
...“Puncak rasa rindu seseorang adalah ketika tak lagi bertemu, tak lagi bertegur sapa, tetapi di dalam hati saling mendoakan,”...
...– Bacharuddin Jusuf Habibie-...
...BSJ 30 : MISS YOU FROM 2.958 mdpl...
...****...
Seorang petinggi negri sekaligus seorang yang berpengaruh didalam dan luar negri pernah berucap dengan bijaknya. Puncak rasa rindu seseorang adalah ketika tak lagi bertemu,tak lagi bertegur sapa, tetapi di dalam hati saling mendoakan. Benar memang, menahan rindu hampir tiga minggu lamanya, pria tampan ini lebih memilih mencurahkan kerinduanya kepada sang khalik akan rasa rindunya terhadap salah satu ciptaanya.
Mungkin ini bisa dikatakan hubungan Long Distance Relationship. Apa benar?
Jika benar begini yang nama dan rasanya LDR, pantas saja banyak dari teman teman sejawatnya yang sangat bahagia ketika kembali kerumah. Dulu, ia juga rindu dan ada bahagia yang membuncah di dadanya saat akan pulang kerumah. Kini terasa berbeda, karena ada yang tengah menunggunya di rumah. Perempuan yang tengah menunggu kepulanganya tentunya.
Tiga minggu berkelana dikota Sukabumi, melaksanakan latgab atau latihan gabungan dengan personil tentara Batalion Raider dari penjuru negri. Mereka di latih untuk melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari Helikopter. 50 orang personel di antara 747 orang personel dalam satu Batalyon Raider memiliki kemampuan anti teror dan keahlian-keahlian khusus lainnya salah satunya adalah dirinya. Keahlian tersebut mereka dapatkan setelah mengikuti pendidikan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus yang bertempat di Batujajar, Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan pasukan raider.
Kini mereka memiliki kemampuan operasional di semua medan laga. Baik di perkotaan, hutan, gunung, sungai, rawa, laut, pantai, dan udara, setelah melakukan pelatihan batalion Raider selama 84 hari. Kini mereka sedang melaksanakan latihan yang pernah mereka lalui saat melakukan pelatihan Batalion Raider. Latihan ini di sebut tahap Gunung dan hutan.
Pada Tahap Gunung Hutan, pasukan dilatih survival di hutan belantara dan kemampuan gerilya di gunung. Bahkan dalam tiga hari mereka tidak dibekali makanan, hanya garam dan korek api yang dibawa pasukan. Mereka diuji untuk tetap survival dalam kondisi seminim apapun.
Setelah menyelesaikan ibadah salat ashar, pria tampan itu mengedarkan pandanganya kesekeliling tempat mereka membuat tenda. Manik tajamnya menatap segerombolan pendaki, yang tengah berbincang kepada salah satu teman sejawatnya. Kemungkinan mereka tengah meminta izin untuk mendirikan tenda disekitar tempat mereka. Mengingat tempat ini adalah spot yang paling tepat di puncak gunung ini. Tanpa mengindahkan gerombolan pendaki itu lagi, ia memilih memasuki tendanya. Melanjutkan kegiatanya merakit sebuah peledak yang nanti akan digunakan saat latihan.
Sementara itu, gadis cantik berhijab syar'i yang mengenakan kaos panjang bertuliskan Backpacker yang di padukan dengan rok biru dongkar dan celana panjang di dalamnya serta sepatu yang selalu menjadi sahabat setia hiking. Dengan ucapan hamdalah kecil, ia mendudukkan dirinya. Tenda yang menjadi tempatnya melepaskan penat, kini sudah berdiri dengan bantuan Zega. Ia segaja satu tenda dengan perempuan bernama Anye-gadis asal Bogor yang kini ikut mendaki bersama mereka.
Puncak keletihan itu terbayar sudah, saat mereka tiba dipuncak gunung geda. Pemandangan luar biasa yang membius mata, menjadi pelebur letih yang mendera. Di iringi kemuning jingga diatas nestapa, gadis berhijab syar'i itu memotret sebuah keagungan Allah. Dengan satu buket bunga Edelweis alakadarnya. Aurra pikir ia tidak akan menumukan bunga cantik itu, mengingat bulan februari bukan bulan mekarnya bunya lambang keabadian cinta tersebut.
❤1.877k 🗨777
@Aurra_P.Haidan99 Bismillahirrohmanirrohim, keindahaan ciptaanmu sungguh luar biasa, begitu pula rasa saat aku merindukan salah satu ciptaanmu ya-Rabb.
