Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)

Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)
Badai Yang Ber-Embun


__ADS_3

Tak...


Tak...


Tak...


Badai tiba di sebuah bangunan yang penuh hingar-bingar musik...Club. Dia datang kemari berharap kekalutannya terhadap masalah yang datang saat ini, terlupakan walau sejenak.


Derap langkahnya tentu saja tidak terdengar, karena terkalahkan dengan musik yang dimainkan oleh Disc Jockey bin DJ seksi yang sedang unjuk gigi di depan sana bersama alat turntable-nya. Dj itu sedang memutar mutar vinyl-nya agar lagu yang berjudul Borinquen Bella semakin terdengar heboh memekikkan telinga.... jedag jedug.


Badai tidak tertarik untuk turun ke lantai dansa bersama lautan manusia yang berjoget-joget seksikeb bin seksi seksi ketek basah, dia hanya membutuhkan minuman agar kepalanya terasa enteng.


"Yang paling enak!"


Badai segera memesan minuman surganya club tersebut, setelah bokongnya dia taruh di kursi table bartender. Sang pelayan pun sigap memberikan pelayanan istimewanya. Satu botol tinggi nan cantik, serta gelas kristal berikut satu mangkuk es batu kecil kecil sudah tersuguh di depan Badai.

__ADS_1


"Thanks!" Badai segera meracik minumannya sendiri. Dan satu gelas sudah tertelan begitu saja.


Sejenak, dia tertegun. Banyaknya manusia berisik di segala penjuru ruangan, nyatanya tidak mampu membuat pikiran kalutnya menghilang. Emosinya kembali naik dikala teringat jab Topan yang saat ini masih berdenyut di pipinya.


"Sial!" praaakk..


Badai yang kesal, main gebrak meja itu. Sontak bartender dan beberapa pengunjung yang dekat dari meja, menjadi kaget. Satu wanita seksi yang sedari tadi duduk elegan di dekat kursi Badai dengan minumannya pun, menoleh dengan alis berkerut.


"Hei, Tuan! Kalau kesal sama istri di rumah, jangan bawa bawa kesini dong." Nada wanita itu sangat terdengar nyolot.


Badai memicingkan matanya ke arah kiri tepat sebelah duduknya. Ada satu wanita seksi berbalut dress merah ketat berlekuk sempurna di tubuhnya dengan kain itu membelah sampai ke paha, mampu menyilaukan mata pria pria yang ada disitu.


"Merokok bisa merusak paru-paru," beo Embun main tarik satu batang rokok Badai begitu santai. "Tapi kalau bisa merusak hati, aku pun mau." sambungnya ikut merokok.


Badai tersungging miring, selain mabok wanita itu juga telah patah hati rupanya. Mengenaskan!

__ADS_1


"Kalau sedang patah hati karena tersebabkan oleh pria, lebih baik bunuh saja orang itu. Robek dadanya dan ambil hatinya." Badai ikutan meracau tidak jelas. Sang wanita terkekeh-kekeh dan merapatkan kursinya ke sisi Badai.


"Bung, ide yang bagus!" bisik Embun di telinga Badai. Dj di sana nyebelin baginya karena musik jedak jeduk kian menggema. Dia 'kan capek untuk berteriak hanya sekedar berbicara bersama Badai.


"Aku seorang dokter bedah, selain itu aku juga bisa jadi sikopet, jadi mudah bagi ku untuk mencabik cabik tubuhnya." Embun menggebu-gebu. Tidak sadar karena sedikit mabuk, dia menceritakan identitas dirinya. Alis Badai hanya mengkerut tidak percaya karena wanita itu dalam pengaruh alkohol, pikirnya.


"Tapi... hiks hiks," Embun terisak lebay tanpa air mata. "Aku tidak bisa melakukannya karena dia sahabat ku. Aku menyayanginya begitu tulus, tetapi dia__" Embun terjeda dari curhatannya, rokok dia isap lalu mengeluarkan asap itu dari mulutnya dengan bentuk bulat bulat kecil.


Badai pun ikut mengisap tembakau itu seraya terus menatap lawan bicaranya yang sok akrab. Baginya tak masalah, hitung hitung punya teman malam ini yang sama sama dalam perasaan kacau.


"Cinta itu rumit!" ujar Badai. Embun mengangguk setuju.


"Kamu betul, Bung! sangat rumit dan mengenaskan bagi orang yang ditolak mentah-mentah seperti aku ini contohnya... Hehehe." Tadi terisak, sekarang Embun terkekeh geli menertawakan dirinya sendiri. " Apa kamu tahu? aku dari dulu yang menaruh hati kepadanya tetapi dia mencintai wanita lain, sialnya wanita itu cantik dan sekarang berada di villa bersama-sama, tapi gadisnya sedang terluka. Aku sendiri yang mengobatinya."


Racauan Embun membuat Badai tertarik untuk kepo ke gadis yang katanya sedang terluka. Entah kenapa dia seketika teringat ke Pelangi yang entah di mana kembarannya itu.

__ADS_1


"Siapa nama gadis itu, dan terluka karena apa?"


"Namanya___"


__ADS_2