Bukan Salah Jodoh (R2)

Bukan Salah Jodoh (R2)
BSJ 37 : Ikrar Janji Suci


__ADS_3

...HAPPY READING!!...


..."Bismillahi allahumma barikly fihya wabarik laha fi (ya Allah berkahilah dia untuku,dan berkahilah untuknya). Allahumma inni as-aluka khairo-ha wa khaira-ha ma jabaltaha 'alaihi wa a-'udzu bika min syarriha wa min syarri majabataha 'alaihi (ya Allah, aku mohon kebaikanya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku lindungi dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa)."...


...BSJ 37 : Ikrar Janji Suci...


...🕊🕊...


Kicauan burung love bird milik sang adik senantiasa menjadi penenangnya pagi ini. Keadaan yang cerah di Senin pagi hari ini, semilir angin yang tak terlalu kuat berhembus dari pintu balkon kamarnya yang di buka lemar. Kamarnya yang biasanya di dominasi warna putih dan peach, kini didominasi bunga bunga berunsur putih bersih. Dengan beristigfar kecil, perempuan cantik dalam balutan gaun pengantin syar'i berwarna coklat keemasan itu mencoba menenangkan debaran kuat dijantungnya. Satu buket bunga edelweis yang memang tengah banyak mekar dibulan April ini, kini berada didalam genggamanya.


Tanpa make up yang berlebihan, ia terlihat cantik dan anggun pagi ini. Iya, Senin 12 Maret 20xx. Hari jadi pernikahanya dengan calon suaminya. Setelah melewati berbagai proses dan prosesi, tak luput dari berbagai kerikil menghalagi. Akhirnya pagi ini, mereka akan bersatu didalam sebuah bahtera rumah tangga.


"Subhanallah, mbak kok cantik banget sih?"


Puji seorang perempuan muda yang masuk dengan balutan kebaya berwarna senda dengan gaun pengantin Aurra dipadukan rok batik khas adat jawa tersebut.


"Mm, kamu juga cantik Syakira."


Ujarnya yang langsung senyum perempuan cantik itu terbit.


Syakira--adalah kekasih Zega. Gadis itu hadir kini sebagai keluarga dari mempelai wanita, bukan sebagai tamu.


"Akad nikahnya bentar lagi dimulai. Calon suami mbak Aurra itu, gantenggg banget."


Ujarnya terkagum kagum.


Aurra menunduk sambil tersenyum kecil dibalik penutup hijabnya.


"Ayo mbak lihat sini, acara ijab qabul nya disiarin secara live di IG nya temen A Zega."


Ujarnya sambil memperlihatkan tablet yang ia bawanya.


"Tuh kan mbak, acaranya udah mau dimulai."


Lanjut Syakira sambil mengambil posisi duduk disamping Aurra.


Gadis yang tengah menunduk itu tidak bergeming sedikitpun. Ia gugup sekarang, saking gugupnya ia tak berani menatap layar benda elektronik tersebut.


"Bismillah hirrohmanirrohim."


Itu suara seorang pria paruh baya yang sayup sayup Aùrra dengan. Posisi kamarnya dengan ruang tamu memang cukup jauh. Walaupun acara ijab qabul itu menggunakan microphone, tentusaja terdengar jelas dari arah tablet Ratu pula.


Dengan hati yang berdebar debar, gadis pemilik manik hazel itu berdoa didalam hati. Semoģa, niat baik yang pagi ini terlaksana akan berjalan lancar. Hingga suara familiar lantang yang sangat ia kenal, menganggu indra pendengaranya. Membuat gemuruh hatinya semakin menjadi, saat suara pria itu mengalun lantang tanpa cela. Sebelum mendengarkan suara yang ia yakink sebagai calon suaminya,ia mendengar lantunan Surat Ar-Rahman melantun dengan indahnya. Barulah selesai bacaanya, terdengar suara lantang dan penuh keyakinan yang familiar ditelinganya untuk kedua kalinya.


"*Saya terima nikah dan kawinya Aurra Putri Haidan Binti Dimas Barack Al-Haidan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Bagimana para saksi, Sah?"


"SAH*"


"Alhamdulillah. Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakhuma fiil hkairin ("mudah mudahan Allah memberkahi engkau dengan segala hal ( yang baik )dan mempersekutukan kamu berdua dalam kebaikan."


