
Kasim Oni memberikan catatan nama para peserta yang akan mulai bertanding saat Zhia mengulurkan tangannya.
"Hanya dua puluh orang!" ucap Zhia tidak percaya.
Kemarin saat melihat daftar nama para peserta ada seratus orang lebih terdiri dari kalangan anak pejabat daerah maupun Mentri. Tapi kini yang tersisa hanya dari kalangan anak Jendral saja dan beberapa anak pejabat dan Menteri.
"War biasa" geleng kepala Zhia melihat perubahan daftar yang sangat drastis itu.
Bukan setengah yang hilang melainkan 99,9% lebih sudah hilanh dari seratus orang lebih dan tersisa hanya dua puluh saja.
"Apa pertandingan akan di teruskan Tuan Putri?" tanya Kasim Oni.
"Tentu saja, mulai sekarang" sahut Zhia.
Kasim Oni memberi tanda pada orang yang di tugaskan menjadi ketua acara pertandingan agar segera mulai.
Bunyi terompet menandakan kalau acara sudah di mulai, kuda juga sudah tersedia di lintasan dengan penjaganya.
Para peserta di bagi menjadi empat kelompok dan maisng-masing akan di nilai serat di catat siapa pemenangnya.
Satu persatu kelompok maju dan mulai bertanding, walau tidak melaju dengan cepat kuda yang mereka bawa. Namun usaha mereka untuk tetap berada di atas kuda boleh juga, bahkan ada yang kudanya berjalan pelan bukan berlari.
"Haduh! ini pertandingan atau latihan sih" gumam Zhia gemas kala melihat cara para peserta bertanding. Beberapa wanita maish berani memacu kuda mereka lebih cepat dari yang lainnya. Tapi lebih banyak yang kudanya hanya berjalan pelan saja, seperti sedang jalan-jalan pagi menggunakan kuda batin Zhia.
Para wanita anak pejabat sempat kesulitan bahkan ada yang jatuh sebelum naik, ada pula yang pakaiannya sobek bagian bawahnya karena mereka yang mengenakan gaun.
Pertandingan berkuda terus berlangsung meski beberapa harus berjuang keras hingga bisa naik ke atas kuda karena tidak ada bantuan sama sekali dan mereka benar-benar harus bisa naik sendiri. Zhia merasa salut juga dengan keteguhan mereka yang mau berjuang menyelesaikan pertandingan walau tertinggal jauh bahkan hanya tinggal sendirian di garis awal.
Akhirnya pertandingan berkuda selesai dan nanti akan di lanjutkan dengan pertandingan memanah setelah istirahat sejenak. Apa lagi para wanita itu terlihat sangat kelelahan.
__ADS_1
"Bagaimana menurut Tuan Putri?" tanya salah satu pelayan Zhia yang berdiri di belakang gadis itu.
"Tidak ada tanggapan" sahut Zhia yang baru saja selesai minum.
"Apa tidak ada yang menarik perhatian Tuan Putri?" tanyanya lagi.
"Sejauh ini belum, kita lihat saja nanti kedepannya bagaimana" kedua pelayan itu mengangguk mendengar jawaban dari Zhia.
Mereka tidak bisa menilai saat ini dan langsung menjagokan siapa yang terbaik karena pertandingan masih akan berlanjut. Jadi Zhia juga tidak mau langsung menilai mana yang menarik.
Setelah istirahat beberapa saat kini semua peserta sedang bersiap untuk ke pertandingan selanjutnya. Mereka sedang mendengarkan arahan dari panitia apa yang harus mereka lakukan di pertandingan memanah kali ini.
Para peserta di beri tiga anak panah dan harus memanah lingkaran yang ada di depan yang lumayan jauh dan harus mengenai bagian tengah lingkaran yang berwarna merah terang.
Saat permainan di mulai para peserta mulai mengarahkan anak panah kedepan dan melepaskannya. Tidak semua sampai di lingkaran tujuan, ada yang setengah jalan sudah jatuh anak panah ada yang jatuh tepat di depannya sendiri karena kurang daya tariknya, bahkan yang membuat semua orang kaget ada pula yang anak panahnya di buang ke atas dan berbalik tepat di atas kepala sendiri.
"Astaga! kenapa dia malah memanah keatas yang sialnya hampir mengenai dirinya sendiri" kaget Zhia melihat kejadian di depannya yang tak terduga.
