
Jerry, setelah kehilangan anaknya-Tommy yang dimutilasi oleh sikopet yang dia tau pelakunya adalah Kurcil Smart. Kini, pria setengah baya itu semakin gencar mencari chip milik si Kurcil.
Dengan chip itu, dia akan mendapat ramuan kimia yang bisa dijadikan senjata ampuhnya. Lihat saja, semua orang yang berusaha mencegat usaha ilegal-narkobanya, maka dia tidak akan segan-segan membunuhnya secara umum tanpa takut oleh siapapun.
Bagaimana Jerry tidak menggebu gebu untuk memiliki chip itu? Dalam rekaman chip tersebut adalah kisi-kisi komposisi pas campuran zat demi zat kimia yang menghasilkan cairan hebat. Zat itu mampu mencairkan tubuh manusia dalam lima menit saja, bila mana sel darah terkena zat tersebut.
Itulah yang diciptakan oleh Kurcil Smart semenjak mereka masih duduk di sekolah dasar. Kurcil Smart sudah pernah membuktikan keampuhan projects mereka pada Alvin-musuh Nata-Ayah Vay yang tidak sengaja pernah menembak Pelangi.
"Katakan! chip itu kamu sembunyikan di mana, hah?"
Saat ini, Jerry telah menekan Xian untuk membuka mulut tentang chip itu. Hari ini, Jerry bak Dajjal siap memakan korbannya. Selain ambisius akan chip tersebut, Jerry juga sudah menaruh dendam oleh Kurcil Smart yang sudah membunuh Tommy. Kepala dibalas kepala. Titik!
"Tidak akan!" kekeuh Xian. Padahal, Jerry kini memegang besi panas untuk mengancamnya.
"Kalau kamu masih saja bungkam. Maka, besi panas ini akan membakar lidah mu. Percuma bukan punya mulut tapi tidak digunakan. Lebih baik ku buat bisu sekalian."
Jerry tidak main main kali ini. Perlahan-lahan langkahnya kian mendekat ke Xian yang sedang diikat kaki dan tangannya di sebuah kursi.
"Tidak akan dan tidak akan pernah! terserah saja kamu mau membunuh ku, aku tidak peduli." Tolak Xian tidak ada takutnya diancam. padahal, Jerry sudah menjambak rambutnya agar mendongak keatas. Besi panas itu tinggal beberapa sentimeter akan menyentuh mulut Xian.
"Kamu akan mati, Xian."
Jerry menahan besi panas di hadapan wajah Xian yang langsung memejamkan matanya. Takut juga rupanya! batin Jerry dalam hati. Senyum devilnya sangat seram bagi anak buahnya yang sama-sama diruangan tersebut.
"Setelah kamu mati, aku akan tetap mencari anak angkat mu. Akan ku jadikan dia sebagai pemuas semua anak buah ku, ku siksa dengan keji melebihi batas manusiawi___"
"Jangan! jangan lukai anak ku. Anakku tidak bersalah, chip itu tertanam di lengannya, dia hanya korban___"
Karena tidak kuat mendengar ancaman keji Jerry, Xian reflek melepas omongannya tanpa sadar sudah mengatakan keberadaan chip itu. Dia seketika menggigit lidah bodohnya.
Praaang...
"Ayo, kita harus mencari keberadaan anak Xian, jangan ada yang pulang sebelum kalian berhasil."
Jerry membuang besi panas tersebut begitu saja, mengabaikan Xian karena sudah tidak sabar ingin menangkap Gerhana.
Bersiaplah Kurcil Smart, aku akan memutilasi tubuh kalian dan ku lelehkan dengan hasil project kalian sendiri.
...*****...
"Aku menghubungi mu dari kemarin! kemana saja kamu, hah?"
Matin langsung berketus ria ke Guntur yang baru pulang lagi ke markas.
__ADS_1
Ada Belen yang langsung tebar pesona.
"Udahlah, Dad. Biarkan Laric istrihat dulu, baru kita akan membicarakan misi kita. Ayo Laric, apakah kamu mau aku pijat," tawar Belen penuh arti.
"Jangan sentuh aku!" tepis Guntur ke tangan Belen yang bergelayut tetiba di lengannya. Belen memanyunkan bibirnya seketika.
"Dan kamu, Matin__hah!" Guntur kembali menelan keserkasannya demi rencananya.
Dia akan bermain sabar dan perlahan menjebak Matin agar memberi tahukan di mana orang serakah itu menyekap Mommy-nya. Guntur sudah tidak tertarik merebut chip itu, ketika mengetahui kalau lawannya adalah wanita dambaannya.
Guntur kembali lagi ke markas hanya perpura pura sibuk mencari chip tersebut, padahal dia mempunyai rencana sendiri.
"Satu bulan, dalam waktu itu kamu masih saja gagal. Maka Mommy mu adalah taruhan ketidakbecusanmu." Ancam Matin dan segera pergi dari hadapan Guntur yang tertegun dilema kembali.
"SIAL!" pekik Guntur meneriaki Matin yang setia berjalan pergi dengan Belen ada dirangkulannya.
...****...
Bugh...
Jalan pakai mata...