Hingga suara penghulu mengucapkan hamdalah dan doa untuk kedua pengantin, beban yang sempat menghimpit Aurra dengan segala debaran liarnya kini terasa terangkat dengan begitu saja. Kelegaan memdera hatinya, tanpa terasa kini sebutir air mata lolos dari mata indahnya.


"Alhamdulillah, mbak udah jadi istri tentara ganteng." Ujar Syakira sambil memeluk tubuh Aurra yang lebih mungil darinya.


"Eh, kok mantenya nangis sih?"


Itu bukan suara Syakira, melainkan Sayla.


Wanita paruh baya itu pagi ini terlihat cantik dalam balutan gamis coklat keemasan dengan aksen brokat dengan atasan kerudung senada yang melingkari apik menutupi aurrat wajahnya.


"Putri bunda kok menangis?"


Aurra berdiri sejenak, sebelum melangkah memeluk tubuh ibu sambungnya tersebut.


"Di hari bahagia ini, Aurra di larang menangis. Hari ini, Aurra harusnya bahagia."


Lanjut Sayla sambil merenggangkan pelukanya.


"Ini hari bahagianya Aurra, jadi Aurra gak boleh menangis." Wanita paruh baya itu mengusap air mata putrinya sambil tersenyum.


"Yuk, suaminya Aurra udah nunggu di bawah."


Ucapnya sambil mengusap punggung tangan Aurra yang terhiasi henna berwarna kecoklatan yang indah.


Putri cantiknya itu mengangguk, menerima uĺuran tangan sang bunda. Di dalam hati ia tak henti hentinya membaca basmalah. Kini rasa gugup itu kembali mendera relung hatinya. Tiba dipundakan tangga, hampir seluruh pasang mata menatap kearah sana. Mempelai wanita yang terlihat cantik turun bersama ibu dan calon adik iparnya-Syakira. Hampir seluruh tamu undangan terpana, hanya karena kecantikan lewat mata yang membuat terlena. Aurra dibantu Sayla untuk duduk disamping pria yang beberapa menit lalu telah sah mempersuntingnya. Ia tak berani monoleh sungguh, gugup dan malu sekaligus. Dirinya masih tertunduk, sambil meremas jemarinya sendiri. Dari ekor matanya ia sempat melihat pria itu terbalut pakaian formal berwarna senada yang membuatnya amat gagah nan rupawan pagi ini.


"Nanti luka tanganya Ra."


Lirih suara barithon disampingnya lembut menyapa indra pendengaranya.


Suara MC kembali terdengar, mengalihkan pusat perhatian mereka. Hingga intrupsi salah satu sunnah setelah menikah diucapkan. Mereka saling berhadapan. Bohong jika Van'ar tidak terpesona luar biasa. Perempuan yang telah menjadi istrinya ini sungguh luar biasa mempesona pagi ini. Selain itu, pria itu juga sempat didera kekhawatiran pasca menikah. Namun setalah acara ijab qabul usai dilaksanakan, beban berat itu terasa terangkat dengan sendirinya.


Dengan hati hati ia Aurra mengenakan cincin perak polos ke jari manis suaminya. Sebelum mengecup punggung tanganya. Mengucapkan syukur dan doa saat untuk pertama kalinya ia bersentuhan fisik dengan seorang pria kecuali Ayah dan Adiknya-Zega. Penggunaan cincin perak adalah sebagai alternatif, pengganti emas untuk pasangan muslim. Tentunya dengan kualitas yang tidak kalah baik.

__ADS_1


Mengingat penggunaan emas haram hukumnya bagi laki laki dalam agama islam. "Emas dan Sutra diharamkan bagi orang-orang muslim (laki-laki).” (HR Ahmad). Bahkan dalam riwayat Imam Muslim dari Ibnu Abbas ra, bahwa suatu waktu Rasulullah saw melihat seorang laki-laki memakai cincin emas, lalu beliau melepasnya dan menyatakan, “Adakah di antara kalian yang mengambil bara api neraka lalu memakaikannya di tangannya?” Inilah merupakan ancaman, bahwa memakai perhiasan emas bagi laki-laki sama halnya merelakan diri dibakar api.


Selain perak, ada juga tungsten karbida, platinum, titanium, Zirkonium hitam, yang bisa menjadi alternatif cincin pernikahan pengganti cincin emas.


Kini giliran Van'ar yang menyematkan cincin dengan hiasan permata berlian itu di jari manis Aurra. Cinci dengan berlian putih besar yang di desain khusus oleh sang bunda--Arkia.



