Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)

Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)
Operasi Tangkap Tangan


__ADS_3

Detik, menit, jam, telah berputar cepat. Semua Kurcil kecuali Pe, sudah berbagi tugas untuk membantu Dibi dalam misi OTT-nya.


Sembilan Kurcil berikut Dibi, kini berada di sebuah pelabuhan khusus. Sesuai laporan dari Charel, organisasi Mafia kotor itu akan mengekspor obat terlarang ke beberapa Negara melalui transportasi laut.


"Kamu yakin, Vay. Kapal yang kita incar adalah kapal berinisial JH itu?"


Dibalik earphone, Topan bertanya kepada Vay yang sedang duduk dibelakang drum drum kosong bersama alat hacker-nya, bersembunyi.


Topan sendiri bersama Badai telah menyamar, dengan memakai baju Nakhoda. Tampan dan berkharisma perangai mereka dalam berpakaian kapten laut.


"Iya! itulah kapalnya. Kurcil, hati hati ya... mereka bukan orang orang sembarangan. Jerry mempekerjakan monster semua. Tinggi tinggi serta otot nya besar dua kali lipat dari fisik kita."


Vay memperingati semua rekannya seraya memperhatikan situasi di dalam kapal yang sudah diretasnya. Sialnya, semuanya tidak bisa dia retas karena cctv-nya terbatas di dalam sana.


"Kami mengerti, Vay. Kalau mereka memiliki tubuh besar macam gaban, kita adalah kurcaci yang sulit ditangkap oleh mereka, licin. Pokoknya, obat terlarang itu harus terbakar dan tenggelam di tengah lautan tanpa sisa."


Dibi yang menyahut di persembunyiannya pun. Dia, dan sisa personil Kurcil lainnya telah menyamar sebagai buru panggul pelabuhan itu.


Dan saat ini, pakaian Dibi dan cowok lainnya, sudah seperti gembel yang sedang mencari pekerjaan, sobek sobek. Wajah mereka pun di beri make up, tetapi bukan ditancap dengan efek glow, melainkan di butek-butekin agar persis orang susah yang kagak makan sebulan. Dan itu kelakuan Vay dan Ama yang me-make-over mereka sesempurna tanpa cela.


Kecuali, Ama yang menyamar menjadi tukang jamu. Pertanyaan si Kurcil dan Dibi sebelumnya ke Ama.... Apakah di California tepatnya di L.A, tau apa itu jamu? Takut takut, Ama akan mengacaukan rencana, pikir mereka.


Tetapi, dengan yakin adik Guruh-Ama itu menjawab. "Gue jadi tukang jamu juga ada manfaatnya kali. Gue rayu mereka dulu, supaya mau beli jamu khusus gue yang aslinya mempunyai rasa signifikan ke tubuh mereka. Jamu keok is dead."


Begitulah Ama berencana. Dan teamnya pun setuju saja daripada Ama ngambek yang mempunyai perang penting untuk meledakkan kapal.


"Oke, Guys. Lihatlah model multi talenta ini akan beroperasi cantik." Ama-lah yang memulai duluan aksinya sesuai plan awal.


Gadis semok itu memakai kain setelan kebaya mbok jamu khas Indonesia dengan warna merah menyala melekat sempurna dikulit putihnya. Seksi menantang.... itulah kesan penampilan Ama, dengan gendongan jamu di punggungnya, bahkan lilitan kain batik Ama sengaja dia pasang di atas lututnya, hingga jenjang kaki mulus nya amat terekspos menggoda mata lakik normal.


Dibi dan para Kurcil terkhusus Guruh yang notabenenya adalah kakak nya, kagak rela melihat adiknya menjadi konsumsi mata pria jelek, yang sedang menurunkan box box besar dari kontainer yang dinaikkan satu persatu ke kapal barang.


Ama sedang berlenggok seksi menuju ke kontainer itu.


"Andai, Ama bukan sepupu sendiri, gue embat. Sumpah, body goals-nya yang bak guitar Spanyol ngebuat gue liur-an. Kok bisa ya, dulu 'kan Ama gendut beut? Tetapi sekarang___"


Plaak, tuinggg, dung...


