
..."Setiap waktu aku bersamamu,didetik tiap deru napasmu, tiap jarak pandang matamu, tiap langkah kakimu, tiap hatimu merindu, setiap waktu aku bersamamu,walaupun ragaku tak lagi dapat disampingmu."...
...-Keevan'ar Radityan Az-zzioi-...
...BSJ 55 : Everytime (VanRa Part)...
...♡♡♡...
Suara berkumandangnya adzan subuh, membangunkan seorang wanita cantik. Manik hazelnya menerjap beberapa kali, sebelum kesadaranya kembali terkumpul. Di edarkanya seluruh pandanganya ke penjuru penjuru ruangan. Ia harap menemukan sosok yang dirindukanya, tetapi nihil. Lalu, siapakah gerangan yang memindahkanya ke tempat tidur? Padahal semalam ia yakin tidur diatas sofa setelah kelelahan menangis.
Aurra juga yakin, semalam ada yang mencium keningnya. Mengatakan ia juga rindu kepada dirinya. Bahkan Aurra juga sayup-sayup dapat melihat wajah prianya berlutut di hadapan sofa yang di tidurinya. Lalu, apa semua itu cuma halusinasi?
Wanita cantik itu menangkupkan tanganya di dada. Mungkin ia terlalu merindukan suaminya, oleh karena itu ia menjadi memimpikan dia. Menghilangkan segala kebingunganya, Aurra memilih membaca doa sesudah bangun tidur sebelum beranjat menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Dirinya butuh segera salat, menenangkan hati kecilnya yang dilingkupi kerinduan menahun. Di setiap sujudnya ia panjatkan doa bagi keselamatan sang suami. Agar di manapun prianya berada, selalu dalam lindungan Allah subhanu wata'ala.
Agar suaminya itu bisa kembali kerumah dengan sehat walafiat, dan cepat cepat bisa berkumpul bersama lagi denganya. Selesai dengan doa tentang segala keluh kesah hati kecilnya, wanita cantik yang masih mengenakan mukena itu fokusnya teralihkan kepada decitan pintu yang terbuka dari luar.
Sebuah suara familiar yang amat dirindukanya melantunkan lagu yang dinginkanya semalam dengan suara indah.
Oh everytime I see you
Oh setiap kali aku melihat mu
그대 눈을 볼 때면
geudae nuneul *** ttaemyeon
Saat aku melihat mata mu
자꾸 가슴이 또 설레여와
jakku gaseumi tto seolleyeowa
Jantung ku terus berdebar
내 운명이죠
Aurra menutup bibirnya saking tak percayanya, sosok yang dirindukanya itu kini berdiri di ambang pintu. Bernyanyi dengan menghayati tiap baiknya, masih berseragamkan pakaian dinas lengkapnya. Perlahan tapi pasti, pria tampan itu memasuk kamarnya. Masih dengan menyayikan lagu yang semalam diinginkan istrinya.
nae unmyeongijyo
Ini adalah takdir ku
세상 끝이라도
sesang kkeutirado
Bahkan sampai akhir dunia
지켜주고 싶은 단 한 사람
jikyeojugo sipeun dan han saram
Kau satu-satunya orang yang ingin aku jaga
Aurra menangis di bait ketika suaminya secara nyata sudah ada di hadapanya. Masih menyayikan lagu everytime. Menghapus air mata yang keluar dari kedua kelopak cantik milik istri tercintanya.
Baby OhOhOhOh
OhOhOhOh
Baby OhOhOhOh
OhOhOhOh
Aurra tidak percaya, saking terkejutnya ia sampai mencubit pipinya sendiri. Memastikan bahwa semua itu benar, bukan halusinasi.
