?


Jika ia, komentar aja yo😄😄


Aku tunggu masukanya😙😙


Maaf gak ada fhotonya, soalnya susah pas diupdate😣😣 Padahal aku udah nyiapin fhotonya😭😭 Maaf ya readers🙏


Sukabumi 19 Juli 2020

__ADS_1


06.40❤


__ADS_2