
...'Entah ada atau tidaknya hubungan darah yang memikat, kalian tetaplah putra bunda.'...
...-Arkia Shalfira Mubaraq-...
...BSJ 39 : GG Bersaudara...
...****...
Ketika petang akan kembali menjelang, saat kedua pria tampan itu memasuki rumah mewahnya di kota New york. Setelah menjalankan misi yang berlarut berbulan bulan ini, keduanya akhirnya bisa kembali kerumah megah milik mereka pribadi. Rumah dua lantai dengan desain eropa modern, di lengkapi dengan berbagai high fasilitas dan juga berbagai macam tingkat keamanan.
Berhubung keduanya tinggal berdua, rumah adalah tempat singgah dan kembali tercepat bagi mereka. Apalagi rumah ini, memiliki banyak historis didalamnya. Dulu, jauh sebelum tragedi itu terjadi, mereka pernah hidup bahagia disini bersama kedua orang tuanya. Sebelum kecelakaan naas merenggut nyawa kedua oranģ tua mereka.
"Bang, aku simpan dia di kamar atas?"
Ujar sebuah suara dari balik punggung pria tampan yang tengah menatap air kolam tersebut.
"Hm."
Pria tampan bernama--Galaksi Reynand Pradipta itu meng--iyakan dengan gaya khasnya.
"Terus, besok kita balik ke Jakarta kan?"
Tanya sang adik. Dia--Galaksi beralih menoleh, menatap adik satu satunya tersebut.
"Apaan sih bang, Aku cuma kangen bunda."
Ralat sang adik sambil mengalihkan pandanganya.
Galaksi berdeham kecil, ia tahu pria muda yang hobby berburu dihadapanya itu punya tujuan lain. Sedari kemarin Gemintang Reynando Pradipta atau Gemintang-terus menanyakan kapan kepulangan mereka ke Jakàrta. Saat ditanya kenapa, pria muda tampan itu selalu saja berdalih atas nama pernikahan Abang mereka-Van'ar.
"Subuh, kita flight ke Jakarta." Ujar Galaksi santai.
Wajah pria muda tampan itu langsung sumringah, sambil menatap kakaknya antusias.
"Terus, dia gimana?"
Tanyanya,membuat Galaksi diam sejenak.
"Besok ada dokter dan perawat yang jaga dia dua puluh empat jam selama kita pergi."
Lanjutnya.
"Ok, kalau gitu aku mau packing dulu bang." Ujar Gemintang antusias.
Jika kalian berpikir Gemintang se-antusias itu karena dia menemukan pujaan hati, maka jawabanya salah. Ia hanya sangat ingin menghadiri sebuah upacara, dimana acara itu melambangkan bahwa abangnya-seorang perwira muda, akan melepaskan masa lajangnya. Iya, Prosesi Pedang Pora maksudnya, acara yang amat Gemintang nanti keberlangsunganya. Karena perjalanan menggunakan pesawat udara memakan banyak waktu, mereka harus rela tidak menghadiri acara ijab qabul Van'ar dan Aurra. Selain itu, Gemintang juga nyatanya terpikat oleh objek lain sehingga ia ngebet pengen kembali ke Jakarta. Ya, objek yang menurutnya tidak terlalu penting namun mampu menganggunya.
Bekerja sebagai salah satu anggota intelegen rahasia, diusianya yang masih muda. Terkadang membuat keduanya terlihat jauh dari kata mampu, menurut pikiran pesimis beberapa golongan. Saat ini, Galaksi tengah menyelesaikan S2 nya disalah satu universitas ternama. Namun dengan keenceran otaknya, Galaksi semenjak masa magang dibeberapa kantor firma hukum, selalu bisa menangani dan memenangkan kasus kasus yang dilimpahkan kepadanya secara apik dan akurat. Bahkan tak banyak orang tahu, dirinya sudah bekerja disebuah intelegen khusus dibawah naungan FBI.
Biro Investigasi Federal (bahasa Inggris: Federal Bureau of Investigation (FBI)) adalah badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat (DOJ). Sekarang ini, FBI memiliki yurisdiksi investigasi atas pelanggaran lebih dari 200 kategori kejahatan federal dan oleh karena itu memiliki otoritas investigasi yang terluas dari badan penegak hukum lainnya di Amerika Serikat. Daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari FBI merupakan daftar yang telah digunakan sejak 1949 untuk mengumumkan buronan publik yang dicari. FBI bukan institusi Kepolisian Nasional seperti dimiliki banyak negara, misalnya Indonesia, Prancis, dan Inggris. Saat ini, FBI dipimpin oleh Robert S. Mueller III, yang menjabat sejak 2001.