MISS YOU FROM 2.958 mdpl🌄
Dalam sejenak, postingan itu di banjiri banyak like dan komentar. Mengingat sosoknya yang tertutup mengenai pasanganya dan hubungan asmaranya. Aurra tak menyangka, jika di atas gunung ini ia mendapatkan koneksi jaringan yang baik untuk saat ini. Buktinya saat ini ia bisa membuka instagram dan juga akunya di Healtpedia.
"Ekhemmm, ada yang lagi di rundung rindu."
Ujar suara bass yang mengagetkan dari belakangnya.
"Astagfirullah haladzim, Zega. Kamu bikin kaget aja." Lirihnya.
"Hehe, habisnya lihat postingan mbak gitu banget." Ujarnya sambil terkekeh kecil.
Pria muda tampan itu akhirnya mengambil duduk disamping kakaknya. Keduanya kembali larut dalam pembicaraan, hingga waktu adzan maghrib berkumandang dari ponsel Zega. Pria muda itu memang sengaja memasangnya tepat sesuai waktu azan berkumandangan.
"Mbak belum batal wudhunya kan?"
Tanya Zega.
"Iya."
__ADS_1
"Ya udah, yuk salat maghrib berjamaah."
Ajaknya.
Tepat ketika sinar lembayung kuning sang raja siang meredup, keduanya menunaikan ibadah salat maghrib. Menghadap kiblat untuk menghadap sang ilahi, mencurahkan doa di setiap sujud penuh syukurnya. Hingga salam menutup salat mereka, dilanjutkan doa yang dipanjatkan Zega. Orang yang tidak tahu mereka bersaudara, pasti akan salahpaham dengan keduanya .Menurut mereka Zega dan Aurra itu pasti sepasang kekasih atau sepasang suami istri. Namun tidak bagi pria tegap yang tengah berdiri menatap mereka tak percaya.
Dirinya juga baru menyelesaikan ibadah salat magrib, saat dua objek yang menarik perhatian banyak orang ikut menarik iris kelamnya. Dua orang yang ia tak sangka sangka akan berada disini, tepat dua meter dihadapanya. Ada bahagia yang membuncah didadanya,ia pikir Allah tidak akan semudah itu mengabulkan doanya yang satu ini. Tapi nyatanya, mereka-ah terutama gadis itu ada disini.
"Ra?"
Panggilnya lirih saat keduanya selesai membenahi alat salat mereka.
Deg
Gadis berhijab syar'i itu mengerjap nerjapkan matanya berkali kali. Ia pikir ada gangguan di telinganya, masa orang yang baru saja ia sebut dalam doanya, berada di hadapanya kini lengkap dengan seragam dinasnya. Tidak, tidak mungkin, pikirnya. Pria itu ada di Sukabumi.
"Hey, ini aku Ra."
Suara bass berat itu kembali mengalun, kini Aurra yakin tidak ada yang salah dengan pendengaran dan penglihatanya.
Why, kenapa dia ada disini?
Aurra memang tahu ada camp tentara disana, tetapi yang ia tahu itu camp tentara AD dari Sukabumi. Bukan dari Jakarta.
"Van'ar, ini kamu?"
Tanyanya Ragun.
Van'ar tersenyum kecil, melihat ekspresi keterkejutan di mata teduh gadis dihadapanya. Ingin sekali rasanya mengikis dua meter jarak yang membentang diantara mereka, saking rindunya.Memeluknya erat,sambil menghirup aromanya rakus. Tapi Aurra belum menjadi muhrimnya. Ia sebagai pria dewasa sudah sewajarnya menghormati wanita yang di cintainya.
Ia juga menjadi ingat sebuah hadist yang menerangkan tentang besarnya dosa menyentuh perempuan yang bukan muhrimnya.
"Seandainya kepala seorang lelaki ditusuk dengan jahitan dari besi, maka ia adalah lebih baik daripada ia menyentuh perempuan yang tidak halal baginya."
Jadilah sudah cukup baginya, jarak dua meter yang membentang di hadapanya bukan apa-apa. Setidaknya rasa rindu itu sudah terbalaskan, dengan datangnya bidadari calon surga dunia dan akhiratnya ini.
"Apa kabar Ra?"
Tanyanya lirih sambil tersenyum kecil, tampa ia sadari keduanya kini menjadi tontonan banyak orang.
"A-aku baik."
Lirih gadis dihadapanya bergetar, saking terkejut dan senang bersamaan.
Pria tampan itu kembali tersenyum, entahlah kenapa wajah yang biasanya flat itu kini menjadi banyak tersenyum. Ia berlutut, tepat di jarak dua meter yang membentang diantara mereka. Aurra tentu tersentak, dengan perbuatan pria dihadapanya.