Oh everytime I see you
Oh setiap kali aku melihat mu
__ADS_1
그대 눈을 볼 때면
geudae nuneul *** ttaemyeon
Saat aku melihat mata mu
자꾸 가슴이 또 설레여와
jakku gaseumi tto seolleyeowa
Jantung ku terus berdebar
내 운명이죠
nae unmyeongijyo
Ini adalah takdir ku
세상 끝이라도
sesang kkeutirado
Bahkan sampai akhir dunia
지켜주고 싶은 단 한 사람
jikyeojugo sipeun dan han saram
Kau satu-satunya orang yang ingin aku jaga
...EVERYTIME BY CHEN (EXO) FEAT. PUNCH (DESCENDANTS OF THE SUN OST)...
...{Lirik lengkapnya search di google ya}...
Hingga bait bait terakhir pun, Aurra tidak bisa menahan tangis harunya. Rindu yang menumpuk di hati terasa terangkat dengan tiba-tiba. Melihat sosok yang dirindukanya berdiri tegap di hadapanya, membuat Aurra terharu juga bahagia secara bersamaan.
"Aurra.... kangen, hiks..."
Pria tampan itu tersenyum kecil sambil membalas pelukan sang istri tak kalah erat.
Ia tahu istri kecilnya ini merindukan dirinya, ia pun sama. Tapi bagaimana lagi, ia memiliki tanggung jawab lain yang harus diembanya.
Cup
"Mas juga rindu sama bunda." Ujarnya lirih sambil memberikan kecupan ringan di pucuk kepala sang istri.
Tak dapat di ungkapkan oleh kata kata, puncak rasa rindu itu. Di mana kedua insan yang terpisah oleh jarak ribuan kilo meter, saling merindukan, tak pernah saling bertemu atau bertegur sapa, tetapi saling mendoakan di setiap sujudnya.
Hari ini, tepat empat bulan usia pernikahan keduanya. Setelah menyelesaikan tugas negaranya, dia--Van'ar langsung pulang ke kediamanya. Demi menuntaskan rasa rindu yang menunggak di hati. Ketika di hadapkanya sang istri yang juga tengah menangis karena merindukanya.
Van'ar sudah pulang dari semalam. Dari dimana sang istri mengadu ingin di lantunkan lagu Everytime yang mana Van'ar tahu, hingga istrinya terlelap karena kecapean setelah menangis. Dengan segenap rasa yang membuncah di dadanya, semalam Van'ar menghampiri sang istri yang terlelap di atas sofa. Mencium keningnya sayang, sambil mengelus perut rata sang istri di mana buah hatinya tengah berkembang di sana.
Semalaman penuh, setelah memindahkan sang istri ketempat tidur, Van'ar memilih mendatangi kamar sang kembaran. Meminta di carikan lagu Everytime ost Drama terkenal asal negri gingseng. Tak tanggung tanggung, pria itu menghapalnya semalaman penuh demi mengabulkan permintaan istri dan calon anaknya. Walaupun ia sendiri tidak pernah bernyanyi untuk siapapun. Tetapi demi istri dan calon buah hatinya, Van'ar rela melakukan semua itu.
"Mas sudah pulang?" Tanya wanita cantik itu sambil menatap wajah tampan sang suami.
Cup
"Mas pulang untuk kalian." Ujar Van'ar sambil mengecup kening sang istri sayang.
Tidak banyak yang dipinta Aurra dalam sujudnya,selain keselamatan sang suami, ia juga ingin melihat suaminya secara langsung. Memeluknya secara nyata, mengikis jarak ribuan kilo metar sekalipun, untuk beberapa menit saja. Dan kini, Allah mengabulkan doanya tersebut.
□□□□
Pasca kepulangan sang suami, senyum merekah tak henti hentinya tersungging di bibir mungil yang tertutup oleh penghalang tersebut. Seperti saat ini, di meja makan keluarga besar itu nampak lengkap dengan keseluruhan putra mereka yang hadir.
"Opa mau tambah lagi sayurnya?" Pria paruh baya itu tersenyum kecil sambil menggeleng.
"Tidak perlu, ini sudah cukup cucu menantu."
__ADS_1
Aurra mengangguk mengerti, sudah menjadi kebiasaanya membantu menyiapkan sarapan di pagi hari bersama bundanya-Kia. Sementara dirinya akan sarapan setelah mereka usai.
