Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)

Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)
Ledekan Di Kolam


__ADS_3

"Tangkap."


Badai tetap saja melempar bom tersebut ke Nana yang sebelumnya tidak bersiaga hingga bom itu jatuh ke air.


"Ambil Nana!!!" Topan membentak. Spontan Nana menyelam ke air lumpur itu. Dia pun berhasil menemukannya.


"Huawaaa, ini bom? Aku kira ubi!" Inces itu baru sadar, memang lemot dari segala hal. Tangannya gemeteran melihat benda berbahaya tersebut, karena pertama kalinya menyentuh bom.


"Nana, bawa sini!" titah Topan. Sumpah, tenaganya tinggal seupil. Saat ini, Topan berhasil duduk kuat di atas punggung sang hewan buas dengan terus mengunci mulut taring itu agar tidak terbuka.


Topan kualahan karena ekor buaya itu selalu bergerak agresif, seakan-akan mau menyingkirkan orang yang ada di punggungnya.


Gerhana menurut mendekat, tapi jujur....kakinya bergetar hebat, takut-takut kepalanya dihap buaya. Karena ketakutannya dia lawan secara paksa, Gerhana pun kembali pipis di celananya. Ah, kali ini sih kagak malu, kan berada di dalam air jadi kagak ada yang tahu.


"Buruan!" Bentak Topan lagi.


"Nih!" Gerhana menjulurkan dari kejauhan dan segera menjauh. Serem uih, ngerinya bergidik bahu.


"Nana, lebih jauh lagi! Nanti, satu menit setelah aksi ku, kamu harus menenggelamkan seluruh tubuhmu ke dalam air...Di situ, yaak...di bagian kolam itu adalah kolam paling terdalam."


Topan sedikit terbantu karena Gerhana manut manis tanpa memperlihatkan kelemotannya. Gadis itu berenang ke arah yang diinstruksikan, tapi terhenti dan berbalik lagi ke arah Topan. Dia tidak mau selamat seorang diri, bila mana Topan gagal.... tidak apa dia juga ikut mati.


"Ayo, Topan! Kamu pasti bisa atau Gerhana akan mati diterkam buaya."

__ADS_1


Petir sengaja menyenggol ego si simba yang diprediksinya sudah hampir kehabisan tenaga. Maksudnya sih, biar jiwa sikopet Topan meronta-ronta.


"Kalau lo mati, Pe akan bebas bergaul seenak jidat, punya teman tapi mesra di luaran sana." Guruh menimpali.


Pe hanya memutar matanya ke Guruh. Kagak ada alasan lain 'kah? batinnya mencibik.


Dan untaian kata-kata berbahaya bagi dilist Topan, mampu memberinya kekuatan lagi. Enak saja adik sayangnya disentuh oleh pria begitu mudahnya. Langkahin dulu egonya yang setinggi langit tujuh lapisan itu. Kagak ridho pokoknya.


"Mati kamu buaya sialan!"


Topan melepaskan kunciannya dibagian mulut buaya besar peliharaannya, secepat melempar bom megaton lima belas itu masuk ke dasar mulut taring sang buaya. Dia pun segera menjauh ke arah Gerhana. Sialnya, buaya itu mengejar Topan.


"TOPAN! WAKTU MU HANYA SATU MENIT!" Teriak Pelangi mengingatkan cara kerja peledak itu.


Semuanya terlihat cemas, mereka tidak mau kehilangan saudara sekaligus sahabatnya.


Dan...


Bom...


Megaton pun meledak, mengkoyakkan binatang buas itu. Di waktu yang sama... Topan sebisa mungkin membawa tubuh Gerhana ke dasar kolam. Benar kata Ama, Topan tidak akan keluar mulus dari ledekan tanpa luka bakar. Punggung itu merasakan dampak ledakan.


Bahkan, dahsyatnya kekuatan bom baru racikan tangan Ama. Mampu dirasakan panasnya oleh para Kurcil yang jauh tinggi di atas kolam.

__ADS_1


Para mafioso Topan pun merasakan dampaknya yang setia menonton di pinggir kolam itu. Wajah mereka panas terbakar.


"TOPAN!" pekik Pe seraya terbangun dari jatuhnya yang tadinya mengelak dari ledakan. Badai dan semuanya pun mencemaskan keselamatan Topan dan Gerhana.


Aww...


Ringisan semua orang terdengar saat menyentuh besi pembatas kolam, benda keras itu terasah panas karena tersentuh efek Bill of Material.


Bagaimana keadaan Topan di dalam air? dia pingsan menindihi tubuh Gerhana. Niat hati, ingin melindungi teman kecilnya dari ledakan, mala efeknya dia yang terluka. Beruntungnya mereka di dalam air jadi sedikit memberi keselamatan pertolongan pertama.


Hmmm, menyingkir dari tubuh ku, sangat berat.


Gerhana ingin berucap seperti itu. Dia tidak bisa melihat Topan yang sebenarnya tidak sadarkan diri. Bahkan wajah Topan sudah tenggelam di dadanya.


Apa dia pingsan?


Curiga akan dugaannya, Gerhana berusaha mendorong Topan menjauh dari tubuhnya, dia juga sebenarnya sesak karena menahan nafas di dalam air.


"Bangun, hey... ah, aku akan menyelamatkan mu."


Gerhana bersusah payah menarik tubuh besar Topan naik kepermukaan yang tinggi air kolam itu lumayan dalam. Tapi dia tidak mau menyerah, dipeluknya Topan amat kuat dan dia pun segera berenang naik ke permukaan.


Kian berenang ke atas, tenaga dan kesadarannya Gerhana pun kian samar-samar karena sebenarnya dia juga terluka oleh bom itu.

__ADS_1


Pluungg...


Sebelum kembali tenggelam ke dasar kolam yang dalam, Gerhana merasakan banyak orang yang terjun ke dalam kolam... Gelap! sekarang itulah yang dia rasakan. Topan dan Gerhana tidak sadarkan diri bak ikan mati tenggelam di dasar air.


__ADS_2