Calon Ratu

Calon Ratu
66


__ADS_3

"Sakit Yang Mulia" rengek wanita itu memegangi bokongnya yang tadi baru mendarat di tanah.


"Heh!" shok Zhia mendengar rengekan manja wanita itu pada Raja Bhian.


"Sini saya obati" tawar Zhia yang malah mendapat tatapan sinis lagi dari wanita di depannya.


"Tentu saja kamu harus mengobati saya, gara-gara kamu saya jatuh tahu!" sentaknya menaiki empat anak tangga teras mendekati Zhia dan Raja Bhian yang hanya diam menonton keributan antara wanita di depannya.


Pilihan terbaik untuk Raja Bhian saat ini memang hanya diam. Apa lagi Zhia mampu mengatasi masalah sendiri dengan wanita itu.


Dari pada ikutan malah kena masalah sendiri nanti pikirnya.


"Hadap sana!" ucap Zhia menyuruh wanita di depannya untuk membelakanginya.


"Kenapa harus hadap sana? memangnya tidak bisa kalau begini saja?" sahut wanita itu kesal.


"Kamu tadi pegang bokong sewaktu mengadu sakit pada Yang Mulia, jadi hadap sana supaya saya bisa obati" kata Zhia dengan wajah malas.


"Bilang saja kamu mau pegang-pegang saya bokong indah saya" ketusnya.


Zhia memutar bola matanya malas karena kepercayaan diri wanita di hadapannya.


"Sudah kalau tidak mau" acuh Zhia menggandeng lengan Raja Bhian hendak membawa pria itu pergi.


"Tunggu! enak saja kamu mau lari dari tanggung jawab" cegah wanita itu sembari melirik Raja Bhian yang tetap dengan wajah datarnya.


"Yang Mulia saya butuh keadilan, dia tidak mau bertanggung jawab" tunjuknya melanjutkan ucapannya.


"Hanya masalah sepele saja minta keadilan, kamu sendiri tidak adil dengan yang lainnya" cibir Zhia.


"Apa maksudmu?" tanya wanita itu.


"Lihatlah caramu berpakaian" Zhia menatap dari atas hingga bawah wanita di depannya.


"Di saat warga lainnya sedang mengalami kesulitan akibat wabah dan kekeringan, bahkan mereka kesulitan menjalani kehidupan meski hanya untuk makan saja, tapi lihatlah dirimu, terlihat sangat bahagia di saat yang lain sedang sedih, berpakaian mewah di saat yang lainnya hanya berpakaian lusuh dan kotor akibat tidak ada air untuk mencuci, tubuh yang berisi di saat yang lainnya bertubuh kurus karena kekurangan makan, lalu keadilan apa yang ingin kamu dapatkan!" lanjutnya.


Wanita itu bungkam mendengar ucapan Zhia yang memang benar adanya.


"Sudahlah, kamu harus mengobati bokongku yang sakit" ucapnya mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Apa lagi tadi dirinya mendengar Zhia sempat mengatakan tubuhnya berisi. Kalau Zhia terus mengatakan hal baik tentang tubuhnya, itu akan memberi keuntungan untuknya agar bisa di lirik oleh Raja Bhian.


Wanita itu membelakangi Zhia dan sedikit membungkukkan tubuhnya hingga posisinya agak menungging di hadapan Zhia.


"Awas kalau kamu mempermainkan saya ya!" ancamnya yang tidak mendapat tanggapan apapun dari Zhia.


Zhia tersenyum smirk melihat apa yang ada di hadapannya.


Makan nih obat batin Zhia.


Akh


Bruk


Lagi! wanita itu terjatuh di bawah sana bahkan posisinya telungkup akibat di tendang oleh Zhia bokongnya. Alih-alih mendengar pujian tentang tubuhnya, malah dirinya harus mencium tanah dengan posisi memalukan.


"Ups! maaf ya kaki saya sengaja, udah kebiasaan kalau ada wanita ganjen yang gangguin calon suami saya, kaki saya bisa bergerak menyingkirkan wanita itu" kata Zhia dengan nada suara pura-pura menyesal tapi wajahnya terlihat puas.


Wanita itu berdiri sembari membersihkan pakaiannya. Wajahnya memerah karena marah, mengangkat kepala menatap tajam Zhia yang terlihat mengkerutkan keningnya.


"Saya sudah peringatkan untuk tidak mempermainkan saya, tapi kamu tidak mendengarkannya, sekarang terima akibatnya" wanita itu tersenyum sinis sembari mengangkat satu tangannya yang terdapat api di atasnya.


Raja Bhian yang mendengar ucapan Zhia menolehkan kepalanya dan melihat apa yang di lihat Zhia. Sama sepeerti Zhia, pria itu juga terlihat santai tanpa merasa takut atau apapun itu.


Hal itu membuat wanita itu heran dengan reaksi kedua orang di hadapannya. Kenapa mereka berdua tidak takut pikirnya.