Sejak tinggal di Amerika Serikat, Galaksi dan Gemintang memang sudah beralih kewarnanegaraan. Itu semua mereka lakukan atas kehendak sendiri, tanpa paksaan. Mengingat hampir delapan puluh persen hidup mereka dihabiskan dinegri tersebut. Namun, Indonesia bagi mereka tetaplah kampung halaman tempat kembali pulang. Karena disana, ada bundanya dan keluarga yang menyayangi mereka tanpa terbatas ikatan darah.
"Oh, son kamu belum tidur rupanya?"
Ujar Galaksi tersenyum kecil, menatap sebuah objek besar dihadapanya.
Inilah yang selalu ia rindukan saat pulang kerumahnya. Menyapa hewan peliharaan kesayanganya, yang selalu ia jaga seperti anak sendiri. Son-begitu ia memanggil kucing besar pemakan daging tersebut. Ketika mendengar suara si majikan, Son-kucing besar itu akan segerà berlari kesisi kandangnya. Mengeluarkan raungan khas miliknya yang menurut sebagian orang menakutkan, namun tidak bagi Galaksi.
"Son, daddy pulang."
Ujarnya sambil berjalan santai memasuki kandang hewan buas tersebut.
Hewan hasil hibrid atau kawin silang dari Singa dan Harimau itu bernama Liger. Sedari bayi-Son sudah dirawat oleh Galaksi. Ia membeli hewan ini dari salah satu pecinta hewan buas dengan surat menyurat yang mengizinkanya memelihara hewan istimewa pemakan daging ini.
Liger (diambil dari kata “lion” dan “tiger”) atau dalam Bahasa Indonesia disebut simau (singa dan harimau) merupakan hasil kawin silang seekor singa jantan dan seekor harimau betina.
Jika seekor singa jantan dikawinkan dengan seekor liger, akan menghasilkan liliger yang lebih dominan seperti singa. Sedangkan jika seekor harimau jantan dikawinkan dengan seekor liger, maka akan menghasilkan tiliger yang lebih dominan seperti harimau.
Galaksi dan Gemintang memang hobby memelihara hewan. Tetapi, bukan semacam hewan peliharaan seperti kucing, anjing, marmut atau unggas pada umumnya. Jika Galaksi-dia tipikal pria muda yang suka memelihara hewan buas seperti keluarga kucing besar. Menurutnya, mereka itu menangtang dan menggemaskan. Dulu saat masih duduk dibangku kuliah semester awal, dia bahkan memelihari sepasang jaguar dan tiga ekor singa. Ketika salah satu jaguarnya mati, Galaksi memilih memberikan sisa kucing besarnya itu untuk dirawat dipenangkaran. Kini ia memiliki Son-si kucing besar manja miliknya juga dua jaguar sepasang miliknya. Selain itu,ia juga memiliki seekor burung unta besar namun sudah memiliki tiga anak.
Sedangkan Gemintang-sang adik lebih suka memelihara hewan hewan yang lebih minimalis. Menurutnya, hewan mini itu menggemaskan. Tetapi yang ia pelihara bukanlah hewan mungil seperti hamster, atau hewan melata kecil lainya. Melainkan hewan hewan dari keluarga pemintal benang. Ia sudah hobby mengoleksi laba laba beracun, hingga tarantulan sejak kecil. Bahkan Almarhum Bara sampai dibuat bingung sendiri dengan hobby kedua putranya ini. Selain itu Gemintang juga hobby mengoleksi kalajengkin gurun dan kelabang. Hadehh,aneh bukan?
Ia bahkan pernah marah besar kepada sang kakak, saat salah satu laba laba langka miliknya dimakan ular phiton peliharaan Galaksi. Terlepas dari hobby keduanya ini, Galaksi dan Gemintang memang memiliki jiwa penyayang terhadap animal. Mereka juga bahkan memiliki 7 pasang ayam mini dan jupa 4 seekor merpati pos.
Dengan langkah santai, pria tampan bersurai hitam itu menaiki udakan tangga. Berjalan lurus kearah kanan, lalu berbelok dikamar ketiga dari kamarnya. Ia membuka knop pintu bercat putih tersebut perlahan, sebelum memasukinya. Tepat dua langkah dekat ranjang king size tersebut ia berdiri mematung. Menatap nanar objek yang terbaring tak berdaya dengan berbagai alat medis terpasang ditubuhnya.
"Ini buah dari bibit yang kamu tuai bang."
