Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)

Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)
Box Box


__ADS_3

"Uda! saya sudah meminumnya, mari kita cari tempat untuk bercinta, Cantik." Sang Pria tidak sabaran. Ama tersenyum tipis hingga terkesan menyeringai.


"Ayo, Tuan...."


Angkasa sampai menyeka keringat di dahinya, karena mendengar suara Ama, Ayo Tuan... dengan nada mendayu dayu manja.


"Kurcil, aku mau main di toilet dulu, ye!" Ama melapor lirih seperti berkumur kumur yang sedang berjongkok, berpura pura membereskan botol jamunya. Bibirnya tersenyum tipis membentuk bulan sabit.


"Awas lo, Ama. Kalau lo lecet, kakak sendiri yang akan menambahkannya. Jaga diri mu, dan jangan bermain main lagi." Guruh me-warning tegas adiknya untuk tidak meremehkan musuh.


Ama tidak menjawab, yang saat ini sedang digiring menuju tempat eksekusi.


Kurcil lainnya pun bersiap siap melangsungkan plan selanjutnya.


"Mereka rupanya sudah keracunan. Ayo beraksi!" Dibi memimpin menuju ke kontainer. Topan dan Badai pun beranjak.


"Satu lagi info untuk semuanya. Semua target yang sudah meminum racun Pe, telah memakai sebuah bros dengan inisial JH. Ambilah itu sebagai tanda kebebasan dalam menyamar kalian di atas kapal."


Ama kembali melapor setelah mencermati baju si pria tatto yang terdapat bros itu. Kali ini, dia tidak berbisik bisik melainkan berucap menggunakan bahasa Indonesia, hingga sang musuh tidak tahu arti nya. Pria itu hanya tersenyum nakal ke Ama yang sebentar lagi meraba tubuh itu.


"Laporan tersampaikan! dan segera habisi orang yang bersamamu," kata Bhumi. Ama malah menyeringai jahil yang sudah masuk kedalam toilet bersama pria tatto itu.

__ADS_1


"Ayo, sayang kita lakukan dengan gerakan cepat. Kapal ku akan segera berlayar setelah pembongkaran barang selesai." Pria itu mendorong tubuh Ama ke tembok. Ama sih masih santai saja dengan hati di dalam sana menghitung mundur.


Pria yang sudah diselimuti kabut hasrat, segera saja membuka bajunya, lalu bermaksud melepas zipper celananya. Tetapi tiba-tiba... Bughh... Pria itu tumbang dengan mulut penuh busa, mata pun melotot keracunan.


Hebat juga ramuan Pe! puji Ama yang telah memakai racikan racun Pelangi.


"Oohh, ahhh, ya ampun! itunya besar amat, gilak! Sayang beut mau dibunuh, gue nikmati satu ronde boleh nggak sih?"


Si Ama kembali tengil, menggoda rekannya dengan berucap seperti mendessaaah manja yang seolah olah melihat Juni-or pria tersebut.


Padahal mah, dia lagi kesusahan menarik mayat itu untuk disingkirkannya karena menghalangi jalan nya.


AMA...


"Gue kesana sekarang!"


"Eeh, kagak usah! Uda mati kok orangnya." Ama menjawab cepat ke Guruh yang benar benar marah karena candaannya.


"Aku cuma bercanda kakak, Sayang," rayu Ama seraya meninggalkan ruangan bau pesing itu.


"Bagus!" kata Guruh menyeringai, adik nya ternyata ada rasa takut kepadanya. Dia pun akhirnya konsen membantu rekannya yang sedang membereskan mayat lima belas orang itu.

__ADS_1


"Ya ampun, berat sekali!" dumel Bhumi di angguki Lautan yang sedang menggeret mayat naik ke kontainer.


Topan dan pria lainnya sibuk memasukkan mayat tersebut ke dalam box, agar salah satu anak buah Jerry, tidak ada yang melihat mayat itu.


"Selesai juga!"' Badai menghela nafas berat.


"Selanjutnya, kita harus naik ke kapal segera. Tapi, Ama mana?"


"Di sini." sahut Ama ke Petir yang baru bergabung di dalam kontainer besar itu. Baju kebaya mbok jamu sudah berganti menjadi style perangnya-celana kulit hitam pekat serta jaket hitam pun, berikut Bill Of Material-nya yang tersimpan apik di dalam ransel punggungnya.


"Ayo, Plan ke tiga! Segera!" Dibi menepuk tangannya satu kali, kode untuk secepatnya bergerak.


Gegas. Topan, Badai, dan Ama masuk ke dalam sebuah box yang kosong. Sisanya, Dibi dan Kurcil lainnya yang menyamar sebagai anak buah Jerry, mengangkut box box besar yang berisi rekannya naik ke kapal.


Vay sendiri tidak ikut, sesuai plan mereka yang akan menjadi superwomen kesiangan munculnya.


"Aduuhh, Topan! tubuh lo berat amat sih? banyak dosa ya?"


Dibi tidak bohong, dia kesusahan mendorong box tersebut, walaupun memakai troli barang muatan besar.


Topan yang di dalam sana malah tersenyum devil mendengar keluhan Dibi.

__ADS_1


Harusnya gue masukkan batu batu ke saku, biar nambah beban. batin Topan. Dia tidak sadar kalau kerasnya batu adalah cerminan dirinya.


__ADS_2