Cakrawala

Cakrawala
Episode 40


__ADS_3

-Khanza-


Buat gue, cowok yang sayang sama emaknya itu charming banget. Mau tau kenapa? Karena cowok kayak gitu paling bisa menghargai wanita. Coba deh dipikir, sama ibu yang sudah bertaruh nyawa melahirkan dan merawat seumur hidup aja nggak menghargai, apalagi sama cewek yang cuma bisa mlorotin duit sama teriak aah aah aja. Banyak kan sekarang lelaki-lelaki manja yang udah gedhe tapi masih minta diladenin sama ibunya. Makan disiapain, baju dicuciin, kamar dibersihin, duit diplorotin. Mending kalau tau diri dan ada inisiatif untuk membahagiakan orang tua. Kalau enggak? Itu ibu apa jongos?


Come on girls, kalian-kalian harus pinter memilih lelaki. Bagaimana seorang lelaki memperlakukan ibunya saat ini adalah bagaimana cara dia akan memperlakukanmu nanti. Kalau sekarang aja ibunya sendiri dijadiin jongos, ya jangan nyesel kalau setelah nikah tuh laki kerjaanya cuma nyuruh-nyuruh terus. Habit doesn't change easily, babe.


Beda kalau laki tuh tau caranya menghargai perempuan. Dan itu tercermin dari bagaimana dia memperlakukan ibunya sendiri. Gue acungin jempol buat lelaki yang mau pegang kerjaan rumah, bantu-bantu ibunya, perhatian sama ibunya, dan selalu nurut dan menghormati sang ibu. Sosok idaman banget kan? Dan sosok itu gue dapet dari Kendra.


Nggak nyangka, cowok pencinta 'tayangan berlendir' itu ternyata sesayang itu sama ibunya. Malam ini gue denger banyak banget cerita tentang Kendra dari adeknya, Nisa. Yup, setelah tragedi video call yang baru saja terjadi, gue diem-diem nyuri kontaknya Nisa dari ponsel Kendra. Hehe.. maap ya Pak tadi mata gue tidak bisa dikondisikan, jadi keliatan deh waktu bapak buka kunci layar. Jadi ketahuan deh PIN-nya berapa.

__ADS_1


Setelah itu gue chat-chatan sama Nisa. Modusnya sih nanyain keadaannya ibuk. Syukur deh dulu gue kuliah kedokteran, jadi ada bahan buat jadi topik pembicaraan seputar pemulihan kesehatan ibuk pasca kecelakaan. Adiknya Kendra ternyata asyik juga, ramah dan welcome banget orangnya. Dari pembicaraan gue dengan Nisa, ada banyak hal tentang Kendra yang bikin gue makin kagum sama dia. Tentang bagaimana berbaktinya dia sama orang tua, bagaimana sayang dan pedulinya dia kepada keluarga, tak pernah kenal pamrih dan selalu menjadi anak sulung yang bisa diandalkan. Nisa cerita bagaimana kakaknya itu selalu menyempatkan diri menelepon ibunya di tengah-tengah kesibukan pekerjaan, menjadi yang pertama cemas jika sang ibu kenapa-kenapa, dan bagaimana lelaki itu membantu ayahnya menjadi tulang punggung keluarga. Sebagian penghasilan yang Kendra terima dia kirim ke ibunya, sebagian lagi ditabung untuk biaya sekolah Nisa yang sebentar lagi akan duduk di bangku perkuliahan. Sementara Kendra, dia merasa cukup dengan barang-barang sederhana dan seadanya.


Selain membiacarakan Kendra, gue juga dapet bonus foto-foto aib si seksi yang dikirim spesial langsung dari adik semata wayangnya.


"Kenapa senyum-senyum?" tanya Kendra. Kepalanya mendongak melirik layar ponsel gue.


"Coba liat"


Buru-buru gue amankan ponsel gue, "Nggak mau"

__ADS_1


"Itu tadi foto gue kan?"


"Siapa bilang"


"Nggak usah bohong."


"Hehehe... iya, foto bapak lagi ngupil."


__ADS_1


__ADS_2