
"Mengapa harus kamu!" ucap Zetas memukul tembok, melampiaskan amarahnya.
"Aaaaaaaaa" teriaknya
"Aku sangat membencimu, tapi disisi lain hatiku menginginkanmu!" batin Zetas
"Jesika berjanjilah tidak akan pernah lagi melakukan hal ini, berjanjilah kepadaku sayang!" pinta Zetas yang saat ini sikapnya membuat Jesika ketakutan
"Sayang berjanjilah kepadaku bahwa kamu tidak akan meninggalkanku!" ucapnya lagi dan memegang wajah Jesika lembut, tapi yang ditatap malah ketakutan dan tak bisa berkata apa-apa, hanya air mata yang mengalir deras di pipinya.
"Katakan padaku!" teriak Zetas menghempas Jesika di kasur empuk itu.
"Apa sulitnya menjawab pertanyaanku hah?" teriak Zetas
"Aku ingin jawaban darimu!" ucapnya yang saat ini menarik Jesika mendudukkan wanita itu dipangkuannya, mencengkeram wajah Jesika dengan kasar.
"Lepaskan kakak!" pinta Jesika dengan derai air mata
"Bagus sayang, ini yang aku ingin dengarkan darimu"
"Teruslah memintaku agar bersikap lembut kepadamu!"
"Sayang lihat aku!" melepaskan cengkeramannya dan menghadapkan wajah Jesika padanya.
"Aku akan bersikap lembut padamu, jika menurutiku sayang" ucap pelan Zetas dan membelai lembut wajah gadis cantik itu
"Jangan menangis, tersenyumlah saat bersamaku" bisiknya
"Istirahatlah aku akan kembali lagi sayang" ucapnya lalu pergi
Setelah kepergian Zetas Isak tangis Jesika semakin menjadi, entah apa yang terjadi pada pria tampan itu, kini sikapnya semakin menakutkan kadang penuh kelembutan dan kadang berubah menjadi kasar.
Beberapa menit kemudian Zetas kembali
"Kamu belum tidur?" tanyanya pada Jesika
"Um" terpaksa menjawab
Langkah pria tampan itu semakin menjauh
"Kakak mau kemana?" ucap Jesika saat melihat Zetas ingin keluar dari kamarnya
"Malam pertamaku dengan Agatha selalu tertunda, jadi malam ini aku ingin menebusnya!" bohong pria tampan itu
"Dasar manusia maniak!" batin Jesika dan menarik selimutnya memejamkan mata untuk tidur.
Walaupun ia berkata akan berhenti mencintai pria tampan itu, tapi tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk melupakannya.
"Mengapa aku tidak bisa tidur" kesal Jesika pada dirinya sendiri
"Terserah dia ingin melakukan apa, aku tidak perduli!" ucapnya mencoba menentang hati
"Hah apa-apaan ini, mengapa hatiku sangat gelisah bayangan mereka sedang bermesraan membuatku tidak bisa tidur!" semakin kesal pada dirinya sendiri
__ADS_1
"Mengapa aku tidak bisa membencinya" batin Jesika
Sedang di ruangan bawah tanah di mension, Zetas dan para hackers broken flower melakukan aksinya bertarung dalam Dunia Maya, hacker melawan cracker.
"Rupanya mereka ingin bermain-main denganku!" ucap Zetas dengan pandangan yang tak teralihkan, dan jari-jari yang lincah diatas keyboard.
"Apa aku bilang Robin, kita tidak perlu mendaftar pertandingan games itu, menjadi hacker lebih seru dan menantang" ucap Zegos
"Ia bos, ternyata sangat menarik" ucap Robin dengan jari-jari tangan yang menari diatas keyboard
Beberapa jam berlalu kini mereka menyudahinya karena pihak lawan sudah mengakhiri pertarungan mereka yang ingin meretas situs pribadi milik broken flower.
"Ah, akhirnya jari-jariku bisa istrahat juga" keluh Zegos menyandarkan diri di kursi empuk itu.
Jam menunjukkan 05:00 Zetas kembali ke paviliun dan merebahkan diri di samping istri tercintanya.
"Uh" keluh Jesika, tubuhnya seolah ada yang menindihnya.
"Kakak!" batinnya yang melihat kelakuan suami arogannya itu, menjadikan Jesika sebagai bantal guling. Dengan perlahan wanita cantik itu melepaskan pelukan pria bertubuh besar darinya.
"Mengapa kamu ada di kamarku?" tanya Zetas dengan suara serak
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, mengapa kakak ada di kamarku?"