Di sebuah gedung hotel, Matin dan Jerry tidak sengaja bertemu dengan cara pundak mereka bertubrukan. Mereka saling menyalahkan sebelum mengetahui lawan bicara. Ada Belen yang selalu ikut serta menemani Matin.
"Ho, ho, ho!" Matin pun tak kalah menatap remeh Jerry. Belen diam mencerca situasi yang saling menatap sinis.
"Aku tau kamu pun menggebu ingin mendapatkan chip itu, Matin. Tetapi sorry, akulah yang akan berjaya karena aku satu langkah lebih maju dari mu."
Jerry memutar cuek tubuh nya setelah meledek Matin. Ingin berlalu pergi tetapi terhenti dan berbalik penuh akan suara Matin.
"Bagaimana kalau kita kerja sama seperti dulu lagi, itu lebih menguntungkan bagi kita dari pada harus bersenggol bacok." Matin merendah demi menang di akhir kisah.
Jerry yang mendengarnya, mencoba berpikir untung dan ruginya nya. Otak liciknya sama saja dengan otak Matin. Menang di ujung kisah.
"Tidak baik bicara di lobby hotel, ikut aku!" kata Matin dan mengkode anak buahnya untuk check-in satu kamar sebagai ruangan pembicaraan serius mereka.
Jerry berikut enam bodyguardnya pun mengekor Matin cs. Tidak ada salahnya bukan untuk bersekutu dengan Matin, yang penting diakhir kisah, Matin akan jadi kacung kampret nya.
Sampai di dalam kamar, perjanjian demi perjanjian terucap dari Jerry dan Matin. Belen dan dua kubu anak buah masing masing hanya pendengar setia.
Jerry belum mendealkan perjanjian itu. Di sini, Matinlah yang amat terlihat mengemis untuk bekerja sama. Itu karena, Guntur sebagai pionnya seakan akan tidak bersemangat untuk menjalankan misi.
Demi mendapat persetujuan Jerry. Matin beranjak dan berbisik ke telinga Jerry.
__ADS_1
"Hari ini, kamu boleh menikmati wanita seksi ku." Matin melirik Belen. Begitu pun Jerry yang langsung menatap paha mulus Belen yang hanya duduk menggunakan rok mini dengan baju rendah dada pun. Sangat menggairahkan.
"Bukannya dia anak mu? kamu gila, hah?" Jerry tidak habis pikir disela bisikkannya juga.
"Eum, betul! tetapi kalau kamu tidak mau, tidak apa__"
"Aku mau!" serga Jerry cepat.
Dari dulu, wanita adalah kelemahan mu, Jerry. Batin Matin tersenyum licik.
"Kalian semua keluarlah! tinggalkan kami," titah Matin ke anak buahnya. Jerry pun mengkode para kacungnya agar keluar saja.
"Sudah selesai? aku juga mau pergi." kata Belen seraya berdiri dari duduknya. Matin dan Jerry sempat saling melirik penuh arti.
"Sayang, kamu di sini dulu ya. Temani teman Daddy." Matin membujuk Belen dengan suara lembutnya. Tetapi tangan Matin secara kasar mendorong tubuh ramping Belen hingga jatuh ke pangkuan Jerry.
"Dad__Ahhh."
Tadinya, Belen mau protes. Tetapi tangan nakal Jerry amat lihai bermain di kedua bongkahannya. Mulutnya pun meracau laknat seketika.
Bahkan sekejap mata baju Belen yang memang kurang bahan sudah sobek akan kelakuan Jerry. Padahal Matin masih ada diruangan. Jerry langsung melahap bibir Belen dan terus menelusuri tubuh Belen hingga ke buah besar itu.
" Shiitt, aku aja pengen karena melihat live show ini." Matin ikut gerah melihat permainan
Jerry yang amat panas dan menggelora. Tetapi, dia mencoba menahan dirinya dan duduk gerah saja di kursi. Otak mesumnya berkata, tidak usah keluar... nonton aja TV pribadi sendiri.
"Apa masih mau menolak keenakan ini, Nona cantik?" tanya Jerry di sela sela sedotan dada itu.
" Iya__ ahh, maksud ku__ Ohh, tidak!" Belen meracau, jari jemari Jerry yang sudah menelusup masuk ke sela roknya membuatnya salah fokus untuk berucap. Dia pun terus mendesaaah gila karena ritme tusukan jari Jerry kian dipercepat.
Marin yang ikut gerah karena menjadi penonton bodoh. Melangkahkan kakinya tanpa sadar pun, dia melucuti seluruh pakaiannya dan berdiri dibelakang Belen yang masih dipangku oleh Jerry.
"Ini akan seru, Jerry! Kita berbagi!" Matin menggila. Dia menarik Belen dari pangkuan Jerry dan melemparnya bak boneka ke kasur.
Wanita itu yang sudah diselimuti hasrat, tidak mempedulikan perlakuan kasar Matin. Belen crazy itu malah memasang tubuhnya, siap memuaskan dua orang sekaligus.
Hal itu pun menjadi kesempatan Jerry untuk menanggalkan seluruh pakaiannya.
Jerry menyusul ke kasur, bagian bawah Belen adalah kekuasaannya, sementara Matin menikmati area dada Belen dan juga mulut Belen.
Dan sepanjang hari itu, Belen di perkaos oleh dua orang sekaligus.
Kabur.....🙈
__ADS_1