"Aduh! Apa sih, Guruh?! eh, hehehe... piss, gue cuma berandai-andai." Lautan cengengesan bodoh. Dia tersadar dari racauan omesnya, setelah Guruh memukul pundaknya, serta menoyor kepalanya sampai kencang pakai banget.


"Jaga logikamu, awas saja sampai khilaf ke Ama kalau kalau sedang bekerjasama sebagai model fotografer abal abal, lo. Gue gibeng lo nanti." Ancam Guruh. Lautan mengangguk sambil memutar matanya malas dengan bibir dicibikkan.


"Awas saja ada yang becanda dimisi saya ini, sampai berakhir gagal. Saya akan memberi sanksi tegas."

__ADS_1


Dibi terlebih dahulu memperingati dengan ancamannya seraya mendelik ke Twins dan personil lainnya. Bukan apa apa, si Kurcil Smart ini kadang kala tidak bisa ditebak, kelakuan tengil nya bisa muncul kapan saja dan dimana saja walaupun dalam situasi tegang.


"Elaaah, tahu beresnya saja kok ribet___"


"Diamlah semuanya! Ama sudah sampai di dekat kontainer itu." Badai yang bersembunyi di tempat lain bersama Topan, menjeda Petir.


Dan semuanya pun diam, ingin mendengar suara jelas Ama memulai sambungan earphone unik buatan Vay yang rupa rupanya memulai aksinya dengan sengaja tersandung kecil. Ama pun berpegangan ke bahu salah satu anak buah Jerry.


"Aww...." Ama meringis manja dengan bibir dia gigit sesaat, kesan menggoda. "Saya tidak sengaja tersandung dan berakhir menabrak bahu Anda, Tuan." Suara seksi Ama membuat Guruh mendesis kesal di balik persembunyiannya. Tapi... sabar.


"Tidak apa apa," jawab pria tinggi itu yang mempunyai kulit hitam khas Afrika.


Satu pria yang berdiri di dekat kontainer itu pun mendekat, memperhatikan Ama sedatail mungkin dari atas sampai kebawah, begitu terus hingga tiga kali. Cantik dan seksi, pujinya dalam hati.


"Uuh, kaki ku sakit," keluh Ama mengadu seraya melirik ke Pria yang bergabung. Tapi bo'ong, sambungnya dalam hati.


"Kenapa kamu bisa ada disini? dan ini apa?" Pria itu membantu Ama melepaskan gendongan jamunya dengan sedikit pancaran curiga nan penuh kewaspadaan. Takut takut, si cantik adalah mata mata.


"Dan kamu, pergilah bekerja kembali. Biar saya yang mengurus wanita nyasar ini." Kata Pria itu, ke orang yang pertama Ama goda.


Rekannya pun pergi amat patuh. Ama yakini kalau Pria bule tatoan dengan wajah sangar ini adalah mandor bin kepercayaan Jerry dalam mengatur bisnis haramnya.


"Saya sedang berjualan jamu, Tuan."


"Jamu? apa itu?"


Ama mengada ngada. Menjelaskan arti jamu dengan intonasi minta di wik wik. Sangat menggoda suara manja itu. Padahal dalam hati, Ama ingin muntah.


Vay yang mendengar bercumbu, jadi spontan meringis kecil. Tetapi Petir mendengar itu, dia yakin kalau Vay mengingat tipu tipu manjanya di hotel.


" Jangan dibuat lama, Ama. Kakak semprot kamu setelah misi ini, jangan terlalu menggoda! Telinga kakak jadi berasap." Guruh marah marah di balik earphone. Kurcil lainnya tersenyum geli. Ternyata ada Topan ke-dua yang amat posesif ke adiknya.


"Uhh, ahh..." si jahil Ama malah mendesaaah bodoh, sengaja menggoda Guruh. Tetapi kenapa Pria bertatto di hadapan Ama lah berfantasi liar, menelan ludahnya sendiri hingga jakung itu naik turun, dengan mata selalu nakal menatap dada Ama yang membusung indah.