"Kamarmu?" pura-pura hilang ingatan
"Sebaiknya kakak pergi dari sini"
"Aku masih mengantuk, lima menit saja" ucap Zetas dan memeluk Jesika
"Aku sudah sering kali berkata padamu jangan pernah melawanku, jika tidak ingin diperlakukan kasar!" menakuti Jesika dengan tatapan mesumnya
"Apa kakak tidak puas dengan istri kedua kakak?" nada marah
Senyum manis terlukis di wajah tampan itu
"Oh, rupanya istri pertamaku ini sedang cemburu" goda Zetas dan Jesika menjauh darinya
"Kemarilah!" perintah Zetas dan menarik Jesika masuk kedalam dekapannya
"Apa kamu mencium bau wanita lain di tubuhku?"
Jesika memperhatikan suaminya, pakaian yang digunakan Zetas sama seperti tadi malam dan tidak ada bau aneh di tubuhnya. Hanya aroma harum khas Zetas
"Ternyata istri kecilku ini sekarang berubah menjadi kucing" goda Zetas yang melihat Jesika mengendus aroma di tubuhnya, senyum manis di bibir Zetas kembali menghiasi wajah tampan itu.
"Lepaskan, aku ingin mandi" pinta Jesika
"Apa kamu ingin mandi denganku sayang?" goda suami tampannya lagi
"Dasar pria aneh, sikapnya tidak menentu!" batin Jesika
"Kamu memakiku dalam hati sayang?" ucap Zetas dengan salah satu sudut bibirnya terangkat
__ADS_1
"Baiklah aku akan melepaskanmu" mengalah karena melihat wajah ketakutan Jesika
Setelah kembali ke mension dan membersihkan dirinya, menuju walk in closet memilih pakaian resmi, setelah itu menuju ruang makan untuk sarapan bersama.
"Dimakan dong sayang" ucap Agatha yang sudah mempersiapkan roti selai cokelat untuk suaminya itu
"Apa hari ini kamu sibuk sayang?" tanya Agatha dan dibalas anggukan oleh Zetas
"Bi, dimana Jesika kenapa tidak ikut sarapan?" ucap Zetas saat melihat bi Rose
"Pagi ini nyonya ada kuliah online tuan" jelas bi Rose
"Jangan lupa bawakan makanan ke kamarnya" perintah Zetas
"Baik tuan" ucap bi Rose yang sebenarnya memang ia ingin mempersiapkan sarapan untuk nyonya mudanya itu.
"Mengapa selalu Jesika yang diutamakan?" batin Agatha
Setelah selesai sarapan Zetas pamit pada Agatha
"Sayang kamu lupa sesuatu" ucap Agatha membuat langkah Zetas terhenti
"Lupa mencium istrimu sebelum berangkat kerja" jelas Agatha dan tepaksa Zetas mencium kening wanita itu, yang disaksikan oleh Jesika
Tanpa melihat keberadaan istri pertamanya itu, Zetas yang diikuti oleh asisten pribadinya melanjutkan langkahnya keluar dari mension itu.
"Hai" sapa Agatha pada Jesika dan wanita cantik itu membalas sapaannya dan tersenyum ramah.
"Apa kamu sudah sarapan?" tanya Agatha
"Iya kak" singkat Jesika
"Apa kita bisa ngobrol sebentar?" ucap Agatha dan dibalas anggukan oleh Jesika
"Silahkan duduk" ramah Agatha
"Apa semalam Zetas tidur di tempatmu?" selidik Agatha
"Tidak" spontan Jesika
"Apa kamu membencinya?" pertanyaan wanita seksi itu membuat Jesika terdiam beberapa saat
"Maaf kak aku harus pergi sekarang" pamit Jesika ingin menghindari pertanyaan itu.
"Aku harap kamu tidak menyukai Zetas!" ucap Agatha
"Aku tau sangat egois mengatakan hal ini, tapi kalian tidak cocok untuk bersama. Ayahmu yang membunuh seluruh keluarganya dan sebaliknya Zetas lah yang membunuh ayahmu. Apa kamu masih ingin mencintai pria yang membunuh seseorang yang sangat berharga dalam hidupmu?" ucap Agatha membuat Jesika terdiam dan meninggalkan wanita itu.
"Non" panggil bi Rose pada Jesika
"Ia bi kenapa?"
"Ini ada paket dari tuan Frans Nam non" jelas bi Rose
__ADS_1
"Makasih bi"
"Sama-sama non"