
...*🌹*...
...***Di hotel***...
"Hani, apa yang paling menarik dari diriku?" tanya Fiyah kepada sahabatnya, yang saat ini mereka sedang berada dalam panggilan.
"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu, bukankah putri cantik kyai Husein ini tidak suka jika ada yang memujinya?" heran Hani karena semenjak ia mengenal Huzafiyah baru pertama kali ini menanyakan hal itu
"Aku hanya ingin mengetahui pandangan orang lain terhadapku"
"Kamu sangat menarik Fiyah, bahkan semua hal yang ada pada dirimu sangat indah" jelas Hani
"Apakah aku yang salah Hani? tidak mengikuti sunnah dengan benar. Aku hanya menutupi seluruh tubuhku kecuali mata dan telapak tangan disaat-saat tertentu. Aku lalai menganggap enteng bahwa setiap jengkal tubuh wanita adalah racun bagi laki-laki"
"Apa maksudmu Fiyah? siapa yang membuat sahabatku ini merasa bersalah atas penampilannya. Engkau bahkan lebih tertutup dariku, penampilanmu saat ini sangatlah syar'i" jelas Hani
"Apa engkau pernah mendengar cerita tentang pria yang tergila-gila hanya karena sepasang mata seorang wanita bercadar? aku lalai dari hal itu, bahkan aku menampakkan wajahku yang mengobarkan nafsu seorang pria, dan membuat diriku sangat malu kepada Allah dan Rasulullah. Aku tidak mampu menjaga diriku dengan baik, hingga laki-laki yang tak halal bagiku mencium dan merangkul ku dengan sangat mudahnya" jelas Fiyah
"Siapa yang berani melakukan hal itu kepadamu Fiyah? kaget Hani
"Vernon Adhulpus! dia adalah seorang pria yang tidak memiliki adab yang bersikap seenaknya tanpa memikirkan perasaanku" kecewanya kepada pria yang nyaris sempurna itu.
"Dia adalah pria yang sangat tampan dan mempunyai segalanya, kamu sangat beruntung Fiyah!" Hani yang lupa jika sahabatnya itu tidak memandang rupa, harta dan tahta.
"Aku tidak memilih pendamping hidup berdasarkan ketampanan, stylish, memiliki banyak harta, berkuasa, dikagumi banyak wanita serta romantis. Tapi aku menginginkan seseorang yang paham agama dan akhlaknya yang utama!" jelas wanita Sholehah itu
"Maafkan aku Fiyah, aku khilaf" merasa bersalah Hani
"Aku ingin seorang laki-laki yang memuliakan wanita Han, yang menundukkan pandanganya tak berani menatap wanita yang belum halal baginya apa lagi sampai menyentuhnya!" jelas Fiyah
"Vernon adalah seorang pria yang sangat terhormat, ia pasti memiliki alasan melakukan itu kepadamu Fiyah. Apa sebelumnya dia bermaksud baik tapi engkau tolak?" tanya Hani pada sahabatnya itu karena ia yakin seseorang yang bermartabat seperti Vernon pasti memiliki alasan sebelum ia melakukan hal yang nekat.
"Dia mengirimkan surat sebelumnya, bermaksud melamarku tapi aku menolaknya dengan baik"
__ADS_1
"Pernikahan bukanlah kepuasan hasrat sesaat. Namun tentang bagaimana menjaga amanahnya untuk sama-sama fokus menuju jannah. Tapi dia berbeda keyakinan denganku Hani, mustahil bagiku menerima laki-laki yang tidak mengenal Tuhanku. Allah saja ia abaikan apalagi diriku, bukannya aku meremehkannya tetapi jika hanya berlandaskan cinta dan rasa tanggung jawab atas pernikahan, aku takut hal itu suatu saat nanti akan hilang ketika ia menemukan wanita baru, dan jatuh cinta padanya merasa wanita itu adalah tanggung jawabnya. Tentu aku akan ia tinggalkan Hani. Tapi jika ia beriman maka ia akan takut menyakiti perasaan istrinya kelak, dan tetap setiap kepada satu wanita saja" jelas Fiyah
"Vernon sudah memiliki tunangan tetapi aku rasa dia tidak menyukai putri Adriana, dari sikapnya sudah terlihat dengan sangat jelas saat menghadiri pameran buku kemarin"
"Aku tidak tertarik dengan kisahnya!" spontan Huzafiyah yang saat ini sangat membenci pria itu.
