Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Kisah tuan Adhulpus (11)


__ADS_3

Keesokan harinya di ruangan CEO


"Hari ini jam 1 ada pertemuan dengan pemimpin perusahaan Z-One tuan muda" ucap Brayen


"Batalkan dan hubungi asistennya bahwa perusahaan kita tidak ingin kerjasama dengan manusia menjijikan seperti pemimpin mereka!" jelas Adhulpus


"Kenapa mendadak gini bro?" Brayen yang heran dengan keputusan tuan mudanya itu padahal sudah lama mereka menjadi rekan bisnis yang baik


"Saya bilang batalkan ya batalkan, apa perlu penjelasan lagi?" tatapan pria tampan itu seolah menyuruh asistennya itu keluar dari ruangan


"Ok gue keluar dan akan menghubungi mereka, dari pada disini berhadapan dengan singa!" gumam Brayen yang masih terdengar oleh CEO dinginnya


"Gue potong gaji Lo!" ancam tuan mudanya


"Jangan dong bro, biaya hidup gue mahal padahal sudah gue usahain untuk hemat!" jelas Brayen dengan raut wajah sedihnya


"Pulang saja sana sama bokap Lo, jadi pemimpin diperusahaan keluarga Lo!" celetuk tuan CEO-nya


"Tega Lo ya, cuma gue yang bertahan dengan sikap perfeksionis Lo!" jelas Brayen


"Terserah apa pemikiran kamu, tapi kalau tidak mau gajinya dipotong keluar sekarang!"


"Iya galak amat jadi bos!" Brayen keluar dengan muka murung sedang sahabat tampannya itu tersenyum penuh kemenangan


"Kenapa nasib gue apes banget punya bos sekaligus sahabat kaya gitu galaknya minta ampun, muka datar, kanebo kering, berhati beku dan semua sifat jelek ada pada dia!" omel Brayen saat tiba di ruangannya sedangkan sedari tadi Paxton ada dibelakangnya merekam setiap ucapan pria tampan itu agar dijadikan senjata ampuh suatu saat nanti.


"Ngapain Lo disini?" tanya Brayen yang mulai tersadar atas kedatangan sahabatnya itu


"Lo kenapa sih pagi-pagi begini marah?" bersikap seolah tidak tahu apa-apa


"Karena bos tak ada akhlak gue jadi begini, tadi mood gue bagus pas ketemu dia jadi gini!" penjelasan Brayen yang membuat Paxton menertawakannya.


"Mungkin dia lagi banyak masalah, kamu tau sendiri jika sahabat kita itu belum bisa move on dari istrinya" Paxton mencoba mengingatkan sahabatnya


"Iya Adhulpus masih belum bisa bangkit dari kesedihannya, walaupun saat ini ia terlihat baik-baik saja tapi itu semua hanya tipuan!"


"Aku juga merasakan hal sama dengannya, hanya saja aku tidak memiliki alasan untuk tetap berada dalam kesedihan itu!" batin Brayen


"Azqila adalah wanita pertama yang membuat seorang pria berhati beku jatuh cinta!" ucap Paxton yang merasa sangat kasihan pada sahabatnya itu.


"Bagaimana jika kita mencarikan wanita yang wajahnya sama dengan Azqila!" rencana Paxton

__ADS_1


"Lo cari saja sendiri, jangan lupa carinya dua biar sekalian dengan gue!" candaan Brayen yang sebenarnya ia sangat berharap ada wanita di Dunia ini yang sama dengan Azqila terutama dari kepribadiannya.


"Kasihan gue karena akhir-akhir ini mood sahabat kita itu tidak baik!" lanjut Paxton


"Ya ampun gue lupa hubungi pihak Z-One, Lo sebaiknya keluar sekarang!" usir Paxton


"Ok gue keluar, Lo sama saja dengan Adhulpus!" teriak Paxton


"Gue lagi sibuk, salah Lo sendiri datang dijam kerja!" tak ingin kalah Brayen


***


Jam menunjukkan 1:00


Seorang pria tua dengan penampilan memaksa muda datang ke perusahaan Adhulpus grup ingin menemui sang CEO


"Maaf tuan tidak boleh masuk!" ucap staf wanita


"Aku ingin menemui tuan Adhulpus!" jelas pria itu


"Tuan Adhulpus sendiri yang mengingatkan jika anda tidak boleh masuk!"


"Baiklah!" pria itu pergi dengan kecewa karena percuma memaksa akan terjadi hal buruk lainnya karena ia sudah tahu kepribadian tuan CEO tampan itu.


