Calon Ratu

Calon Ratu
16


__ADS_3

"Ayah sudah meminta pihak pengadilan Lao untuk pergi menyelidiki apa yang terjadi pada keluarga Kekei, dan untuk sementara waktu Kekei akan tinggal di rumah anak supaya memiliki banyak teman" jelas Raja Hilla pada putrinya yang saat ini masih duduk santai di ruang keluarga bersama yang lainnya.


Bahkan Zhia terlihat sedang memeluk Permaisuri Zie, ibu kandungnya. Sedangkan kedua ibu yang lainnya memijat lembut pundak dan kaki Zhia yang katanya sangat pegal dan lelah karena tidak biasa menggunakan gaun besar dan lumayan berat dalam waktu yang lama.


Kepulangan Zhia dan Raja Bhian tadi sore menjelang malam sanggat mengejutkan karena adanya seorang anak kecil di antara keduanya. Bahkan mereka sempat berpikiran yang aneh-aneh, tapi Zhia langsung menjelaskan kepada semua orang tentang siapa anak yang sedang di gendong oleh Raja Bhian. Karena tidak mungkin membiarkan anak kecil naik kuda bersama prajurit di saat senja.


Setelah mendapatkan penjelasan barulah mereka mengerti, dan Zhia pun meminta pada ayahnya untuk mencari tahu tentang keluarga Kekei.


"Kenapa harus di rumah anak yah? apa tidak bisa dia tinggal di sini saja?" tanya Zhia penasaran tanpa melepaskan pelukannya pada snag ibu dan masih menikmati pijatan dari para ibunya itu.


"Tentu tidak Zhia, kita tidak tahu bagaimana keluarga Zhia sebelumnya dan kita tidak bisa sembarangan memasukkan orang asing ke istana walau dia anak kecil, karena hal yang paling bisa menipu mata adalah sikap polos anak-anak yang bisa di manfaatkan musuh untuk menyerang kita dari dalam" jelas Pangeran Jagir mendapatkan anggukan dari Zhia.


"Trus nanti kalau orang tua atau keluarganya memang udah tidak ada, apa Kekei akan tetap di rumah anak yah?" tanya Zhia lagi.


"Iya, karena kalau di sana banyak temannya dan Kekei juga bakalan dapat banyak pelajaran dari para pengasuh disana, trus kita juga bisa lebih memantau kegiatannya kalau-kalau ada hal yang mencurigakan, bagaimanapun juga keamanan di dalam istana harus di utamakan" jelas Raja Hilla lagi.


"Makanya tata cara pemerintahan, jadi tahu, bukan cuma tahunya jahilin orang aja" ucap Zhio mengejek sekaligus menyinggung masalah saat acar pertunangan tadi.


Hal itu membuat para ibu ingat kelakuan nakal anak gadis mereka yang hampir membuat malu dan jantung copot. Zhia yang merasa kode bahaya dengan cepat bergerak dan berpindah posisi di pelukan ayahnya yang duduk di dekat sang calon suami.


"Bisa kamu jelaskan sayang kenapa melakukan itu tadi?" tegas Ratu Nila menatap Zhia yang bersembunyi di pelukan ayahnya.


"Tidak ada penjelasan bu" sahut Zhia mengeratkan pelukan pada ayahnya yang membalas pelukan putrinya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa tidak ada penjelasan setelah apa yang kamu lakukan hah? itu sangat tidak mungkin" ucap Permaisuri Zie geram melihat putrinya.


"Jelaskan Zhia!" tekan Permaisuri Vela.


"Tidak ada penjelasan ibu" sahut Zhia lagi.


Ketiga wanita itu menghela napas panjang, percuma saja memaksa Zhia. Kalau jawabannya sudah tidak maka tidak jika tetap di paksa maka akan lelah sendiri karena jawaban akan tetap sama.


"Dasar anak kecil! sudah punya calon suami masih aja manja" ejek Zhio yang hanya di balas ejekan oleh Zhia dengan menjulurkan sedikit lidahnya tanda tidak perduli.


Raja Hilla mengelus sayang rambut panjang anak gadisnya dan sesekali mnegcupnya. Batapa gadis kecilnya ini sangat menggemaskan dengan segala tingkah lakunya yang di luar pikiran mereka. Bar-bar dan tomboy, tapi kini anaknya sudah memiliki calon suami.