Kemudian beralih mengecup pelan kening perempuan yang sudah resmi menjadi istrinya. Perlahan namun mampu menyalurkan perasaan hangat dan cinta kasih yang tulus untuk istrinya. Menyalurkan segala getaran yang mendebarkan hati Aurra.


Masih dengan posisi itu Van'ar bergumam kecil, melapadzkan Doa yang di baca saat sentuhan pertama yang diberikan seorang suami kepada istrinya.


"Bismillahi allahumma barikly fihya wabarik laha fi (ya Allah berkahilah dia untuku,dan berkahilah untuknya). Allahumma inni as-aluka khairo-ha wa khaira-ha ma jabaltaha 'alaihi wa a-'udzu bika min syarriha wa min syarri majabataha 'alaihi (ya Allah,aku mohon kebaikanya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku lindungi dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa)."


Tepuk tangan riuh dari para tamu undangan dan sanak saudara, juga deraian air mata haru mengiringi acara ijab qabul pagi ini. Apalagi pasca silaturahmi dengan sanak saudara juga kerabat,air mata tak dapat dibendùng lagi. Pagi ini, Senin 12 Maret 20xx pukul 08.22 menit waktu Indonesia barat, sepasang insan yang mencintai karena tuha-Nya telah sah menjadi sepasang suami istri. Mengikat janji suci untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama, senang atau sedih, sakit atau sehatnya akan mereka lalui bersama hingga maut memisahkan.


Selesai dengan acara ijab qabul dipagi harinya. Ketika hari mulai beranjak siang seluruh keluarga pengantin wanita serta para tamu undangan di boyong menuju kediaman Radityan. Tak tanggung tanggung, keluarga pemilik perusahaan raksasa itu menyiapkan puluhan kendaraan roda empat mewah untuk mengantarkan mereka. Belum lagi ratusan bodyguard yang sudah siap sedia mengawal keamanan kedua menpelai dan keluarga.


Resepsi yang rencananya akan diadakan selama tiga hari tiga malam itu bukan main megahnya. Padahal Van'ar maupun Aurra sudah menolak rencana keluarga mereka untuk mengadakan resepsi sebesar besarnya. Tapi apalah daya, Kia dan Vano utamanya yang paling mendominasi disini. Di dukung oleh Lunar yang mereka pikir ini adalah pernikahan pertama di generasi kedua keluarga Radityan. Jadi harus di adakan semegah mungkin.


Resepsi yang mengusum tema Garden Party tersebut, tak main main indahnya. Bahkan Vano-selaku penyelenggara tak segan segan untuk meraih kocek dalam dalam untuk mengubah masion besarnya menjadi istana. Mansian megah dua lantai dengan dua puluh kamar tidur itu, di hias dengan berbagai pernak pernik pernikahan yang menakjubkan. Bahkan taman luas disekeliling Mansion, yang luasnya tiga kali dari ruas bangunan itu sendiri. Kini sudah disulap menjadi tempat yang memukau dengan dekorasi putih bersihnya.


Di asaat pertama memasuki pelataran rumah megah itu, para tamu akan di suguhi jalan jalan cantik yang dihiasi berbagai bunga berwarna putih. Juga ada altar resepsi yang dibuat dengn cantik disebelah barat. Tepatnya di taman khusus pohon cemara dan pinus. Bunga mawar kuning yang juga tengah bermekaran, menambah keindahan nàn asri disekelilingnya.



Kesan kesan natural juga sangat di tonjolkan disisi lain taman keluarga Radityan. Di sekitaran pohon cemara yang berderet rapih, diatas hamparan rumput hijau yang asri. Sebuah palang pintu dibuat sebagai dekorasi fhoto prewedding yang cantik. Tak lupa, beberapa pijakan balok kayu berbentuk dadu turut serta melengkapinya.



Area kolam air mancur sebelah utara pun tak luput dari spot indah hari ini. Kolam berbentuk segi empat itu sengaja disulap menjadi tempat makan dan tempat santai outhoor yang nyaman. Masih dengan nuansa putih putih dan coklat kayu. Kursi kursi kayu dibuat melingkari meja dengan rapih.



Selain tempat makan dan singgah diluar ruangan, didalam ruanganpun tak mau kalah. Sayap kiri mansion keluarga radityan yang menghadap langsung ketaman, didekorasi menjadi tempat yang nyaman untuk singgah para tamu undanga. Nuansa putih kembali mendominasi, dibarengi dengan pemandangan hijau dari kaca besar yang langsung menghadap kearah taman.