Lirihnya, sambil memasukkan tanganya kesaku celana.
Ia memang sengaja tidak memberitahu keluarganya perihal keadaannya. Lagi pula, mereka tengah berbahagia kini. Dan dia tidak mau menjadi sumber kehancuran kebahagiaan mereka, terutama bundanya.
"Karena kebrengs*kan abang. Bunda sakit hati, ayah dibuat malu, terlebih lagi abang membuat sebuah hati patah."
Jedanya.
"Tapi, bang Van'ar sudah memperbaiki semua akibat dari ulah abang. Bang Van'ar sudah bahagia, Galaksi harap bang Anzar juga bisa bahagia nanti."
Pikiran Galaksi kembali nyalang, memutar kejadiaan naas puluhan jam yang lalu.
--FLASHBACK--
__ADS_1
Seorang pria tampan terlihat tengah melangkahkan kakinya menuju salah satu caffe di kota Berlin, Jerman. Beberapa hari yang lalu ia mendapat info jika kekasih hatinya itu singgah kenegara ini dengan ayah dari calon bayi mereka.
Dia Anzar-terlihat meneliti sekeliling ruangan caffe. Siapa yang tak geram jika kekasih hati yang dicintainya sepenuh hati, didambakan bak putri, telah menghianati cinta yang suci.
Belum lagi dia pergi tampa meninggalkan secuil penjelasanpun. Anzar tidak mau semudah itu menyerah, dia mencintainya maka akan ia perjuangkan. Ia mennyayanginya, maka pertahankan. Hidup seorang Keevanzar Radityan Al-faruq hancur setelah ditinggalkan dengan luka penghianatan. Ia dicampakkan begitu saja tanpa kejalasan.
Bucin iya, bodoh juga iya kau man! Damn, ia itu seperti petuan sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah dikhianati, disakiti dan dicampakan begitu saja, kini bisnisnya mulai memasuki kebangkrutan. Hampir seluruh perusahaan properti miliknya beralih kepemilikan. Uang pribadinya dan uang perusahaan habis digondol pencuri yang ternyata mantan sekretarisnya. Beberapa resort dan penginapanya mulai sepi pengunjung dan terbengkalai. Bahkan Anzar harus rela menjual beberapa koleksi jam tangan mewahnya, demi menopang biaya kehidupanya. Dari puluhan platinum card miliknya, tinggal dua yang masih dapat digunakan. Anzar Bangkrut sekarang, ia bahkan hampir menjadi gelandangan dinegri orang. Ia bahkan pernah dìsangka penipu hanya karena kartu miliknya tidak dapat digunakan untuk membayar segelas kopi.
Iya geram, namun bukan berarti ia menyerah memperjuangkan cintanya. Ia butuh penjelasan setidaknya.
Di sana, ia melihat sosok cantik yang sangat ia rindukan akhir akhir ini. Duduk dengan anggunya, tubuhnya yang dibalut dress berwarna coktat gelap terlihat sedikit gemukan dibagian perut. Ah Anzar baru ingat, ada nyawa yang tengah berkembang didalam sana. Mengingat fakta itu, ia ingin sekali menghabisi ayah dari calon bayi tersebut. Bisa bisanya-pria bajing*n itu menaburkan benihnya di rahim kekasihnya.
Seulas senyuman manis yang selalu dirindukanya, terlihat tersungging dibibir wanita cantik yang tengah menikmati soup jamur tersebut.
"Darl?"
Panggilnya lirih namun sarat akan kerinduan.
Iya melihat perubahan dimata hazel yang tadinya berseri seri, kini nampak bergerak gelisah kesana kemari.
"Miss you, Darl."
Lanjut Anzar sambil menarik tubuh mungil yang sudah berdiri kaku dari posisinya itu, kedalam pelukanya.
"Aku rindu."
Anzar tidak bohong, ada jutaan rasa rindu yang meletup letup didadanya, mengalahkan kesakitan akan penghianatan yang dulu hadir.
"Apa kamu tidak merindukanku, Darl?"
Tanyanya sumbah ditengah tengah pelukanya, yang tidak dibalas oleh wanita dihadapanya.
"A-aku-"
Belum sempat Nata menjawab, ia sudah memekik kaget saat tubuh Anzar terpelanting hingga menabrak meja dan kursi.
"Shit, wake up dude."
Umpat pria tampan yang kini datang entah dari mana.
Pengunjung caffe yang lain bahkan dibuat terperanjat oleh peristiwa yang baru saja terjadi.
"Don't touch my women."
