Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)

Chip Canggih Sang Mafia(Kurcil Smart)
CT Scan


__ADS_3

Dua hari berlalu setelah kekacauan di kandang buaya. Hari itu, membuat punggung Topan terasa terbakar, tapi saat ini dia sudah pulih.


Masalahnya, Gerhana lah yang tidak sadarkan diri sampai saat ini membuat Kurcil bertanya-tanya, kenapa? fisik tidak ada yang terluka parah? Jadi ...?


"Apakah harus diCT scan?" Badai bertanya meminta usulan persetujuan para rekannya yang saat ini berkumpul di luar ruangan medis Gerhana dirawat.


Semuanya menatap Topan yang diam datar bak batu kali sedari tadi di sofa itu.


Topan tidak menyadari tatapan para rekannya, dia tidak bergeming.


"Megic com rusak! elaaah... diam aja." si mulut ceplos-Ama menepuk bahu Topan, menyadarkan.


"Apa sih?" cetus Topan menatap malas ke anak bungsu Gema Batara itu. Dia sebenarnya melamun.


"Gerhana sudah sadar katanya," Vay membual menggoda.


"Iyakah?" tanya Topan segera bangkit dari sofa. Para Kurcil kompak tersenyum geli membuat Topan terhenti yang ingin melangkah.


"Sialan kalian!" ketusnya menyadari adanya kebohongan, dia kembali membanting bokongnya ke sofa itu, hingga Pe yang duduk di sofa sebelahnya terkesiap oleh gerakan kasar Topan.


"Biasa aja kali!" Pe memukul lengan Topan, protes.


"Kak Badai meminta persetujuan ke kak Topan. Apakah Gerhana perlu pemeriksaan detail seperti CT scan?" kata Angkasa seketika ditatap dalam oleh Topan.


"Kenapa harus bertanya ke aku? memangnya aku bapaknya? Tinggal lakukan saja yang menurut kamu baik." Topan mengalihkan tatapannya ke Badai selaku ahli medis.

__ADS_1


"Beeh, memang dasar megic com rusak ya! kadang hangat kadang dingin kurang listrik." Vay yang mencerca, dia gemas juga ke Topan. Lagaknya cuek ke Gerhana, tapi aslinya sih nangis kejer tuh batin. Lihat saja, Gerhana yang tidak sadarkan diri, Topan yang mogok makan. Pembohongan hati memang tuh si simba.


Selalu, Topan tidak memperdulikan umpatan unfaedah dari para teamnya karena percuma, di balas juga maka akan menjadi-jadi tuh mulut bertutur kata seenak dengkul. Sembilan VS satu orang mana menang dirinya yang tidak suka bicara panjang lebar. Jadi pasrah aja!


"Kalian boleh ikut menyaksikannya," izin Badai. Biasanya, ahli medis anak Biru itu kagak pernah mau diganggu bila mana sedang bertugas. Tapi demi Topan, hari ini ada pengecualian.


Dan semuanya pun sudah berada di ruangan medis yang cukup lengkap dimiliki Badai.


"Aku akan menjadi suster cantik mu, Dai." Lautan menawarkan jasa gratis, meniru ala-ala lenggok seksi seorang wanita. Ama yang melihat itu jadi gerah, kakinya dia sengaja pasang disela langkah Lautan hingga kedubrak.


"Am__" sentak Lautan terjeda di lantai itu.


"Iuhh, si lenjeh ketiban lantai." Hahaha... Ama terbahak-bahak. Yang lain menutup mulut rapat-rapat karena menyadari aura lain dari Badai.


"Ama! Lautan! KE-LU-AR!" Badai mengeja kata terakhirnya dengan tangan menunjuk pintu. Dia tidak suka ada yang bercanda di dalam ruangan teritorinya apalagi ada pasien yang harus dijaga kesehatannya.


"Yeakh, kita disisihkan." Lautan mengeluh seraya menatap kesal Purnama. Gara gara cewek konyol inilah penyebabnya. Huuu, boleh nabok nggak sih?


"Jelek," Ama mengusap kasar wajah tampan sepupunya.


"Hais!" dengus Lautan.


"Uda, jangan diambil pusing. Mending kita jalan-jalan," ide Ama disetujui Lautan. Mereka berdua meninggalkan markas bak sepasang sejoli yang saat ini keduanya bergandengan tangan.


Di dalam ruangan teritori Badai. Seluruh tubuh Gerhana dimasukkan ke lubang alat CT scan oleh Petir dibantu Guruh. Si Twins, Pe dan Vay berikut Topan sudah berdiri di depan monitor pembaca alat medis canggih itu.

__ADS_1


"Aku akan mengaktifkannya sekarang," ujar Badai. Tangannya pun menekan tombol, sejurus sinar X rontgen menerpa tubuh Gerhana di dalam sana.


Para Kurcil hanya diam dengan wajah seriusnya masing-masing, tidak ada air muka konyol saat ini.


Huuu...


Topan menautkan alisnya menatap kembarannya saat nafas kasar itu terdengar.


"Ada yang serius dengan keadaannya?" tanya Topan dengan mata itu menatap tak berkedip bagian organ kepala Gerhana.


"Ini..." Badai menzoom titik masalah digambar organ kepala Gerhana. "Sepertinya di lantai kolam kepalanya terbentur keras, hingga ada jaringan__Oh, astaga." Badai menjeda penjelasannya. Sang Kurcil masih belum paham. "Gerhana sebelumnya pernah melakukan pembedahan bagian kepalanya. Lihat ini..." Badai kembali menzoom gambar hitam putih kepala itu.


"Jaringan ini rusak dan terlihat sudah lama," jelas Badai merasa yakin seratus persen.


"Jadi maksudmu Nana pernah mengalami tragedi yang harus mengambil tindakan operasi?" tanya Petir.


"Entah apa penyebabnya? aku pun tidak paham. Tapi intinya, operasi itu tidak sempurna karena ada jaringan kepala Gerhana yang rusak. Dan jaringan rusak itu adalah hipokampusnya atau memori jangka panjangnya."


" Dan mungkin karena itu Nana tidak mengingat kalungnya sendiri?" Batin Topan seraya terus mendengarkan penjelasan Badai.


"Aku curiga kalau Gerhana pernah menjadi korban kelinci penelitian bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab." tebakan Badai mempu membuat rekannya terkejut.


"Damn! sialan tuh si Xian bangka." Topan mengumpat keras.


"Terus apa penyebab Gerhana tidak sadarkan diri sampai dua hari ini?" bingung Vay.

__ADS_1


"Coba kita pelajari keselurahan hasil CT scannya di tubuh Nana." tangan Badai kembali bermain di tombol.


"Ini apa? Hais....ada benda asing di dalam tubuh Gerhana." ungkap Badai melotot kaget ke layarnya. Semuanya pun nampak penasaran tidak kalah terkejutnya.


__ADS_2