Bukan Salah Jodoh (R2)

Bukan Salah Jodoh (R2)
BSJ 62: 4 Bulanan Bumu


__ADS_3

..."Kehadiranmu dan anugrah tuhan di rahimu, aďalah pelengkap untuk hidupku, Bumu."...


...-Keevan'ar Radityan Az-zzioi-...


...BSJ 62: 4 Bulanan Bumu...


...****...


"Wah, ini pie susu buatan siapa nih? Enak banget." Ujar gadis cantik berhijab longgar berwarna dusty pink tersebut.


"Apaan sih, itu punya abang. Napain kamu makan tanpa izin?" Ujar pria tampan yang baru saja keluar dari pantry.


"Minta sedikit bang, habis pie nya imut banget. Ngegoda untuk dinikmati." Ujar gadis cantik yang bekerja sebagai desainer busana muslimah dan pengamat fashion tersebut.



"Ini punya abang." Ketus pria tampan itu datar, sambil menarik pie didalam kotak itu kehadapanya.


"Pelit amat, kayak buatan calon istri aja. Pelit ih." Kesal Lunar sambil menikmati potongan pie terakhirnya.


"Legitnya pas dimulut, enak deh bang. Minta lagi dong bang, sepoting aja."


"Gak, ini punya abang!" Kesal Anzar sambil menutup kotak pie pemberian someone tersebut.


Ia tidak akan membiarkan adiknya memakan pie istimewa itu lagi. Di tinggal lima menit saja, pie miliknya kehilangan empat potong. Apalagi dibiarkan diatas meja lebih lama lagi, raip sudah pie miliknya.


"Bang, pelit amat sih? Allah gak suka orang pelit loh." Ujar Lunar merayu sang kakak.


"Enggak, kamu beli aja di toko kue. Yang ini jangan!"


"Bunda, abang pelit nih."


"Ngadu sana, sudah besar juga."


"Bunda, abang Anzar pelitt."


Wanita paruh baya yang tengah membawa beberapa jenis bunga segar itu berjalan tergesa gesa. Sambil membawa barang bawaanya, ia menuju asal suara cekcok kedua buah hatinya tersebut.


"Ini ada apa sih, sudah pada dewasa kok masih suka pada ribut. Kenapa Lunar?" Tanyanya kepada sibungsu.


"Abang pelit bun, Lunarkan cuma minta kue pienya sedikit." Adu Lunar.


Pria tampan itu tak mau mengalah, ia tetap menangani aduan sang adik dengan datar.


"Abang kenapa gak mau berbagi sama Lunar? Kok gitu sama adik sendiri."


Anzar menatap adiknya sengit. Gadis itu malah tersenyum penuh kemenangan dari samping sang bunda. "Iya tuh bun, abang pelit banget sama Lunar. Kayak pie buatan calon istri aja!"


Ujarnya sambil terkekik kecil.


"Lunar!" Seru sang bunda lirih.


"Iya, maaf bunda."


Arkia kembali menatap si sulung, bertanya lewat manik teduhnya.


"Buatan calon istri bun, jadi haram di makan siapapun, termasuk Lunar." Jawaban gamblang pria tampan itu tentu membuat kedua wanita di hadapanya terbegong-bengon.


Calon istri, hellow. Memangnya Keevanzar Radityan Al-faruq sudah punya calon istri baru?


"Calon istri siapa?" Tanya suara ngebass itu, yang datang dari arah anak tangga.


"Ya, calon istriku." Jawab Anzar cepat.


"Yang mana?" Tanya pria tampan itu penuh selidik.


"Gak usah tanya tanya, nanti juga tahu kalau kita nikah." Ujarnya singkat sambil berlalu membawa kotak kue pie buatan Airra.


"Abang beneran punya calon istri bun?" Tanya Lunar sedikit berbisik.


Arkia menggeleng sebagai jawaban. "Halu kali si abang, habisnya gagal move one dari mantan istri orang." Kikik Lunar kecil.


"Astagfirullah, gak boleh gitu Lunar." Lerai sang bunda.


Sedangkan pria tampan yang berdiri di ambang pintu itu hanya mengedipkan bahunya acuh, sambil kembali membaca note yang di bawanya.


"Bunda, besok acara syukuranya dari pagi kan?" Tanyanya membuka pembicaraan.


Wanita paruh baya itu mengangguk sambil tersenyum. Besok adalah acara syukuran yang diadakan untuk empat bulanan atas kelahiran Aurra. Acaranya, besok akan diadakan d irumah Dimas. Sebagai gantinya, nanti acara tujuh bulanya akan diadakan di kediaman Radityan, biar adil katanya.


