
Raja Bhian dan keluarganya sampai di depan pintu aula yang akan di gunakan untuk acara pertunangan. Setelah selesai acara utamanya nanti barulah mereka akan menuju halaman istana untuk acara lainnya.
Pintu belum di buka karena menunggu pemeran utama datang, dan Raja Bhian sedang menunggunya. Sementara keluarga mereka sudah masuk lewat pintu lainnya.
Tidak lama menunggu akhirnya Zhia muncul juga dengan di temani oleh sepuluh orang pelayan yang mengikuti di belakang membantunya mengangkat bagian bawah gaunnya saat melewati beberapa lorong tadi. Prajurit yang berjaga juga selalu siaga mendampingi sang tuan Putri.
Raja Bhian menatap kagum dan tidak mampu mengedipkan matanya melihat kecantikan calon tuangannya yang begitu terpancar indah. Apakah ini permata paling barharga milik paman Hilla yang pernah di katakan ayah batin Raja Bhian terus menatap Zhia yang semakin mendekat.
Gadis itu juga menunjukkan senyum manisnya pada Raja Bhian sebagai tanda bahwa dia senang bertenu dengan pria itu. Apa lagi kala mengingat permintaannya yang akan di utarakan pada pria itu nanti.
Keduanya saling berhadapan dna memandang satu sama lainnya dengan begitu dalamnya, seakan mencoba mencari tahu apa isi dari hati masing-masing. Akankah pertunangan ini membuat sedih atau justru merasa tertekan dan tidak bahagia. Kalau memang itu terlihat dari pancaran mata Zhia maka Raja Bhian akan berusaha sekeras mungkin menciptakan binar bahagia di hati gadis itu.
Tapi yang di dapat Raja muda itu hanya pancaran kebahagiaan, tapi masih menjadi misteri apa penyebab kebahagiaan itu. Pertunangan ini atau hal lainnya.
Pintu terbuka lebar membuat keduanya kaget dan melihat ke dalam, Raja Bhian mengulurkan tangan kanannya pada Zhia seraya menatap gadis itu dengan lembut. Mulai detik ini juga ia bertekat dalam hatinya akan mendapatkan cinta dan perhatian dari Zhia seperti janjinya pada keluarga dan memang keinginan hatinya sendiri agar tidak ada kegagalan di dalam hubungan mereka nantinya.
Zhia yang melihat senyuman lembut Raja Bhian di buat terpesona hingga tanpa sadar ia mengulurkan tangannya menyambut tangan Raja Bhian yang sudah menunggu.
Keduanya mulai melangkah perlahan memasuki gedung aula yang sudah di hadiri oleh para pejabat kerajaan Month dan beberapa orang pejabat kerajaan Sun yang memang ikut menemani rombongan Raja mereka saat datang.
Semua menatap pasangan yang masuk saling berpandangan itu seakan hanya mereka berdua saja yang ada di sana.
"Wah mereka sangat cocok ya" bisik-bisik para pejabat mulai terdengar.
"Jadi dia putri Zhia yang selama ini hanya kita dengar namanya saja"
__ADS_1
"Iya, putri Zhia memang tidak suka menghadiri acara kerajaan atau acara apapun yang bersifat resmi jadi tidak banyak orang yang tahu"
"Sangat tertutup juga ya"
"Iri sekali dengan tuan putri" ucap salah seorang gadis anak salah satu menteri di kerajaan Month.
"Iri kenapa?" tanha temannya.
"Iri karena tuan putri sangat cantik jadi cocok bersanding dengan pria tampan seperti Raja muda itu"
"Itu sih dewa yang turun ke bumi untuk menjemput dewinya"
Banyak bisik-bisik lainnya lagi yang terdengar membuat ruangan itu sedikit gaduh. Tapi hal itu tak cukup mampu mengalihkan perhatian kedua insan yang masih slaing menatap dan berjalan lurus ke depan.
Zhia tersentak saat merasakan tangannya sedikit di remas oleh Raja Bhian. Gadis itu melihat kedepan di mana ayahnya duduk tersenyum padanya namun matanya nampak sedikit berkaca-kaca.
Raja Hilla tidak menyangka kalau gadis kecilnya sudah besar dan akan bertunangan dengan pria yang merupakan anak sahabatnya. Setelah acara ini selesai dan istirahat saru hari maka gadis kecilnya itu akan pergi di bawa calon suaminya.
Hati ayah mana yang tidak akan sedih kala harus melepaskan anaknya di bawa pasangannya walaupun hati ikhlas tapi tetap saja kesedihan itu akan tetap ada. Merelakan hati dan cinta anak gadisnya terbagi antara ayah dan suami semua itu akan di rasakan para ayah.
