
..."Ada apa gerangan, saat kamu sering kali datang menghiasi bunga mimpiku?"...
...-Keevan'ar Radityan Az-zzioi-...
...BSJ 46 : Gawat, Darurat...
...****...
Hawa dingin, menyambut langkah pria tampan yang tengah mencari udara segar tersebut. Tadinya, dirinya sudah tertidur dipengistirahatanya. Namun lagi lagi mimpi mimpi yang merisaukan hati itu membuat tidurnya terbangun. Sudah beberapa bulan ini, bunga mimpi yang hampir sama persis itu selalu menghantui-nya.
Mimpinya sama, kedatangan sesuatu yang membuat hatinya dilanda kecemasan, Keputus asaan hingga ketakutan. Oleh karena itu disepertiga malam, ia selalu mengadu kepada sang maha kuasa. Apalagi mimpi yang barusan hadir didalam tidurnya. Ia cemas bukan main kini, tapi ya bagaimana lagi. Dirinya tengah bertugas saat ini.
Dalam bunga mimpinya, ia selalu melihat istri tercintanya yang tengah hamil menangis. Tersedu sedu hingga merintih menyayat hati. Ingin sekali dia memeluk sang istri, menenangkahnya. Mengecup kecing seraya berkata semuanya akan baik-baik saja. Namun setiap kali satu langkah mendekat, maka sang istri akan sepuluh kali menjauh.
Van'ar juga bingung sendiri, apa arti bunga bungi mimpi tersebut. Pernah sekali, ia juga bermimpi ada sosok lain yang menggantikanya disamping sang istri, tentu saat dirinya tak bisa menggapai wanitanya. Tetapi bunga bunga mimpi itu tidak pernah datang, jika dirinya berada disamping sang istri. Aneh bukan?
Khusus malam ini, bunga mimipi itu datang lagi. Dengan sosok yang masih sama, tengah merintih kesakitan menyayat hati. Tapi lagi lagi jarak langkah memisahkan mereka. Ingin rasanya Van'ar segera kembali ke ibukota, namun sayang. Sisa tugasnya masih dua hari lagi disini.
Ia tengah berada di Kalimantan Timur tepatnya. Di kota Bontang Kaula, kota dengan luas5,67 km²Jumlah penduduk4.628 jiwa (2015) dengan kepadatan penduduk 816 jiwa/km²
Dengan jumlah penduduk yang terus berkembang setiap tahunnya serta luasan wilayah daratan yang relatif kecil dibandingkan dengan wilayah lautnya, menjadikan wilayah kelurahan ini sebagai salah wilayah pemukiman berkembang di Kota Bontang, dan wilayah yang memiliki potensi sumber daya Kelautan yang cukup besar. Sebagai salah satu wilayah pemukiman berkembang di Kota Bontang, kelurahan Bontang Kuala juga memiliki keragaman etnis yang terdapat di dalamnya cukup heterogen.
Kelurahan Bontang Kuala merupakan salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Kota Bontang, wisatawan regional maupun wisatawan mancanegara, yang saat ini masih terbapat dari tamu – tamu dari Perusahaan yang ada di Kota Bontang. Kelurahan Bontang Kuala terbagi dalam 2 wilayah, yang terdiri dari Wilayah Pemukiman di atas laut dan Pemukiman di wilayah darat.
Pemukiman yang terletak di atas Laut terdiri dari 10 Rukun tetangga, sementara pemukiman di wilayah darat terdiri dari 6 Rukun tetangga.
Dengan penduduk sebanyak 3.937 jiwa (sumber: Profil Kelurahan Bontang Kuala Semester II Tahun 2012) dan luas wilayah sebesar 627 Ha.
Sambil memasukkan tanganya kedalam saku, pria tampan itu berjalan jalan menyusuri sekitaran tempatnya menginap. Ternyata, menjalankan misi ditempat yang terkenal akan industri pupupknya ini tak kalah menyenangkan. Bahkan Van'ar berencana membawa Aurra suatu saat nanti ke kota Bontang. Mengingat banyak sekali destinasi wisata yang akan istrinya itu sukai. Wanita cantik itu menyukai kegiatan antimainstream seperti mendaki atau hiking.
Sore tadi saja, setelah selesai dibubarkan dari apel sore. Van'ar diajak beristirahan sèjenak mencari ketenangan di Bontang Mangrove Park (BMP).
Destinasi wisata Bontang ini merupakan bagian dari Taman Nasional Kutai, dan baru saja dibuka pada awal tahun lalu. Bontang Mangrove Park (BMP) menyediakan jalan setapak sepanjang 1,3 kilometer dan menara pandang dengan tinggi 20 meter. Jika kamu naik ke menara ini, kamu akan berhadapan langsung dengan Selat Makassar.
Disana benar benar tempat yang nyaman untuk mencari ketenangan. Selain itu, kota ini juga terkenal akan destinasi wisata ciamik lainya seperti Pulau Beras Basah yang populer.
