
Kebaikan dan kelembutan Ayeleen membuat ia kalah dalam hal mempertahankan hati bekunya itu.
Malam yang indah pun terjadi diantara mereka, membuat Adhulpus mengerutuki dirinya, mengapa ia bisa terjebak dalam hal ini sedang tujuan awalnya hanya pura-pura agar ayahnya tidak menuntutnya untuk menikah, mencari ibu untuk sang buah hatinya.
Walaupun sikap dingin seperti sejak awal mereka bertemu tuan CEO tampan itu tunjukkan lagi. Setelah malam indah itu ia seolah kembali menjadi kanebo kering, pria berhati dingin dan arogan. Tapi hal ini membuat Ayeleen tetap hormat dan lembut kepadanya, walupun ia sejujurnya sangat cemburu pada Azqila istri pertama dari suaminya itu.
Azqila memang sudah meninggal Dunia tapi dalam hati dan pikiran Adhulpus istri tercintanya itu tetap hidup dan selalu menemani hari-harinya.
Ingin sekali Ayeleen meluapkan kemarahannya karena sikap suaminya yang acuh dan kecemburuan yang semakin besar, tapi apalah daya ia hanya istri yang tidak dinikahi berdasarkan cinta dan hanya berlandaskan kepura-puraan, walau janji suci itu sakral tapi tetap saja ia adalah istri yang tidak dicintai.
Ketika tuan Francois datang ke mension tanpa sepengetahuan Adhulpus, ia ingin menemui cucu tampannya. Tuan Francois meminta para pelayan agar memindahkan semua pajangan yang menampakkan gambar Azqila dan diganti dengan foto pernikahan baru putranya itu, dan saat Adhulpus pulang dan melihat hal itu. Ia sangat marah dan pertama kalinya ia berucap kasar pada Ayeleen membuat wanita cantik itu tidak bisa membendung air matanya. Hati mana yang tidak terluka saat suaminya berkata bahwa tidak ada yang bisa menggantikan kedudukan Azqila di hatinya, sedang saat ini Ayeleen mengandung membuat perasaannya sangat sensitif.
Ingin sekali ia memberitahukan kabar gembira itu pada sang suami tercinta, tapi melihat hal itu ia mengundurkan niatnya. Saat tuan Adhulpus memasuki kamarnya, membuat kemarahannya semakin meluap saat barang-barang milik Azqila telah digantikan dengan semua yang menjadi milik Ayeleen, sedang wanita cantik itu tidak tahu apa-apa. Ia pun kaget dengan semua itu, kemarahan Adhulpus membuat ia tidak bisa berucap.
"Jangan pernah menyentuh sesuatu yang berhubungan dengan Azqila!" ucapnya dengan nada membentak
"Kamu tidak sebanding dengannya, tidak pernah akan bisa sepertinya!" ucapnya lagi membuat air mata wanita cantik itu semakin deras mengalir.
"Aku hanya mencintai istriku, dan sampai kapanpun aku tidak pernah akan jatuh cinta padamu!" ucapan Adhulpus seolah tebasan samurai bagi Ayeleen
Ini kesalahannya mengapa harus jatuh cinta terlebih dahulu pada pria itu, sedang ia tahu akan berakhir sesakit ini, karena cinta Adhulpus pada istri pertamanya tidak bisa tergantikan.
__ADS_1
"Bukan aku yang melakukannya!" ucapnya dengan terisak-isak
"Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!" bentak Adhulpus
"Bukan aku yang melakukannya!.......Aku tau, aku bukanlah siapa-siapa dalam hidup tuan. Aku tidak lebih dari seorang baby sitter dan sampai kapanpun hanya seperti itu, mana mungkin aku berani melakukan hal itu!"
"Dan aku tidak akan pernah mencintai laki-laki yang tidak bisa melupakan masa lalunya!" jelas Azqila disela isaknya dan berlari meninggalkan ruangan itu.
Ucapan itu hanyalah kebohongan karena ia telah lama jatuh cinta pada pria berhati dingin seperti Adhulpus.
"Aku tau, aku akan kalah dari masa lalumu, kalah dari kesibukanmu. Aku tidak berarti apa-apa bagimu, dan cemburu pada dia yang telah lama menjadi pemenang dalam hatimu. Aku yang bodoh membuat hati ini terluka berharap padamu yang tidak memiliki waktu untukku, bahkan memikirkan ku sedetik pun kamu tidak pernah!" tangis Ayeleen menyelahkan dirinya sendiri.
