
Zhia berdiri di depan tempat Raja Bhian duduk, tadi setelah salah seorang Mentri mengutarakan maksud mereka yang sempat di bahas, Zhia langsung berdiri dari pangkuan Raja Bhian dan bersedekap tangan menatap tajam seluruh pria di ruangan itu.
Suasana ruangan terasa amat mencekam karena pandangan tajam dan aura menyeramkan dari sang Raja dan calon Ratu.
"Jadi maksud dari panggilan tadi untuk menyampaikan hal itu?" tanya Zhia menatap Raja Bhian tajam pula.
Zhai merasa kesal juga karena kesenangannya harus di ganggu hanya untuk mendengarkan pembahasan masalah selir saja.
"Ya, kamu bisa memutuskan menerima hal itu atau tidak" sahut Raja Bhian santai menatap mata Zhia serius sebagai isyarat kalau dirinya tidak menginginkan hal itu.
"Maaf tuan Putri, saya rasa anda harus bisa berbesar hati menerima Selir dan Permaisuri Yang Mulia, karena bagaimanapun juga pernikahan politik itu penting bagi sebuah kerajaan untuk bisa lebih kuat lagi" ucap seorang pejabat daerah dengan wajah sombongnya.
"Benar! Tuan Putri Zhia harusnya tidak mempermasalahkan hal itu, karena kalau tuan Putri tidak setuju itu bisa menunjukkan betapa tuan Putri sangat sempit pikirannya" sambung yang lainnya.
"Sebagai seorang Putri dari sebuah kerajaan besar pastinya Putri Zhia juga sudah tahu akan pernikahan politik ini karena pastinya di kerajaan Moth juga terjadi hal demikian, karena Putri sudah menerima menjadi seorang Ratu di kerajaan ini maka juga harus siap jika Yang Mulia memiliki Selir dan Permaisuri, jadi jangan bersikap licik dengan menolak adanya Selir dan Permaisuri Raja" lanjut yang lain lagi.
Raja Bhian mengepalkan kedua tangannya marah mendengar ucapan menghina dan mengejek dari pejabatnya untuk Zhia. Bahkan aura yang di keluarkannya sudah terasa semakin kelam hingga membuat Panglima Qai merasa takut akan adanya pertumpahan darah langsung di sana akibat pedang sang Raja yang menebas orang-orang yang sudah menghina calon istrinya.
Belum sempat pria itu buka mulut, Zhia sudah lebih dulu mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Kalian benar, saya memang seorang Putri dari kerjaaan Month, ayah saya seorang Raja, Raja Hilla, pemimpin kerajaan terbesar dan terkuat kedua setelah kerajaan ini, dan dari yang pernah saya dengar dari ayah saya, kerajaan ini memiliki bala tentara prajurit yang sangat besar dan kuat, para Panglima, Jendral dan pihak Kementriannya pun sudah terbukti kesetiaannya sejak dahulu"
"Kerajaan terbesar pertama dan paling di takuti oleh semua kerajaan, walau tidak menutup kemungkinan akan adanya pemberontakan dan penghianatan, begitupun dengan kerajaan Month yang sudah pasti memiliki masalahnya sendiri, namun sayangnya pernikahan politik tidak terjadi di kerajaan tempat saya lahir karena kerajaan mampu berdiri tegak dan kuat tanpa adanya hal semacam itu" Zhia menatap suram dan tajam pada ketiga pria yang tadi memojokkan dan menghinanya.
"Ya memang saya akui kalau di sana ada seorang Ratu dan dua Permaisuri, tapi itu bisa terjadi bukan karena perjodohan atau pernikahan politik seperti perkataan kalian, itu sebabnya tidak pernah ada persaingan kedudukan antara para wanita untuk menjadi yang terbaik bagi Raja demi mendapatkan status lebih tinggi"
"Dan maaf, kerajaan Month tidak sepicik dan selicik pikiran kalian yang bisa melakukan apapun demi kedudukan dan mempertahankan kekuasaan, semua pejabat daerah dan kementrian bisa bekerja sama dan berbesar hati membangun dan mempertahankan kerajaan tanpa adanya pernikahan politik seperti ucapan kalian" sinis Zhia menatap ketiga pria tua itu yang nampak shok mendengar ucapan Zhia.
Mereka mengira Zhia adalah tipe wanita yang gampang di gertak dan di hina, karena terlahir sebagai seorang putri satu-satunya di kerajaan besar. Pastilah Zhia akan menjadi wanita yang manja dan hanya memikirkan kekuasaan saja tanpa tahu seberapa tangguhnya gadis itu.