"Zhia, kalau nanti di tempat calon suamimu, kamu harus bisa bersikap baik ya nak, turutilah apa kata calin suamimu karena sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawabnya, jadilah teman di kala ia bahagia, jadilah pendengar di waktu dia bercerita dan berkeluh kesah, jadilah ringan tangan untuk membantunya menghilangkan lelah dengan memijitnya, dan bersikaplah sepantasnya sebagai seorang wanita kepada pasanganmu nak" nasehat Raja Hilla sembari mengecup kening Zhia sayang.


Apa lagi keluarga Raja Bhian yang akan berangkat besok pagi lebih dulu dan saat ini sedang berkemas. Sedangkan Raja Bhian dan Zhia akan berangkat keesokan paginya lagi.


"Kalian anak-anak ayah yang lain! kapan kalian akan berumah tangga nak? ayah juga sudah ingin punya cucu penerus dari kalian" lanjut Raja Hilla menatap keempat anaknya bergantian.


"Nanti juga kita nikah yah kalau udah ada calonnya" sahut Zhio santai.


"Kalau gitu ayah harus carikan jodoh untuk Zhio yah, kalau bisa yang orangnya cerewet dan berisik" ucap Zhia semangat.


"Enak aja mau ngasih jodoh buat Zhio kayak begitu, tidak tidak, tidak di terima lagi gadis cerewet dan berisik di sini sudah cukup Zhia aja jangan di tambahi lagi" tolak Zhio mentah-mentah.

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau ada satu lagi yang kayak Zhia? dia kesayang kita" ucap Jagar menatap Zhio.


Sedangkan Zhia memasang wajah mengejek pada Zhio karena mendapatkan pembelaan dari kakaknya.


"Yang ada nanti kita tambah repot kak, sudah nakal, berisik, cerewet, jahil tidak tahu tempat dan situasi, pokoknya ugh pengen gigit rasanya" gemas Zhio melihat Zhia.


"Tapikan yang begitu cocok kalau jadi pasangamu, Zhia sudah tidak di sini lagi nanti, jadi kamu tidka punya teman ribut lagi dan pasangan yang seperti itu sangat pas untukmu" Ucap Jagir.


"Jadi setiap hari kalian terus ribut dan adu mulut meributkan sesuatu yang tidak penting, seperti kesukaanmu kalau menganggu Zhia" sambung si sulung Ballu.


Zhio memasang wajah malas dan sedikit cemberut karena malah dirinya di pojokkan opeh para saudaranya. Tapi semuanya itu tidak pernah di anggapnya serius karena sudah terbiasa mereka begitu untuk saling dekat dengan bercanda.


"Ya ya ya selalu saja begitu, Zhio yang hanya remahan roti ini bisa apa kapau sang tuan putri sudah mendapatkan pembelaan, pada hal aku juga adik bungsu laki-laki kalian, tapi kalian sangat menyebalkan kalau sudah membela Zhia, Zhio kesal" ucap Zhio mendramatis dengan wajah yang di buat cemberut menirukan wajah cemberut Zhia yang sudah pasti terlihat sama karena mereka memang kembar.


"Itu menjijikkan Zhio" ucap jagar menarik kepala Zhio kepangkuannya lalu menepuk- nepuk pelan wajah Zhio agar berhenti bersikap konyol dengan menirukan Zhia.


Sontak saja hal itu menimbulkan gelak tawa semua yang ada di ruangan itu, bahkan pelayan dan prajurit yang berjagapun ikut tertawa pelan melihat kerukunan dan kebahagiaan keluarga Raja mereka.


Begitupun dengan Raja Bhian yang merupakan anggota baru di keluarga Raja Hilla. Melihat sendiri bagaimana keluarga calon istrinya bercanda dn tertawa membuatnya ikut merasakan kebahagian juga. Apa lagi calon istrinya yang kelihatan begitu bahagia dengan tawa dan senyumannya seperti yang pernah di lihatnya sewaktu mereka terbang.


Aku akan selalu berusaha untuk membuatmu selalu tersenyum seperti ini, tapi hanya untukku dan keluargaku saja walau hanya ada ibu yang selalu di sampingku batin Raja Bhian menatap Zhia dalam.


Kalau Perdana Mentri Ji memang tinggal di lingkungan istana juga, tapi pekerjaannya yang di bagian pendapatan dan keuangan kerajaan membuatnya tidak bisa duduk santai. Perdana Mentri Ji selalu bepergian untuk memastikan tidak ada yang salah dalam setiap pengeluaran dan pendapatan kerajaan.

__ADS_1


Itu sebabnya Perdana Mentri Ji tidak terlalu dekat dengan Raja Bhian walau dia sangat menyayangi keponakannya itu.


__ADS_2