Cakrawala

Cakrawala
Episode 21


__ADS_3

Sekembalinya ke barak, gue langsung mengacak-ngacak ruang penyimpanan obat-obatan.


"Sa, lo nyariin apa sih? Jadi berantakan semua gini?" Talitha nanyain gue yang udah kayak orang kesetanan mengobrak-abrik seisi ruangan.


"Antibiotiknya selain ini disimpen dimana?" gue menjawab tanpa menghentikan aktivitas gue.


"Antibiotik? Coba tanya bu Rahma. Semua catatan obat-obatan ada sama dia"


Tanpa menunggu lama, gue segera berlari menuju ruangannya bu Rahma.


"Tinggal antibiotik yang itu saja yang kita punya. Kita sudah mengirim list obat-obatan ke pusat, tapi sepertinya masih dalam proses ekspedisi" jelas bu Rahma setelah meneliti catatannya.


"Sudah berapa lama sejak pengajuan bu?"

__ADS_1


"Sudah hampir dua bulan"


"Dua bulan? Dan belum sampai?"


"Ya begitulah Khanza, sudah biasa jika pengiriman terlambat. Tim medis sudah sering mengajukan protes tapi hanya dijawab sedang diproses"


Kepala gue makin mendidih. Niat kerja nggak sih para pejabat-pejabat yang makan uang rakyat di atas sana. Berapa lama coba ekspedisi Jakarta-NTT? Paling lama dua minggu lah. Tapi udah hampir dua bulan belum nyampe? Hello... ngapain aja mereka di sana? Sibuk manicure pedicure?


Nggak bisa dibiarin nih. Gue langsung tancap gas ke ruang pak Kolonel.


 


 

__ADS_1


Kaget akan kehadiran gue yang tiba-tiba, buru-buru duo mesum itu menyingkir dari pelukan satu sama lain. Baju Talitha masih berantakan, sementara restleting celana Satriya belum dinaikan. Huh, andai aja Kendra bisa seagresif Satriya. Hidup gue pasti lebih mudah.


"Dasar mesum. Tau tempat kek kalau mau anu-anuan. Ngintip tuh burung lo restleting nggak dinaikin!" cibir gue begitu keadaan sudah terkondisikan.


Satriya segera membalikkan badan dan mengecek celananya. Duh, pasti sakit tuh belum sempet keluar. Rasain.


"Lo masuk ketuk pintu dulu lah.. Langsung nyelonong aja, pernah diajarin sopan santun kan?" mulai deh pawangnya nyinyir.


"Suka-suka gue dong. Lo juga berbuat mesum nggak tau tempat, pernah diajarin sopan santun kan?" bales gue ke cewek yang masih merapikan rambutnya itu.


"Udah..udah" gue bisa denger Satriya mencoba menenangkan Talitha. "Kamu keluar dulu beb, biar aku ngomong sama Khanza" lanjutnya lirih.


"Kok ayang jadi ngusir sih. Ya kalau mau ngomong tinggal ngomong aja. Aku dengerin di sini"

__ADS_1


"Bagus. Sekalian lo juga denger" sahut gue. "Gue mau protes." Wajah gue menghadap ke Satriya, jari telunjuk gue acungkan tepat ke wajahnya, "Lo sebagai komandan harusnya bertanggungjawab dong sama segala kebutuhan di sini. Jangan cuma ngewe mulu kerjaanya"


__ADS_2