
..."Bukan masalah seberapa lamanya, atau seberapa susah rintanganya. Menurut banyak opini, yang susah itu adalah bagaimana cara kita bertahan dan menyikapi tiap ujian yang datang melintang."...
...-Keevan'ar Radityan Az-zzioi-...
...BSJ 83 : Triple Dating...
...****...
"Kamu mau makan apa Irra?" Tanya pria tampan berpakaian formal tersebut.
"Hm, yang enak apa ya?" Sahut wanita cantik disampingnya.
"Apa aja enak, asalkan sama kamu." Celetuk pria tampan tersebut.
"Eakk, receh bang." Sahut sepasang sejoli yang duduk di hadapan mereka.
"Apa?!" Sengit pria tampan tersebut.
"Kalau singa jantan lagi bucin, galak-galak gimana gitu ya Ai?"
"Iya." Sahut gadis berhijab pasmina tersebut, seraya terseyum manis.
"Ck, tanganya di kondisikan." Intruksi pria lainya, datar.
"Apaan sih bang, sama pacar sendiri ini." Cicit gadis itu kecil.
"Bukan muhrim." Ujar pria tampan yang tengah mengelus perut buncit milik istrinya tersebut.
"Bang Anzar juga sama kok, tuh lihat." Ujar Lunar kembali menjawab.
Si empunya nama langsung melirik adiknya tajam. Sambil berdeham kecil, ia melepaskan tautan jemarinya.
"Abang kan bentar lagi nikah." Dalihnya santai sambil mengecup pucuk kepala sang kekasih.
Airra yang mendapat serangan tiba-tiba tersebut, hanya bisa membelalakkan matanya kaget.
"Bukan muhrim!" Ujar si kembar-Van'ar dan Lunar bersamaan.
Beginilah jadinya, jika trio putra putri Radityan muda yang tengah date bersama. Bukan saja double date, tetapi triple date yang mengasikkan bahkan penuh kejutan didalamnya. Ketiganya nampak serasi dengan pasanganya masing masing. Ada si sulung Anzar bersama Airra pasanganya. Ada si Biglear-Van'ar dengan istri tercintanya-Aurra. Dan juga, ada si bungsu Lunar-bersama tunanganya Arkan.
Pagi ini mereka rencananya akan kencan bersama. Memanfaatkan waktu libur ini, untuk makan dan mengisi waktu luang bersama. Jadilah mereka memilih dating di RaRa's caffe milik Van'ar yang di kelola oleh Lunar. Beberapa jam ini, mereka lalui dengan obrolan obŕolan kecil. Seputaran bisnis, asmara, politik, hobby, hingga jenjang kepernikahan. Sesekali terdengan tawa dari arah keenamnya, apalagi jika bukan soal Arkan penyebabnya.
"Ini sudah bulan kejutuh ya Ra, besar banget ya kelihatanya." Tanya Irra sambil tersenyum kecil.
"Iya, mungkin karena mereka berdua. Sudah sewajarnya kelihatan lebih besar dari kehamilan tunggal." Ujar wanita berhijab syar'i tersebut.
"Bang Van'ar sih mantul, sekali coba langsung dapet dua goals." Ujar Arkan sambil tertawa kecil.
Lunar yang melihat tingkah sang kekasih hati hanya tersenyum kecil. Sudah bukan rahasia lagi, jika kekasih hatinya ini suka sekali membuat orang ketawa.
"Jangan salah, nanti pas kita uji coba juga, kita langsung dapat triple, bukan double lagi."
Ujar Anzar tak mau kalah, sambil merangkul bahu sang tunangan.
"Siapa juga yang mau hamil triple, bukanya aku nolak. Aku mah sedikasihnya aja nanti.
Hamil itu gak mudah, apa lagi triple." Kesal wanita berdress silver tersebut.
"Huahaha, kakak ipar gagal melancarkan misi punya baby triple." Lagi, tawa Arkan mengumbara.
Membuat orang orang di sana ikut tersenyum karenanya. Sedangkan Anzar, hanya cemberut tak suka karena dirinya terus menerus dipojokkan.
"Kamu mau makan apa dek? Ini udah waktunya makan siang." Ujar Van'ar menawarkan.
"Salat dulu deh mas, baru makan." Jawab Aurra, yang langsung diangguki kecil oleh sang suami.