Sedangkan kedua pelayan Zhia menahan tawa mereka melihat apa yang terjadi di depan sana. Tapi tidak berani mengeluarkan suara karena itu hanya akan membuat mereka kena marah saja.
Di lapangan tempat para peserta, prajurit yang ikut jadi panitia mendekati wanita yang hampir kena panah tadi.
"Nona, arahkan panahnya ke depan dan lemparkan ke depan sana nona, kalau anda ingin bunuh diri jangan disini" ucapnya sopan memberitahu.
Awalnya wanita itu sudah senang karena di beritahu dan merasa di istimewakan karena nanti bisa memanipulasi dengan meminta di contohkan dan hasilnya akan di akuinya sendiri. Namun yanh di dengar malah kalimat akhir yang mengesalkannya.
"Siapa yang mau bunub diri hah?" marahnya lalu melemparkan anak panah di tangannya ke depan dan jatuh beberapa langkah di depannya.
Prajurit dan pelayan di belakangnya hanya mengangkat kedua bahu acuh lalu mundur. Kala mendapati anak panah yang di lemparkan hanya menggunakan tangan saja membuat keduanya melotot tidak percaya.
__ADS_1
Astaga apa anak orang kaya semanja ini sampai dasar menggunakan panahpun tidak tahu pikir mereka.
"Pptfff Tuan Putri lihat! wanita itu sangat lucu, bukannya menggunakan busurnya untuk melepaskan anak panah malah di lemparkan menggunakan tangannya saja"
"Aku yakin dia pasti anak yang snagat di manja orang tuanya sampai tidak tahu dasar memanah, walaupun tidak akurat panahannya tapi masa iya tidak tahu cara menggunkannya" ucap pelayan Zhia terkekeh pelan.
Yang di ajak bicara tidak mendengarkan apa yang di ucapkan kedua pelayannya dan malah menatap tajam dan serius pada seseorang yang sejak tadi menarik perhatiannya.
Dari berkudanya yang bagus, memanahnya juga bagus dan tepat walau satu anak panah meleset tetapi yang dua pas. Mungkin dia sudah pernah melakukan hal seperti itu, boleh juga batin Zhia.
"Kasim Oni, siapa wanita yang berpakaian berbeda itu?" tanya Zhia pelan agar tidak ada orang yang mendengar. Ya walaupun posisi Zhia cukup berjarak dari yang lainnya.
Kasim Oni melihat orang yang di maksud oleh Zhia.
"Oh, dia itu nona Ruican putri dari Jendral Loican di perbatasan Barat Daya" jelas kasim Oni.
Zhia mengangguk dan meminta kasim Oni kembali pada tempatnya.
Rupanya pertandingan ini hanya seperti latihan untuknya, pantas wajahnya terlihat santai di saat yang lain berjuang keras batin Zhia terus mengawasi wanita bernama Ruican itu.
Pertandingan memanah akhirnya selesai juga dan akan di lanjutkan besok lagi karena memang waktu pertandingan yang di singkat menjadi tiga hari saja. Raja Bhian yang meminta itu karena tidak ingin Zhia mengurus masalah itu terlalu lama. Apa lagi nanti mereka akan melakukan perjalanan jauh lagi kesuatu daerah yang sedang terkena musibah. Jadi harus di percepat memgingat peserta yang tinggal sedikit.
"Pertandingan kali ini selesai, besok akan kita lanjutkan lagi pertandingan dan besok juga akan di tentukan siapa yang menang" ucap kasim Oni menjelaskan.
Zhia yang masih duduk di sana merasa jika sejak awal dirinya masuk ada yang selalu melihatnya dengan tatapan tajam dan tidak suka. Tetapi orang itu masih bersikap sok manis dan menurut.
Bukannya tidak tahu siapa pelakunya, Zhia hanya tetap tenang dan menunggu hingga bisul pecah saja. Nanti juga muncul sendiri batinnya tersenyum smirk kala mendapati orang yang sejak tadi menatapnya tajam langsung mengalihkan pandangan kala dirinya melihat semua orang.
Ya seperti tipe-tipe orang yang diam-diam makan dalam, menyerang di saat ada peluang yang sangay menguntungkan dan menjadikan sseuatu hal sebagai alasan pembelaan diri.(Itu sih tipe) menurut saya ya).
__ADS_1