Ujarnya penuh penekanan sambil merengkuh pinggang Nata.
"Cih."
Anzar berdecil, meludahkan darah yang keluar dari luka diujung bibirnya.
Ia ingat betul, satu minggu yang lalu ia berakhir di rumah sakit karena pukulan dari orang yang sama.
Ucap Anzar penuh penekanan sambil menegakkan tubuhnya.
"She's mine, Mr.Al-faruq." Jawab Logan-pria tampan dengan aura menyeramkan itu lantang.
"Dan kau hanya masalalu bagi wanitaku."
Lanjutnya.
"Tutup mulutmu, sial*n."
Umpat Anzar kesal sambil melayangkan satu bogeman mentah kearah Logan.
Logan-pria itu menyeringai evil. Menangkis semua serangan Anzar, lalu membalasnya bertubi tubi. Selain mantan mafia, Logan juga pernah berlatih beladiri selama tiga tahun kepada salah satu petinggi militer Jerman. Bahkan Logan pernah menjuarai 4 tahun berturut turut pertandingan kickboxing.
BUGH
BUGH
BUGH
"She's mine, ingat itu Mr.Al-faruq."
Ujarnya setelah berhasil memukul tubuh lawanya bertubi tubi hingga tersungkur dilantai dengan berbagai luka parah.
Nata-wanita itu hanya diam saja menyaksikan keduanya berduel. Padahal di dalam hati ia sangat ingin menolong Anzar, karena bagaimanapun juga ia masih mencintai pria itu. Namun bagaimana lagi, nasib dirinya dan kedua orang tuanya ada di tangan Logan Gallion Smith Andderson.
"Ayo honey, kita pergi."
Ajak Logan sambil memeluk pinggang wanitanya possesiv. Takut takut ada yang akan merenggut apa yang menjadi miliknya.
"Gray, urusi kerusakan yang telah terjadi. Jangan lupa, aku ingin kerajaan bisnis yang tidak seberapa milik pria sial*n itu hancur. Jika perlu, bunuh dia. Aku tunggu kepalanya sebagai bukti."
Ujarnya berpesan kepada salah satu tangan kananya, tanpa sepengetahuan Nata.
"Logan, kamu sedang apa?"
Tanya Nata dari arah dalam mobil.
"Sorry honey, tadi orang kantor menelpon."
Dalihnya sebelum menyusul memasuki mobil.
Sementara itu pria dengan luka memar memar itu baru saja keluar dari caffe tempatnya berduel tadi.
"Ck, sial*n." Geram Anzar saat melihat kuduanya berlalu.
__ADS_1
Hatinya kembali hancur berkeping keping. Ternyata dirinya memang sudah tidak ada apa apanya lagi untuk Nata. Percuma saja ia berjuang mati matian, jika perjuanganya saja tidak dihargai.
Derrt
Derrt
Dengan malas ia merogoh saku celana bahanya. Membuka email dari tangan kananya.Tanganya mengepal saking shoknya mendapati untaian kata yang sangat mengejutkan tersebut.
"Sial*n." Desisnya.
Logan sungguh sungguh dengan perkataanya. Pria itu memporak porandakan bisnis Anzar yang sudah tidak seberapa. Baru saja tangan kananya memberi kabar jika sisa resotnya habis dilalap si jago merah, tanpa adanya sumber yang jelas. Seluruh perusahaan propertinya raip menjadi milik orang. Bahkan kini dirinya terancam kurungan penjara karena belum membayar upah para karyawannya.
"Kenapa bisa seperti ini, Arrrg?!"
Geramnya sambil memukul setir mobilnya keras.
Dengan pikiran kacau ia mengemudikan mobil SUV hitam sewaanya. Memacunya kencang di atas jalanan yang lenggang, tidak sadar jika mau tengah mengintainya. Ketika dihadapkan dengan sebuah container besar bermuatan barang dagang menghadang, ia yang terkejut hendak berbelok namun salah perkiraan. Saat menginjak pedal rem, fungsi alat tersebut tak berjalan dengan semestinya. Jadilah demi menghindari container dan beberapa kendaraan dihadapanya, ia membantìng stir kekanan. Menabrak pembatas jalan hingga masuk kejurang yang tidak terlalu curam, namun mengakibatkan body mobilnya ringsek dan hancur tak berbentuk. Membuat si pengemudi terluka parah karenanya.
"Bagaimana?"
"Beres bos, kita akan mengirimkan kepalanya besok."
"Bagus."
Ujar pria diujung sana sambil terkekeh menyeramkàn.