Waktu yang tidak terasa telah berjalan begitu cepat, mengantarkan mereka kepada pertengahan hari. Lunar dan Airra yang sedang ada tamu bulanan, memilih untuk memasak di dapur caffe. Sedangkan Anzar dan Lunar salat diruangan Lunar. Van'ar dan Aurra sendiri, memilih menunaikan ibadah dzuhur diruangan milik Van'ar. Maklum, bukan muhrim menurut Van'ar jika wajah ayu istrinya dilihat pria lain. Dalam agamapun memang ada batasan batasanya.
Grep
"Eh, mas. Kalau ada yang lihat gimana?" Kesal wanita berdress silver yang tengan sibuk mengaduk sup tersebut.
"Sebentar, Lunar lagi dikamar mandi kan?" Ujar pria pemilik lengan kekar yang melingkari pingangnya tersebut.
"Tapi mas?" Cicit Airra kecil, merasa kurang nyaman dengan posisi ini.
__ADS_1
Jujur Anzar cemburu melihat keromantisan sang adik dan istrinya. Rasanya, ia juga ingin cepat cepat menghalalkan hubunganya dengan Airra, dan membuat Anzar juga Airra junior secepatnya. Dih, Anzar jadi ngebet pen nikan ceritanya.
Cup
"Ke KUA yuk yang." Ujarnya sambil mengecup pucuk kepala sang kekasih sayang.
"Ish, apaan sih. Awas deh mas, aku lagi masak ini."Ujarnya sambil menggerakkan bahunya kesal.
"Yuk yang, kebelet nikah ini."
"Ish, omonganya dijaga ya. Orang tinggal sebulan lagi, kita nikah." Jawab Airra sambil mematikan kompor.
Membalikkan tubuhnya,agar bisa berhadapan dengan Anzar secara langsung.
"Besok aja yuk, aku juga maunya besok sayang."
Ujar Anzar lagi.
"Kurang dari 30 hari lagi mas, sabar kenapa sih?"
"No, aku maunya besok."
"Ish, nyebelin." Kesal Airra.
Lagi lagi, ia harus menghadapi sikap childish juga egois pria ganteng satu ini. Pernikahan yang akan dilangsungkan di bulan depan, akan dilaksanakan esok hari? Tentulah Airra kesal, pasalnya ia sudah menetapkan tanggal cantik untuk hari istimewanya kelak.
"Ok, tapi kamu harus langsung hamil baby triple ya?"
"Ih, apaan sih mas, sedikasihnya aja kenapa sih."
****
"Aisyah?!"
"Astagfirullah haladzim." Kaget gadis berpasmina tersebut.
"Mas ngagetin ih." Lanjutnya, sambil memukul pelan bahu pria tampan di hadapanya.
"Maaf ya, iseng tadi." Ujarnya sambil terkekeh kecil.
"Mas, lagi ngapain disini?" Tanya Lunar akhirnya.
Lunar tersenyum tipis, bukan saja humoris. Arkan ini jagonya ngegombal. Dengan kalimat simple saja, dia bisa membuat si bungsu putri Radityan ini selalu speechlesh.
"Ai?"
"Ya, kenapa mas?"
"Kamu tahu tidak, kenapa banyak yang suka panggil kamu Aisyah?"
Lunar menggeleng, bukan hal yang ia ketahui pasal ini. Ia juga tidak tahu, kenapa orang orang disekitarnya suka memanggilnya Aisyah. Bukan saja Van'ar-kembaranya, beberapa orang juga termasuk Arkan begitu.
"Kenapa?"
"Karena bukan hanya cantik dan pintar seperti Aisyah istri rasulullah, kamu juga bidadari yang selalu membawa damai hati banyak orang, termasuk hatiku."
Deg
Lunar speechless, mendengarkan perkataan sang tunangan tercinta.
"Tuh kan, keluar jurus andalanya." Ketusnya salting.
"Mana?"
"Itu barusan." Kesal Lunar.
"Yang ada, tunanganku ini yang salting." Ujar Arkan sambil tersenyum lebar dan mengacak pucuk hijab kekasih hatinya.
Ingin rasanya ia segera menghalalkan hubunganya dengan Lunar. Namun, agaknya rencana baik itu harus tertunda terlebih dahulu. Pertama, dikarenakan pernikahan calon kakak iparnya dengan wanita pilihanya yang akan dilangsungkan bulan depan. Oleh karena itu, rencananya untuk mempersunting si bungsu ini harus di cancelnya lebih awal, hingga tahun berikutnya. Kedua, ia ingin kekasih hatinya ini melanjutkan mimpinya yang tinggal di depan mata lagi. Sepertinya,Arkan harus lebih bersabar lagi.