"Masuk divisi apa dia?" tanya sahabatnya itu


"Pemasaran"


"Berapa orang?"


"Dua"


"Malah ngerumpi disini kerja sana!" Brayen yang tiba-tiba datang membuat dua gadis itu bubar


"Kopi gue mana?" ucap Brayen pada Fito yang kebingungan mencari kopi instannya


"Buatkan gue kopi gulanya dua sendok!" Pesan masuk membuat Brayen menarik nafasnya dengan kasar


"Ternyata dia belum pulang juga!" jengkel Brayen dan saat ini Paxton di ruangan Adhulpus


"Lo buat sendiri gue bukan babu!" balas pria keren itu

__ADS_1


"Kamu itu sahabatku masa buat kopi harus jadiin kamu babu dulu!.......Memangnya bayaran jadiin Lo babu berapa?" balas Paxton ingin membuat sahabatnya itu jengkel


"Malas gue, ingat ya gue bisa buat perusahaan keluarga Lo bangkrut sekarang juga, jadi jangan macam-macam!" balasnya


"Ngeri amat Lo, tapi tidak apa-apa juga perusahaan keluarga gue bangkrut. Gue bisa numpang hidup sama Lo bro!" balasan Paxton membuat Brayen terpaksa membuatkan sahabatnya itu kopi.


***


Setibanya Adhulpus di mensionnya ia langsung menemui putra tampannya.


"Jagoan papa lagi apa sayang?"


"Pangeran tampan papa tidak rewelkan?"


CEO dingin itu tersenyum manis saat bermain dengan putra tampannya, membuat pandangan Ayeleen tak teralih darinya.


"Apa dia merepotkanmu?" pertanyaan tiba-tiba seorang ayah muda tampan itu.


"Tidak tuan" spontan Ayeleen


"Jagoan papa memang pintar!" kembali bermain dengan putra tampannya


"Aku akan membawanya ke kamarku, kamu istrahat saja!"


"Baik tuan"


Adhulpus menggendong putra kecilnya itu menuju ke ruangan pribadinya. Ia membaringkan Vernon kecil dan menunaikan sholat maghrib.


"Ya Allah, sampai kapan kerinduan ini menyiksa hamba, bertemu dengannya tanpa sengaja, mencintanya secara tiba-tiba tapi melupakannya butuh waktu seumur hidupku. Ya Allah terimalah amal ibadah istri hamba, bangunkan istana untuknya, semoga setiap doa-doaku menjadi penyejuknya, membuat ia tersenyum. Ampuni dosa-dosa hamba dan seluruh keluarga hamba ya Allah, jauhkan hamba dari siksa Neraka. Dekatkan hamba dengan segala kebaikan, buatlah hati dan jiwa hamba selalu mengingat engkau, setiap padaMu ya Allah." doa CEO tampan itu


"Aku akan selalu mencintaimu, walau penentuan itu tak akan pernah berakhir. Jika Alam membedakan kita, maka aku sangat bahagia karena pernah memilikimu!" ucap Adhulpus disela isaknya


"Engkau tahu istriku, engkau adalah lilin bagiku. Karenamu aku mengerti apa itu cinta dan ikhlas yang sebenarnya. Tapi berhenti mencintaimu aku tidak bisa!"


"Sungguh ini sangat menyiksaku, disaat hatiku ingin mengikhlaskanmu. Tapi jiwaku ingin memelukmu!"


"Aaaaaaaaa.......Ya Allah!" lirih Adhulpus dan berkali-kali beristighfar.


"Ingat dalam hidup ini banyak hadiah yang terbungkus dengan masalah, maka jangan pernah membenci apa yang kamu tidak senangi!" motivasi dalam dirinya


CEO tampan itu melihat kearah sang putra tapi rupanya Vernon kecil sudah terlelap, membuat senyum terlukis di wajah ayah muda itu.

__ADS_1


"Melihat buah hati kita membuatku merasa bahagia, Azqila sayang engkau tidak perlu ragu akan kesetiaanku kepadamu. Bahkan jika bidadari syurga datang ke bumi menawarkan menjadi penggantimu, aku tetap setia dan memilihmu istriku. Tidak ada yang bisa menggetarkan hati ini kecuali menyebut nama Tuhanku, Rasulku, ibuku dan namamu!"


"Mengingat senyumanmu membuat kerinduanku semakin dalam, tidak adil bukan?" lirihnya dan terlelap didekat putra tampannya itu.


__ADS_2