Bontang dan kota-kota di sekitarnya punya suatu kemewahan, yaitu Pulau Beras Basah. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari Tanjung Laut atau Bontang Kuala, wisatawan bisa berenang, snorkeling, dan menaiki banana boat di pulau ini.
Tidak hanya pantai pasir putih yang berpadu dengan lautan biru yang membuat pantai ini istimewa. Jika kita jeli, beberapa titik di sekitar pantai dipenuhi oleh gelembung-gelembung yang berasal dari dasar laut. Gelembung tersebut merupakan tanda sumber gas alam yang dapat dieksplorasi.
Ada pula destinasi wisata populer lainya, seperti, Pulau Segajah yang Ajaib, Lembah Permai Adventure Park, Atraksi Wisata Pilihan Keluarga, Cafe Singapore yang Mengagumkan, Menjelajah Taman Nasional Kutai dan lain sebagainya.
(Pulau Beras Basah yang mengagumkan)
(Caffe Singapura yang mengagumkan)
Mengetahui itu, Van'ar jadi semakin berkeinginan membawa sang istri untuk singgah nanti kesini. Namun kini, tetaplah yang utama adalah rasa cemas yang melanda hati, sehingga ia tak bisa berdiam diri. Ingin rasanya dia menelpon sang kekasih hati, tetapi ia tahu kekasih halalnya itu kini tengah bertugas dimalam hari.
Ah rindu, Van'ar pikir tak akan sebesar ini. Apalagi bayaknya kila-kila (firasat) yang seakan akan membuat hatinya didera kecemasan.
"Kamu sedang apa dek? Semoga kamu baik baik saja disana." Bisiknya pada angin malam yang ia harapkan mampu memberikan salamnya kepada sang istri, walaupun itu mustahil.
Keesokan harinya....
Hoeekk
Hoeekk
Hoeekk
"Kau maka apa capt kemarin malam itu? Kenapa Beta lihat kau muntah terus dari subuh?" Tanya pria yang mengenakan kaos hitam pas body tersebut.
__ADS_1
"Saya, semalam makan malam bersama kalian. Terus-mmmpppt."
Hoeekk
Hoeekk
"Kayaknya big leaders masuk angin."
Sela pria lainya yang tengah memijat tengkuk belakang Van'ar tersebut.
"Iya, jiganamah (kayaknya)." Timpal pria bernama Ayan tersebut.
"Hm, semalam kan BL kita ini cari udara segar sampe tengah malam." Lanjut pria bernama Danial tersebut.
"Mungkin salam makan si capt itu, Beta pikir begitu."Ujar pria berkulit gelap tersebut.
"Astagfirullah haladzim." Lirih pria yang terlihat sangat pucat pasi tersebut, sambil menghirup udara sekitarnya melemah.
"Hih, gitu amat wajahnya BigLear."
Danial bergidik sendiri melihat wajah pucat rekan sejawatnya tersebut.
Van'ar-pria yang sering dipanggil capt, Bing Leader atau disingkat menjadi BL atau Biglear ini, sedari pagi memang diserang mual tiba tiba. Sedari subuh ia terus memuntahkan segala isi perut kotak kotaknya. Bahkan rasanya ada yang bergejolak didalam sana, belum lagi rasa pusing yang menderanya. Keluhan ini sebenarnya sudah Van'ar alami sejak beberapa minggu yang lalu. Namun datangnya cuma disubuh hingga menjelang pagi. Setelah itu rasa hilangnya sirna. Tetapi, lagi lagi rasa mual itu hilang jika ia berada disamping sang istri. Aneh bukan?
Jika tengah bermalam dikesatuan, atau istrinya tengah berada di Rumah Sakit dari malam hingga pagi menjelang, Van'àr pasti akan didera mual hebat ini. Tetapi ia selalu menolak jika diajak kedokter, mungkin cuma masuk angin atau lambung sangkalnya.
"Perlu panggil dokter?" Tanya Danial.
Pria tampan itu menggeleng, sambil membersihkan bekas muntahanya.
"Sebentar lagi juga reda." Ujarnya sambil berlalu.
"Thanks semuanya, saya keluar dulu." Lanjutnya sambil berlalu.
Benar saja, siangnya saat apel digelar pria itu kembali sehat seperti semula. Ya, karena mualnya cuma datang dipagi hari. Selesai digelarnya Apel pun, pria itu terlihat segar bugar kembali.
"Kayaknya, istrinya Biglear yang perlu diperiksa ini mah." Bisik Danial kepada si Ayan.
"Diagnosa yang tepat, kabar ini harus segera dipastikan secepat cepatnya, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya." Jawab Danial sambil berlalu.
"Hm, si ibu dokter anu hamidum. Tapi Biglear yang morningsickness kitu?" Bingung Ayan-pria berseragam TNI AD itu sambil ikut berlalu.
□□□□
"Astaga Naga my honey sweetie Aurra kenapa?" Pekikan histeris Adnia-menyambut datangnya wanita cantik tersebut.