Sedangkan permaisuri Zie dan permaisuri Vela susah menghapus air mata mereka kala mengingat bagaimana repotnya dulu mereka menjaga Zhia yang super aktif. Dan segala kenakalan juga kejahilannya mebuat mereka pusing.
Ratu Nila masih menahan air matanya kala melihat betapa cantiknha gadis kecilnya yang kini sudah memiliki pasangannya. Ia tidak akan bisa lagi melihat gadis itu nantinya, mungkin bukan tidak bisa hanya membutuhkan waktu untuk bisa bertemu.
Segala kebersama mereka akan menjadi kenangan saat gadis super aktif dan tangguh itu akan berpindah tempat ketempat calon suaminya. Keluarga barunya, dan harapan Ratu Nila semoga anak gadis mereka itu bahagia selalu.
__ADS_1
Acara pertunangan pun di mulai dengan kedua orang tua yang akan saling menyampaikan maksud lebih dulu. Agar semua orang dapat melihat kalau pertunangan ini tidak ada unsur paksaan walau dari perjodohan. Dan pernikahan ini juga tidak ada hubungannya dengan masalah kerajaan dan polotik.
"Hari ini ijinkan saya Perdana Mentri Ji mewakili kerajaan Sun untuk mengatakan bahwa kami ingin menjalin hubungan sebagai keluarga dengan kerjaan Month, dan kami datang dari jauh datang ke sini untuk meminang putri kerajaan Month yang cantik ini untuk Raja muda kami yang tak lain anak dari Raja terdahulu, Raja Abei kakak saya" ucap Perdana Menteri Ji menjelaskan.
"Niat baik keluarga kerajaan Sun sangat kami terima dengan baik, tapi sebagai orang tua kami akan tetap menyerahkan keputusannya pada anak kami Putri Zhia karena bagaimanapun dialah yang akan menjalaninya" sahut Raja Hilla pula menatap putrinya lagi dengan berusaha menahan air mata.
Baru acara pertunangan saja sudah sedih bagaimana nanti kalau Zhai sudah menikah, ku rasa harus menyiapkan ember untuk menampung air mata batin Zhio.
Perdana Mentri Ji melihat keponakannya lalu mengangguk kecil memberi isyarat yang di angguki oleh Raja Bhian pula.
Raja Bhian memutar tubuhnya menghadap Zhia yang kembali melihatnya. Raja Bhian melepas pegangan tangan mereka dan menatap Zhia dengan begitu tegas namun tulus seakan mengisyaratkan bahwa ia sangat serius namun dengan cara lain di hadapan Zhia.
"Zhia Mandu Monht, hari ini saya sekeluarga di sini memiliki tujuan baik dan tulus untuk meminangmu menjadi istriku, namun karena ini pertemuan pertama kita maka kita akan bertunangan lebih dulu, tiga bulan kedepan nanti kita akan melangsungkan pernikahan di kerajaan Sun" ucap Raja Bhian menghentikan sejenak ucapannya kemudian melanjutkan.
"Dengan segenap hati, di hadapan seluruh keluarga dan semua orang, saya Bhiantra sebagai seorang pria biasa bukan seorang Raja yang di kenal semua orang, saya ingin melamar kamu Zhia untuk menjadi pendamping hidup saya di masa depan, apakah kamu mau menerima pria biasa ini sebagai pendampingmu" lanjut Raja Bhian.
Begitu tulus ucapannya pada Zhia, bahkan Raja Bhian melamar Zhia bukan sebagai Raja tetapi seorang pria biasa yang begitu menginginkan gadis pujaannya menjadi pendamping masa depannya.
Alangkah terharunya semua orang yang mendengar kalimat lamaran dari Raja muda itu. Mereka tidak menyangka kalau Raja Bhian rela melepas status Rajanya sejenak demi meminang seorang gadis. Walau keduanya berasal dari keluarga kerajaan yang terpandang dan di segani.
Kini semua orang merasa tegang karena Zhia yang belum membuka suaranya dan malah menatap intens pria di hadapannya yang sedang memegang kotak berisi dua cincin. Orang tua keduanya pun tak kalah tegangnya menantikan jawaban Zhia. Apa lagi raut wajah gadis itu sungguh sulit di tebak apa isi hati dan pikirannya saat ini.
Walau awalnya Zhia sudah meberima tapi siapa yang tahu kalau kali ini jawaban gadis itu bisa berbeda. Wiya juga merasakan ketegangan saat ini tapi yang di rasakannya lain, harapan Wiya semiga lamaran kakak sepupunya di tolak sedangkan yanv lainnya berharap agar lamaran itu di terima.
"Zhiaa... maaf" gadis itu menunduk namun jawabannya membuat banyak orang melongo tidak percaya.
__ADS_1