Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)

Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)
Awal Cerita Itu


__ADS_3

"Gerhana!" Xian berseru seraya mengucek matanya yang baru bangun tidur. Dia benci ini, pasti hanya mimpi lagi, pikirnya tidak percaya ada Gerhana di depan kedua matanya.


Sementara, Gerhana yang mengenal suara itu, tiba tiba tertegun. Suara itu mirip Daddy-ku, ujarnya dalam hati. Dia pun menggeleng gelengkan kepalanya, untuk menepis kehaluannya.


Daddy-ku sudah meninggal, mana mungkin itu dia? batinnya seraya menatap lekat lekat wajah orang yang penuh bulu di wajah itu, sisa pangkal hidung, jidat, mata dan separuh pipi itu tidak berbulu. Sangat seram bagi Gerhana yang notabenenya mempunyai jiwa penakut.


"Pergilah! mimpi kok rasanya terlihat nyata?!" kata Xian membentak Gerhana. Hingga, bahu Gerhana terjungkit keatas karena kaget.


"A-aku juga mau nya pergi, tetapi pintunya sudah dikunci," sahut Gerhana dengan nada bergetar. Sumpah, Jerry dan Matin adalah musuhnya disini, tetapi yang serem malah orang dihadapannya.


"Eeh, kamu benar Gerhana?" tanya Xian segera saja menarik tubuhnya untuk berdiri cepat. Gerhana mengangguk seraya mundur perlahan, waspada.


"Kamu tidak mengenaliku, Nak? ini Daddy-mu! Xian!" Terang Xian dengan menunjuk dirinya sendiri. Binar penuh kerinduan terlihat jelas di matanya.


"Daddy-ku? Daddy Xian yang dulu sering membacakan dongeng untuk ku?" tanya Gerhana memastikan dengan perasaan berdebar tidak menentu. Bagaimana bisa, orang yang sudah meninggal, kini berada di hadapannya dengan tangan itu merentang minta dipeluk. Setan kah? iiiihh, Gerhana bergidik merinding bulu kuduknya.


"Iya, Sayang! ini Daddy-mu, kemarilah! Daddy sangat merindukan mu," ungkap Xian seraya melangkah pelan ke arah Gerhana yang tidak mau menghampirinya, karena merasa shock dan tidak percaya akan kebenaran terbesar ini.


Sekonyong-konyongnya, Xian sudah memeluk rindu gadis yang sudah dibesarkannya itu. Gerhana masih keluh nan terpaku. Hingga, tetiba dia mendongak ke orang yang sudah memeluknya. Menatap lekat mata Xian yang menangis rindu.


"Ini Daddy-mu, Sayang!" kata Xian kembali mencoba meyakinkan Gerhana lagi dengan mata ber-adu. Tentu kali ini, Gerhana percaya setelah mengenali pancaran binar mata yang selalu teduh menatapnya sayang.


"Hiks hiks, Daddy! kamu masih hidup? ini benar__ hiks hiks hiks."


Gerhana tidak mampu lagi untuk melanjutkan kata kata nya, saking tidak percaya nya kalau orang yang telah digadang-gadang sudah meninggal, kini telah berada di pelukannya.

__ADS_1


Dalam hati Gerhana, dia merasa bersyukur atas dirinya yang menjadi tahanan Jerry, karena berujung mempertemukan Daddy-nya.


"Kenapa kamu bisa di sini, Nak?" Xian merenggangkan pelukannya, lalu memutar pelan tubuh Gerhana. "Apakah mereka melukai mu?" tanyanya penuh selidik.


Gerhana menggeleng lalu berkata, "Mungkin sebentar lagi, Dad. Mereka mengatakan akan membunuhku setelah membedah bagian tubuh ku untuk mengambil___"


"Chip itu!" serka Xian. Gerhana mengangguk lemah, lalu kembali memeluk tubuh Xian yang sangat kurus menurut Gerhana. Dia menangis, miris melihat Daddy-nya yang dulunya bugar atletis, tetapi sekarang sudah seperti cidukan kayu mangga.


"Maafkan Daddy-mu, Sayang. Ini karena kesalahan Daddy di waktu satu tahun lalu."


Xian sedikit menjauh dari Gerhana, lalu membelakangi tubuh anaknya. Binar mata itu sangat menyiratkan penderitaan, juga penuh penyesalan terhadap Gerhana.


"Dad," lirih Gerhana. Dia melangkah kehadapan Xian. "Apakah benar Daddy mencuri chip milik kurcil? Lalu, kenapa chip itu bisa berada di dalam tubuhku? Jelaskan, Dad?" Gerhana bertanya penuh keingin tahuan. Sungguh, dia merasa sangat bingung dalam situasi yang tak pernah terpikirkan olehnya. Dunianya terjungkir balik saat berurusan nama si Kurcil.


"Daddy akan menceritakan semuanya, tapi tolong jangan benci Daddy setelahnya, ya?"