Sedangkan dua orang pria yang mengendarai pajero hitam, yang mengikuti Anzar sedari keluar dari caffe langsung tancap gas meninggalkan lokasi. Walaupun mereka melupakan kenyataan, jika dua orang agen tengah ikut menjadi saksi kejahatan mereka.
"Kamu ikuti mereka, biar abang disini."
Titah sang kakak sambil keluar dari mobil mercedes hitàm mereka.
"Ok, brother."
Jawab si adik mantap sebelum tancap gas mengejar mobil yang sudah diincar. Dan for your information, yang sudah diawasi oleh mata elangnya, tak akan semudah itu dapat melarikan diri.
Sepeninggalanya si adik-pria tampan dengan pakaian serba hitam itu menatap nanar mobil yang sudah penyok disana sini. Terlihat korban yang terluka parah di bawa menggunakan ambulance. Beberapa petugas keamanan juga berjaga disekitar TKP.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu?"
Tanya salah satu polisi kepadanya.
"Korban di bawa kerumah sakit mana, jika boleh tahu?" Jawabnýa dengan bahasa Inggrisnya.
"Rumah Sakit Kota, ada apa? Apa anda mengenal korban?"
"Ya. Saya saudaranya."
"Begitukah, jadi anda saudara korban?"
Tanya si polisi memastikan.
"Ya. Saya saudara korban."
"Kalau begitu anda bisa ikut bersama kami untuk melihat kondisi korban di rumah sakit? Kami juga akan memintai anda beberapa pertanyaan demi kepentingan penyelidikan. Apakah anda keberatan?"
"Tidak."
"Baik, ayo ikuti saya Mr."
Pria tampan itu mengangguk. Mengikuti polisi yang membawanya kerumah sakit. Menjawab beberapa pertanyaan demi kepentingan penyelidikan.
"Allah mulai membalasmu, bang."
Ujarnya lirih.
Ia baru saja mengobrol dengan dokter yang menangani Anzar. Pria itu mengalami cedera otak berat, patah tulang rusuk, patah tulang hidung, cedera berat di kaki kanan, luka berat di sekujur tubuh yang membuatnya kritis. Harapan hidupnya hanya tinggal dua puluh persen dari seratus persen. Yang paling fatal adalah otaknya yang mengalami cidera berat hingga mengakibatkan pendarahan hebat. Selain itu ia juga kehilangan banyak darah. Setelah melewati masa kritisnya Anzar dinyatakan koma. Dokter juga mengatakan, jika banyak kemungkinan yang akan terjadi jika pria itu terbangun dari komanya.
Pertama, pria itu bisa lumpuh sementara atau buruknya lumpuh permanen. Kedua, pria itu bisa mengalami lost memory dalam jangka pendek hingga amnesia jangka panjang atau kehilangan keseluruhan memorinya. Dokter juga mengatakan bisa saja pasien mengalami kebutaan permanen, karena kornea matanya terluka parah akibat pecahàn kaca mobil yang melukai matanya. Atau kemungkinan yang paling besarnya, pria itu tidak akan lagi bisa membuka mata tuk sekedar menghirup udara segar bumi lagi.
Galaksi--pria muda itu shok bukan main saat mendengar penjelasan dokter mengenai kondisi Anzar. Pria tampan itu akhirnya memilih membawa Anzar kembali ke New york, karena disana keadaanya lebih aman di banding disini. Gemintang adiknya juga mengatakan telah berhasil menangkap dua pelaku yang mendalangi blongnya rem mobil milik Anzar. Mereka adalah salah satu anak buah organisasi gelap yang pernah diketuai oleh Logan.
--FLASBACK END--
Jadi inilah alasnya mengapa Galaksi membawa turut serta pria yang tengah terbarong tak berdaya itu kerumahnya. Karena seorang Logan Gallion Smith Andderson masih mengejar nyawanya. Selain itu-Galaksi juga belum memberi tahu Arkia dan Vano tentang kondisi putra sulung mereka.
"Maaf bunda, untuk sementara Galaksi harus berbohong."
****
To Be Continue
Selamat pagi😊😊
Minal Aidzin walfaidzin
mohon maaf lahir dan batin🙏🙏
Hayooo up lagi, tapi aku gak tahu kapan lulus riview nya. Bisa aja lamaaa, jadi yang sabar ya readers😊😊
Hayooo gimana buat part ini?
jangan lupa like, voteee dan komentar yang banyak yaa😊😊
ok, see yoo again
#Stayathome
__ADS_1
Sukabumi 26 mei 2020
06.21