Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Kepulangan mendadak tuan Francois


__ADS_3

"Ketua!" kaget Hendry melihat tuan Francois


"Mengapa ketua pulang secepat ini?" spontan Hendry dan menutup mulutnya karena telah lancang bertanya seperti itu


"Memangnya salah?"


"Tidak tuan, maafkan saya"


"Gawat, jangan sampai ketua tau jika tuan muda sedang berduaan di kamar dengan nyonya Huzafiyah" batin Hendry


"Tuan, ketua sekarang ada di mension" pesan yang masuk, sedang saat ini Vernon masih berbaring di pangkuan Fiyah. Bermesraan dan bercanda bersama istrinya itu, tak berapa lama terdengar ketukan pintu.


"Allahuakbar!" ucap Vernon yang baru melihat pesan dari Hendry


"Ada apa balim?" tanya Fiyah


"Kakek sudah datang, dan yang mengetuk pintu itu pasti kakek" ucap Vernon


"Ya Allah, aku harus sembunyi" panik Fiyah


"Sayang hey, tidak perlu panik" Vernon menenangkannya


"Jika kakek tau aku disini pasti dia curiga, karena pintu kamar dikunci" khawatir Fiyah


"Sayang kamu mau kemana?" senyum Vernon yang melihat istri tercintanya itu berjalan cepat menuju walk in closet miliknya. Wanita cantik nan anggun itu bersembunyi disana.


Setelah merasa istrinya sudah aman Vernon membuka pintu kamarnya.


"Kakek" ucap Vernon dan memeluk tuan Francois


"Cucuku" balas tuan Francois melepas rindu pada cucu kesayangannya itu


"Kenapa kakek pulang secepat ini?" tanya Vernon dengan senyuman


"Kamu sama saja dengan Hendry, sikap kalian sangat aneh. Tidak bahagia atas kepulanganku" kecewa tuan Francois


"Bukan begitu kakek, hanya saja mengapa tidak memberitahuku terlebih dahulu, jika mengabari maka kami akan menjemput kakek di bandara" alasannya


"Kejutan untukmu cucuku, agar kamu dan Adriana bisa melangsungkan pernikahan secepatnya" jelas tuan Francois


"Tapi kakek, lihatlah aku masih belum bisa berjalan" pura-pura Vernon yang masih menggunakan kursi roda


"Tidak masalah, keluarga tuan Paxton menerima keadaanmu saat ini cucuku"


"Tapi aku tidak menerimanya kakek, aku tidak ingin dihari pernikahanku masih menggunakan kursi roda" alasan Vernon


"Jadi apa maumu?"


"Menunda pernikahan ini lagi?"


"Iya, aku tidak ingin menikah dalam keadaan seperti ini"


"Baiklah, aku akan bicarakan ini dengan tuan Paxton"


"Kembalilah beristirahat, kakek ingin ke kamar sekarang" ucap tuan Francois dibalas anggukan oleh Vernon, dan tersenyum penuh makna.


Setelah tuan Francois pergi dan Vernon pun kembali mengunci pintu kamarnya.


"Sayang" ucap Vernon menghampiri istri tercintanya


"Kakek sudah pergi?" tanya Fiyah


"Iya sayang" tersenyum, memeluk istrinya dan mengecup kening wanita cantik itu.

__ADS_1


"Apa kamu sangat takut?" goda Vernon


"Tentu aku sangat takut balim" jelas Fiyah dan membenamkan wajahnya di dada bidang suami tampannya itu


Pria maskulin yang sangat romantis kini kembali melakukan aksinya menjaili istri tercintanya, hingga Fiyah tak henti-hentinya berteriak karena Vernon menggelitiknya.


"Balim hentikan, nanti kakek dengar bagaimana?"


"Ruang ini kedap suara sayang, jadi bersiaplah untuk tertawa" Vernon semakin jail


"Balim ampun" menyerah Fiyah karena kakinya sangat geli saat suami tampannya itu mengeluskan kemoceng yang masih baru.


"Apa masa kecil balim tidak bahagia?" pertanyaan Fiyah membuat salah satu sudut bibir Vernon terangkat, tatapannya membuat bulu kuduk Fiyah berdiri.


"Jangan menatap mesum seperti itu, jika tidak maka---" ucapan Fiyah terhenti saat Vernon menciumnya


"Maka apa sayang?" tanya pria tampan itu setelah melepas ciumannya.


"Dasar bocah!" celetuk Fiyah


"Apa sayang?" tak percaya Vernon dengan ucapan istrinya tadi


"Bocah nakal!" perjelas Fiyah dan berlari keluar dari kamar, sedang Vernon hanya melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat imut.


"Pria tua itu, mengapa harus pulang secepat ini!" kesal Vernon karena harus menjaga jarak lagi dengan Fiyah


"Tuan" ucap Hendry yang saat ini mereka berada di ruangan kerja tuan mudanya


"Kirim kakek ketempat lain!" perintah Vernon membuat Hendry berpikir, bagaimana tidak tuan Francois belum cukup tiga puluh menit di mension dan tuan mudanya memerintahkan ia agar membuat pria tua itu meninggalkan mension lagi.


