Bukan Salah Jodoh (R2)

Bukan Salah Jodoh (R2)
BSJ 69 : Dimana Kau Berada, Kekasih Hati???


__ADS_3

...“Jika tidak ada bahu untuk bersandar, selalu ada lantai untuk bersujud.” – Bacharuddin Jusuf Habibie....


...BSJ 69 : Dimana Kau Berada, Kekasih Hati???...


...♧♧♧♧...


Deru petir yang menggelegar di atas langit gelap terasa memekik di telinga. Suasana gelap gulita, terkadang nampak bercahaya karena kilatan guntur. Di tengah rimba yang tak tersentuh mereka hidup. Berbulan bulan, menjelajar daratan hingga lautan. Menyisir lereng pegunungan, perbukitan, hingga pemukiman. Tidur beralaskan lantai dingin alami bumi, berselimutkan angin tak kasap mata.


Beratapkan langit yang kokoh melindungi semesta.


Hujan dan badai bukanlah halangan bagi jiwa yang kokoh. Mereka jauh dari pelukan orang orang terkasih. Jauh dari jangkauan rumah, ragap tuk menyapa lewat udara dingin malam.


Jauh meninggalkan keluarga ketika panggilan negara memanggil. Terkadang, ada rasa rindu yang memuncak dihati meminta tuk dituruti. Ada rasa egois yang tinggi tuk segera di sanggupi.


Hati tempatnya merindu, tak lagi dapat bertemu. Setiap prajurit punya caranya masing masing tuk mengobati rindu. Seperti dia, luka di bahu kiri bukanya halangan untuk beribadah kepada sang pencipta di manapun berada. Karena lewat itulah, dia bisa mencurahkan segala kerinduanya kepada sang pemilik hati jauh ditengah negri.


Kepada sang khalik ia meminta, agar cinta yang dijaganya tetap hidup tanpa adanya redup dan mati. Kepada sang khalik ia berďoa, berserah diri agar sang pemilik hati istiqamah di sana tanpa hadirnya diri. Kepada sang khalik ia berharap, waktu akan segera dipercepat agar puncak rasa rindu, yang menggunung di hati kan segera terobati.


Jauh didalam bumi yang tak tersentuh, dirinya berjuang menyelesaikan misi yang harus diembanya bersama kawan kawan sejawatnya. Nyawa memang nampak digenggaman, tapi inilah yang telah diikrarkan. Menjaga, membela, mengayomi, mengabdikan diri kapada negri dengan segenap jiwa dan hati.


Genap, tiba bulan sudah dirinya tak bertemu rindu dengan si pemilik hati. Tak lagi dapat mendengar suaranya atau membaca surat darinya. Jauh terpisah diantara pulau, laut, juga bentangan jarak. Tapi hati tetap kukuh, istiqamah dengan tekad dan pendirian. Mereka masih berada di atas bumi yang sama, juga masih bernaung di bawah langit yang sama. Ia percaya itu, jikapun pulang tinggal nama yang penting misi terlaksanakan dengan baik. Mereka mati membawa kehormatan yang tak dapat dijabarkan.


Jikalau kemungkinan terburuk itu terjadi, ia hanya ingin tuk terakhir kalinya melihat kekasih hatinya juga dua buah hatinya. Harta paling berharga di dalam hidupnya. Cintanya yang dianugrahkan sang pencipta, lewat mimpi indah kala itu. Harta yang harganya tak bisa ditukar dengan berlian sekalipun saking berharganya.


"Semoga kalian di sana baik baik saja, dek."


Gumamnya lirih, sambil memeluk satu satunya benda yang mengingatkan dia akan kekasih halalnya.


Al-qur'an mini yang di dalamnya terselip fhoto pernikahanya, juga fhoto USG bayi kembar mereka. Fhoto USG yang segaja ia cetak hitam putih, lewat bantuan salah satu sahabatnya tiga bulan lalu. Perantara yang selalu dapat membuat rasa rindunya sedikit terobati. Van'ar rindu mereka, rasa yang tak dapat dibendung di hati jika mengingat tiga harta terindah bagi hidupnya. Aurra sang istri tercintanya, juga si kembar yang masih dalam kandungan.


♧♧♧♧


"Astagfirullah haladzim, sepertinya malam ini hujanya lebat sekali." Gumam wanita berhijab syar'i dengan perut buncit tersebut.