Setiap para tamu undangan akan disuguhi pemandangan indan nan asri selagi menikmati jamuan yang diusum dengan varian rasa makanan tiga negara tersebut. Indonesia-tanah air dari si pengantin. Turki-tanah kelahiran mempelai pria dan Kia-selaku keluarga dari mempelai pria. Juga Jerman-as al mula kampung halaman Aurrin bunda Aurra. Ini dilakukan agar para tamu undangan tahu, apa alasan menonjolkan tiga masakan dari tiga negara yang berbeda. Karena dari dua Negara itu wanita yang melahirkan si pengantin terlahir, dan berakhir di poros tanah Air mereka bertemu.



Nampak juga di dekat pelaminan ada sebuah ikon yang cukup mencuri perhatian. Tempat duduk para pengantin yang dihiasi bunga dan dekorasi putih bersih dan coklat keemasan, walaupun masih putih yang mendominasi. Keduanya duduk dengan senyum bahagia menyelami setiap tamu undangan yang datang memberi selamat. Sebagian anak kecil yang datang diantara para tamu juga merasa tertarik oleh sebuah wedding cake berbentuk cute yang diletakkan didalam benda mirip sangkar burung.



Semua orang tampak bahagia, tak terkecuali sepasang insan yang baru saja resmi menjadi suami istri tersebut. Si suami terlihat sangat peka, ketika istrinya merasa letih.


"Sakit ya Ra? Ini sampe merah loh."


Ujar pria tampan itu, yang kini terlihat gagah dengan balutan tuxedo hitamnya.


Pria yang biasa terlihat manly di balik seragam lorengnya itu, kini terlihat rupawan dengan tuxedo hitam plus dengan dasi kupu kupu hitam dan pantopel hitam mengkilatnya. Melihat gurat gurat letih dimata sang istri, ia dengan sigap memberi sesuatu agar rasa letih perempuan yang baru beberapa jam resmi menjadi istrinya itu, sedikit berkurang.


"Ganti pakai flatshoes aja ya Ra?"


"Ehh, gak usah mas. Aurra gak papa kok."


Cicit perempuan itu kecil.


Sesungguhnya ia masih gugup saat ini. Belum lagi banyak yang menoleh kearah mereka saat suaminya itu berlutut dihadapanya.


"Ini lecet, aku ambilin salep ya?"


Ujar pria tampan itu lagi.


Hati Aurra menghangat, pasalnya ia dikirimkan seorang suami yang penyayang dan perhatian seperti sosok suaminya ini.


Dia menggeleng kecil meyakinkan, agar suaminya itu tak perlu repot repot mengkhawatirkanya lagi.


"Aku ambilin salep ya?" Lagi, perempuan itu menggeleng.


"Mas duduk aja, itu-ada banyak tamu yang ngelihatin." Cicitnya kecil sambil menarik narik ujung jas yang dikenakan suaminya.


"Ya sudah."


Pasrah pria tampan itu, sambil kembali duduk disamping istrinya.


Ratusan lebih para tamu undangan masih berdatangan hingga malam hari. Rencananya esok, hari kedua resepsi ini akan diadakan upacara khusus. Di hari ketiganya, keluarga besar mereka akan mengadakan kumpul keluarga dan pengajian untuk syukuran atas bersatunya dua keluarga. Kini sebagian tamu yang datang yaitu dari pihak kerabat dan sahabat sejawat. Untuk rekan rekan sejawat Van'ar akan datang esok hari sejalan dengan diadakanya acara khusus untuk esok hari.


Ketika sang surya telah berganti dengan binar rembulan.Keadaan mansion yang tadinya ramai kini berangsur angsung sepi. Tinggal pihak keluarga dan pihak wedding organizer yang bertugas dilapangan yang masih turut hadir hingga malam menjelang. Sudah pukul sepuluh malam, akhirnya kedua pasangan pengantin baru ini bisa mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah letih.


Setelah berpisah dengan keluarganya, Aurra kini tinggal di mansion Keluarga Radityan sebelum nanti suaminya itu memboyong dirinya kerumah mereka pribadi. Di sinilah keduànya, meminimalisir kecanggungan yang hadir sebisa mungkin.


"Ayo masuk Ra."

__ADS_1


Itu suara Van'ar-pria yang sudah resmi menjadi suaminya.


"I-iya mas."


Cicitnya kecil, sambil membaca basmallah ia melangkah masuk.


