
"Vernon" panggil tuan Francois saat tiba di Mension pribadinya yang membuat langkah pria tampan itu terhenti.
"Kakek harap kamu tidak memiliki rencana lain dan tetap tenang seperti saat ini, putri Adriana adalah wanita yang paling tepat untukmu cucuku" jelas tuan Francois mendengar hal itu Vernon hanya melirik dan meninggalkan kakeknya
"Dasar anak nakal tidak ada akhlak sama sekali, ia selalu bersikap cuek seperti itu." marah tuan Francois melihat kelakuan Vernon yang mengabaikannya
"Kamu dimana Adhulpus datang ke Mension sekarang!" perintah tuan Francois meminta putranya datang menemuinya. Beberapa menit setelah panggilan berakhir tuan Adhulpus pun tiba di Mension pribadi ayahnya.
"Putraku jangan terlalu terpuruk dalam masa lalumu, masih ada Vernon dalam hidupmu." jelas tuan Francois saat melihat putranya itu tapi tuan Adhulpus tidak beda jauh dengan putranya dia adalah pria cuek yang hemat bicara.
"Sampai kapan kesalahpahaman diantara kalian berlanjut, ini saatnya kamu menceritakan semuanya kepada putramu jangan biarkan kekecewaannya padamu semakin dalam" jelas tuan Francois
"Aku tidak perduli atas tanggapannya padaku, melihatnya bersikap cuek dan membenciku itu sedikit menenangkan hatiku ayah. Aku akan sangat bersalah jika ia bersikap baik padaku" jelas tuan Adhulpus yang saat ini belum bisa menceritakan kebenaran kepada putranya itu dan tuan Francois pun memahami dan menerima keputusan tuan Adhulpus.
"Aku memanggilmu karena suatu hal yang sangat mendesak, yang tak ingin lagi aku tutupi darimu putraku" ucap tuan Farancois
"Walaupun perjodohan Vernon dan putri Adriana adalah bisnis dimata kalian tapi di mataku ini adalah pernikahan suci dan bukan hanya itu, penyatuan dua keluarga ternama membuat sebagian pihak merasa dirugikan dan terancam. Oleh karenanya kita harus waspada, aku tidak ingin keluarga kita ataupun keluarga tuan Paxton terluka." jelas tuan Francois
"Aku tidak ingin ada musuh dalam selimut karena Darelano saat ini sangat membenciku ia beranggapan bahwa aku lebih memihak kepadamu dibandingkan dirinya dan perlakuanku tak adil padanya, itu yang selalu ia tanamkan dalam dirinya. Salahku telah mempercayai orang lain untuk membesarkannya, tapi saat itu aku sangat terpaksa menyerahkan Darelano pada Mazoya. waktu itu hanya Mazoya harapanku satu-satunya, aku membawamu dan Eginhardt aku pikir kalian bisa hidup menderita dan Darelano putraku paling kecil oleh karena itu aku tidak tega membiarkannya menderita. Aku dituduh mengkhianati negara dengan kekuasaan ku saat itu dan semua orang tidak mempercayaiku hanya Mazoya yang percaya padaku, tapi keadaan berbalik dialah orang yang menyebabkan semua itu dan kebenaran terungkap tapi saat aku dengan kekuasaan penuhku kembali putraku Darelano tidak kembali, hanya raganya yang sama tapi jiwanya seolah dipenuhi dengan kebencian kepadaku dan tak menginginkan keberadaanku, ini semua salahku" jelas tuan Francois
"Tanpa aku awasi dia selalu ada, Darelano sangat membenciku bahkan kebenciannya padaku melebihi rasa bencinya pada ayah" tegas Adhulpus
__ADS_1
"pikirannya sudah dicuci oleh Mazoya mungkin suatu saat nanti ia akan tersadar atas perbuatannya" lanjut tuan Adhulpus