Kehamilanya kini sudah menginjak bulan ke-7. Hampir 3 bulan lamanya ia menjalani hubungan jarak jauh dengan sang suami. Dengan sabar, ia menjalani semua ini. Yang penting, ia selalu berdoa kepada sang maha kuasa, agar pria yang di cintainya itu selalu berada dalam jangkauan.


"Yuhuuu, ontie bawain salad buah buat utun."


Ujar suara melengking itu dari arah dapur.


Aurra tersenyum kecil, setidaknya selama menjalani beratnya LDR-an dengan sang suami, masih ada banyak orang yang menyayanginya dan menjaganya.


"Ayo ayo, makan buah itu sehat buat si Twins."


Ujar Lunar antusias.

__ADS_1


Wanita yang sudah dikhitbah sebulan lalu itu memang selaly menjaga Aurra dengan baik. Selama kembarannya bekerja, bukan saja caffe miliknya yang Lunar kelola. Ia juga menjaga istri kembaranya dengan sangat baik.


"Tadi, masmu ada di sini Lunar?" Tanya Aurra sambil menerima sodoran mangkuk berisi salad buah yang nampak segar tersebut.


Padahal di luar tengah hujan deras, tetap malam malam begini Lunar membuatkanya salad buah segar juga panekuk hangat.


Lunar memang hobby memasak sejak mengelola caffe milik Van'ar. Apalagi setelah bertunangan, gadis cantik itu semakin rajin bermain di dapur. Katanya supaya terbiasa saat menikah nanti.


"Iya, mampir sebentar. Tadi sama si babang kasèp juga." Aurra tersenyum kecil mendengarnya.


Saat berdua seperti ini, ia sudah terbiasa membuka cadarnya jika bersama Lunar. Toh, mereka sama sama perempuan.


"Mbak itu hamil tujuh bulan, kembar pula. Tapi wajahnya segitu aja, kecil plus tirus. Malah makin cantik loh mbak." Puji Lunar.


Selama hamil Aurra memang tidak mengalami banyak perubahan. Walaupun perutnya yang terisi dua janin sekaligus. Ukuran tubuhnya normal, berat badanya pun naik dengan normal.


"Alhamdulillah, si kembar tidak terlalu rewel dan buat repot." Jawab Aurra.


Memang selama ini,bayi kembar yang di kandungnya tidak meminta hal hal yang aneh. Hanya saja, terkadang perutnya terasa ditendang tendang kuat dari dalam jika Aurra menangis karena merindukan Van'ar.


"Si babang Kasèp juga kelihatan perhatian banget sama mbak. Hayoo belum move on kali ya?" Goda Lunar.


Si babang kasèp itu-maksudnya Aksara. Pria itu memang sering sekali mengunjungi keluarga Radityan hanya untuk menjenguk Aurra dan si kembar. Apalagi semenjak Lunar dan Arkan resmi bertunangan. Hayoo, kaget ya?


Lunar dan Arkan itu sahabat dari kecil. Dulu, rumah Aurra, berhadapan dengan rumah Arkan dan Aksara. Sedangkan keluarga Arkia selalu membawa anak anaknya bermain kerumah Dimas. Tak ayal, jika sedari kecil baik Aurra, Van'ar, Zega, Lunar, Arkan, juga Aksara akrab, kecuali Anzar yang jarang ikut bergabung.


Satu bulan setelah pertemuan tidak di sengaja itu, Arkan mantap membawa kedua orang tuanya untuk mengkhitbah sang pujaan.


"Dia calon kakak iparmu loh Lun?" Ujar Aurra sambil tersenyum kecil.


"Oh iya, tau gak mbak. Pas diawal awal, mas Arkan itu ngira kalau kakaknya mau jadi pembinor karena gagal move on dari mbak."


Aurra hanya terperangah kecil, lagi pula ia sudah bersuami. Aksara juga sepertinya sudah memiliki kekasih, jadi untuk apa pria itu mengejar ngejar dia lagi.


"Hust, ngawur ah. Gak baik seudzon."


"Kan baru ngira mbak, taunya enggak kok. Masa ia pembinor ganteng kayak mas Aksa, aku juga maulah satu." Ujar Lunar sambil tersenyum kecil.


"Masmu mau dikemanain itu?"


"Mas Arkan ya tak aku kekepin biar gak di rebut pelakor."