"Dulu....." Xian pun mulai menceritakan awal dia mengambil chip itu dari tangan Topan.


Dia berkata, karena terpaksa yang kekurangan ekonomi di saat itu. Xian berniat untuk menjualnya kepada organisasi The Hawk waktu itu. Tetapi, tawaran tinggi pun datang dari pihak Guntur. Demi menyelamatkan Mommynya, Guntur waktu itu rela menawarkan separuh hartanya untuk Xian. Namun, tidak sesuai ekspektasi. Gerhana waktu itu kecelakaan. Xian pun meninggalkan tempat perjanjian mereka untuk pergi ke rumah sakit.


Kemalangan terjadi kepada Gerhana yang membutuhkan biaya banyak. Xian tidak punya uang sama sekali, hingga seorang Ilmuwan medis datang menawarkan sebuah kesepakatan. Gerhana akan diselamatkan nyawanya dengan free biaya apapun di rumah sakit itu. Namun gantinya, Xian harus merelakan tubuh Gerhana untuk menjadi kelinci percobaan sesaat para Ilmuwan tersebut.


Itulah dulu, Badai pernah mengatakan kalau kepala Gerhana pernah dibedah sebelumnya dan berhasil membuat separuh memori Gerhana menghilang.


"Terus, kenapa chip itupun bisa berada di dalam tubuhku, Dad?" bingung Gerhana.

__ADS_1


"Itu sama saja oleh kelakuan Ilmuwan itu, Sayang," sahut Xian.


"Maksudnya?"


Xian pun kembali menceritakan semuanya kepada Gerhana. Di mana, Ilmuwan tersebut mempunyai sebuah temuan yang menyerupai jaringan sistem tubuh manusia pada umumnya. Ilmuwan itu ingin membuktikan penemuannya, dengan cara menanam sebuah benda apapun itu, tentu saja harus dilapisi sebuah jaringan percobaan tersebut.


Dengan inisiatifnya sendiri, Xian menawarkan chip itu saja yang ditanam di tubuh Gerhana, dengan bermaksud agar aman dari siapapun itu, yang keampuhannya sudah tersebar karena kecerobohan Xian sendiri yang sebelumnya sudah menawarkan sana sini ke organisasi organisasi besar.


Tadinya, Xian sebenarnya menyesal telah mencuri chip itu, dia ingin mengurungkan niat jalan pintasnya yang ingin kaya dengan cara mengembalikkan ke Topan.


Namun di saat ingin memberi tahukan ke Topan. Di jalan, dia tertangkap oleh organisasi Jerry.


"Dan sebab itu, Daddy berujung di penjara ini?" tanya Gerhana sudah paham akan jalan cerita yang menyangkut pautkan dirinya.


"Eum, begitulah. Maafkan Daddy, ini memang kesalahan Daddy seutuhnya yang menimbulkan masalah besar. Berujung banyak nyawa yang terlibatkan, termasuk kamu, Nak," sesalnya dengan wajah tertunduk kecewa pada diri nya sendiri.


"Sudahlah, Dad." Gerhana kembali memeluk Xian, sebelum dia pergi untuk selamanya dari bumi ini, dia ingin menghirup aroma laki laki yang sudah dianggapnya Ayah kandungnya sendiri.


"Toh, kita memang akan mati semua nya. Tidak ada yang kekal di dunia ini, bukan? bedanya, setiap manusia akan mati dengan berbeda beda penyebabnya. Entah itu sakit atau kecelakaan, ataupun dibunuh orang. Seperti aku yang katanya tinggal menghitung menit,"


Gerhana mencoba untuk ikhlas, walaupun tidak seutuhnya... karena sudah mempunyai harapan hidup lagi, setelah melihat Daddy-nya masih hidup. Dia masih punya keluarga, dia ingin merasakan kehangatan kasih sayang seorang Ayah bersama Xian. Makan roti satu bungkus berdua, satu piring nasi pernah pun berbagi, karena Ibu angkat nya yakni istri Xian selalu melantarkan perut mereka berdua.


"Daddy tidak akan membiarkan mereka untuk melukai mu, percayalah sama Daddy." Xian tatkala eratnya memeluk anaknya. Pokoknya, Jerry akan mati di tangannya bila mana membuat Gerhana berdarah darah.


"Sayangnya, kamu tidak akan mampu menjaga nya, Xian. Waktunya sudah tiba akan eksekusi anak mu. Hahahaha...." Jerry yang sebenarnya sudah berada di depan pintu besi itu, menyahut remeh. Dia tertawa jahat untuk mengejek ketidakberdayaan Xian.

__ADS_1


"Coba saja kalau tenaga mu mampu menghentikan kekuatan ku." Lanjutnya cepat seraya membuka gembok penjara tersebut.


Gerhana mulai kicep, dia bersembunyi dibalik tubuh Xian.


__ADS_2