Acara empat bulanan, atau dalam bahasa jawa acara selamatan 4 bulanan ini biasanya disebut mapati. Istilah tersebut diambil dari kata papat yang berarti empat. Ada pula yang menyebutnya ngupati atau ngeba papat bulanan.


Menurut Hadits Riwayat (HR) Imam Muslim, di usia 4 bulan, bayi di dalam kandungan sudah punya bagian-bagian tubuh yang lengkap sebagaimana layaknya seorang manusia.


إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ


Artinya: “Sesungguhnya setiap orang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari (berupa sp*rma), kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu empat puluh hari pula, kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu empat puluh hari juga. Kemudian diutuslah seorang malaikat meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat hal; rejekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia menjadi orang yang celaka atau bahagia.” (Muslim bin Hajjaj An-Naisaburi, Shahîh Muslim).


Dari hadits di atas diketahui bahwa proses penciptaan manusia ketika di dalam kandungan awalnya berupa ****** (nuthfah) yang berproses selama 40 hari. Setelah itu menjadi gumpalan darah selama 40 hari, dan kemudian jadi segumpal daging dalam waktu 40 hari juga. Dengan begitu, dapat disimpulkan, proses terbentuknya janin di dalam rahim hingga sempurna membutuhkan waktu selama 3 x 40 hari, yang berarti 120 hari atau sama dengan 4 bulan.


Menurut hadits tersebut, di usia kandungan 4 bulan, Allah juga memerintahkan satu malaikat untuk melakukan dua hal. Pertama meniupkan ruh ke dalam janin. Kedua, malaikat diperintah untuk mencatat empat perkara yang berkaitan dengan rezeki, ajal, amal, dan bahagia atau celakanya janin ketika ia hidup dan mengakhiri hidupnya di dunia kelak.


Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Ustaz Dr. Arrazy Hasyim MA. menjelaskan, bahwa hukum penyelenggaraan selamatan 4 bulanan bergantung dengan isi acaranya.


"Tradisi selamatan, kita tidak menghukuminya sesuai namanya, tapi sesuai isinya. Dalam hal ini kita definisikan dulu, apa itu selamatan 4 bulanan. Setelah kita pandang kita teliti, maka tradisi selamatan 4 atau 7 bulanan hanyalah berisi tasyakuran dan doa agar si ibu dan si bayi mendapatkan keselamatan, menjadi anak yang saleh atau salehah,"

__ADS_1


Kegiatan syukuran empat bulan Aurra yang akan dilakukan memang mencakup berbagai kegiatan positif, seperti membaca Al-Quran, zikir bersama, juga menyantuni anak yatim. Selama kegiatan itu positif, maka boleh boleh saja dilakukan untuk acar empat bulanan.


📖📖


Pagi yang cerah, menyambut rombongan ibu ibu pengajian dan para tamu undangan yang datang, memenuhi ruang tamu keluarga Dimas yang dijadikan sebagai tempat mengadakan pengajian. Beberapa kerabat dari kedua belah pihak juga sudah nampak hadir. Acaranya sengaja dilakukan dari pagi, karena memang sudah sesuai planning. Nampak juga beberapa anggota keluarga Radityan yang sudah hadir, dengan pakaian warna senada yaitu putih dengan paduan silver. Sama halnya dengan pakaian keluarga Dimas. Nampak juga ada Ezka beserta istri dan putrinya, juga Renata dan Erick beserta putra putrinya turut hadir.


Ustad yang diundang untuk menjadi pengisi acarapun telah hadir. Kini tinggal menunggu ibu yang tengah hamilnya untuk turut serta bergabung.


"Kenapa dek, kok gak mau turun?" Pria berkoko putih dengan bawahan sarung berwarna silver itu sudah dibuat pusing tujuh keliling sedari pagi tadi.


Bagaimana tidak, acara empat bulanan yang diadakan dengan tujuan mendoakan keselamatan istri dan calon buah hatinya itu harus tertunda, karena istrinya tidak mau turun. Sudah ia bujuk berulang kali, tetapi wanita bergamis putih dengan hiasan brokat diujung lenganya itu tak kunjung menurut.


"Kamu mau apa hm? Bilang sama mas, biar mas gak bingung." Ujarnya mencoba sesabar mungkin.


Untung saja hari ini ia masih dalam masa cuti. Jadilah ia bisa menghadiri acara syukuran empat bulanan buah hatinya. Tetapi kini, sang istri malah mogok di kamar kecilnya sendiri.


"Bumu mau apa, nanti Ayamu pasti turuti jika mungkin." Lirih Van'ar meyakinkan sang istri.