Nanti, mata lo tidak akan bisa nutup. Lihat saja!


" Tuan, maukah Anda memborong dagangan saya? Hiks hiks, saya janda anak tiga yang masih kecil-kecil. Sangat membutuhkan uang untuk membeli susu perah eh formula agar anak anak saya sehat. Tetapi bagaimana saya mau membelinya, kalau dagangan jamu perkasa ini tidak ada yang berminat."


Ama berakting dengan terisak tanpa ada air mata. Tetapi wajah itu dibuat seterpuruk mungkin demi mayakinkan pria dihadapannya.


Janda anak tiga, katanya?


Kurcil berikut Dibi kompak berucap OMG. Ama hampir tersenyum mendengar keterkejutan rekannya. Apalagi suara Guruh yang terdengar amat tajam. Ama malah menikmati drama jamu-jamuannya, senang membuat catatan kesal ke kakaknya sendiri.

__ADS_1


"Kalau adek gue dapat sialnya karena misi ini, maka yang gue hajar lo, Dibi." Guruh melampiaskan kekesalannya ke Dibi dengan cara menginjak kaki kanan Dibi.


"Ish," desis Dibi.


"Diamlah dan lihat kekonyolan Ama!" seru Topan di tempat lain.


Mereka kembali diam.


"Saya sih mau saja, tetapi apakah Nona cantik ini mau tanggung jawab? Kalau saya meminum jamu tradisional yang katanya bikin kuat ini, otomatis adik saya akan mencari lubang."


Pria itu sudah termakan godaan Ama. Mata nakalnya amat liar menikmati keseksian lekuk tubuh anak Gema Batara.


Taikkk, Lubang neraka yang akan kamu tempuh.


"Ah, tentu saja! yang penting borong dulu jamu saya."


"Tenang saja, ini uangnya dan segera sediakan satu gelas untuk ku." Pria itu memberi banyak dollar ke Ama.


Tentu saja Ama mengambilnya, rejeki kok ditolak. Jangan sampai mubazir, iye kan? Bahkan, kelakuan nakal Ama malah menaruh dollar itu di sela baju bagian dadanya, terselip.


Pria bertato itu sampai menjilaaat bibirnya sendiri, sudah on tanpa diberi jamu pun. Rejeki ini mah, batinnya sudah tidak sabaran ingin meraba tubuh berliku-liku indah itu.


"Sabar, Tampan. Bagaimana kalau mereka juga merasakan ramuan herbal saya, baru Anda yang saya suguhkan yang paling khusus."


Ama menunjuk pria-pria berotot yang sedang bekerja memindahkan box box besar.


"Tapi...."


"Selain kuat nganu, jamu saya juga peningkat tenaga untuk bekerja lho, biar kerjaan Tuan lebih cepat selesainya." Ama mengedipkan mata genitnya, demi menghipnotis si Pria tatto.


"Kalau mereka kepanasan karena ingin lubang, bagaimana?" tanya si Tatto. Kan kasihan ke anak buahnya, di sini kan tidak ada wanita lain selain si seksi jamu ini.


"Beres itu mah, saya kuat melayani lima belas orang dalam waktu bergantian, tentunya setelah Anda." Ama berkedip lagi dengan bibir dia gigit manja.


Ama...


Si anying...


Gila...


Ama langsung mendapatkan seruan kompak dari rekannya. Dia aja keki, Tidak mempercayai ucapan ngaurnya. Bisa melayani lima belas orang. Oh, jijay! Ama bergidik jijik, tapi demi berjalan nya misi, dia rela berucap vul-gar.


Dan jamu Ama pun, terminum oleh lima belas, anak buah si tatto ini.

__ADS_1


"Ah, giliran Anda. Paling banyak biar kuat main nya." Dua gelas pria itu meneguk jamu dengan bantuan tangan lembut Ama.


...****...


__ADS_2