Calon Ratu

Calon Ratu
14


__ADS_3

Zhia menatap mata Raja Bhian dengan dalam dan dapat merasakan ketulusan pria itu terhadapnnya. Bahkan Zhia juga dapat merasakan besar harapan pria di hadapannya akan lamarannya di terima.


Kerjain boleh sedikit ah batin Zhia terkekeh geli sendiri dalam hatinya. Zhia ingin tahu bagaimana reaksi Raja muda itu kalau lamarannya di tolak.


Zhia juga sedikit melirik Wiya yang menatapnya dengan wajah tegang, tapi Zhia yakin kalau satu orang itu pasti akan senang nantinya.


"Zhia minta maaf, Zhia tidak bisa" ucapnya menunduk lalu melirik wajah kaget dan tidak percaya semua orang apa lagi keluarganya.


Sedangkan Wiya tersenyum senang walau sembari memalingkan wajahnya agar tidak ada yang melihat senyumannya itu.


Keluarga Zhia sanga shok mendengar jawaban Zhia, kenapa Zhia berubah pikiran batin mereka.


Raja Bhian menatap Zhia dalam dan mencoba mencari kebenaran dair jawaban gadis itu. Benarkah ia di tolak atau malah di kerjai, sebab Pangeran Ballu pernah mengatakan padanya kalau adik perempuannya itu jahil.


Bahkan di tempat umum dan cara penting sekalipun gadis itu masih bisa mencari kesempatan untuk jahil. Jadi Raja Bhian menatap Zhia serius dan dalam, hasilnya seperti dugaannya.


Gadis itu menyeringai dalam tundukannya karena merasa pria di hadapannya mengetahui kalau dirinya di kerjai. Raja Bhian menaikkan satu alisnya meremehkan Zhia kalau dia tidak percaya dengan ucapan gadis itu.


"Maaf, Zhia tidak bisa menolak maksudnya" ucap gadis itu lagi seraya tersenyum manis pada Raja Bhian yang menghela napas karena di jahili.


Baru kali ini ada orang yang berani menjahilinya bahkan di depan umum. Sedangkan pelakunya malah tersenyum dengan tanpa merasa bersalah sedikitpun setelah membuat semua orang tegang.


Mata Zhia melirik pada Wiya yang menatap dirinya dengan melotot marah karena merasa di permainkan. Tapi itu membuat Zhia semakin terkikik geli.


Semua orang menghela napas lega mendengar kelanjutan ucapan Zhia lagi, rupanya mereka yang terlalu cepat menyimpulkan ucapan Zhia padaha gadis itu belum selesia bicara.


Lagi dan lagi keluarga Raja Hilla masuk perangkap kejahilan kasayangan mereka itu. Padahal Zhia memang jahil di saat-saat tertentu dan tidak menyangka kalau di hari bahagia dan seserius ini gadis itu masih bisa bercanda dan hampir saja membuat mereka jantungan.


Dasar anak nakal! tunggu saja nanti batin ketiga ibu Zhia geram tapi merasa lega dan bahagia juga, kesedihan yang tadi sempat mereka sarakan menghilang sudah karena kejahilan Zhia yang membuat geram dan gemas.

__ADS_1


"Jadi! kamu menerima lamaranku atau tidak?" tanya Raja Bhian lagi.


"Iya Zhia terima lamaran Bhian" ucap Zhia lembut menyebutkan nama pria itu karena tadi dia juga di lamar oleh pria biasa jadi Zhia berani memanggil nama pria itu.


Sedangkan yang namanya di sebut dengan suara yang begitu lembut membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Raja Bhian tersenyum tipis lalu mengambil satu cincin untuk di pasang pada jari manis Zhia.


Tentu saja Zhia menerimanya dengan mengulurkan tangan kirinya, setelah cincin terpasang dengan cantik di jari manis Zhia kini gadis itu memasangkan pula cincin untuk pria yang menjadi calon suaminya itu.


Setelah keduanya memakai cincin yang sama, Raja Bhian dan Zhia kembali menghadap keluarga.


"Dengan ini kami menyatakan bahwa Bhiantra Sun dan Zhia Mandu Month resmi bertunangan, pernikahan akan di lakukan di kerajaan Sun dan nanti juga akan kita rayakan di sini seminggu setelahnya" jelas Raja Hilla.


"Dan sebagai calon menantu kerajaan Sun maka sehari setelah hari ini, Zhia akan kami bawa kembali kekerajaan Sun dan memperkenalkannya sebagai calon Ratu pendamping Raja Bhian" sambung Perdana Mentri Ji.


