Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)

Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)
Berangkat Perang Dan Memulai Membedah


__ADS_3

Pembuatan cairan berbahaya mematikan Kurcil sudah selesai. Topan dan yang lainnya sedang bersiap siap untuk melakukan penyerangan.


"Apakah kalian pikir, kami tidak bisa mendeteksi markas persembunyian kalian? ck, sebentar lagi kami akan datang."


Di depan layar hackernya, Vay mengomel sengit kepada Matin cs yang tidak ada di hadapannya.


"Masalah jaga menjaga, kamu memang tidak tanggung tanggung, Pan. Syukurnya, GPS kalung Gerhana masih terbaca," ujar Vay yang saat ini mereka semua nya ada di depan layar sistem besar milik Vay, untuk mendeteksi kalung berliontin bulan hitam yang kemarin sempat tenggalam di laut.


Topan tidak menjawab, melainkan hanya menatap lekat layar, titik GPS kalung Gerhana.


"Aku pikir kalung itu hanya kalung biasa yang tidak ada pendeteksinya, Pan." kata Badai seraya menaruh senjata ke dalam jaketnya. Yang lainnya sudah pada siap dengan senjata kesayangannya masing masing.


" Bagaimana, Vay. Tempatnya sudah terbaca dengan jelas?" Lagi lagi Topan tidak menjawab pertanyaan yang menurutnya tidak penting untuk di jawab. Tetapi dalam hatinya, dia bersyukur karena dia masih sempat menaruh kalung tersebut, di dalam saku jeans yang dipakai Gerhana, ketika detik detik terakhir berpelukannya di saat pertukaran Pe terjadi.


"kode ini adalah laut, itu tandanya markas mereka ada di dekat laut," terang Vay seraya pointer-nya menunjuk peta peta yang dilewati GPS tersebut. "Biar jelas, aku akan mendalaminya lagi." sambung Vay, lalu memulai menari narikan jarinya di keyboard.


Semuanya tenang dalam diamnya, saking heningnya tombol tombol keyboard Vay terdengar jelas yang sedang diopersaikan oleh sang empu keahlian.


" Dapat!" pekik Vay bersorak dengan tangan bertepuk. Petir yang ada di dekat duduk nya sampai terlonjat kaget.


"Ck," Petir hanya berdecih sebagai keprotesan nya. Vay tidak peduli akan itu.


"Ayo kita berburu ikan paus di sebuah pulau," antusias Vay. Tanpa banyak bertanya lagi, semua rekannya itu sudah mengerti kalau Matin berikut ante antenya ada di pulau.

__ADS_1


"Jadi kali ini akan basah basahan air laut lagi? hah...gue nggak suka," keluh Ama. Wajah Ama mendadak kecut. Masalahnya, ketika pas misi Dibi yang mengharuskan nyemplung ke laut membuatnya trauma.


"Tinggalin saja," gurau Bhumi seraya mengencangkan jaket kulit nya. Ama memutar mata malasnya seraya menarik ranselnya yang berisi bom bom kesukaannya.


"Ayo berangkat sekarang, aku tidak mau Gerhana dibedah dan berujung terbunuh," ujar Topan yang mulai melangkah pertama. Yang lainnya pun mengekor.


Sampai di ruangan utama, Dibi datang dengan atribut perangnya pun sudah terpasang lengkap di tubuhnya. Kompak Kurcil terhenti.


"Aku ikut!" seru Dibi menatap satu persatu sembilan kepala dihadapannya.


"Pe siapa yang jaga?" tanya Badai.


"Ada Miko dan Charel___"


"Hmm, baiklah!" Dibi menurut dengan nada lemasnya. Dia pun kembali membalikkan badannya menuju ruangan Pe beristirahat.


...*****...


"Kalian mau apa berada di ruangan ini, hah?" Embun bertanya ketus ke Belen, Matin dan Jerry yang tidak mau meninggalkan ruangan operasi. Atribut kedokterannya sudah lengkap membalut tubuhnya.


"Kami takut kamu akan merusak chip itu setelah keluar dari tubuh Gerhana." terang Matin.


"Ck, kalau begitu.... lebih baik kalian saja yang membedah nya sendiri," malas Embun seraya ingin melepas lagi seragam khusus untuk pembedahan.

__ADS_1


"Kami hanya jaga jaga, lagian kami tidak akan menggangu," ketus Belen menjelaskan. Senjata pun dia todongkan ke Embun agar wanita itu mau menuruti perintah nya, untuk segera membedah Gerhana.


"Tembak saja," tantang Embun. Belen yang mempunyai emosional tak terkontrol benar saja ingin menarik pelatuknya.


"Jangan!" cegah Matin yang sigap menepis tangan Belen. Hingga, peluru itu tidak jadi membuat dahi Embun berlubang.


"Hah, lakukan segera! atau Erlan akan menjadi mayat." Ancam Matin dengan wajah serius nya.


Mendengar nama adik tersayangnya yang terancam, Embun pun mengangguk pasrah. Tanpa berkata kata lagi, Embun memulai tugasnya untuk membedah bagian lengan Gerhana.


"Jangan sampai merusak chip itu dengan pisau pisau mu!" warning Jerry merusak konsentrasi Embun.


"Inilah maksud ku. Pengganggu! baru juga ingin memulai, eh sudah dicerewetin." cetus Embun tidak pernah takut kepada tiga orang dihadapannya.


Andai, keselamatan orang tersayang nya tidak dalam ancaman. Mungkin, dia sudah senggol bacok bersama tiga manusia busuk dihadapannya.


Jerry dan dua rekan nya pun diam, merasa Embun kali ini betul yang telah merusak konsentrasinya.


Kalau Embun lagi memulai pekerjaannya. Beda dengan Guntur dan Erlan, kedua pria itu sudah tersadar sedari tadi. Mereka lagi berusaha untuk keluar dari penjara besi itu.


" Tidak ada cela, Er!" seru Guntur prustasi. Sedari tadi dia sudah mencoba ingin mengakali gembok besar di jeruji itu, tetapi tidak bisa.


"Menyebalkan," dengus Erlan. Dalam hatinya, ia telah menghardik Belen yang mengkhianati nya. Dia juga ingin mengetahui kematian Pelangi. Apakah sudah?

__ADS_1


" Pe, kamu di mana dan bagaimana keadaan mu?" Dalam hati pun, Guntur berkecamuk penasaran akan keselamatan Pelangi. Hatinya mencelos sesal sudah membawa bawa Pelangi dalam rencananya yang gagal total.


__ADS_2