"Tapi mas harus janji ya?" Ujar wanita bercadar itu angkat bicara.


"Iya, istriku. Mas janji!" Ujar Van'ar mantap.


Karena ia yakin, permintaan istrinya ini pasti akan sedikit di luar nalar jika sudah meminta janji seperti ini.


"Aku mau mas....."


□□□□


Suara seorang ustad membuka acara mulai terdengar. Beliau diundang untuk mengisi acara dari awal hingga tuntas nanti. Selesai dengan cuap cuap pak Ustad sebagai pembuka, suara merdu dari arah lain langsung menyambung. Membuat iri para kaum hawa yang mendengar juga melihatnya. Bukan saja rupanya yang rupawan, walaupun terkesan datar dan dingin. Kini suara datarnya yang biasanya bossy, kini melantunkan satu persatu ayat suci al-qur'an demi calon keponakanya.


سم الله الرحمن الرحيم


bismi-lāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi


"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"


كٓهٰيٰـعٓـصٓ‌


1. Kaf Ha Ya 'Ain Shad


ذِكۡرُ رَحۡمَتِ رَبِّكَ عَـبۡدَهٗ زَكَرِيَّا


2. (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,


اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَآءً خَفِيًّا‏


3. (yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.


قَالَ رَبِّ اِنِّىۡ وَهَنَ الۡعَظۡمُ مِنِّىۡ وَاشۡتَعَلَ الرَّاۡسُ شَيۡبًا وَّلَمۡ اَكُنۡۢ بِدُعَآٮِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا




وَاِنِّىۡ خِفۡتُ الۡمَوَالِىَ مِنۡ وَّرَآءِىۡ وَكَانَتِ امۡرَاَتِىۡ عَاقِرًا فَهَبۡ لِىۡ مِنۡ لَّدُنۡكَ وَلِيًّا ۙ‏



Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,



Bibir kissablenya bergerak seirama dengan suara indahnya. Awalnya dia-Keevanzar ragu untuk membacakan 10 ayat pertama dari surat Maryam sebagai pemimpin bacaan. Ia sudah lama tidak membaca Al-qur'an dengan irama yang dulu di hafalnya di luar nalar. Tapi, demi keinginan calon keponakanya, Anzar mau melakukanya dengan sukarela dan ikhlas.


يَّرِثُنِىۡ وَيَرِثُ مِنۡ اٰلِ يَعۡقُوۡبَ ۖ وَاجۡعَلۡهُ رَبِّ رَضِيًّا



yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.”



يٰزَكَرِيَّاۤ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ اۨسۡمُهٗ يَحۡيٰى ۙ لَمۡ نَجۡعَلْ لَّهٗ مِنۡ قَبۡلُ سَمِيًّا



(Allah berfirman), “Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.”



قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوۡنُ لِىۡ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امۡرَاَتِىۡ عَاقِرًا وَّقَدۡ بَلَـغۡتُ مِنَ الۡـكِبَرِ عِتِيًّا‏



Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?”



قَالَ كَذٰلِكَ‌ۚ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ وَّقَدۡ خَلَقۡتُكَ مِنۡ قَبۡلُ وَلَمۡ تَكُ شَيۡـًٔـا‏



(Allah) berfirman, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali.”


__ADS_1


قَالَ رَبِّ اجۡعَلْ لِّىۡۤ اٰيَةً‌  ؕ قَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا‏



Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.”



Banyak kaum hawa disana yang terpesona oleh pesona si sulung Anzar. Belum lagi status yang masih single, membuat mereka berlomba lomba curi curi perhatian kearahnya.


Seorang wanita cantik yang duduk di sampingnya saja sampai di buat jengah dengan tatapan penuh pujaan tersebut.


"Mereka genit banget deh lihatin bang Anzarnya." Gerutunya kecil.


"Maklum, derita yang masih jomblo." Bisik Ezkana-putri Ezka dan Ana.


"Iya juga sih, tapi gak gitu juga kali. Zinah mata itu!" Ketus Lunar.


"Hust, udah ah. Gak boleh ghibah." Ujar Ezkana meralat, yang langsung diangguki oleh Lunar.


Hal inilah pula yang awalnya membuat Van'ar tak suka. Istrinya itu meminta kakaknya untuk membaca surat Maryam 10 ayat awal, karena keinginan bayi mereka katanya. Van'ar bukan kesal, hanya saja ia kurang bisa menerima keinginan tersebut.


"Mas, ayo baca. Ini dedek bayinya sudah nunggu." Teguran kecil itu mampir ke telinganya, membuat dirinya terlonjak kecil.


