Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)

Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)
Di Bodohi!


__ADS_3

Beberapa menit yang lalu, bertepatan ketika Kurcil cs di atas helikopter.


Pe telah dibawa kehadapan Matin oleh Guntur dengan keadaan terpaksa.


"Maaf ya, Pe," bisik Guntur sangat merasa bersalah. Sungguh, dia selalu menghardik dirinya dalam hati sebagai pria payah yang tidak berdaya karena kelemahannya di tekan mati oleh Matin melalui sang Mommy-nya.


"Diamlah atau mereka akan curiga kalau tangan ku cuma diikat ala kadarnya," balas bisik Pe.


Ya, saat ini Pe dalam keadaan terikat tangan nya kebelakang, seraya dituntun oleh Guntur seperti layaknya musuh. Kedua nya berjalan yang baru turun dari mobil, memasuki markas Matin.


Ada Embun dan Erlan pun yang baru turun dari mobil lainnya.


Prok prok prok prok.


"Hebat! hebat! hebat! kamu memang hebat, Ponakan ku!"


Di tengah ruangan, Guntur berhenti berjalan begitu pun Pe yang langsung mendongak ke lantai dua. Ada Matin yang bertepuk tangan karena merasa jumawa yang sudah berhasil memegang kartu As saat ini yakni Pelangi.


Erlan dan Embun pun ada di antara mereka, tetapi sejurus... Erlan perlahan mundur untuk sedikit menjauh dari posisi Guntur dan Pe. Tadinya, Erlan ingin menarik tangan Embun untuk bergeser bersama nya. Akan tetapi, Embun menepisnya.


Jadi, itu orang nya yang menginginkan chip kami? Jangan harap Pria tua. Pe menatap tajam wajah pria itu tanpa takut, padahal nyawanya di tangan musuh.


"Jangan banyak omong, Matin! Mana Mommy-ku? aku sudah menepati keinginan mu dengan membawa salah satu dari mereka." Guntur tidak sabaran ingin mengakhiri dramanya. Sungguh, dia amat kasihan ke Pe. Tetapi yang dikasihani malah terlihat santai tuh wajah. Guntur jadi heran sendiri dalam hati.


"Sabarlah! pasti kamu akan bertemu dengan Mommy-mu." ujar Matin masih di atas sana dan tidak berniat turun karena dia sudah mempunyai cara licik untuk membodohi Guntur dan ketiga orang itu.


Dari arah lain, Jerry dan Belen datang. Mendekati Pe. Guntur was was dan memasang dirinya untuk melindungi Pe.


Embun pun siap siaga, bila mana plan awal mereka tidak sesuai rencana. Beda dengan Erland, dia selalu tersenyum tipis, lebih menyerupai seringai jahat.


"Belen, jangan mendekat dan jangan ikut campur. Begitu pun kamu, Tuan Jerry." Guntur memperingati nama tersebut. Tetapi Belen menulikan telinganya, serta tersenyum menggoda ke Guntur seraya mengedipkan mata genit nya.


Cih, perempuan murahan. Pe dan Embun kompak membatin jijik ke Belen.


"Halo, Nona! Masih ingat aku?" tanya Belen. Jerry yang tidak mau rencana awalnya gagal, memilih menaiki tangga menuju Matin. Padahal, dalam hatinya ingin sekali meremukkan tulang tulang Pelangi saat ini karena gara gara perempuan itulah anaknya sudah mati mengenaskan.


"Tentu! aku masih sangat ingat pertemuan pertama kita dengan saling melukai betis." sahut Pe masih dengan air muka santainya.

__ADS_1


"Kalau aku tau waktu itu kamu adalah Kurcil Smart, maka sudah ku bunuh kamu di waktu itu."


Belen berketus ria karena tidak suka melihat wajah Pelangi yang tidak ada takut takut nya.


"Dan sebaliknya, andai aku tau pun kalau kamu adalah musuh Kurcil, maka is dead pun dari ku," balas Pe tidak kalah ketus nya.


"Sudah diam!" Guntur menengahi dengan membentak keras ke arah Belen.


"Sayang, kamu membentakku demi gadis itu? cih, kamu akan menyesal." Kesal Belen berdecih.


"Dan kamu, Pelangi! itu kan nama mu?" Nada Belen sangat meremehkan. Dia sudah berdiri di belakang Pe dengan Guntur selalu mengawasinya. Embun pun sama.


Saat Belen ingin menendang lekukan lutut Pelangi dari belakang, Guntur sigap menarik Pelangi ke sisinya untuk menghindar. Dan Embun pun sigap menepis kaki Belen dengan tendangan nya hingga wanita itu mengadu kesakitan.


"Embun!" Bentak Belen.


"Opps, aku sengaja!" Embun meledek. Tanpa dosa dia tersenyum.