Tepuk tangan riuh terdengar setelah pasangan muda yang baru bertunangan itu memberi salam hormat dan terimakasih pada semua orang yang sudah bersedia hadir di acara mereka.


Semua orang keluar dari gedung aula menuju lapangan yang memang sudah ramai dan di atas panggung sedang bersiap pula para seniman untuk memulai pertunjukan.


Di aula kedua keluarga itu mulai bergerak untuk menuju lapangan juga, tapi sebelum itu mereka lebih dulu menghampiri pasangan baru yang masih di sana.


"Selamat untukmu putriku, jadilah pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa lagi" ucap Raja Hilla memeluk gadis kecilnya dengan air mata yang tidak bisa di tahan lagi.


Ia begiti terharu karena tugasnya menjaga anak gadis nya sudah selesai. Dan setelah pertunangan ini tugas menjaga Zhia berpindah kepada calon suaminya.


"Iya ayah" sahut Zhia masih memeluk ayahnya erat.


Semua keluarga juga mengucapkan selamat untuk Zhia dan Raja Bhian. Termasuk juga Wiya yang terpaksa mengucapkan selamat dari pada dirinya di pandang tidak bagus oleh keluarga Raja Hilla. Apa lagi di sana masih ada juga para pejabat yang mengucapkan selamat untuk Raja Bhian dan Zhia.


Kini mereka semua sedang menikmati hiburan dari para seniman. Rakyat terlihat sangat bahagia karena dapat melihat semua keluarga Raja termasuk putri kerajaan yang selama ini membuat mereka penasaran.

__ADS_1


Apa lagi dengan keberadaan Raja Bhian yang sangat menarik perhatian karena ketampanannya. Terlihat serasih berdampingan di tempat duduk mereka.


Zhia seperti biasanya jika sudah mulai merasa bosan, gadis itu akan makan sesuka hatinya tanpa merasa terganggu walau banyak orang yang memperhatikan. Bahkan kehadiran calon suaminya di sampingnya pun tidak membuatnya malu-malu untuk makan banyak.


Bahkan Raja Bhian memberikan cemilan yang ada di piringnya kepada Zhia supaya tidak kelaparan. Beberapa hal sudah di ketahui Raja Bhian tentang calon istrinya ini. Di antaranya mudah lapar kalau merasa bosan dan tidak betah berlama-lama di suatu tempat yang ia tidak ingin hadiri, juga kejahilan Zhia seperti tadi.


Zhia sendiri sebenarnya ingin acara di percepat, setelah reami bertunangan lalu di lanjutnya menyapa rakyat yang datang di istana di lanjutkan lagi keliling kerajaan untuk menyapa rakyat lainnya yang sudah menunggu di balai kota masing-masing.


Namun Raja Hilla mengatakan kalau mereka baru bisa pergi setelah istirahat dan ikut duduk sejenak menikmati hiburan.


Wiya menatap tidak suka pada pasangan yang nampak romantis di matanya itu. Kakak sepupunya yang tidak peka pada wanita itu bisa memberikan perhatiannya kepada calon istrinya. Namun hal itu justru membuatnya semakin muak.


Akan ku permalukan kamu saat ini juga batin Wiya.


Tapi terlambat, saat Wiya ingin berdiri mengutarakan maksudnya di atas, orang yang ingin di tantangnya malah beranjak pergi bersama kakak sepupunya.


Tak ingin kehilangan kesempatan, Wiya mendekati Zhia dan Raja Bhian.


"Kalian mau kemana?" tanya Wiya setelah berada di dekat keduanya.


"Mereka harus menyapa rakyat yang susah menunggu di luar istana" sahut pangeran Ballu dengan wajah datarnya.


Wiya memutar bola matanya malas, yang di tanya siapa yang jawab siapa pikirnya.


"Bisakah aku ikut" Wiya yang tadi memasang senyum palsu langsung hilang senyuman itu karena yang di tanya sudah tidak di hadapannya.


Raja Bhian dan Zhia sudah mulai menaiki kereta kuda yang akan membawa mereka pergi. Di iringi tatapan para rakyat yang melihat kepergian mereka itu. Pada hal hanya pergi sebentar nanti juga kembali.


Wiya mencoba mengejar tapi tidak bisa karena kereta kuda sudah melaju dan langkahnya terhalang rakyat yang melihat.

__ADS_1


__ADS_2