"Azqila!" panggil pria tampan berwajah bad boy itu
"Kamu!" kagetnya
"Tenang, aku tidak akan berbuat apa-apa padamu. Aku hanya ingin menemuimu!" jelasnya
"Apa kamu bahagia?" pertanyaan Darelano membuat wanita cantik itu mengangguk dengan senyuman, ia sangat pandai menyembunyikan kesedihannya.
"Selama kamu bahagia aku tidak akan pernah mengusik rumah tangga kalian. Tapi jika aku mengetahui Adhulpus membuatmu bersedih dan meneteskan air mata, walau hanya setetes saja aku akan membuat perhitungan bahkan tak segan menghabisinya!" jelas Darelano membuat Ayeleen terdiam sesaat.
__ADS_1
"Apa kamu mencintainya?" ucap Darelano bersamaan dengan Adhulpus melihat mereka, dan mendengar akan hal itu, tapi ia ingin lebih jauh mendengar apa yang akan Ayeleen katakan, bersembunyi dibalik pintu dekat ruangan itu.
"Aku sangat mencintai suamiku dan kamu tidak perlu khawatir akan kebahagiaanku bersamanya!" jelas Ayeleen
"Tebakanku sangat tepat, aku tau kamu akan menjawab seperti itu, tapi jika kamu berubah pikiran aku akan selalu ada untukmu dan setia menunggumu!" jelas Darelano, membuat perasaan tidak suka akan hal itu muncul pada Adhulpus. Ingin sekali ia menghajar pria yang berucap lancang pada wanita yang sudah bersuami. Tapi disisi lain ia merasa bersalah karena telah menyia-nyiakan wanita sebaik Ayeleen.
Walaupun ucapan Darelano sedikit menyadarkannya akan keberadaan istri keduanya itu sangat berarti dalam hidupnya saat ini, tapi tetap saja Adhulpus mengingkari hal itu. Hingga suatu hari Darelano mengetahui akan semuanya, mengetahui bahwa wanita yang ia cintai tidak bahagia, ia berusaha menentang hati mengalah pada perasaannya, ternyata Adhulpus menyia-nyiakan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya itu.
Saat Ayeleen keguguran ia harus berjuang sendiri menahan rasa sakit, hanya satu pelayan yang mengetahuinya dan membawa nyonya kerumah sakit secara diam-diam atas permintaan Ayeleen.
Rahasia kehamilannya sangat tertutup rapat hingga kini janin itu sudah tiada, sang suami sampai saat ini belum mengetahui kebenarannya dan masih bersikap dingin padanya.
Darelano tidak lagi sesabar seperti biasanya, kini ia terang-terangan membuat perhitungan dengan Adhulpus, dan lagi-lagi tuan Francois membela putra sulungnya itu membuat kebencian pada ketua dark mafia semakin bertambah.
Seolah pendapatnya tidak didengarkan, dan lebih menyakitkan lagi Ayeleen tetap tidak ingin bersamanya, walaupun Adhulpus tidak menganggapnya sama sekali.
Tujuh tahun berlalu, kini Vernon berusia delapan tahun. Dan kejadian menimpa sang ibu yang harus meninggalkannya selamanya. Ayah selama ini tidak memperdulikan ibunya membuat Vernon membenci tuan Adhulpus. Bahkan saat Ayeleen menyiapkan makanan kesukaan tuan CEO tampan itu, sibuk seharian tapi tetap saja usahanya tidak dihargai, bahkan tidak dicicipi sedikitpun. Hal itu membuat Vernon tidak menaruh rasa hormat pada sang ayah sedikitpun, ditambah kini ia tidak bisa lagi merasakan kasih sayang dari nyonya Ayeleen, pelukan dan ciuman hangat setiap bangun dari tidurnya tidak lagi ia dapati.
Hari-harinya terasa begitu hampa, kesedihan menyelimuti hatinya. Tidak ada lagi tempatnya bermanja dan panggilan mami tidak pernah lagi terucap dari bibir mungilnya itu.
Sedang tuan Adhulpus diliputi oleh rasa bersalah dan penyesalan, mengapa ia menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Allah untuk barsama dengan sang istri yang sebenarnya sudah sejak awal ia cintai, tapi karena egonya ia mengingkari perasaannya dan bersikap cuek pada Ayeleen, padahal iapun sangat terluka.
__ADS_1