Cinta Dan Identitas Rahasia

Cinta Dan Identitas Rahasia
Niat ingin kuliah di Jerman


__ADS_3

Panggilan telpon dari tuan Francois menghentikan obrolan mereka.


"Hendry!" ucap tuan Francois


"Ia tuan"


"Dimana cucuku? sudah dua hari aku tidak mendapat kabar darinya"


"Tuan Vernon dan nyonya Fiyah saat ini sedang honeymoon tuan, dan kapan mereka kembali saya tidak mengetahuinya karena tuan muda tidak ingin diganggu" bohong Hendry


"Oh, jadi bocah tengik itu lagi honeymoon? pantas ia mengabaikanku, tapi setidaknya ia memberi kabar padaku!"


"Apa yang istimewa pada wanita itu hingga ia tidak lagi memperdulikan kakeknya ini" kecewa tuan Francois


"Baiklah Hendry aku hanya ingin mengetahui tentang hal itu"


"Bertugaslah dengan baik!"


"Siap tuan!"


"Maafkan aku ya Allah kerena telah banyak berbohong" batin Hendry sedang sedari tadi Fiyah menuju ruangan suaminya


***


"Maaf nyonya, kami hanya ingin memeriksa kondisi tuan muda" ucap seorang dokter pria


"Silahkan" spontan Fiyah


"Kondisi tuan semakin hari semakin membaik, jadi kita tingga menunggu ia siuman dan InsyaAllah secepatnya" ucap dokter itu yang seorang mualaf.


"Nyonya sebaiknya tidak terlalu khawatir, dan menjaga kesehatan dengan baik. Saya akan memberi vitami untuk nyonya karena tuan Hendry berkata nyonya tidak nafsu makan, dan mengalami insomnia"


"Tidak perlu doketer, saya baik-baik saja"


"Mohon nyonya tidak menolaknya" ucap salah satu dokter lainnya


"Ia nyonya, jika menolaknya dan jatuh sakit maka kami akan dalam bahaya jika tuan mengetahuinya!" batin ke tujuh dokter itu


Fiyah pun menerima saran dari semua dokter itu, agar menjaga kesehatannya dan rajin minum vitamin yang mereka resepkan. Setelah selesai merekapun meninggalkan ruangan tuan mudanya itu.


"Apa sebesar itu kekuasaan tuan Venron ini, hingga semua orang disini takut kepanya. Bahkan saat ia tak sadar diri sekalipun mereka tetap mengharga dan mematuhi semua perintahnya" bisik Fiyah kepada suaminya itu yang hendak ingin menggodanya walaupun saat ini Vernon masih koma.


"Sayang, aku sangat merindukan sikapmu yang suka seenaknya tetapi sangat perhatian kepadaku" ucap Fiyah yang ingin ngobrol dengan suami tercinta walaupun tidak ada balasan


*Flash back saat kejadian penyerangan saat itu*


*Dasar bodoh mengapa kita harus kerja sama dengan orang seperti mereka!" ucap ketua dark mafia


"Mereka berdua tertangkap tuan, dan empat orang bawahan Zeron juga ikut serta bersama tuannya" ucap bawahan ketua dark mafia


"Tapi tidak masalah bagi kita karena mereka tidak mengetahui banyak tentang dark mafia" ucap pemimpin mereka yang seluruh anggota drak mafia selalu menggunakan topeng persatuan mereka.


"Apa ada informasi lain?"


"Big Move adalah kumpulan agen rahasia dan bukan mafia tuan!" jelas Baron pada ketuanya

__ADS_1


"Sudah ku duga, bahwa bocah itu penuh kejutan. Tidak mungkin ia semudah itu masuk dalam Dunia hitam!"


"Bagaimana dengan broken flower, apa mereka menerima tawaran kerja sama dengan kita?"


"Mereka menolaknya tuan" ucap Baron yang membuat pria Joker itu mengepalkan kedua tangannya.


"Apa yang engkau rencanakan Zetas Gang!" batin pria Joker itu


Sedang di kediaman Zetas ia sibuk mencari informasi tentang misinya.


"Sial, mengapa aku masih bingung atas semua hal ini, semua masih abu-abu aku belum bisa mengambil tindakan, karena belum jelas siapa yang sebenarnya lawan atau kawan!" ucap Zetas kesal


"Tuan, dark mafia menarik mundur pasukannya" ucap Zegos


"Aku sudah tau hal itu, mereka hanya ingin bermain-main!"