Setengah jam yang lalu, sirine gawat darurat dilantai empat menyala. Kemudian disusul keluarnya gerombolan tim medis senior berbondong bondong kelantai empat. Tak lama disusul pula oleh orang orang berpakaian serba hitam disana.
"Dokter Aurra diserang saat menggantikan dokter Herwan untuk bertugas di ruangan pasien misterius dilantai 4 dok!" Ujar Suster Santi menuturkan.
Kabar jika Aurra terluka karena melawan dua penyusup tentu langsung menjadi perbincangan. Belum lagi kehebohan, saat dua polisi ganteng luar biasa ikut hadir mengamankan kondisi yang mulai tak kondusif disana.
"Oh my goot, jadi Rara aku terluka?" Tanya Adnia cemas.
"Iya. Dokter Aurra'-"
"Dokter Adnia, bisa ikut saya." Sela seorang suster.
"Ada apa?"
"Anda ditunggu diruang UGD, dokter Aurra mengalami pendarahan." Tutur Suster itu.
"Whatt, Rara pendarahan?"
"Mari dokter!"
Adnia mengangguk, sebelum berlalu menuju UGD. Sementara itu, keadaan dirumah sakit juga sudah mulai kembali tenang. Dua orang pelaku sudah diamankan oleh pihak yang berwajib, pasien yang menjadi incaran juga sudah ditangani dan dijaga ketat kembali.
"Mas, gimana ini?" Cicit wanita paruh baya itu sambil meremas ujung khimarnya cemas.
"Kita berdoa saja yang terbaik untuk Aurra bunda." Lirih sang suami yang duduk disampingnya.
Kini keduanya tengah berada diruang tungu, menunggu kabar dari sang menantu yang terluka didalam sana.
__ADS_1
"Kita harus hubungi bang Van'ar." Usul wanita paruh baya itu.
"Jangan bunda. Nanti Van'ar khawatir. Dia sedang bertugas." Tutur sang suami memberi pengertian.
"Tapi-"
"Aurra akan baik baik saja bunda. Percaya saja kepada Allah, kita serahkan semuanya kepada-Nya." Sela Vano mengingatkan, yang langsung diangguki oleh sang istri.
"Dimana Aurra?" Tanya pria paruh baya itu khawatir.
"Di dalam. Dokter sedang menanganinya."
Tutur Vano.
"Kenapa bisa jadi begini?" Tanya Dimas, tergambar jelas raut kecemasan diwajahnya.
"Kenapa putiku bisa sampai terluka?" Tanyanya lagi memburu.
"Yah." Lirih sang istri mengingatkan.
"Maaf, saya khawatir." Ujar Dimas melemah.
Tentu ia kawatir, beberapa menit yang lalu Kia-besanya itu menelpon jika putrinya terluka dan dilarikan ke Unit Gawat Darurat. Oleh karena itu, pria paruh baya itu langsung melesat kerumah sakit dengan pikiran kacaunya.
Krieet
"Dokter Adnia, bagaimana keadaan putri saya?" Tanya Dimas memberondong dokter muda yang baru saja keluar dari ruangan gawat darurat tersebut.
"Tolong tenang Doter Dimas. Saya harap semuanya tenang." Ujarnya sambil menatap keempat orang tua tersebut.
"Dimana suami dokter Aurra?" Tanyanya.
Keempatnya diam ditempat. Van'ar? Pria itu tengah berada dikalimantan saat ini.
"Ada apa? Putra saya sedang berada diluar kota." Ujar Vano angkat bicara.
"Ibu dan bayinya dalam bahaya."
Deg
"M-maksud dokter?" Tanya Dimas takut takut.
"Sebaiknya anda mengikuti saya, kita bicara diruangan saya." Ujar dokter muda itu serius, lalu diangguki oleh keempatnya.
Sesampainya diruangan milik dokter kandungan tersebut, karena keempatnya ingin masuk. Adnia terpaksa mengizinkan keempat orang tua itu masuk. Mendengarkan penuturanya tentang kondisi Aurra secara mendetail. Tanpa dikurangi atau dilebihi , semua disapaikanya hingga kesempatan terburuk sekalipun.
□□□□
To Be Continue
Holla guyss😊😊
Update lagi nich😥😥
Hayoo, raders yang dikalimantan merapat👏👏
Aku sengaja masukin kota Bontang karena ya, mbak readers yang selalu DM di IG buat aku penasaran sama kota ini. Jadinya yaa, aku masukin sebagai latar belakang. Gimana suka enggak mbak? Yang lain, kalau mau kotanya disambangi VanRa DM aja😄😄
Insaallah nanti jika ada kesempatan aku masukkan😙😙
Hayoo, gimana buat part ini?
Jangan lupa komentarnya yoo💬 like🖒 dan boom vootingnya💯
Maaf jika typo masih bertebaran🙏🙏
Ok segini dulu, aku mau pamit dulu.
Bye bye
Sukabumi 02 juni 202p
08.02
__ADS_1