"Van'ar, kamu sedang apa? Nanti celana kamu kotor kalau begitu?!"
Lerainya, namun di balas senyuman singkat dari siempunya nama.
"Aku mau dengar jawaban kamu Ra, secara langsung karena Allah sudah mempertemukan kita disini." Ujarnya yang tentu membuat banyak orang tertarik untuk mendekat.
__ADS_1
"Jadi, nona Aurra Putri Haidan, apakah kamu menerima khitbahku? Menerima pria muda ini menjadi calon suamimu? Calon imam yang insaallah akan membimbingmu sebisa mungkin? Menerima pria muda sederhana yang tak kaya akan harta ini memilikimu karena Allah? So, will you marry me Aurra Putri Haidan?" Ujarnya lantang yang tentu membuat semua mata speechles melihatnya.
Aurra menitihkan setitik air matanya, sungguh ia merasa bahagia dengan lukisan takdir tuhan yang satu ini. Ia bisa melihat ada cinta dan keseriusan di setiap ucapanya. Belum lagi kedewasaanya yang selalu ikhlas menerima semua keputusanya.
'Bismillah hirrohma nirrohim.'
Batinya didalam hati, sambil menarik napas dalam.
"Bismillah, yes I will Capten." Ujarnya mantap dalam sekali ucap.
"Aku bersedia menerima pinanganmu, Capten."
Lanjutnya yang langsung di hadiahi tepuk tangan dari semua orang disana.
Belum lagi senyuman lega yang menggembang lebar di bibir Van'ar, mewakili kebahagiaan yang membuncàh di dadanya. Perasaanya telah di deklarasikan dan telah meraih kemerdekaan.
Bahkan petinggi petinggi militer yang ada disana juga menjadi saksi ke-gentle-an salah satu personil terbaik mereka. Dari jauh jauh hari, bahkan Van'ar sudah mengajuk informasi jika ia akan menikah dalam waktu dekat. Mengingat dirinya salah satu personil Batalion Raider, tak semudar yang ia pikirkan untuk menikahi wanita yang dicintainya.
Pria tampan itu mengalurkan kotak cincin yang selalu di bawanya. Memperlihatkan cincin sederhana yang tetap cantik dimata setiap orang yang di lihatnya. Dengan bantuan Zega, cincin berhiaskan permata unggu kebiruan yang ia beli di uzbekistan saat menghadiri misi disana beberapa tahun yang lalu itu tersemat di jari manis Aurra. Entah mengapa, kala itu ia sangat ingin membili cincin tersebut. Padahal pada dasarnya saat membeli cinci itu ia belum memiliki angan angan untuk menikah diwaktu dekat. Tetapi kini, cincin itu sudah menemuan pemiliknya.
"Selamat ya bang" Ujar Zega sambil memeluk tubuh tegap pria dihadapanya.
"Semoga abang bisa jaga berlian paling berharga milik keluarga Haidan." Ujar Zega hampir menitihkan air mata, mengingat betapa sulitnya hidup sang kakak selama ini.
Melawan penyakit juga tentang pilihanya hijrah sejak usia dini. Kini ia bisa lega, setidaknya berlian paling berharga milik keluarga Haidan jatuh ketangan yang tepat kali ini.
"Insaallah, abang akan jaga dengan sebaik mungkin permata paling berharga milik keluargamu." Ujar Van'ar mantap.
Setelah pelukan haru itu, semua orang bersorak sorai mengucapkan selamat. Malam ini, di atas ketinggian 2.958 mdpl dari atas puncak gunung gede waktu setempat. Selepas kerinduan yang membuncah di dada, pertemuan itu menghancurkan benteng pertahanan yang berdiri kokoh itu. Pukul enam lewat dua puluh menit tiga detik tepatnya, diatas ketinggian 2.958 mdpl seorang Capten personil Batalion Raider memproklamasikan rasa cintanya atas desakan rasa yang membuncah didada.
Puncak gunung Gede Pangrango, kemerdekaan telah di proklamasikan di saksikan oleh warga sipil dan aparat setempat. MERDEKA!!
**
To Be Continue
Holla, malam readerss😄😄
Hayoo yang nunggu update??
Sebenarnya hari ini aku double update ya,tapi diriview nya lama. Padahal udah dari subuh updatenya😥
Hayooo, aku minta komentar spektakulernya buat part yang menurutku bikin speèchles ini😉😉
Jangan lupa like, dan votenya ya🖑🖑
maaf jika typo masih bertebaran🙏🙏
Sukabumi 12 Mei 2020
21.29
__ADS_1