Ruangan yang didominasi warna abu abu ìtu menyambutnya saat pertama kali masuk. Di dalam ruangan yang luas itu, semua perabotan dan interior ruangan itu terlihat didesain seminimalis mungkin agar memberikan kesan luas. Semua benda terlihat berjejer rapih, dengan ranjang king size ber-bedcover abu abu menjadi ikon ditengah ruangan. Menurut Aurra ruangan ini tidak lebih dari kamarnya. Di sudut ruangan, ada berbagai fhoto yang ia yakini fhoto suaminya. Tidak banyak, namun tertata rapi di dinding bercat abu tersebut. Di sisi lainya ada lemari baju,dengan seragam kebanggaan sang suami yang tergantung apik dibalik lemàri kaca. Yang paling mencolok untuk Aurra adalah pojok sebelah utara, dekat pintu balkon. Sebuah box bayi terbuat dari kayu, dengan hiasan gantungan mainan bayi berbentuk pesawat terbang, roket dan antariksa melengkapinya. Ia speechles, box bayi itu terlihat seperti baru dan masih terawat.


Apa maksudnya itu? Pikirnya.


"Ra, kenapa malah bengong sih?"


Sentuhàn pelan di lengan kananya, membuat Aurra refleks menoleh.


"Ada apa? Kok kamu bongong terus Ra?"


Tanya sang suami yang entah sejak kapan sudah melepas jasnya.


"Ah, enggak kok màs."


Ralat Aurra.


"Ya sudah, kamu mandi gih. Aku udah siapin air panasnya, biar aku mandi dikamar sebelah."


Ujar Van'ar lembut sambil menyentuh ujung khimar Aurra.


"Habis itu kita salat isya berjamaah."


Aurra baru ingat, ia beristifgar kecil karena lupa menunaikan ibadah wajibnya.


Berhubung tadi saat isya tamu sedang banyak banyaknya, jadilah Aurra belum bisa menunaikan ibadahnya.


"Kata bunda, bajunya kamu sudah ada dilemari. Ambil aja ya, jangan sungkan. Mulai sekarang anggap ini seperti kamar kamu sendiri."


Aurra mengangguk, kemudian ia beranjak memasuki kamar mandi setelah mengambil baju gantinya.


Benar sàja, disamping pakaian Van'ar sudah tertata rapih pakaian miliknya yang sebagian besarnya masih baru. Selesai dengan ritual membersihkan tubuhnya, Aurra melaksanakan shalat berjamaan untuk yang pertama kalinya dengan imam suaminya sendiri.


Mencium punggung tangan suaminya seusai salat, yang dijawab kecupan singkat dikeningnya.


بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنَّا فِي صَاحِبِهِ أَللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ 


“(Semoga) Allah memberkahi masing-masing dari kita dengan pasangannya. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikannya dan kebaikan pasangannya, dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan pasangannya.” 


Van'ar bedoa lirih ditengah kecupan singkatnya. Memohon kebaikan untuk ia dan pasanganya agar selalu berada didalam lindunganya.


"Bismillah, semoga aku bisa membimbingmu kejalan Allah yang baik ya-Ra."


Ujarnya sambil tersenyum manis, selepas kecupanya berakhir.


"Amiin mas."


Jawab Aurra kecil.


Bismillah, karena segala sesuatu yang baik selalu diawali oleh niat yang baik. Hari ini, kemerdekaan telak diproklamasikan. Jarak telah terhapuskan dan cinta akan segera tumbuh untuk menyatukan.


Happy wedding day couple VanRa (Van'ar dan Aurra)


Sumber : @IG_GardenPartyWedding


@Allunawedding KARATVAN.co.id 


***


To Be Continue


Holla, selamat malam readers🖑🖑


Disini mati lampu guys, tp aku tetep update dengan semangar 45. Mengingat kalian sangat menunggu hari-H nya mereka😊😊.


Semoga aja jaringan berbaik hati, dan riviewnya gak lama nyampe berhari hari kayak kemarin.


so, sekarang mana nih komentar nya🤗🤗


Yang banyak yaaa, jangan lupa like dan votenya😙😙


Maaf jika typo masih bertebaran🙏🙏


**Hasil Revisi yoo,maķasih masukanya readers🤗🤗


Ok, sampai jumpa lagi dipart berikutnya🤗🤗


Sukabumi 20 mei 2020


20.25

__ADS_1



__ADS_2