Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)

Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)
Mulai perang


__ADS_3

Malam yang gelap, angin laut yang berhembus kencang nan dingin di luaranan sana, tepat di pesisiran pulau terpencil. Terlihat, Kurcil Smart mendaratkan beberapa helikopternya secara bergantian. Kapal selam yang dipakai oleh Vay dan Petir, ditemani beberapa mafioso Topan didalamnya pun, telah tiba yang baru muncul kepermukaan.


Mereka mendarat dengan posisi jauh dari bangunan markas. Mereka juga tidak mendarat di satu tempat, melainkan berpencar.


"Apakah sudah mendarat semuanya?" tanya Topan yang memilih akan menyerang dibagian barat. Dia bersama Badai yang akan memimpin beberapa anak buahnya.


Plan mereka cuma satu tanpa embel-embel, yakni menyergap markas Matin dari segala penjuru.


" Posisi selatan sudah siap!" lapor Twins. Si kembar akan berkolaborasi bersama Ama, berikut beberapa anak buahnya.


" Barat pun siap!" Lautan tidak kalah antusias untuk menyerang. Guruh, Miko dan Charel menemani bersamanya dengan banyak mafioso pun.


" Jangan ditanya lagi, aku dan Vay pun siap berperang," lapor Petir. Diangguki Vay, kali ini si Ratu hacker tidak akan bersembunyi dibalik layar, melainkan akan menyerang juga.


"Oke, sesuai rencana awal. Saling melindungi dan jangan beri ampun pada musuh," ujar Badai. Di setujui oleh rekannya melalui earphone.


"Waktunya bergerak," titah Topan mulai melangkah. Matanya tertuju ke menara patroli yang lampunya bergerak siap menyorot mereka. Namun, dengan cepat semuanya berkelit untuk bersembunyi dari sinar lampu jarak jauh itu.


Di sisi Matin cs, mereka masih sibuk merecoki Embun dalam membedah Gerhana yang belum berhasil juga mendapatkan chip itu. Bukan karena Embun memperlambat kerjaannya dalam menengani pembedahan tersebut, melainkan dia memang kesusahan karena harus teliti betul betul, menghindari supaya tidak merusak chip yang sangat rentang.


Kubu itu belum sadar, kalau diluaran sana detik detik Ama akan melancarkan aksi bom pertamanya untuk anak buah Matin dan Jerry makan.


"Kenapa sih tak kunjung selesai, Embun?" kesal Matin seraya mendekati Embun yang sedang memegang pisau medis khusus bedah.


"Kalian pikir ini mudah, hah? aku disini adalah Dokternya, jadi yang lebih tau tingkat kesulitannya hanya aku seorang diri." cetus Embun menyahut seraya menatap sinis ke Matin.

__ADS_1


"Lebih baik ambilkan tissue untukku dan tolong hela keringat di keningku, sangat gerah." lanjut Embun mentitah songong Matin.


"Jangan kurang ajar!" desis Matin sangat kesal. "Kamu pikir aku adalah babu mu, hah?" lanjutnya seraya menjauh dari gadis songong menurutnya.


Embun malah terkekeh kecil dibalik masker medis yang di gunakan. Dia tidak merespon lagi, melainkan kembali berkutat serius.


"Ku rasa, ini hanya akal akalan busukmu saja, untuk memperlambat kami yang ingin segera membuat senyawa itu," tuduh Belen.


"Cih, aku bisa saja mengapit cepat chip itu dari Gerhana dengan asal asalan, namun apakah kalian siap kalau chip itu tidak terbaca lagi, karena lecet bin rusak total, euuuumm?" tanya Embun dengan nada ejeknya.


"Mengapa demikian?" penasaran Jerry yang meragukan ucapan Embun. Mana tau itu memang akal akalan Embun saja.


"Jaringan buatan yang melapisi chip tersebut telah bersatu dengan daging terdalam Gerhana, hingga memang harus penuh kehati hatiaan untuk sedikit demi sedikit menyayatnya, kecuali kalau kalian memang benar buru buru, aku akan menariknya dengan cara semborono, tergantuan izin kalian, terutama kepada Belen yang sok pintar berkata ini itu tetapi aslinya sangatlah bodoh."


Mulut Embun memang juara pedasnya. Lihatlah Belen, sudah memerah kesal wajahnya karena dijuluki wanita bodoh.


Booooooooooom, Boooooooooom.


"Eh, kalian dengar itu?" tanya Jerry yang sayup sayup mendengar ada suara ledakan bom.


Kompak mereka mencoba memasang telinga masing masing demi meyakinkan pendegaran Jerry.


Booooooooom. Dor, dor, dor, dor, dor.


Suara ledakan itu kian terdengar seram. Belen cs kompak melototkan matanya sesaat, lalu berseru bersama. Kita diserang.....

__ADS_1


Ketiganya pun kocar kacir melupakan Embun yang sedang tersenyum puas.


" Akhirnya kalian datang juga Kurcil!" seru Embun seraya melepaskan maskernya karena terasa pengap, kekukarangan udara segar.


" Kalian harus berterima kasih kepada ku, karena dirikulah, kalung itu mulai aktif lagi GPS-nya." ujarnya lagi seraya melirik kalung Gerhana yang berliontin bulan gelap yang sudah dia lingkarkaan dipergelangan tangan Gerhana, sebagai gelang dadakan.


Ya, Embun lah yang mengaktifkan kembali button GPS itu yang ditemukannya di kolong bad, yang sebelumnya dirusak oleh Belen.


"Maaf, Gerhana. Aku tinggal sebentar untuk menyelamatkan adikku dan Guntur. Aku pasti akan kembali!"


Embun pergi secepat kilat dari ruangan itu, setelah memastikan alat alat medis bekerja dengan baik demi tidak membahayakan nyawa Gerhana.


Dalam hatinya, dia sudah berjanji untuk menyelesaikan pembedahan itu dan menyelamatkan nyawa Gerhana. Tetapi, sekarang adalah adiknya dulu yang terpenting bagi Embun, karena Erlan adalah keluarga satu satunya.


Di luar markas, team Kurcil sedari tadi sudah menyerang dari segala sisi bangunan, hingga membuat musuh pecah konsentrasinya dalam kebersatuannya. Bukan dari segala sudut bangunan pun, Topan juga mentitah beberapa anak buahnya untuk menyerang melalui udara dengan menggunakan helikopter.


Boooom....


Helikopter itu juga melemparkan bom cap Ama dari udara, untuk meledakkan musuh yang bergerombolan yang sedang menghadang Topan dan Badai untuk menggapai gerbang markas.


"Ingat! kalian boleh melempar bom seenaknya, tetapi satu....Jangan ada yang berani membakar markas itu." warning Topan untuk mengingatkan kembali semua rekannya. Tentu saja Topan melarang keras, selain ada Gerhana di dalamnya, dia juga ingin memberi hal sadis untuk Belen, Matin, dan Jerry terima. Mereka tidak boleh mati secara mudah, karena bagi Topan itu tidak adil bagi Pe dan Gerhana yang sangat dikhawatirkaan oleh Topan.


" Aku datang, Na. Semoga kamu belum dieksekuisi oleh mereka." Batin Topan dalam langkahnya seraya membantai musuh yang mencoba menghadangnya, menggunakan katana.


sreeeek....sreeeekk... Beberapa musuh dia penggal kepalanya sampai terpisah dari lehernya akan kekejian Topan dan Badai di bagian barat.

__ADS_1


Senjata api yang telah mengenai perut mereka tidaklah tembus, karena memakai anti peluru dibalik bajunya.


__ADS_2