
Raja Bhian melihat seseorang yang sedang berbaring di lantai dengan beralaskan kain seadanya saja. Bahkan tanpa mengeluh atau banyak protes gadis itu tidur dengan nyenyaknya setelah makan kenyang tadi.
Ya, hukuman yang di berikan Raja Bhian untuk Zhia adalah tidak boleh tidur di ranjang dan harus duduk di pantai untuk merenungi kesalahan baru boleh naik setelah mengatakan bersalah dan meminta maaf.
Rencananya nanti kalau Zhia meminta maaf, Raja Bhian akan memanfaatkan kesempatan itu untuk meminta Zhia agar mau menciumnya.
Tapi yang di dapatkan oleh Raja Bhian sungguh di luar dugaannya. Zhia yang tadinya duduk dengan wajah cemberut saat di lihat Raja Bhian kini sudah tertidur.
Pada hal pria itu baru sebentar mengalihkan perhatiannya kearah buku di tangannya. Tapi saat melihat gadis yang berada di lantai itu sudah tertidur.
"Hah... kamu memang gadis yang berbeda" gumam Raja Bhian mendesah pasrah dengan bayangannya yang pudar tanpa terlaksana.
Zhia tidur dengan sangat nyenyaknya di lantai, bahkan saat Raja Bhian memindahkannya ke kasur gadis itu sama sekali tidak membuka matanya.
"Pada hal kamu tidur di lantai tapi bisa senyenyak itu" gumam Raja Bhian setelah merebahkan tubuhnya di samping Zhia dan melihat gadis itu yang masih nyenyak.
Setelah semua urusan di daerah Parena itu selesai, Raja Bhian dan rombongan kembali ke istana.
Para warga mengantarkan kepergian Raja mereka hingga keluar desa. Sangat senang karena keadaan di desa mereka sudah membaik, bahkan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya meski masih harus banyak memperbaiki lagi beberapa yang belum rampung.
Raja Bhian diam membisu selama perjalanan membuat Zhia merasa heran dengan sikap tidak biasa pria itu. Biasanya Raja Bhian akan memeluknya atau sekedar memegang tangannya selama perjalanan.
Tapi kali ini pria itu nampak diam dengan wajah kecewanya dan seperti ada sesuatu yang tidak terwujud yang sangat di inginkannya.
"Kamu kenapa?" tanya Zhia yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.
Raja Bhian melihat Zhia yang sedang menatapnya penuh, dan wajah polos itu benar-benar membuat Raja Bhian semakin galau saja akan sesuatu.
"Kenapa?" tanya balik pria itu yang tidak ingin ketahuan sedang menginginkan sesuatu.
"Kok malah kamu tanya balik sih!" kesal Zhia yang tidak mendapatkan jawaban malah pertanyaan.
Raja Bhian mengangkat kedua bahunya acuh dan melihat ke samping lagi dengan wajah datarnya.
Zhia berpikir kira-kira apa yang salah, apa dia pernah melakukan kesalahan? apa dia pernah membantah? atau apa dia pernah berpaling? pikir Zhia.
__ADS_1
Apa mungkin?....
Ah iya...
Gadis itu menghembuskan napasnya panjang. Mungkinkah dia marah karena masalah waktu itu pikir Zhia yang ingat akan hukuman yang pernah di berikan padanya. Tapi yang ada bukannya menyelesaikan hukuman, Zhia malah ketiduran setelah kenyang di tambah kelelahan yang di rasakannya membuatnya tidur dengan begitu nyenyak.
"Hah.. apa yang harus ku lakukan?" gumam Zhia pelan pada dirinya sendiri.
Zhia melirik Raja Bhian yang masih dengan posisi sama seperti sebelumnya.
Raja Bhian melirik gadis di sampingnya yang entah melakukan apa. Yang pasti Zhia terlihat sedang mengeluarkan sedikit sihirnya di ujung jari.
"Kamu mau apa?" tanya Raja Bhian pada Zhia yang melihat ke arahnya dengan pandangan serius.
"Mau obatin kamu" sahut Zhia mendekatkan jarinya yang terdapat sihirnya ke arah kening Raja Bhian.
Dengan cepat Raja Bhian menahan tangan Zhia karena dia merasa tidak sakit.
"Tapi aku tidak sakit Catri" ucapnya yang membuat Zhia langsung melihat kedua mata calon suaminya yang juga menatapnya.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Zhia langsung melakukan sesuatu yang membuat Raja Bhian kaget sekaligus berbunga-bunga.