Keluarga Radityan memang sempat kedatangan Nata yang membuat heboh. Wanita itu menangis histeris, karena tak terima Anzar memiliki wanita lain. Untung saja, setelah berbicara baik baik dengan Anzar wanita itu tak lagi berbuat gegabah. Leena-mama Nata sampai menyusul Nata, karena melihat sebuah akun gossip menybarkan artikel tentang kelakuan Nata yang barbar dan dicap pelakor.


Kini semuanya sudah lebih baik, Anzarpun sudah mengenalkan Airra-kekasihnya di depan semua anggota keluarga Radityan. Awalnya semua orang terkejut, tak terkecuali Aurra. Apalagi Arkia yang kala itu sempat menampar Airra karena Airra lalai menjaga Anzar saat menjadi perawatnya. Tetapi semuanya berjalan dengan baik pada akhirnya. Airra di terima dengan baik, apalagi saat Anzar mengungkapkan telah melamar Airra apa adanya dengan cincin hasil jerih payahnya sendiri.

__ADS_1


Kini-Vano telah mengakui kembali kerja keras putranya, dalam memperbaiki kesalahanya. Oleh karena itu, alih alih memberikan kembali posisi putranya. Anzar sendiri malam memilih menjadi pemimpin di bawah awasan sang ayah. Ia memilih menjadi General Manager (GM) terlebih dahulu, untuk mengasah lebih luas wawasan juga mengenali banyak sudut pandang orang orang yang bekerja bersama.


"Kemarin bang Aksa bawain cake red velvet kan buat mbak, kayaknya masih CLBK-an sama masa lalu tuh." Monolog Lunar.


Aurra memang sering dikirimi makanan ataupun kue selama beberapa bulan ini. Padahal, Aurra sendiri sudah mempertegas jika Aksara tidak perlu repot repot. Tapi pria itu hanya bilang, sebatas sahabat yang mau berbagi. Begitu katanya, terlebih lagi mereka akan menjadi saudara sebentar lagi.


"Astagfirullah haladzim, ini kasihan banget mbak. Kemarin gempa, sekarang banjir bandang sama longsor." Ungkap Lunar, saat dirinya asik meng-scrool Instagram.


"Innalilahi wainnalilahi rojiun, kasiannya ya-Allah." Gumam Lunar yang juga melihat berita bencana alam yang terjadi di pelosok timur negri tersebut.


"Mbak beneran jadi tim relawan buat kesana?"


Tanya Lunar memastikan.


"Iya, memangnya kenapa?" Lunar bersidakep kècil.


Walaupun tengah hamil besar, kakak iparnya ini tak mau diam di rumah saja. Jika di suruh mengambil cuti, Aurra menolak. Apalagi kini, wanita itu memaksa ingin menjadi relawan untuk bergabung dengan tim kesehatan dari Rumah sakitnya.


"Tapi itu bahaya mbak, gimana kalau mbak sama si twins kenapa napa?"


Aurra menggeleng kecil sambil tersenyum.


Sudah berulang kali Lunar memperingatinya, Ayah, bunda, juga orang orang terdekatnya.


"Abangmu saja rela berjuang mati matian diluar sana, kenapa mbak gak bisa." Ujarnya sambil menatap fhoto sang suami yang terpangpang didinding kamarnya.


"Ini cuma pekerjaan kecil kok, mbak yakin twins gak bakal kenapa-kenapa. Lagi pula Allah selalu bersama mahluknya yang memiliki niat baik."


Jika sudah begini, bukan saja Lunar yang tidak bisa menolak. Semua orangpun tidak bisa membujuk Aurra lagi.


Ingatkan jika Aurra memiliki jwa kemanusiaan yang tinggi. Apalagi jika seperti saat ini, jiwanya terasa terpanggil untuk membantu saudara saudara kita yang tengah tertimpa musibah. Sambil mengobati rasa rindunya, setidaknya ia bisa membantu banyak nyawa demi mengalihkan rindu menahun dihati.


♤♤♤♤


To Be Continue


pagi guyss🖑🖑


Update lagi nih, noh yang rindu babang Van'ar udah ada scanya dikit tadi. Habis ini, siap siap dikasih bawang ya😅😅 Kaget gak Arkan sama Lunar?? mereka itu pasangan yang ideal, karena dua duanya humoris loh.


Oh iya, Hati hati part berikutnya area berbawang😢😢 Ok, jangan lupa like✌komen yang banyaaakkkk🗨 dan votee💯💯


Ok, sampai jumpa lagi😊😊


Sukabumi 24 Juni 2020

__ADS_1


09.20


__ADS_2