"Dan tentang big move, mereka adalah agen rahasia tuan!" lanjut Zegos


"Sangat menarik!" gumam Zetas dengan senyuman penuh makna


"Dan Mazoya termasuk dalam dark mafia tuan, selain itu ia adalah orang yang selama ini tuan cari" jelas Zegos yang membuat tuannya itu mengepalkan tangan seolah saat ini ia ingin mencabik-cabik tub*h pria tua itu


"Kini aku sudah tau apa yang seharusnya dilakukan, tidak ada kata ampun jika itu memang engkau yang terbukti melakukannya Mazoya, pria tua maniak yang tidak juga segera bertaubat malah semakin mendekatkan diri pada kebinasaan!"


"Kalian taukan apa yang harus dilakukan saat ini?" ucap Zetas dengan tatapan mematikan


"Siap tuan, kami akan melaksanakannya!"


"Ingat, target kita hanya pria tua maniak itu!" ucap Zetas yang dimengerti oleh broken flower


***


"Tidak nak, umi lupa tanya hal itu padanya"


"Oh"


"Memangnya kenapa?"


"Aku lulus disalah satu universitas disana umi, dan Minggu depan berangkatnya"


"Telpon saja mbak mu nak, tidak perlu bingung seperti itu"


"Apa suaminya orang baik umi?" penasaran Ruby karena belum pernah bertemu dengan Vernon


"Tentu dia sangat baik nak"


"Oh"


"Sungguh, umi tidak berbohong kelihatan sekali jika wajah kamu tidak percaya" candaan umi Salma


"Bukannya tidak percaya tapi waspada"


"Ada-ada saja kamu ini nak"


"Kalau gitu aku pamit ya umi"

__ADS_1


"Kuenya tidak mau ambil nak, bawakan umi dan abi kamu di rumah" tawar umi Salma karena sedari tadi mereka membuat kue bersama


"Tidak perlu, palingan sebentar juga umi dan abi pasti kesini!"


"Dasar anak bandel, tidak mau direpotkan"


"Hehehe" tawa Ruby


Pesantren saat ini di pimpin oleh ustad Halik dan Ruby putri kedua serta anak kedua dari ustad Halik, selalu datang di kediaman umi Salma menemaninya.


Ustad Halik mempunyai dua orang putri dan satu putra. Aisyah Kayra Halik Putri pertama yang hari pernikahannya sama dengan pertunangan Fiyah dan Adam waktu itu, Adiba Ruby Kayra Halik putri kedua dan yang paling bungsu adalah Abdullah Yakub Halik. Dan hanya ia seorang putra kesayangan didalam keluarga itu.


"Mbak tadi katanya mau bikin kue dengan umi, tapi mana kuenya?" tanya Yakub saat Ruby pulang


"Ke rumah umi Salma saja kalau Yakub mau makan kue!"


"Loh, kok gitu sih?"


"Ya memang gitu"


"Pasti mbak malas lagikan pegang kuenya?" curiga Yakub


"Bukan gitu, tapi sebaiknya kamu kesana saja ikut sama Abi dan umi"


"Dasar kakak tidak pengertian!" gumam Yakub yang masih kedengaran oleh Ruby


"Apa katamu?"


"Tidak bilang apa-apa mbak" spontan Yakub


"Beneran?"


"Ia mbak"


"Masuk kamar sana belajar, hafal semua tugas kamu sebentar lagi kalian ujian!" jelas Ruby pada adik kecilnya itu yang saat ini Yakub masih berusia 13 tahun


"Ia mbak" pasrah Yakub


"Untung aku sudah lulus!" bahagia Ruby dan hanya dia yang diberi izin oleh ustad Halik menempuh pendidikan di sekolah Negri dan bukan pesantren, tetapi tetap mendapat ilmu agama dari abinya dan ustad lain yang mengajar di pesantren karena wanita cantik itu sering mengikuti pelajaran tambahan di luar sekolahnya. Mungkin karena cita-cita Ruby ingin menjadi dokter oleh karena itu sang ayah memberi izin.


"Abi dan umi mau kerumah bibi kalian dulu, Yakub mau ikut nak?" tawar umi Hadi


"Ia umi aku ikut" jalan cepat Yakub menghampiri kedua orang tuanya


"Ruby tidak apa-apa sendirikan nak?"


"Ia Abi tidak apa-apa"


"Kami pergi ya sayang"


"Ia, Abi dan umi hati-hati" ucap Ruby dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya, dan Yakub mencium punggung tangan kakaknya itu.


"Kalau aku mbak, kenapa tidak dikhawatirkan juga?" cemburu adik kecilnya itu


"Ia, Yakub juga hati-hati dan jangan bawel kadang orang-orang bosan denganmu karena banyak bicara" candaan yang sebenarnya adalah fakta

__ADS_1


"Ia mbak" cemberutnya


__ADS_2