"Mas, nasinya sudah cukup?" Tanyanya ketika giliran sang suami.
Pria tampan itu mengangguk, dia duduk tepat di samping adik kembarnya Lunar. Berhadapan dengan kakaknya Anzar.
"Lauknya sudah cukup?" Van'ar tersenyum sambil mengangguk, istrinya itu memang sudah tahu porsi makanya juga lauk lauk yang disukai dan dihindarinya. Sungguh, empat bulan tinggal bersama, Van'ar bisa menyadari jika dirinya diurus dengan baik.
Semua pemandangan itu tak luput dari manik tajam di sebrang meja. Bukanya iri, hanya saja ada sebagian dari dirinya yang tak rela melihat semua itu. "Bang, ayok dimakan sarapanya."
Tegur sang bunda, membuyarkan lamunanya.
"Iya bunda." Iya berdeham kecil, sebelum memulai menyantap sarapanya. Lebih baik ia segera mencari pendamping, dari pada harus di hantui rasa sendiri.
----
Cup
"Aurra masuk dulu ya mas, mas hati hati di jalanya." Ujar wanita cantik berhijab syar'i tersebut.
Pagi ini ia di antarkan kerumah sakit oleh sang suami, mengenakan motor kesayangan suaminya. Pria dengan seragam PDL TNI AD itu tersenyum kecil. Ia memang rindu momen momen kecil seperti mengantar atau menjemput istrinya pulang kerja.
"Mas nanti pulangkan?" Tanya sang istri, membuat fokusnya kembali.
"Insaallah iya, mas hari ini tugas di kesatuan."
Aurra tersenyum kecil dibalik penutup hijabnya.
"Yasudah, kalau begitu hati hati ya mas."
"Iya." Ujar Van'ar sambil mrngecup pucuk kepala sang istri sayang.
"Bundanya sudah, tinggal baby nya." Ujarnya sambil berlutut di hadapan perut sang istri.
"Mas." Lerai sang istri, mengingat suaminya itu akan bertugas. Nanti celana seragam dinasnya kotor.
"Sebentar, mas mau nyapa junior kita." Ujarnya kecil. "Hai jagoanya ayah, apa kabar hm?"
Aurra tersenyum kecil, selalu saja ada kata kata yang mampu menggelitik hatinya, jika suaminya tengah berceloteh dengan calon anaknya.
"Tidak rindu ayahkah kamu nak? Maaf, jika ayah sering meninggalkan kalian ya. Bunda dan kamu penting untuk ayah, tetapi tugas negara juga penting." Aurra terharu, suaminya ini memang sosok yang kedewasaanya perlu diacungi jempol.
"Suatu saat nanti, jika kamu berkesempatan membela negara seperti ayah, kamu akan mengerti. Tapi, jika kamu juga ingin menjadi seperti bunda, beban yang kamu emban tidak akan berbeda pula."
"Ayah sayang kamu dan bunda. Baik baik di dalam sana, jaga bunda selagi ayah bertugas."
Air mata Aurra meneter tanpa diminta, saat tangan kekar itu mengusap perutnya penuh cinta.
Lagi dan lagi, tindakan penuh cinta dari mahluk tuhan yang satu ini membuatnya tersentuh. Begitu banyaknya halang rintang yang menghadang, di pisah jarak yang membentang. Jalinan cinta dua anak Adam ini akan semakin kuat, apalagi dengan adanya buah hati yang selama ini dinanti-nanti.
□□□□
To Be Continue
Selamat pagi guyss😄😄
Update lagi nihh😊😊
Ini khusus VanRa ya yang lagi melepas rindu.
Maaf kalau masih banyak typo🙏
Hayooo gimana, maaf yo kalau bikin melting melulu. Maklumm, feelnya lagi ngena kesono.
wokeee, jangan lupa like, komen, dan vote yaa😊😊
sukabumi 10 Juni 2020
04.56
__ADS_1