"Sialan!"' Belen menatap sinis ke Embun. Dari dulu, mereka selalu tidak pernah akur. Sejenak, Belen melirik Erlan yang melotot kepadanya. Tetapi Belen cuek.


"Matin! kalau kamu tidak menyuruh Belen berhenti bersikap konyol, maka Pelangi akan aku bebaskan," kesal Guntur berteriak ke atas. Di mana Matin dan Jerry hanya menonton setia.


Pelangi berdecak kesal dalam hatinya. "Jangan sampai jam gue juga kena razia nya." Batin Pe yang hanya mengendalikan GPS dari jamnya agar Kurcil bisa mendeteksinya.


"Dia tidak membawa senjata apapun," kata Guntur.


"Sayangnya aku tetap akan menggeledah nya. Dan kamu diam saja, lebih baik menyingkir. Sambutlah Mommy mu sebentar lagi."


Guntur mengalah, membiarkan Pelangi digeledah oleh Belen. Tanpa melawan pun, Pelangi diam saja digerayangi tubuhnya dari atas sampai kebawah oleh Belen.


"Tidak ada!" ujar Belen ke Matin dan Jerry. "Tetapi aku suka jam tangan mu, unik." Belen main tarik jam khusus Pelangi. Dan Pe hanya pasrah karena tangan nya di ikat, jadi tidak bisa melawan.


Erlan yang melihat itu tersenyum penuh arti. Dia dan Belen sempat saling tatap sejenak. Bahkan Belen mengedipkan matanya ke Erlan.


Ya, Erlan adalah musuh dalam selimut sesaat Guntur, dia yang telah membocorkan segala sesuatu nya tentang jam khusus Pe yang memiliki sistem khusus. Adik Embun itu menginginkan Pelangi mati dan otomatis, Guntur akan melihat kakaknya yang setia selalu. Erlan egois, dia ingin kakaknya mendapatkan cinta Guntur meski dengan cara licik pun, itulah isi otak nya.


Tetapi, bagi Belen. Erlan adalah adik bodoh Embun. Baik Pelangi, Embun pun akan dia gorok.

__ADS_1


"Kamu salah mempercayai rubah seperti ku, Erlan," batin Belen yang sudah melangkah naik ke tangga. " Terimakasih info pentingmu, tetapi maaf...aku tidak membutuhkan mu lagi."


"Mana Mommy-ku?" tanya Guntur lagi. Dia sudah mulai gerah dengan tingkah Matin yang bertele-tele.


"Bersiaplah, Mommy-mu ada di sini...." ujar Matin seraya menekan tombol di tangan nya secara diam-diam.


Sedetik....


Bussss...


Aaargh....


Sekonyong-konyongnya, lantai yang dipijaki Pe, Guntur, Erland juga Embun melesat kebawah, hingga ke empatnya berteriak, jatuh ke dalam sebuah ruangan yang gelap gulita tanpa setitik cahaya pun, karena lantai di atas sana kembali tertutup rapat.


Mereka dijebak dengan kelicikan Matin.


"Dasar bodoh! aku tidak akan melepaskan Mommy mu, terutama kamu ponakanku. Karena kalian berdua adalah penghalang bagi ku untuk menguasai seluruh kekayaan kakakku....hahaha." Matin tertawa jahat di antara Jerry dan Belen.


"Sudah kuduga, kalian itu bodoh," ledek Pe di ruangan pengap itu, yang sudah curiga dengan gelagat orang jahat yang ada di atas sana.


"Diamlah!"'Bentak Erlan yang tidak suka ke Pe. Adik Topan itu hanya tersenyum kecut.


"Aaargh!" Di dalam kegelapan, Guntur berteriak kesal. "Aku memang bodoh, bodoh, bodoh!" Guntur meninju ninju lantai.


Embun hanya diam membisu, entah kenapa kepalanya terasah berdenyut sendiri karena indera penciuman tajam nya menghirup aroma lain. Begitu pun semuanya.


Mereka memang tidak melihat apapun.


"Gas bius!" Pekik semuanya yang sudah menyadari bau tidak sedap itu.


Pe dan Guntur mati matian menahan nafas agar tidak menghirupnya. Embun dan adiknya pun sama. Tetapi, apalah daya... mereka tidak bisa berlama lama menahan nafas.


Hingga... Gelap! Semuanya pingsan karena biusan itu.


"Rasakan hadiah kecil ku, hahaha...."


Belen sebagai pelaku nya tertawa jahat yang berada di depan sistemnya.

__ADS_1


"Ayo, Matin! Kita jalankan plan intinya. Aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan semuanya." Jerry menggebu-gebu untuk segera memiliki chip itu. Lab khusus nya juga sudah lama menanti kisi kisi chip tersebut untuk dijadikan senjata kimianya.


__ADS_2