"Kamu akan terbakar menjadi abu oleh api ini, dan setelah itu.." pandangannya beralih dari Zhia ke Raja Bhian yang menatapnya datar.


"Pria tampan si sampingmu itu akan menjadi milik saya, melihat wajahnya yang tampan dan tubuhnya yang kekar pastinya akan sangat nikmat bila di jadikan tumbal untukku bersenang-senang" kekehnya setelah menggerakkan lidah membasahi bibir, seperti orang yang sangat bernapsu mendapatkan makanan.


"Cih! hanya pengikut rupanya" cibir Zhia.


Pandangan wanita itu beralih pada Zhia lagi dengan wajah marah.


"Meskipun saya hanya pengikut, tapi kemampuanku sudah di atas pengikut yang lainnya dan saya juga pengikut kesayangan pimpinan tentu saja memiliki kemampuan yang lebih besar" sombongnya tanpa tahu apa yang sudah terjadi pada pimpinannya dan pengikut yang lainnya.


Zhia menaikkan satu alisnya mencibir wanita di depannya yang masih menunjukkan api di tangannya.


"Kenapa? kamu tidak percaya! rasakan ini" wanita itu mengarahkan tanganya ke Zhia.

__ADS_1


Pandangannya tiba-tiba beralih ke bawah di mana ada air yang mengalir daei telapak tangannya. Di tariknya tangannya lalu melihat apinya yang sudah tidak ada. Malah telapak tangannya terasa kram dan sakit akibat air yang ada di sana.


"Ssh dari mana datangnya air ini?" dengan cepat wanita itu mengelap telapak tangannya yang basah agar tidak semakin berdampak pada tubuhnya.


"Mana api nya? kamu itu punya sihir api atau air sih! tidak ada yang jelas, apinya mati airnya juga jatuh ke tanah bagaimana sih cara penyerangannya" kekeh Zhia melihat kebingungan wanita di depannya akan hilangnya api dari tangannya.


Zhia lebih dulu bergerak cepat menyiramkan air ke tangan wanita itu sebelum apinya semakin maju menyerang. Bahkan saat tangan wanita itu baru di arahkan ke Zhia, air sudah memadamkan apinya.


Melihat Zhia yang terkekeh semakin menghinanya, wanita itu mengeluarkan api dari tangannya yang satu lagi.


Zhia yang sudah menunggu serangan dari wanita di depannya malah di buat tertawa dengan apa yang di lihatnya di depan sana. Sedangkan Raja Bhian masih sama dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi meski di depannya ada sesuatu yang lucu, dirinya tidak tertarik untuk tertawa.


Zhia yang tertawa sampai harus menyembunyikan wajahnya di lengan Raja Bhian agar tawanya bisa berhenti.


"Kamu itu mau menyerang atau mau buat tangan bakar!" ejek Zhia yang malah mendapatkan tatapan tajam dari wanita di depannya.


Tapi bukan Zhia namanya kalau harus takut hanya dengan tatapan tajam dari musuh.


Bukan maksud merendahkan atau meremehkan musuhnya. Tapi Zhia sungguh tidak bisa menahan tawanya kala melihat bagaimana wanita di depannya menyalakan api di tangan kirinya yang di kira untuk menyerang. Api itu malah di gunakan untuk membakar tangan kanannya yang tadi di siram Zhia.


Apa itu cara untuk memberi kekuatan tangan kanannya pikir Zhia.


"Sudah puas menertawakan saya hah? sekarang rasakan ini" wanita itu kembali mengarahkan tangannya yang berapi kepada Zhia.


Dengan santainya Zhia kembali memadamkan api itu. Karena sihir api yang di keluarkan wanita itu masih lemah, jadi tidak butuh banyak tenanga untuk mengatasinya.


Kembali wanita itu menarik kedua tangannya yang sudah basah dengan air. Dirinya mendesis kesakitan seraya mengibas kibaskan kedua tangannya untuk menyingkirkan air yang membuatnya kesakitan.


Zhia menyerang dengan air dalam jumlah yang cukup untuk membasahi wanita di depannya.


Jeritan kesakitan terdengar di penginapan itu yang berasal dari wanita asing yang entah siapa dan berasal dari mana.


Sampai akhirnya setelah kehabisan tenaga wanita itu pingsan, tergeletak di tanah tidak berdaya karena sihir api miliknya sudah hilang. Dirinya yang baru menguasai sihir api dan belum memperkuat sihirnya sudah mendapatkan serangan dari pemilik sihir air yang kuat.


Habislah sudah sihir yang di pelajarinya dan kini wanita itu akan hilang ingatan tentang segala sihir api yang pernah di ikutinya.


"Bawa dia pergi, kembalikan pada keluarganya" ucap Raja Bhian pada prajurit yang ada di sana saat mendengar jeritan wanita itu tadi.


"Baik Yang Mulia" sahut prajurit.

__ADS_1


Raja Bhian membawa Zhia pergi dari tempat itu karena sudah malas berurusan dengan sihir api yang sangat meresahkan.


__ADS_2