****
"Eh, mas mau apa?" Tanya wanita dengan balutan mukena putih tersebut.
"Kiss bumu." Jawab si pria jujur.
__ADS_1
Aurra-wanita cantik itu terperangah bukan main. Suaminya ini memang jarang meminta skinship di bibir, palingan di bagian kening atau pipi. Tapi semenjak beberapa saat yang lalu, kebiasaan skinship itu selalu dimintanya dengan izin terlebìh dahulu.
"Kenapa?" Tanya Aurra akhirnya, bingung.
"Mau." Jawab pria tampan berpeci hitam itu santai.
"Alasanya?"
"Kenapa harus pakai alasan sih dek?" Tanya Van'ar akhirnya.
"Nanti kalau ada yang lihat gimana?" Tanya Aurra pelan sambil menunduk.
"Lihat mas." Ujar Van'ar sambil menaikkan dagu sang kekasih hati dengan tanganya.
"Kita sudah sah atas nama agama maupun negara dek." Ujarnya sambil tersenyum tipis.
Van'ar memang seseorang yang tipikal kaku dan susah untuk mengekspresikan perasaanya. Tetapi, semenjak menikah ia sudah lebih baik dalam mengatasi ekspresinya. Apalagi jika dekat dengan sang istri, Van'ar tak akan sungkan-sungkan untuk berbuat sesuatu yang di luar kebiasaanya. Ternyata cinta memang seindah itu, apalagi jika sudah berlabel halal di mata agama juga negara.
"Boleh ya? mas minta izin dek." Ujarnya meminta.
Aurra tak kuasa mengulas senyumanya. Di awal awal menikah, ia memang selalu digunjingkan karena menikahi berondong yang lebih muda darinya. Tapi, sedari awal Aurra memang tak pernah ambil pusing akan masalah perbedaan usia tersebut. Aurra mengangguk mengiyakan. Setelah salat, selain sun tangan dan kecup kening. Van'ar juga kadang minta izin untuk kiss yang lainya.
Dengan senulas senyum tipis, Van'ar mengambil kesempatan itu dengan baik. Menjatukan ciumanya di bibir ranum sang istri. Selama hidupnya ciuman pertamanya itu menjadi milik istrinya, bidadari surganya kelak, ibu dari calon anak anaknya pula.
"Terimakasih dek." Ujarnya penuh perasaan.
****
"Jam segini pasti selalu macet panjang."
"Mereka sedang apa sekarang? Pasti sedang makan siang."
"Ish, mereka nge-date gak ngajak ngajak!"
Gerutu pria tampan dengan setelan formal tersebut.
"Bapak kenapa?" Pria berkacamata baca itu mendongrak.
Saking khusunya ia melamun, sepertinya ia lupa akan keberadaan seseorang disampingnya.
"Kamu, dengar ucapan saya sejak tadi?"
Tanyanya kikuk.
Gadis bermanik emerald itu mengangguk mantap. Untuk sekejap Aksara--pria tampan itu ingin sekali menceburkan dirinya ke segitiga bermuda saking malunya.
"Bapak kenapa, malu ya?" Tanya gadis itu tepat pada sasaran.
"Tidak, untuk apa saya malu." Bantahnya.
Bagimana bisa seorang CEO ternama sepertinya mengakui jika dirinya malu karena menggerutu sendiri.
"Kamu, temani saya makan siang." Titahnya paten pada akhirnya, mengalihkan topik pembicaraan yang hanya dijawabi gelengan oleh sekretasis imutnya.
Gadis berusia 24 tahun, yang keberadaanya tentu tak dianggap ada oleh Aksara. Lagi pula, dia terlalu sibuk mengurusi badmood-nya di tinggal nge-date oleh orang orang terdekatnya.
"Maaf ya pak, siang ini saya ada janji sama pacar."
Jleb
Seorang Aksara di tolak secara langsung dalam sekali lempar. Mau di simpan di mana harga diri pria tampan juga gagah ini. Duh tong, malang sekali nasibmu ini!
"Yasudah." Jawabnya datar.
Nasib, nasib. Jomblo menahun mah, ada saja godaanya. Ampun dah, mungkin nanti ada yang mau menemani CEO ganteng satu ini?
○○○
To Be Continue
Selamat pagi readers😅😅
Maaf baru bisa update sekarang🙏🙏
Hari ini hari terakhir mpls, jadi masih sibuk disekolah. Semoga saja kalian bisa memakluminya. Setia menunggu update aja ya.
__ADS_1
Sukabumi 15 Juli 2020
07.37