"Sudah jangan cemberut lagi" ucap Zhia yang membuat kening Raja Bhian mengkerut.
"Siapa yang cemberut?" tanya Raja Bhian heran akan pernyataan Zhia tadi.
"Ya kamu sejak tadi diam tidak mengatakan apapun, biasanya kamu selalu memegang tanganku tapi hari ini berbeda, kamu sangat aneh" gerutu Zhia yang membuat Raja Bhian tersenyum.
"Kenapa tersenyum? sudah di cium baru senyum tadi aja datar banget mirip dinding" lanjutnya menyindir.
Raja Bhian tertawa.
"Tapi Cami diam bukan karena cemberut atau apapun itu Catri" katanya.
"Trus kenapa?" tanya Zhia penasaran.
"Tapi karena Cami sedang memikirkan sesuatu" sahut Raja Bhian.
__ADS_1
"Memikirkan apa?" tanya Zhia dengan wajah polos yang membuat Raja Bhian langsung mengecup bibir gadis itu cepat.
"Ish" Zhia memukul pelan lengan Raja Bhian yang malah semakin di sambut dengan kecupan lagi dari pria itu.
"Ihh... apa sih?" kesal Zhia dengan wajah yang mulai bersemu.
Entah kenapa seiring kebersamaan mereka membuat Zhia merasa nyaman dan hangat saat bersama pria di sampingnya. Selalu merasa terlindungi dan aman meski dia sendiri bisa menjaga dirinya namun tetap saja sebagai wanita dia tetap butuh perlindungan dari seorang pria.
Setiap sentuhan dan dekapan yang mereka lakukan selalu memberikan getaran perasaan yang semakin besar untuk saling memiliki satu sama lainnya.
"Bulan depan nanti ada acara perayaan ulang tahu kerajaan, jadi mulai nanti sampai di istana kita bakalan sibuk untuk persiapan" kata Raja Bhian.
"Kenapa cepat sekali persiapannya? kan acaranya masih bulan depan" ucap Zhia dengan kening berkerut.
"Iya memang tapi karena ini bukan perayaan biasa tapi perayaan seluruh rakyat kerajaan Sun, jadi persiapannya harus di lakukan dari jauh hari dan harus sebaik mungkin supaya semua rakyat bisa merasakan kebahagiaan yang sama tanpa ada perbedaan" Zhia mengangguk paham.
"Apa kita bakalan keliling kerajaan ini?" tanya Zhia was-was.
Bukan tanpa alasan Zhia bertanya demikian, dia hanya malas saja kalau harus keliling kerajaan besar itu yang pasti akan sangat melelahkan kalau naik kereta kuda.
Lain ceritanya kalau mereka naik burung Nae, meski harus berkeliling kerajaan dalam sehari selesia Zhia tidak keberatan sama sekali karena dengan naik burung Nae semua itu akan cepat selesai.
"Tidak perlu, karena nanti akan ada beberapa Raja dari kerjaan lain yang akan datang sebagai tamu undangan dan nanti juga bakalan ada acara inti yang paling istimewa" kata Raja Bhian tersenyum misterius menayap Zhia.
"Acara inti istimewa apa?" tanya Zhia penasaran.
Raja Bhian mendekatkan wajah mereka hingga akhirnya hidung keduanya saling bersentuhan dengan lembut.
"Rahasia" ucap Raja Bhian lirih sembari tersenyum manis pada Zhia.
Zhia menjauhkan wajah mereka berdua dengan wajah kesal dan mencebik karena merasa di permainkan.
"Aha! apa ayah dan keluarga yang lain ikut semua?" tanya Zhia dengan semangat yang menyala.
Matanya menyiratkan harapan yang besar akan kehadiran keluarga yang sangat di rindukannya.
"Tentu saja keluarga lainnya akan hadir karena ini juga akan menjadi acara yang sangat penting dan tidak boleh di lewatkan oleh keluarga kita dan seluruh rakyat tentunya" sahut Raja Bhian.
__ADS_1
"Benarkah? wah senangnya! aku sangat merindukan mereka semua" ucap Zhia dengan memeluk Raja Bhian tanpa sadar karena sangat senang hatinya.
Tentu saja Raja Bhian menyambut pelukan itu dengan sangat baik.