"Tapi tuan bagaimana caranya?"


"Apa gunanya keberadaanmu jika aku sendiri yang harus berpikir!"


"Aku bukannya cucu yang tidak punya hati, biarkan dulu kakek istirahat dan besok buat dia pergi liburan bersama kawan-kawannya, atau apalah itu yang terpenting dia tidak mengawasiku dalam mension ini"


"Baik tuan"


"Apa ada informasi lain?" tanya Vernon


"Nicolous sudah siuman tuan, dan Zeron masih seperti biasanya, dalam tahanan Big Move" jelas Hendry


"Lakukan seperti yang sudah kita rencanakan"


"Baik tuan"


"Mengenai Zetas, pria itu masih melakukannya dengan baik tuan"


"Bagus, tetap awasi dia!"


"Siap tuan"


"Bagaimana dengan dark mafia, apa kalian menemukan informasi terbaru?"


"Sebenarnya ada informasi penting tentang dark mafia tuan" Hendry yang bingung harus berucap apa karena tuan mudanya itu pasti akan sangat terluka mendengar hal itu.


"Tuan Darelano adalah pemimpin Dark Mafia" penjelasan Hendry membuat wajah Vernon memerah.


"Apa?" tak percaya Vernon bahwa pamannya itulah yang membunuh ibunya.


"Seperti yang tuan perintahkan, kami mengirim beberapa pasukan Big Move sebagai mata-mata disana" jelas Hendry


"Mengapa paman sangat tega berbuat seperti itu?" amarah Vernon semakin membara

__ADS_1


"Aku kira kelicikan paman hanya sebatas ingin menguasai harta kakek, tapi ternyata ia adalah musuh dalam selimut" mengepalkan kedua tangannya


"Tapi tuan, bukankah ini sangat aneh?"


"Apa maksudmu?"


"Tuan Darelano sangat mencintai nyonya Ayeleen tapi mengapa dia membunuhnya?" bingung Hendry yang mengetahui cinta segitiga antara mereka


"Cari tau keberadaan pria tidak bertanggung jawab itu, dan segera kabari saya secepatnya!" perintah Vernon membuat Hendry tak percaya karena baru kali ini pria tampan itu meminta mereka mencari tahu tentang ayahnya yaitu tuan Adhulpus.


"Baik tuan"


"Apa kalian sudah menemukan keberadaan Jack Nam?"


"Belum tuan"


"Hanya Jack Nam yang bisa mengungkap siapa Mazoya sesungguhnya, dan pria bodoh itu akan tau bahwa selama ini dia dimanfaatkan oleh Mazoya" jelas Vernon yang belum mengetahui bahwa keduanya sangatlah licik melebihi yang mereka ketahui, dan memiliki dendam pada orang yang sama.


"Atur pertemuanku dengan Zetas" perintahnya


"Baik tuan!"


"Sampai kapan kamu akan bekerja disini?" ucapan tuan Francois membuat kaget Fiyah, yang saat ini sibuk menyiapkan makan malam untuk Vernon.


"Sampai tuan Vernon memecat saya tuan" jelas Fiyah dan pamit untuk menuju ruangan suaminya.


"Wanita itu sangat keras kepala" kesal tuan Francois


"Sayang" ucap Vernon ketika melihat Fiyah


"Apa kamu sudah bertemu dengan kakek?" pertanyaan Vernon dan Fiyah mengangguk


"Dia memarahimu, atau berkata kasar kepadamu?" selidik Vernon


"Tidak" ucap Fiyah dan tersenyum


"Syukurlah, aku tidak ingin istri cantikku ini diomeli oleh siapapun!"


"Aku lapar" sikap manja Vernon yang membuat Fiyah tersenyum tipis


"Duduk disini sayang" pinta Vernon agar Fiyah duduk di pangkuannya.


"Suapin aku" pintanya setelah wanita cantik itu duduk di pangkuannya.


Setelah satu suapan Vernon mengambil sendok dari tangan istrinya, mengambil alih dan menyuapi Fiyah


"Balim katanya tadi lapar, kok aku yang disuapin?" tolak Fiyah


"Kita makan berdua sayang" jelas Vernon


"Apa kamu mau aku suapin langsung dari bibirku sayang" jail Vernon


"Ih, jorok"


"Kok jorok sih, romantis istriku!" jelas Vernon


"Aku sudah kenyang dan seharusnya balim yang makan"


"Dasar istri tidak perhatian" celetuk Vernon yang kesal


"Mukanya kenapa ditekuk seperti itu sih balimku?" goda Fiyah


"Ok, aku janji nanti apapun yang aku lakukan harus sama-sama dengan balimku yang suka ngambek ini" ucapan Fiyah membuat senyum manis terlukis di bibir tampan itu.

__ADS_1


"Janji adalah hutang sayangku, jika mengingkarinya akan aku hukum!" jelas Vernon dengan senyuman penuh maknanya. Sedang Fiyah hanya bisa Mengiyakannya.


__ADS_2