"Kalau menurut kalian pernikahan politik bisa memperkuat kerjaan jadi apa gunanya kerjaan ini memiliki prajurit di setiap daerah dan perbatasan, memiliki banyak Jendral dan Panglima yang mampu bertarung dan pastinya siap mati demi keutuhan kerajaan mereka dan apa gunanya kalian para pejabat daerah dan kementrian kalau kerajaan masih harus membutuhkan kerjaan lain untuk kemakmuran rakyatnya, bukankah kalian mendapatkan jabatan kalian itu untuk bisa membantu Raja melayani rakyat? kalian mendapatkan jabatan itu agar rakyat bisa menyampaikan segala keluhan mereka dan segala permintaan mereka kepada Raja, dan kalian juga memegang kendali keuangan daerah untuk di gunakan membangun daerah di mana kalian menjabat agar rakyat lebih makmur"
"Apa Raja sebelumnya juga memiliki selir Yang Mulia?" tanya Zhia menatap Raja Bhian yang nampak kagum dengan semua ucapan Zhia.
"Tidak" sahut Raja Bhian karena memang setahunya ayah dan kakeknya tidak memiliki selir dan keduanya juga tidak pernah membahas hal itu. Raja Bhian juga tidak pernah melihat wanita lain yang mengaku Selir atau sebagainya di istananya.
"Kalau begitu tidak ada alasan lagi untuk melakukan pernikahan politik karena pernikahan kami mendatang juga bukan karena politik, kerajaan Month tidak kekurangan prajurit untuk mempertahankan kekuatannya"
Sedangkan ketiga pria yang sejak awal ngotot dengan pernikahn politik itu menunduk, mereka tidak menyangka ucapan mereka tadi malah menjadi bomerang yang amat memalukan bagi mereka.
__ADS_1
Raja Bhian tersenyum dalam hati karena tidak menyangka kalau Zhia paham akan tatanan kerajaan. Padaha dari apa yang pernah di dengarnya dari Pangeran Ballu waktu itu kalau Zhia tidak pernah tertarik dengan sistem kerjaan, dan gadis itu lebih suka bersenang-senang dengan latihan selayaknya seorang pria.
"Apa masih ada yang ingin mengutarakan sesuatu?" tanya Panglima Qai pada semua orang. Dirinya merasa sangat senang dan bersemangat karena ternyata Raja nya memiliki pasangan yang tidak mudah di tekan siapapun, mungkin hanya Yang Mulia saja yang bisa menekan calon istrinya pikirnya.
"Tuan Putri! banyak anak pejabat dan bangsawan serta beberapa kerajaan yang menanyakan perihal selir dan permaisuri Yang Mulia, kenapa hanya kerajaan kita yang tidak memiliki selir dan perma..."
"Kerajaan Month tidak memiliki selir, bahkan sang Ratu juga bersedia memberikan kedudukannya bagi kedua istri Raja lainnya kalau mereka mau, sayangnya kedua muda Raja hilla tidak dan sang Ratu sendiri tidak gila kedudukan, itulah yang membuat istana damai karena ketiganya hidup rukun begitupun anak-anak mereka"
"Kenapa Tuan Putri sejak tadi hanya membanggakan kerajan Month saja? kami tahu kalau tuan Putri dari kerajaan itu, kalau tuan Putri merasa kerajaan ayahmu itu lebih baik maka kembalilah ke tempat ayahmu saja" ucap pejabat yang tadi mengejek Zhia.
"Karena saya bangga dengan kerajaan ayah saya, jadi saya akan selalu membanggakannya di hadapan siapapun dan di manapun saya berada, apa lagi jika ada orang yang selalu mengatakan semua Raja pasti punya selir selain Ratu dan Permaisuri, hey apa kalian pernah tahu pasti apa yang terjadi di kerajaan luar sana?" Zhia melambaikan tangannya di depan dua kali seakan menyadarkan orang yang mendebatnya.
"Sepertinya kalian lah orang-orang yang berpikiran sempit, kalian hanya ingin di dengar tanpa mau mendengarkan, menilai beberapa orang saja tanpa tahu yang lainnya dan bagaimana kehidupan di luaran sana, sebaiknya kalian mencari tahu lebih dulu sebelum berpendapat, dan apa sebutan untuk orang yang seperti kalian ini?" Zhia mengangkat kedua bahu dan tangannya tanda dirinya tidak ingin menyebutkan.
Raja Bhian menahan senyum bangganya akan keberanian Zhia menentang semua pejabat dan kementria di kerajaannya. Biasanya hanya dirinya dan Panglima Qai saja yang dapat melakukannya, bahkan dengan Panglima Qai pun terkadang masih berdebat, tapi dengan Zhia tidak banyak yang bisa mereka katakan.
"Tapi kalau kalian merasa pernikahan politik itu penting, maka dua hari lagi para wanita itu harus sudah ada di istana dan hanya boleh dari kalangan kerajaan ini saja" ucap Zhia tersenyum misterius.
Namun tidak ada yang menyadari hal itu karena mereka sudah merasa senang dengan ucapan Zhia yang seakan memberi kesempatan bagi anak-anak dan saudara mereka menjadi bagian dari istana.
__ADS_1
Penghinaan kalian akan ku balas dengan sangat cantik dan anggun, tunggu saja gumam Zhia dalam hati. Gadis itu membalik badan dan mengerlingkan sebelah matanya pada Raja Bhian yang nampak melongo menatapnya.