... 🌸...
...🌸...
...🌸...
Di Markas Broken Flower Zetas Gang sedang memikirkan cara agar ia bisa lebih dekat lagi dengan wanita yang membuat ia tidak bisa tertidur lelap.
"Apa aku harus mengenal Tuhannya terlebih dahulu?" gumam Zetas
"Ada apa dengan tuan kita, kemarin dia sangat bergembira dan saat ini ia malah terhanyut dalam lamunannya" bisik Zegos kepada rekan kerjanya.
"Biarkan saja, nanti malah kita yang akan kehilangan nyawa jika mengganggunya" jelas Zegos
Di tempat rahasia, para pembenci keluarga tuan Francois saat ini sedang membahas rencana mereka yang nantinya akan dijalankan pada waktu yang tepat.
"Aku sangat tidak sabar untuk menghancurkan seluruh keluarga tuan Francois Adhulpus" ucap Nicolous
"Terlebih untuk Adhulpus putra tuan Francois yang memiliki nama yang sama dengan kakeknya yaitu tuan Adhulpus Hendrico, pria itu harus terlebih dahulu dimusnahkan! " jelas tuan Mazoya
"Saat ini kita tinggal menunggu kabar baik dari Vernon, pria yang misterius dan penuh kejutan. Pernikahannya dengan putri Adriana adalah hari dimana rencana besar kita dijalankan dan tentunya menjadi kado terindah bagi keluarga tuan Francois dan berita yang menghebohkan bagi Dunia" jelas Zeron.
...***Di Indonesia***...
"Memikirkan apa kawan?" tanya Bilal
"Cinta memiliki banyak bahasa, tetapi yang paling indah adalah doa" lanjut Bilal
__ADS_1
"Engkau saja masih merana karena cinta" balas Usman
"Aku bukannya merana tapi masih menunggu keputusan Dinda" jelasnya
"Takdir yang digariskan untukmu tidak akan jatuh ke tangan orang lain kawan." ujar Safik bermaksud kepada kedua sahabatnya itu.
"Ada apa dengan kalian, aku hanya diam sesaat dan kalian beranggapan aku merana karena cinta?" Adam dengan senyum khasnya
"Aku sudah mendapatkan kabar baik kawan, Fiyah sudah menerimaku" lanjutnya
"Alhamdulillah" ucap mereka bersamaan dan Bilal mengusap wajah dengan kedua tangannya yang membuat para sahabatnya tersenyum.
...***...
"Apa yang akan engkau lakukan kepadaku Vernon" teriak Fiyah saat pria tampan itu menculiknya
"Aku sangat ingin memilikimu!"
"Ada apa denganmu, bukankah engkau seorang pria yang sangat terhormat?"
"Aku seolah kehilangan akal karenamu!" jelas Vernon
"Lalu apa yang akan kamu lakukan kepadaku, tolong bebaskan aku Vernon!" pinta Fiyah
"Tidak semudah itu nona!" senyum licik Vernon dan mendekati Fiyah, kini jarak meraka sangat dekat seolah pria terhormat yang saat ini berubah menjadi seseorang yang tidak memiliki berperasaan.
"Ambil segenap kebahagiaanku dan runtuhkan setiap mimpiku tapi jika engkau curi kesucianku atas nama Tuhan aku akan melawanmu!" jelas Fiyah yang saat ini penuh amarah.
"Penolakanmu adalah perintah bagiku!" ujar Vernon yang membuat air mata Fiyah semakin deras mengalir.
"Maafkan aku nona, aku terpaksa melakukan hal ini kepadamu. Tapi jangan khawatir aku akan bertanggung jawab dan membuat engkau menjadi wanita paling bahagia di Dunia ini" batin Vernon yang saat ini penuh rasa bersalah.
"Aku tidak akan menyentuhmu sebelum halal bagiku!" jelas Vernon pada Huzafiyah
__ADS_1