Ia menoleh, menatap sang istri yang juga tengah menatapnya sambil mengelus perut buncitnya. Ketidaksukaanya langsung luruh sekètika, ia ingat jika keinginan ibu hamil itu ada ada saja. Maka dari itu, sebagai suami siaga ia harus siap dengan segala situasi dan kondisi.


"Ayo Ayamu, dedek bayinya mau dengar Ayamu bacain kalimat suci Al-qur'an." Van'ar tersenyum kecil sambil mengangguk.


Dengan perlahan ia meraih Al-qur'an dihadapanya. Menarik napas panjang, sebelum memulai bacaanya.


سم الله الرحمن الرحيم


الٓرٰ‌ ۚ تِلۡكَ اٰيٰتُ الۡكِتٰبِ الۡمُبِيۡن



Alif Lam Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas.



Kini, dengan suara merdunya ia melantunkan surat Yusuf. Dengan tujuan agar kelak jika bayinya lahir sebagai anak laki laki, akan menuruni suri tauladan nabi Yusuf setidaknya.


Suara merdunya menggema, suara indah yang mengalun indah di setiap pendengarnya. Memikat hati dan jiwa, namun sayang seribu sayang. Para kaum hawa harus patah hati mengingat putra kedua keluarga besar Radityan ini sudah taken, alis sudah memiliki pasangan.


اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ قُرۡءٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُوۡنَ



Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Qur'an berbahasa Arab, agar kamu mengerti.



نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ اَحۡسَنَ الۡقَصَصِ بِمَاۤ اَوۡحَيۡنَاۤ اِلَيۡكَ هٰذَا الۡقُرۡاٰنَ ‌ۖ وَاِنۡ كُنۡتَ مِنۡ قَبۡلِهٖ لَمِنَ الۡغٰفِلِيۡنَ‏



Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui.



اِذۡ قَالَ يُوۡسُفُ لِاَبِيۡهِ يٰۤاَبَتِ اِنِّىۡ رَاَيۡتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبًا وَّالشَّمۡسَ وَالۡقَمَرَ رَاَيۡتُهُمۡ لِىۡ سٰجِدِيۡنَ‏



(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”



قَالَ يٰبُنَىَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡيَاكَ عَلٰٓى اِخۡوَتِكَ فَيَكِيۡدُوۡا لَـكَ كَيۡدًا ؕ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ لِلۡاِنۡسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيۡنٌ



Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”



وَكَذٰلِكَ يَجۡتَبِيۡكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنۡ تَاۡوِيۡلِ الۡاَحَادِيۡثِ وَيُتِمُّ نِعۡمَتَهٗ عَلَيۡكَ وَعَلٰٓى اٰلِ يَعۡقُوۡبَ كَمَاۤ اَتَمَّهَا عَلٰٓى اَبَوَيۡكَ مِنۡ قَبۡلُ اِبۡرٰهِيۡمَ وَاِسۡحٰقَ‌ ؕ اِنَّ رَبَّكَ عَلِيۡمٌ حَكِيۡمٌ


Setelah membuka bacaan beberapa ayat pertama, jemaat yang lainya mulai berbondong-bondong melantunkan surat kedua yang di baca hari ini.


Hari ini, di acara empat bulanan Aurra memang diisi dengan berbagai kegiatan positif. Seperti membaca Al-qur'an, zikir bersama, juga menyantuni anak yatim. Melalui kegiatan kegiatan itu, kekuarga besar juga mengharapkan doa bagi kesehatan dan keselamatan ibu dan calon bayi yang tengah dikandungnya hingga persalinan nanti.


Mereka berharap, kelak calon anggota baru di keluarga mereka selalu diberkahi oleh keselamatan dan selalu berada didalam lindunganya. Menjadi anak dengan kepribadian yang. Dapat mengamalkan ajaran agama dengan baik kelak, dan dapat berguna bagi keluarga, lingkungan masyarakat, nusa juga bangsanya.


Mereka berharap besar akan itu, mengingat bayi yang di kandung putri mereka adalah bukti dari perjalanan cinta penuh lika liku dua anak Adam selama ini.


□□□□


To Be Continue


Selamat pagi guys😊😊


Gak kerasa ya, bumil udah 4 bulan aja.VanRa udah bahagia nih, tinggal AnRa. Habis ini part buat AnRa yoo, coba ada yang bisa nebak gak?


Kira kira bang Anzar mau pilih mana, Airra cewek sederhana tapi tangguh. Atau Nata de Coco-cewek yang udah bekas orang tapi belum bisa dia lupain. Tunggu aja dipart selanjutnya ya😊😉

__ADS_1


Sukabumi 17 Juni 2020


07.31


__ADS_2