"Hendry dan agen rahasia Big Move saat ini memata-matai Darelano dan mendapat kebenaran yang mengejutkan bahwa ia masih perduli pada orang-orang di sekitarnya, ia sering mengikuti kegiatan amal. Aku sangat lega mendengar hal itu ternyata dia masih memiliki sisi kemanusiaan" jelas tuan Francois
"Putraku, ini waktunya kamu harus bekerjasama dengan Vernon cucuku, kalian dua pria cerdas yang memiliki kemampuan diluar batas nalar tentu mudah mengungkap kasus kejahatan dan membuat Darelano memaafkan kesalahanku" kesedihan tuan Francois karena putranya itu
***Di Mension pribadi Vernon***
"Tuan tidak keberatan atas pertunangan ini?" penasaran Hendry karena melihat tuan mudanya itu sangat santai
Vernon hanya meliriknya dengan salah satu sudut bibirnya terangkat
"Ketua mengumumkan perjodohan yang seluruh Dunia mengetahuinya tuan!" jelas Hendry lagi
"Ini hanya kesepakatan mereka Hendry, tidak perlu memikirkannya jika tiba waktunya ada kakek atau ayah yang bisa menjadi mempelai prianya, mereka berdua single dan kakek yang menerima perjodohan ini tentu dia tidak akan keberatan jika bersanding dengan putri tuan Paxton" santai Vernon cucu yang tidak berakhlak membuat Hendry takjub atas jawabannya.
"Hal itu tidak penting karena yang terpenting adalah identitas kita sebagai agen rahasia Big Move tertutup dengan rapat dan saat ini tidak ada seorangpun yang boleh mengetahuinya selain kakek" lanjut Vernon
"Apa tuan tertarik pada putri Adriana?" penasaran Hendry lagi
Terlukis senyum yang mencurigakan di bibir tuan muda tampannya itu.
__ADS_1
"Apa kamu menyukainya Hendry?" seketika air yang Hendry teguk keluar kembali dan beralih menatap Vernon karena ia tak percaya pertanyaan itu keluar dari tuan mudanya.
"Ti...tidak tuan" jawab Hendry gugup
"Saat kita berada di kediaman tuan Paxton malam itu kamu selalu memperhatikan putrinya dan mengabaikan ku" jelas Vernon
"Tidak tuan mana mungkin aku mengabaikan atasanku" spontan Hendry
"Kita sudah lama saling mengenal Hendry dan aku tau dengan jelas jika kamu menyukai ataupun tidak menyukai sesuatu" jail Vernon yang ingin membuat Hendry mengakui perasaannya
"Sungguh saya tidak pernah memperhatikan putri Adriana" serius Hendy
"Sungguh kamu tidak menyukainya?" tanya Vernon penuh jebakan
"Ia tuan"
"Kasihan putri tuan Paxton itu, jika aku tidak mengiyakan perjodohan ini maka ayahku yang akan menggantikan ku" hal itu sontak membuat Hendry lemas dan menjatuhkan diri dihadapan Vernon
"Apa maksudmu Hendry? apa kamu menganggap tuan Adhulpus itu sudah tua dan tak layak dengan putri tuan Paxton?" candaan Vernon dengan wajah seriusnya
"Aku tidak berani mengatakan tuan Adhulpus tua tuan, tapi aku tidak tau mengapa hatiku sakit mengetahui bahwa putri Adriana akan bersanding dengan tuan Adhulpus, jika dengan tuan Vernon aku akan mengikhlaskannya walaupun sulit" jujur Hendry yang membuat Vernon tertawa lepas ternyata jebakannya berhasil ia menipu Hendry agar jujur atas perasaannya.
__ADS_1
"Tuan apa semua ini hanya bercanda?" tanya Hendry polos
"Aku rasa ayahkulah sainganmu saat ini Hendry, jadi bermainlah dengan adil dan hati-hati. Ingat aku selalu mendukungmu" candaan Vernon dengan wajah seriusnya dan Hendry dengan polosnya percaya pada perkataan tuan mudanya itu.